Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Lamaran#


__ADS_3

"Tidak, apa-apa yang aku, hanya kesal pada mereka yang lebai "ucap wanita itu, masih belum sadar, jika Rayan, dan Daisy, melihat sikap aslinya selama ini.


"Jika kamu tidak suka, kamu boleh pergi, ini rumah ku, dan kamu hanya tamu disini"ucap Daisy, tegas.


Tiba-tiba, semua orang membulat kan mata nya, benar-benar tidak percaya, melihat Daisy, yang penyayang tiba-tiba berkata dengan lantang dan bahkan berani mengusir wanita itu.


"Mom, maafkan dia, biar Agam, yang bicara sama dia"ucap Agam.


"Tidak Agam, sudah berapa kali kakak, ingatkan, jangan terlalu terburu-buru, mengambil kesimpulan, karena tidak semua yang terlihat baik, adalah yang benar-benar baik, ujar Rayan.


"Baiklah kak, aku akan pulang membawa dia pulang sekarang juga"ujar Agam, lesu.


"Kak Rayan, please, jangan usir aku, aku minta maaf, karena sedang ada siklus bulanan, jadi sedikit terbawa badmood"ujarnya sambil bergelayut manja di lengan Rayan, dan semua itu membuat semua orang shock, saat melihat tingkah wanita gatal tersebut.


Rayan, langsung menghempaskan wanita itu, saat itu juga.


"Dy, sayang jangan biarkan wanita itu, disini jika perlu titip dia di rumah Bu RT."ujar Rayan.


"Jangan Kakak, ada A Riki di sana"ucap Anya.


"Suruh Riki, temani Agam, disini"ucap Rayan.


"Kak, tidak ada kah, yang peduli dengan ku, mom, dia itu kekasihku"ujar Agam, tegas.


"Agam, justru karena kami, sungguh sangat menyayangi mu, asal kamu tahu, bahwa dia ini, adalah anak dari mantan istri Daddy Vino, yang ingin merebut harta kekayaan kamu"ucap Daisy, tegas.


Lagi-lagi semua orang dibuat syok, saat mendengar semua itu.


Sementara Aira, berusaha untuk menyangkal dan bilang jika Daisy, hanya ingin merusak hubungan antara mereka, Agam sempat dibuat syok, dan hampir tidak percaya percaya tapi Anya, menyodorkan hasil rekaman tersebut dan beberapa foto, karena gadis itu bahkan sudah, menyelidiki semua nya, saat itu juga.


"Dari mana kakak, mendapatkan semua bukti ini, ujar Agam, masih, tidak percaya.


Daisy, pun tersenyum, karena bukan hanya dirinya yang kini curiga dengan wanita bermuka dua, yaitu Aira.


Gadis itu langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan Agam, yang memanggil nya, bahkan sopir yang diminta untuk mengantar dia pulang pun menolak, akhirnya gadis itu pun menelpon seseorang dan Rayan, memastikan bahwa wanita itu benar-benar pergi.


Ssetelah semua kejadian itu berakhir Agam, hanya berdiam diri sampai Daisy, bicara baik-baik tentang semua yang terjadi.


Setelah Agam, dibuat mengerti dengan semua yang berkaitan dengan Aira, pria itu pun, mau menerima semua, bahkan dia ingin sekali mencekik wanita itu jika saja dia tau semua itu dari dulu.


Di hari kedua, pagi-pagi sekali Daisy, sudah berada di depan Empang, dia memberikan ikan-ikan nya, makan, sampai, seseorang memeluk nya dari belakang.


"Yang aku cari kamu ke seluruh ruangan tapi tidak ada, nyatanya kamu disini, masih banyak embun loh Yang...."ujar Rayan.


"Aku, sedang rindu hari ini hari dimana almarhum, Abah, selalu turun, untuk membetulkan saluran air di sini, dan dia memberikan ikan-ikan itu, makan, seakan mereka adalah keluarga Abah, saat Abah panggil untuk makan mereka tiba-tiba muncul kepermukaan barulah Abah menebar pakan ikan." ujar Daisy.


