Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Bertemu dengan nya#


__ADS_3

Ke esokan pagi nya Daisy yang kini sudah bersiap untuk pergi ke kantor setelah nanti malam dia memutuskan untuk pindah rumah saat ini dia langsung berangkat, tanpa menunggu Rayendra yang sedang bersiap.


Rayendra yang hendak mengetuk pintu kamar Daisy terhenti sejenak saat melihat panggil dari ponsel nya saat ini.


Rayendra melihat ada notifikasi pesan dari Dinda yang kini menunggu nya di bawah Dinda, tau Rayendra menginap di hotel nya dari ibu Rayendra.


Bahkan dia sengaja memberitahu Rayendra ada di sana karena seorang mata-mata mengatakan Rayendra di sana bersama dengan seorang wanita cantik, yang tidak ia lihat sebelumnya.


Sebelum berangkat Rayendra langsung mengetuk pintu terburu-buru saat ini dia tidak ingin Daisy sampai tau kalau dia akan berangkat bersama Dinda Kirana.


Daisy langsung yang sudah pergi sedari pagi tentu saja tidak akan membuka pintu, karena sudah tidak ada orang di sana, Rayendra langsung masuk setelah meminta seseorang untuk mengambil kunci cadangan nomor kamar yang ia sebut kan tadi.


Rayendra mencari keberadaan Daisy hingga kedalaman kamar mandi tapi Daisy tidak kunjung ditemukan tapi barang-barang nya masih ada di sana.


Sementara yang dicari kini sudah berada di ruang HRD, untuk menanyakan ruangan nya berada di sana tiba-tiba seseorang datang ke sana dan langsung membawa Daisy ke lantai teratas gedung itu untuk menunjukkan ruangan milik nya yang berada tak jauh dari ruangan CEO, dan ruangan pria itu sebagai seorang asisten CEO.


Daisy kini sudah menempati ruangan itu dia mulai menyimpan barang-barang pribadi nya di sana dan memulai pekerjaan nya saat itu juga.


Tepat saat Rayendra datang Daisy sedang bersiap untuk masuk dia langsung kaget bukan nya tidak suka Daisy ada di sana, dia kaget karena saat ini dia sedang bersama dengan Dinda Kirana yang bergelayut manja di lengan nya.


Daisy membuang pandangannya ke arah lain dia tidak menyangka bahwa pria yang bilang sangat mencintainya kini bisa berlaku sebaliknya saat bersama dengan tunangan nya, Daisy ternyata salah karena ia sudah mempercayai pria itu.


Rayendra pun masuk kedalam ruangan nya bersama dengan Dinda Kirana yang entah akan melakukan apa? pikir Daisy Daisy pun mencoba untuk bersikap profesional dia langsung membawa berkas yang tadi sudah dia siapkan sebelum nya untuk di bawa ke ruang Rayendra.


Saat Dinda sedang duduk manja di pangkuan Rayendra, wanita itu sedikit tidak tahu malu meski pendidikan tinggi itu sudah ia kantongi.


Daisy mengetuk pintu setelah ada jawaban untuk meminta nya masuk , Daisy langsung masuk dan memberikan berkas tersebut bahkan menyebut kan jadwal apa saja saat ini yang sudah ia susun.


Daisy langsung pergi setelah itu dia tidak ingin melihat Dinda yang kini duduk di samping Rayendra.


Rayendra menoleh sekilas ke arah Daisy yang pergi begitu saja saat ini dia benar-benar merasa sangat bersalah saat ini tapi sekarang bukan lah waktu yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya.


Daisy langsung duduk di kursi nya kembali ia membereskan pekerjaan nya yang masih sangat banyak saat ini dia juga mengirim pesan pada Rio, bahwa Daisy, mengundurkan diri dari pekerjaan nya saat ini dia tidak mencantumkan alasan lain hanya karena tidak cocok dengan pekerjaan nya saat ini jika Rio tidak ingin ia pergi maka Rio harus memindahkan nya sebagai karyawan biasa.


Daisy langsung bersiap setelah membuat surat pengunduran diri nya, dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, tapi apa yang dia lihat saat ini sungguh membuat hati nya hancur saat melihat Rayendra sedang bercumbu dengan Dinda.


Daisy langsung berkata"Maafkan saya tidak mengetuk pintu terlebih dahulu tapi saya sedang buru-buru saya ingin memberikan ini ujar Daisy, yang melihat Rayendra, seperti seorang pencuri yang terciduukk oleh warga.


Rayendra langsung melihat surat itu dia langsung tau bahwa itu adalah surat pengunduran diri, Rayendra langsung merobek nya dan menyusul ke ruangan Daisy.


"Apa?mau mu!!"ucap Rayendra yang kini menatap tajam kearah wanita itu.


"Maaf tuan seperti yang sudah saya berikan tadi saya resmi mengundurkan diri, saat ini"ucap Daisy yang kini sudah mengambil tas nya untuk pergi dari ruangan tersebut.


"Kau tidak profesional, kenapa?harus mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan"ucap Rayendra.


