Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Tidak menikah#


__ADS_3

Agista keluar dari dalam kamar yang ditempati oleh David setelah gadis itu menyetujui hubungan mereka.


Agista tidak tau kedepannya nanti akan bagaimana yang jelas saat ini dia hanya ingin membuat David tidak terus memaksa untuk mendekati dirinya.


Nanti setelah berada di Indonesia, dia akan berusaha untuk menghindari David bagaimanapun caranya.


Leonardo kini sudah berada di dalam kamar Agista sejak tadi pria itu tidak beranjak dari ranjang tempat ia berbaring setelah ditinggal Agista yang ditarik oleh David.


Agista yang melihat kakaknya berbaring di atas ranjang miliknya dia pun langsung menyapa Leon.


"Kenapa? kakak belum tidur."tanya Agista.


"Belum Agis kakak masih menunggu kamu untuk tidur."ujar Leon.


"Ngapain tidur siang bersama aku kenapa? kakak tidak minta dia datang juga kemari."ujar gadis itu.


"Heumm kemarin ada yang cemburu, dan minta menginap di hotel ini. sekarang setelah sudah baikan sama do'i eh sok soan nyuruh ngundang penghangat."ujar Leon.


Agis melotot tajam saat mendengar pengakuan Leon bahwa kekasihnya itu hanya penghangat.


Agis langsung bersiap karena hari ini dia ingin segera pulang.


"Masih juga ingin pulang heumm."ujar Leon.


"Aku masih punya banyak kerjaan butik aku harus produksi berbagai macam dress dan lainnya."ujar Agista.


"Heumm baik'lah sayang, tapi kakak tidak jadi pulang dengan mu bagaimana."ujar Leon.


"Kakak harus pulang Mommy minta kakak pulang."ujar Agista.


"Baiklah sayang ku, aku pulang dengan mu tapi bagaimana? dengan perusahaan ku disini."ujar Leon.


"Kakak bilang, saat itu akan ada asisten pribadi yang mengurus semuanya dan kakak bisa bekerja dari jauh."ujar Agista.


"Heumm, tapi tidak selamanya seperti itu Agista dan kita juga harus berulangkali mengecek semuanya dengan baik jadi mungkin jika jarak mu dan perusahaan hanya seperti kota mu dan luar kota masih bisa di handle secara cepat, ini terlalu jauh dan jika ada masalah di perusahaan kita juga butuh waktu lama untuk datang kesini bukan hanya satu hari perjalanan tapi satu hari satu malam. dan mungkin masalah lain akan muncul lagi semakin menumpuk saat kita berada di perjalanan, jadi intinya tidak semua bisa di handle dengan adanya asisten."ujar Leon menjelaskan dengan lembut.


Agista pun manggut-manggut. dia mulai mengerti aturan dasar mengurus bisnis.


Dia memang tidak kuliah di jurusan bisnis, namun bidang usaha yang ia geluti saat ini juga adalah sebuah bisnis yang tidak main-main, bukan hanya soal berjualan tapi juga harus pandai mengelola penghasilan dan modal agar bisa lebih berkembang pesat.


Agista juga tidak kekurangan ilmu tentang itu, dia hanya ingin lebih tau bagaimana cara mempertahankan bisnis saat berada jauh dari tempat usaha tersebut.


Agista kini bisa mengerti kenapa? Leon lebih memilih tinggal di negara itu padahal jelas-jelas dia hanya tinggal sendiri di sana. semua itu demi mempertahankan bisnis yang sudah diwariskan oleh Gibran.


Akhirnya setelah selesai berkemas Agista pun kembali dengan David menuju Indonesia dengan menggunakan jet pribadi.


Sepanjang perjalanan David terus berinteraksi dengan Agista yang lagi-lagi mengalami jetleg karena ini tidak biasa untuk Agista namun gadis itu tidak bisa mengkonsumsi obat tidur karena takut David berbuat ulah karena saat ini pun pria tampan itu selalu menempel pada Agista.


Alhasil Agista terus bolak-balik ke toilet karena rasa mual dan pusingnya itu.


Karena itu sudah waktunya tidur akhirnya gadis itu memutuskan untuk merebahkan diri di atas jok penumpang di dalam jet pribadi tersebut meskipun David meminta dia untuk beristirahat di dalam kamar nya itu.


Waktu terus berlalu, detik demi menit terus dia hitung rasanya lama sekali untuk bisa mendarat sementara dirinya sudah tidak bisa bertahan dengan keadaan itu, akhirnya Agista pingsan saking merasa tidak nyaman dengan perjalanan yang membuat dia mabuk pesawat itu.


David kaget dia langsung meminta pramugari untuk melakukan pertolongan, setelah mereka berhasil melakukan pertolongan pertama pada Agista dengan memasang infus di tangan dan memberikan obat tidur akhirnya Agista pun tertidur lelap.


Sementara perjalanan masih harus menempuh waktu enam jam akhirnya David pun berjaga di samping Agista.