"Dy, peliharaan apapun, itu mereka juga melihat ketulusan hati dari majikan nya, maka mereka akan tau siapa? yang lebih tulus dari menyayangi mereka"ujar Rayan.


"Heumm, benarkah yang, tapi kenapa? hati manusia, tidak bisa setia, dan tidak bisa melihat ketulusan cinta seseorang padanya, selalu saja ada yang seperti itu, bahkan banyak yang mendua"ucap Daisy, sontak Rayan yang mendengar itu, seakan tersinggung, karena pelukan nya sedikit memudar.


Daisy, yang menyadari itu, langsung berkata"jika aku dikhianati oleh orang yang aku, percaya lebih baik aku menjauh pergi.


"Yang, aku kok, ngerasa kamu lagi nyindir gitu"ucap Rayan.


"Tidak, mana ada aku begitu, aku hanya mengatakan fakta, yang terjadi di masyarakat, tapi mudah-mudahan sih, suamiku gak begitu, dan jika begitu aku hanya bisa mengalah pergi"ucap Daisy.


Wanita itu pergi begitu saja.


"Yang, aku mana berani ngelakuin itu, bisa mati sengsara aku jika macam-macam dengan mu, apalagi semua aset berharga yang aku perjuangkan sedari dulu, kini sudah atas nama kalian berdua"ucap Rayan.


"Mas, itu tidak menjamin, bahwa seseorang akan berhenti, atau tidak mendekati selingkuh, apalagi jika pria itu seperti kamu yang pandai berbisnis"ujar Daisy.


"Yang...kok, jadi serius gini, sumpah Yang...demi apapun, aku tidak pernah selingkuh"ujar Rayan, sambil meraih pergelangan tangan Daisy.


"Aku tidak menuduh mu mas, aku hanya ibaratnya saja, jika kamu tidak merasa seperti itu, ya sudah"ujar Daisy.

__ADS_1


"Yang! kamu sedari tadi nyindir aku, aku tau itu!"teriak Rayan, karena Daisy, terus berjalan tanpa menghiraukan Rayan.


"Yang!"teriak Rayan lagi.


"Apa? sih mas, kamu pagi-pagi sudah buat orang lain mengira kita, sedang berantem, aku mau masak buat sarapan pagi, sekaligus mau belanja ke pasar untuk menyiapkan jamuan nanti malam"ujar Daisy, yang kini terlihat tidak ingin menatap wajah Rayan, wanita itu melihat kesana kemari, hingga Rayan, mendekapnya erat.


Daisy, menitikkan air mata, hatinya benar-benar dongkol jika, kepikiran, tentang parfum, dan noda lipstik, yang sampai saat ini baru mendengarkan penjelasan dari satu pihak saja.


Daisy, buru-buru mengusap air mata nya, yang sempat menetes di t-shirt, yang kini digunakan oleh Rayan, dan karena hal itu pula Rayan, memudarkan pelukan.


"Dy, jujur sama mas, kamu itu kenapa?"tanya Rayan.


"Hehe mas-mas ada-ada saja, aku, memang nya, kenapa? mas lihat bukan, aku baik-baik saja"ujar Daisy.


"Yang, kamu gak bisa bohongi aku, jika masalah teman aku, yang waktu itu, mas akan undang dia, untuk memberikan penjelasan"ujar Rayan.


"Hahaha, mas, tidak usah khawatir dengan itu, aku kuat kok, jika kamu memang benar-benar mencintai dia, silahkan berikan dia rasa nyaman dan seluruh harta mu, untuk menolong teman, aku ikhlas, tapi tidak dengan rumah ini, dan jika mas, merasa rugi dengan pembangunan rumah ini, mas bisa rubuhkan, dan kembalikan gubuk lama ku"ucap Daisy.


Rayan, tidak bergeming, dia menatap Daisy, yang kini tengah terluka, atas perbuatannya beberapa minggu lalu, wanita itu memang sempat menggoda Rayan, hingga pria itu, hampir terbuai, tapi kemudian, Rayan, sadar bahwa sudah memiliki, anak dan istri.