"Maaf tuan saya tidak mengaitkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi hanya saja saya tidak cocok untuk menjadi sekertaris anda saat ini, saya tidak suka bekerja di tempat prostitusi karena pekerjaan saya adalah sekertaris sebuah perusahaan.


Rayendra mengeratkan kepalan tangan nya.


"Saya tidak terima pengunduran diri kamu bahkan jika perlu saya akan menjadikan mu asisten pribadi ku"ucap Rayendra tegas.


"Terserah anda karena saya tidak meminta persetujuan anda dan tidak butuh itu, karena bos saya adalah tuan Rio, bukan anda"ucap Daisy yang langsung beranjak pergi.


"Daisy, aku tau kamu sedang marah dan kecewa tapi aku minta maaf aku tidak sengaja melakukan itu"ujar Rayendra yang langsung menghentikan langkahnya di depan pintu lift tersebut.

__ADS_1


"Aku tidak perduli itu urusan kamu, aku bukan siapa-siapa untuk mu dan begitu pula sebaliknya"ucap Daisy yang kini langsung berjalan masuk ke dalam lift, dan langsung memencet tombol lantai satu.


"Daisy... ahhhhhh!"Rayendra mengacak rambut nya prestasi.


Sementara Daisy yang sadar bahwa selama ini dirinya di ikuti oleh seseorang dia langsung pergi ke dalam toilet dan memakai topi dan masker juga kacamata tidak hanya itu dia meminta seseorang untuk meminjam sweater rajut yang kini tengah ia kenakan Daisy mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar itu.


Daisy keluar setelah dirasa penampilan nya cukup aman dia langsung menyetop taksi yang lewat di depan nya.


Setelah masuk kedalam taksi dia langsung buru-buru meminta sopir untuk pergi dari tempat itu dengan kecepatan tinggi.


"Pak ke hotel ini"ujar Daisy.


"Baiklah Nona"ucap sopir taksi tersebut yang langsung tancap gas.


Tidak lama setelah itu dia tiba di depan lobi hotel Daisy langsung bergegas masuk dan langsung menuju lift, saat ini yang dia pikirkan adalah ia ingin segera pulang ke rumah yang sudah ia beli dua hari yang lalu.


Sesampainya di depan pintu kamar nya dia langsung masuk dan membereskan barang-barang nya kedalam koper tersebut dibantu seorang pelayan hotel lalu pergi menuju lobi dia pun langsung memesan taksi online yang tidak lama langsung tiba.


Daisy langsung pergi menuju rumah itu dia berharap tidak ada yang mengetahui keberadaan nya nanti.


.......................


Daisy langsung merebahkan diri, setelah menyimpan barang-barang nya yang masih belum sempat ia bereskan dia bersyukur rumah itu sudah di lengkapi dengan berbagai perabotan seperti yang dia pesan dua hari yang lalu lewat agen rumah tersebut.


Daisy memejamkan mata nya, dia berharap semua nya akan berakhir seperti yang ia inginkan saat ini.


Dia ingin Rayendra, tidak akan mengejar nya lagi , karena kini Rayendra sudah memiliki wanita itu yang jauh lebih berkelas dari nya yang tidak ada apa-apa nya.


sudah cukup hari ini adalah hari yang sangat menyakitkan bagi nya, semoga tidak akan terulang lagi.


Daisy langsung pergi menuju kamar mandi dia ingin membersihkan diri dan berendam di bathtub untuk menghilangkan rasa lelahnya saat ini.


Ia keluar dengan menggunakan bathrobe ..


Segera membuka koper dan mengganti pakaian nya.


Daisy langsung menghubungi seseorang yang tadi sempat menelpon nya tapi tidak terjawab.


"Ya halo"ucap Daisy.


"Daisy kenapa? terburu-buru pergi, aku belum memutuskan kau boleh pergi atau tidak"ucap Rio, dari sebrang telpon.


"Bos, aku lelah lebih baik aku cari pekerjaan di kantor lain saja"ucap Daisy.


"Begini saja saat ini sebaiknya kamu istirahat dulu selama dua Minggu , anggap itu liburan setelah itu kamu kembali ke kantor mungkin kamu masih lelah"ucap Rio.


"Aku tidak akan pernah kembali"ucap Daisy yang langsung menutup sambungan telepon tersebut dia bahkan melempar handphone itu ke atas tempat tidur, tapi kemudian berdering lagi dan lagi.


Daisy tidak ingin perduli.


Sementara itu di perusahaan Rayendra sedang uring-uringan terhadap Rio, yang sudah mengabari nya bahwa Daisy,resmi mengundurkan diri saat ini.


Rayendra bahkan pergi ke hotel saat itu juga hendak menemui Daisy yang keras kepala, tapi sesampainya di sana dia mendapati Daisy sudah pergi dari tempat itu.


"Daisy... kamu dimana"ucap Rayendra sambil mencoba menghubungi Rio lagi untuk meminta nomor Daisy, pria itu lupa untuk menyalin kontak Daisy saat itu.

__ADS_1


Daisy sudah memblokir nomor Rio itu jawaban dari Rio padahal dia tau Daisy sedang bermasalah dengan Rayendra hingga pria itu berusaha melindungi Daisy, yang selama ini ia lindungi.