Ada sedikit senyuman di hati David kala tau bahwa Agista mengalami mabuk pesawat entah apa? yang dilakukan oleh Leon saat membawa gadis itu ke Amerika.

__ADS_1


David juga merasa khawatir jika terjadi sesuatu padanya namun dokter mengatakan bahwa dia tidak apa-apa? saat ini Agis hanya mabuk perjalanan.


Sementara itu di kediaman Rayan saat ini tengah terjadi kehebohan Daisy pingsan karena mengetahui putri semata wayangnya itu hamil Akibat pergaulan bebas yang diam-diam dia lakukan selama ini.


Raya sudah lima kali kena tamparan dari Rayan pria yang selama ini memanjakan dirinya itu tidak bisa terima dengan perbuatan Raya yang sudah mencoreng nama baik keluarganya.


Bagaimana? bisa Rayan mengalami semua aib itu.


Rayan kini tengah memangku tubuh Daisy istri tercinta yang selama ini menemani dirinya mengisi kekosongan dalam hatinya wanita itu ternyata terkena serangan jantung.


Daisy dilarikan ke rumahsakit wanita paruh baya yang sangat cantik itu tergolek lemah tak sadarkan diri juga.


Rayan merasa sangat bersalah karena berulang kali telah melakukan kesalahan dengan mengabaikan peringatan istrinya itu agar tidak terlalu memanjakan putrinya dengan segala kemewahan dan kebebasan.


Namun Rayan selalu melakukan itu, karena biar bagaimanapun juga Raya adalah putri kesayangan satu-satunya Rayan tidak pernah menyangka jika semua itu telah menjerumuskan putrinya kedalam jurang tak bertepi.


Rayan juga tidak tau bahwa karma itu terjadi karena dia sudah menyia-nyiakan anak gadis itu.


Dan bukan hanya itu Raya bahkan selalu menyebut Agista sebagai anak haram. dan kini anak haram itu bersarang di rahimnya bahkan tanpa kejelasan dimana dan siapa? bapak dari anak yang kini ia tengah kandung.


Rayan, pun dipanggil oleh dokter setelah hampir satu jam Daisy baru siuman.


Dokter menjelaskan, bahwa Daisy mengalami serangan jantung dan harus mendapatkan perhatian serius, bukan tidak mungkin suatu saat nanti dia akan kembali mengalami hal itu jika dia dihadapan dengan sebuah masalah besar.


Rayan pun tidak bisa berbuat apa-apa selain meminta dokter untuk melakukan yang terbaik untuk istrinya itu.


David yang baru saja landing di bandara pemuda berusia 30 tahun itu langsung bergegas menuju rumah sakit tanpa sadar sedari tadi dia menggendong Agista ala bridal style menuju mobilnya.


Dua orang asiten menyambut kedatangan nya mereka buru-buru membuka mobil karena ternyata wartawan yang berada di sana juga memburu dirinya karena berita yang booming di sosial media tentang seorang pengusaha yang gagal menikah karena calon istri nya ternyata hamil oleh pria lain.


Meskipun wajah David brur di dalam postingan itu tapi beberapa wartawan tau siapa? laki-laki itu.


...........................


Saat David tiba di rumah sakit, pria itu mencoba membangunkan Agista yang masih tertidur pulas karena pengaruh obat tidur.


David pun turun setelah tidak berhasil membangunkan Agista dia pun menitipkan gadis itu kepada asisten pribadinya untuk menjaganya di luar mobil dengan membuka jendela mubil untuk melihat keadaan.


Sampai saat David berada di ruangan dimana Daisy kini terbaring lemah dengan derai air mata yang tidak kunjung berhenti dan Rayan sedari tadi memeluknya dari samping.


Raya membungkuk dan memeluk istrinya mencoba menyalurkan keterangan, dia tidak ingin istrinya kenapa-napa.


"Sayang,,, jangan takut aku disini kita hadapi semua ini bersama-sama ada aku disini, aku minta maaf karena telah berbuat kesalahan selama ini aku terlalu memanjakan dirinya karena rasa sayang ku yang teramat besar untuk kalian semua aku telah salah mendidik putriku tanpa sadar aku telah mendorong dia kedalam jurang aku minta maaf tapi aku janji akan melakukan apapun untuk memperbaiki semuanya."ujar pria itu panjang lebar.


Sementara David mematung di tempatnya saat melihat dan mendengar semua itu.


"Apa? sebenarnya yang terjadi."tanya David yang tidak tahu menahu tentang masalah yang terjadi dia hanya diberitahu oleh asisten pribadi nya bahwa ibunya masuk rumah sakit.


"David,,,hiks ...hik.." tangis Daisy kembali pecah saat melihat putranya itu David langsung menghampiri ibunya yang keni terlihat sangat menyedihkan dengan alat bantu pernapasan yang terpasang di hidung nya itu.


David pun memeluk ibunya erat saat ini ada tetesan air mata yang keluar dari sudut matanya.


Semasa hidupnya dia tidak pernah melihat sang Mommy jatuh sakit apalagi sampai terlihat sangat menyedihkan seperti saat ini.