"Dy, sudah aku bilang kamu bisa mencari bukti itu lewat detektif ternama, jika perlu borong, seluruh detektif, handal agar kamu bisa tau, apa? yang aku katakan adalah kenyataan nya"ucap Rayan, sambil menatap lekat mata istrinya.


"Buang-buang waktu, tuhan tidak pernah tidur, kebenaran yang tuhan tunjukkan, adalah yang sebenarnya terjadi"ujar Daisy.


........................


Daisy, terus beraktifitas, bahkan nyaris tak perduli dengan yang lain nya, terutama pada Rayan, yang sedari tadi menatap gerak gerik nya, pria itu sudah berulang kali memberikan penjelasan, tapi tidak digubris.


Daisy, dibantu beberapa ibu-ibu, untuk membuat jamuan makan malam bagi keluarga besarnya, sementara Anya, sedari tadi, sibuk buat Agam, repot bantuin dirinya perawatan mulai dari kuku, hingga rambut, pria berusia 27 tahun itu, menjadi pegawai salon dadakan dan jika salah, Anya, akan berteriak histeris, dan David, akan mencibir nya.


Sampai saat David, menjahili Anya, krim yang di oleskan Agam, ke wajah nya, adalah krim, untuk cake yang diambil David, dari dapur, saat mommy nya tengah sibuk.


Anya, yang merasa ada yang aneh dari krim tersebut, dia langsung menjilat krim tersebut, tanpa ragu, lalu.


"Agam! apa kau sengaja, ini kirim kamu ambil dari mana?"sontak semua orang yang ada di sana berlari menuju ke lantai dua dimana diruang santai Anya, tengah melakukan perawatan, dibantu oleh adik kembarnya yang tampan itu.


"Tapi kenapa? isinya jadi krim untuk polesan cake"tanya Anya, bingung sendiri.


"Benarkah"ujar Agam.


"Mungkin karena wajah kakak, kasar gak rata dan harus di lapisi krim, seperti cake, yang butuh di poles karena permukaan nya kasar"ucap David, sempat tergelak, dan orang-orang yang tadi berada di sana sempat menahan tawa nya kala Anya, sibuk membersihkan wajahnya dengan tisu, basah.


"David!"teriak Anya.


Anak, itu tertawa terbahak-bahak hingga keluar air mata, diikuti oleh Agam, sementara Anya, yang hendak membalas, mereka pun akhirnya perang dengan krim cake itu hingga permukaan lantai licin karena terkena krim tersebut, dan Daisy, yang datang untuk bertanya dimana krim yang Agam, ambil sempat syok, karena, wanita itu bahkan melihat lantai itu kotor, dan dia berteriak.


"Agam! Anya! David! apa yang kalian lakukan, cepat bersihkan lantai ini, mommy tidak mau tau ruangan ini harus sudah bersih, saat mommy kembali"ujar Daisy, pada ketiganya.


"Owh my God"ujar David.


"Jangan kabur, kamu bantuin kita"ujar Anya.


"Tidak bisa, aku mau mandi"ujar David, yang bergerak turun menuju lantai bawah.


Beruntung tidak kepeleset karena lantai yang licin, alhasil, hasil perawatan susah payah yang mereka berdua lakukan itu, hancur, bahkan wanita itu, kini dibantu oleh Agam, membersihkan seluruh ruangan itu.


Sementara Daisy, memandikan David, terlebih dahulu, sebelum melanjutkan pekerjaannya yang kini masih setengah nya lagi.


"Sudah tampan, sebaiknya kamu duduk dengan Daddy"ujar Daisy.


David, hanya mengangguk dan berjalan menuju ke arah Rayan, yang kini tengah duduk memangku laptop nya, sambil sesekali melihat kegiatan sang istri, dan para wanita lain nya.


"Yang, tolong buat kan aku kopi"ucap Rayan.


Daisy, tidak menjawab, tapi dia langsung membuatkan apa? yang Rayan, minta.

__ADS_1


Daisy pun menyuguhkan itu dihadapan Rayan, tepat nya, di meja makan yang terukir unik itu.