Daisy sebelum nya sudah sempat berbicara jujur pada Rio, bahwa dia memiliki seseorang yang selama ini menjadi sugar Daddy nya, tapi dia tidak ingin melangkah lebih jauh saat ini karena mereka terlalu jauh berbeda, Daisy ingin menjadi wanita karir yang sukses sebelum mereka berdua pantas untuk bersanding dan sebelum itu terwujud dia akan tetap pergi menjauh dari nya.


Rio hanya menggeleng kan kepala, saat dia tau ternyata adiknya sendiri lah yang selama ini menjadi sugar Daddy dari Daisy.


Rayendra pun kembali meminta seseorang untuk melacak keberadaan Daisy, setelah itu dia pulang ke apartemen nya.


sementara Daisy yang di cari saat ini dia tengah berada di cafe restaurant dia sedang mengisi perut nya yang terasa sangat lapar dan sedikit sakit karena dia melewati sarapan pagi juga makan siang nya.


Tak jarang Rio, selalu mengatakan bahwa Daisy sudah pikun saat ini.


Daisy tersenyum kecut kadang dia merindukan Rio, yang selalu perhatian pada nya.


Daisy pun langsung menyantap hidangan yang kini ada di hadapannya.


Rayendra sendiri saat ini tengah bersiap untuk pergi keluar mencari Daisy, pria itu tidak bisa berdiam diri hanya menunggu wanita yang sangat ia cintai ditemukan.


Tapi lagi-lagi ada sesuatu yang harus ia terima, ibunya kembali meminta dia untuk menemani Dinda, pergi ke mall.


Daisy langsung pergi dari cafe tersebut untuk pulang ke rumah nya, dia tidak ingin terlalu lama berada di luar rumah agar tidak ada orang yang tahu dimana dia tinggal.


Hari-hari berlalu terlewati begitu saja, selama ini Daisy tidak bekerja dan setiap hari nya bermalas-malasan.


Tapi Rio tidak pernah membiarkan dia kekurangan uang meski dia tidak bekerja lagi di kantor nya,tapi sesekali Rio, selalu menghubungi nya untuk membantu nya mengecek beberapa email yang ia kirim kan ke handphone Daisy.


Bisa dibilang dia masih bekerja pada Rio, meski tidak berada di kantor bersama dengan pria itu.


Daisy pun, selalu bekerja dari rumah saat ini dia menjadi guru bahasa Inggris di aplikasi online, untuk anak-anak SMA, yang kini telah bergabung dengan nya,jadi sedikit demi sedikit dia memiliki usaha sampingan.


Sudah dua bulan berlalu semenjak saat itu mereka tidak pernah bertemu kembali, seakan dunia menolak untuk mereka bersama.


Rayendra kembali menghubungi Rio, hampir setiap hari tanpa kenal mengalah dan jawaban nya tetap sama tidak tau.


Suatu hari Rio, kembali dari London Inggris, dia hendak berlibur dan berniat untuk menemui Daisy, yang sudah hampir satu bulan ini tidak mau menerima panggilan dari nya hanya ada pesan chat yang ia balas selebihnya tidak ada interaksi lainnya.


Setelah berada di Indonesia, Rio langsung kembali ke rumah ibunya, tanpa menemui adik dan juga pria yang dipanggil ayah oleh nya dan Rayendra memanggil nya Daddy.


Rayendra dan Rio, adalah kakak beradik lain ibu, Rio terlahir dari istri pertama yang kini sudah berpisah dari Daddy nya Rayendra.


Tapi pria itu tidak menelantarkan keduanya,ia tetap memberikan perusahaan yang harus dimiliki nya seutuhnya karena harta yang mereka nikmati selama ini adalah hasil kerja keras dari ibu Rio dan keluarga nya, hanya saja kehadiran ibu Rayendra yang sama-sama kaya raya mengalahkan semua perhatian pada Rio, Rio hanya mendapatkan seperempat bagian, sementara Rayendra adalah pewaris tahta kerajaan bisnis itu.


Sesampainya di rumah Rio langsung menghubungi Daisy yang kini tengah berada di dalam kamar Gadis itu sedang mengalami demam akibat asam lambung nya kambuh saat ini.


Daisy, tidak pernah mau pergi ke rumah sakit, meski keadaan nya sangat parah dia berjuang sendiri untuk menyembuhkan diri nya saat ini dengan membeli obat secara online, dan berusaha membuat bubur sendiri sambil menahan rasa sakit nya.


"Halo ini siapa?..."ucap Daisy.


Suara Daisy, terdengar sedang tidak baik-baik saja, saat ini.


"Daisy kamu baik-baik saja kan"ucap Rio


Daisy hanya bisa diam sejenak.


"Aku hanya demam nanti juga baik-baik saja"ucap Daisy meyakinkan Rio.

__ADS_1


"Daisy, kirim alamat rumah mu aku sudah berada di Indonesia"ucap Rio.


"Bilang saja bos mau bertemu di mana aku akan kesana tapi maaf aku tidak bisa mengirim alamat rumah ku saat ini"ucap Daisy beralasan.


__ADS_2