"Mommy kenapa? bisa sampai seperti ini."tanya David.


"Adik mu hamil."ujar Rayan lirih.


"Apahhh! sudah David peringatkan sama Daddy jangan terlalu percaya dengan anak itu, akhirnya seperti ini kan sekarang semua sedah seperti ini aku tidak terima mommy sakit gara-gara dia, kurang ajar! aku akan beri dia pelajaran."ujar David yang langsung pergi namun teriakan Daisy mampu menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Jangan David! mommy mohon jangan lakukan itu."ujar Daisy yang terlihat kembali kesulitan untuk bernafas.


"Dokter,,, panggil Dokter!."teriak Rayan namun Daisy menolak David langsung memencet tombol emergency room yang ada di atas kepala ranjang pasien tersebut.


David berusaha memeluk ibunya namun Rayan lebih dulu memeluk istrinya sambil menangis Daisy yang kini kesulitan untuk bernafas pun langsung ditangani oleh dokter keduanya diminta untuk menunggu di luar.


Ternyata disana sudah ada Agista yang kini tengah menatap lekat wajah David yang terlihat kacau.


"Dimana mommy Dy, apa? dia baik-baik saja."ujar Agista lembut.


David langsung berhambur memeluk gadis itu dengan Air mata yang kini menetes membasahi punggung Agista.


"Tenanglah semua akan baik-baik saja aku yakin."ujar Agista sambil mengusap-usap punggung David yang jangkung itu.


Sementara Rayan hanya menunduk di kursi tunggu tanpa bisa menatap kearah gadis yang selama ini ia benci karena telah membuat putrinya bersedih.


Padahal selama ini itu hanya kepalsuan, semua adalah sandiwara yang diciptakan oleh Raya sendiri.


Bahkan Rayan tidak bisa mengenali putrinya sendiri.


Agista terus mencoba menenangkan David. yang kini tengah duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahu Agis.


Semua orang datang Agam dan Anya termasuk dengan anak keluarga mereka.


Mereka bertanya tentang keadaan Daisy, kini Haidar dan Natali juga datang lorong ruang tunggu VVIP itu penuh dengan keluarga besar Rayan saat ini.


Agista masih menenangkan David hingga saat asisten David memberikan botol air mineral pada Agista agar diberikan pada David.


Setelah diberi minum David sudah jauh lebih baik tapi dia hendak pergi untuk memberikan pelajaran terhadap adiknya itu, namun untuk pertama kalinya Rayan meminta Agista untuk menghentikan David.


"Aku akan beri pelajaran yang tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidupnya!"ujar David yang langsung bergegas bangkit dan pergi.


"David! hentikan mommy mu masih ditangani oleh dokter jangan buat masalah tambah rumit."ujar Rayan.


"Aku tidak terima daddy! dia sudah membuat mommy ku hampiri mati!"teriak David yang tidak bisa dihadang oleh siapapun, termasuk Ray yang baru datang dari luar kota.


"Jangan bertindak sembarangan kak, tunggu sampai semuanya membaik."ujar Ray.


"Kau bisa bicara seperti itu, karena kau tidak pernah melihat mommy saat ini! jangan hentikan aku aku akan bunuh dia jika perlu."ujar David yang kini mendorong adiknya hingga terpental ke samping.


"Agista aku mohon tolong tenangkan putraku."ujar Rayan yang terlihat begitu kacau saat ini.


"David berhenti!." teriak Agis yang berlari menyusul kekasihnya itu.


Namun David tidak mau mendengarkan siapapun.


"David aku mohon berhenti, jangan seperti ini ujar Agista yang sudah bisa meraih tangan David setelah berlari kencang untuk menyusul pria yang sudah masuk kedalam lift.


"Hentikan David setidaknya tunggu sampai mommy baik-baik saja, tapi jangan lakukan hal yang tidak baik, aku tidak tahu apa? yang terjadi saat ini tapi aku harap kamu tidak bertindak gegabah."ujar Agista lembut.


"Kamu tidak tahu betapa hancurnya hati ini melihat mommy seperti itu. seumur hidup aku tidak pernah melihat mommy keadaan nya mengenaskan seperti saat ini."ujar David yang kini masih dipenuhi oleh amarah.


"Yank,,, please tenangkan dirimu, tidak baik jika kita mengikuti hawa nafsu. yakinlah semua akan baik-baik saja oke,,, aku janji akan selalu ada untuk mendampingi mu dalam keadaan apapun asal kamu tenang oke."ujar Agista lembut.


David pun terdiam sambil menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat memohon padanya.


David tidak percaya gadis yang selama ini selalu menolak dirinya karena rasa kecewanya terhadap adiknya yang kini membuat keluarga nya hampir tewas, dia ada di sisinya menenangkan dirinya yang teramat sangat kacau.


David memeluk erat Agista tanpa berkata apapun.

__ADS_1


Sampai pintu lift terbuka mereka pun keluar, Agista memutuskan untuk membawa David pulang ke kediamannya karena dia yakin ada yang tidak beres di Mension utama milik Rayan saat ini.


__ADS_2