"Mom, mau susu coklat"ujar David.


"Aku juga mau"ujar Agam dan Anya.


"Baiklah tunggu di situ"jawab Daisy.


"Kalian tidak lihat, mommy, sedang sibuk bekerja, kenapa? tidak dibantu heuuhh"ujar Rayan.


"Kakak juga sama"ujar gadis itu.


"Kamu, itu tidak lihat di sana banyak ibu-ibu jadi kakak, risih"ujar Rayan.


"Alasan saja"ujar Agam.


Keduanya duduk, hingga saat Daisy, menyuguhkan tiga gelas susu coklat tersebut.


Daisy, kini berjalan menuju kearah pantry, untuk memoles cake, dengan krim, yang baru dia buat kembali.


Sementara itu, keempat orang yang ada di meja makan tengah menikmati minuman yang Daisy, buatkan.


Sampai akhirnya semua pekerjaan selesai, semua hidangan sudah tersusun rapi dan meja yang melingkar, ada beberapa kudapan, lezat ada nasi dan lauk pauk, semua sudah tersaji di meja makan.


Daisy, pun membantu Anya untuk bersiap terlebih dahulu, gadis itu kini tengah duduk di kursi meja rias, tengah mematut dirinya di cermin, setelah sang mommy, mengganti MUA, yang tidak ada di sana.


"Sudah cantik banget...., ini beneran aku mom, aku lebih bagus pakai kerudung"ujar Anya.


"Heumm, sudah seharusnya, ini acara lamaran kamu sayang, urusan lanjut atau tidak kamu bisa pikir sendiri"jawab Daisy.


Sementara itu di dalam kamar nya ketiga pria berbeda generasi itu, sudah tampan dengan stelan jas mereka, tinggal Daisy, yang belum bersiap, wanita itu, pun bergegas menggunakan gamis yang sangat elegan, yang ia bawa dari kota.


Daisy juga mematut dirinya di cermin, setelah merias wajah nya, dengan makeup natural.


"Yang, jangan marah lagi, aku tidak bisa hidup tanpa mu, cinta"ujar Rayan.


"Jangan bohong mas, kamu bahkan terlihat sangat baik, saat aku tinggal, empat tahun lalu." ucap Daisy.


"Yang... aku mohon, aku tidak melakukan kesalahan itu"ucap Rayan.


"Aku masih bertahan, karena menunggu kejujuran mu, aku tidak mau pergi karena salah paham seperti dulu"ujar Daisy.


"Besok setelah kembali dari sini kita akan temui dia"ujar Rayan.


"Aku masih betah, berada di sini, mas bisa pulang sendiri, jika mau"ujar Daisy.


"Yang"


"Kak, tamu sudah datang"ujar Agam.


Mereka semua pun, turun menyambut tamu yang hadir di acara lamaran tersebut dan dari pihak Rayan, diwakili oleh pak kiyai, untuk menyambut dan menerima lamaran.


Sementara itu dari keluarga Riki, pak RT, sendiri sebagai bapak dan juga pengurus, setempat, jadi bukan hal yang baru baginya, jadi tidak akan sulit.


Berbeda dengan Rayan, yang memang baru pertama kali nya, dia mengadakan itu, dan saat dia menikah pun, tanpa lamaran terlebih dahulu.


Untuk mempersingkat waktu, saya persilahkan pada, pihak pria, untuk mengutarakan niat kedatangan nya kemari dan waktu juga tempat kami persilahkan.


Terdengar, suara MC, yang tidak lain adalah wakil RT setempat.


"Begini, maksud kedatangan kami kemari, kami berniat untuk melamar, neng Anya, untuk putra semata wayang kami Riki Prayoga, sekiranya keluarga anda berkenan menerima lamaran dari kami yang serba kekurangan ini"ujar pak RT.


"Saya, terima niat baiknya, tapi kembali lagi, saya serahkan kepada Anya, sebagai calon dari nak Riki Prayoga."pak kiyai.


"Bagaimana? neng Anya"tanya pak RT.

__ADS_1


"Saya menerima lamaran dari A Riki"


__ADS_2