Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Positif 2 #


__ADS_3

Agista tidak sedikit pun merasa kasihan pada suaminya yang saat ini tengah mandi dengan minyak untuk menghilangkan cat khusus yang kini menempel di tubuhnya hanya untuk mendapatkan maaf dari sang istri.


"Sayang bantu aku ini masih banyak, dan kenapa? cat ini susah sekali hilangnya."ucap David.


"Rasain kena akibatnya kan."ucap gadis itu.


"Sayang kamu tega ih sama suami kamu sendiri, nanti kamu kangen sama aku gimana? jika aku belum selesai mandi."ucap David.


"Tidak akan."ujar Agista.


David hanya bisa menghela nafas panjang panjang setelah itu ia kembali menggosok cat yang menempel di bagian lengan dan kakinya itu, hingga warna kulitnya merah-merah karena David menggosok kulitnya itu begitu keras.


Sampai beberapa menit kemudian akhirnya selesai David langsung mandi dan berganti pakaian dengan piyama tidur yang Agis siapkan.


Biarpun dalam keadaan kesal istrinya itu tetap melayani David .


Agista sendiri kini turun untuk membuat makan malam.


Saat Agis tengah berkutat dengan peralatan masak, tiba-tiba David datang langsung memeluk Agista dari belakang.


Agista yang kaget hanya bisa mengelus dada.


Dia bukan tidak tau kedatangan David karena wangi maskulin itu tetap mengalahkan aroma masakan.


Namun Agista tidak menyangka jika David akan melakukan hal itu.


pria itu terus menciumi tengkuk Agista yang kini tengah menahan sensasi aneh di tubuh nya.


"Aku sedang masak sebaiknya kamu tunggu di meja jika tidak ingin terkena minyak panas."ucap wanita itu.


"Aku tidak mau ."ucap David yang kini terus mengganggu istrinya itu.


Agis hanya bisa pasrah dan terus melanjutkan pekerjaannya itu.


Sampai akhirnya selesai Agista membuat ayam mentega dan juga dan dadar sayur.


Wanita itu dibantu oleh suaminya membawa tiga menu yang sudah dimasak olehnya.


Setelah semua sudah terhidang David dan Agis duduk berhadapan, wanita itu mengisi piring milik suaminya dengan semua menu yang ada di meja makan tersebut.


"Istriku memang paket komplit selain jago berbisnis kamu juga jago masak sudah sangat cantik pintar lagi."ucap David memuji.


"Sayang,,, kamu belum mencobanya sebaiknya kamu coba dulu sebelum memuji."ucap Agista.


"Heumm,,,ini beneran enak sayang, kamu bisa masak seperti mommy pasti sering belajar ya."ucap David.


"Tidak juga aku hanya masak sesekali itupun jika aku mau."ucap Agista.


Agista pun mulai menyantap makanan tersebut dengan perlahan tapi pasti, ternyata rasanya memang seenak itu.


Agista berhasil membuat makan malam yang lezat hingga David terus nambah lauk yang dia buat.


"Yank,,, jangan keterlaluan tidak baik makan malam berlebihan."ucap Agista.


"Tapi ini benar-benar enak yang rasanya tidak bisa berhenti."ucap David.


"Ya sudah habiskan saja."ucap Agista.


Setelah selesai makan malam keduanya kini tengah berada di dalam kamar tengah sibuk dengan urusan masing-masing.


Agista tengah membuat pola baju yang akan dia kirimkan pada Weni asisten sekaligus sahabatnya itu.


Sementara David sibuk dengan pekerjaannya dan tengah berkutat dengan laptopnya.


Meskipun Ray kini membantu David di perusahaan tapi ada beberapa hal yang tidak bisa ditangani oleh adiknya itu.


David bahkan akan melakukan meeting online setiap saat karena dia memang harus menghadiri rapat tersebut.


Setiap hari dia akan menghabiskan waktu dengan sang istri mulai dari kamar tempat santai dan juga keliling kebun bintang dan villa yang ada di sana, selain itu sesekali Agis dan David akan bermain di pantai, menikmati pemandangan langka dengan biota laut yang beraneka ragam.


Tidak jarang mereka juga berenang di pantai dan menyelam memberi ikan-ikan kecil itu makan adalah sebuah kebahagiaan yang tidak pernah mereka temui.


Pulau itu seperti rumah baru yang sangat membuat mereka nyaman.


Rencananya David akan membangun rumah mereka kelak persis seperti itu meskipun tidak berada di tepi pantai, kali ini David berencana membuat kebun bintang mini di desa, tempat ibunya tinggal agar mereka bisa berlibur bersama.


Tidak terasa sudah hampir satu bulan lebih mereka melakukan perjalanan bulan madu mereka saat ini Agista dan David tengah bersiap untuk pulang.


Beruntung mereka bisa membagi waktu antara bulan madu dan mengurus pekerjaan mereka saat ini.


Agista kini tengah duduk di balkon menunggu jemputan yang akan membawa mereka kembali dengan helikopter hingga tiba di bandara nanti.

__ADS_1


"Sayang apa? kamu masih ingin tinggal di sini."ucap David.


pria itu langsung memeluk Agista dari belakang sambil menghirup aroma shampo yang sering istrinya gunakan itu, rasanya sangat menenangkan dan bisa mengobati rasa mual yang kini tengah ia rasakan.


Agis tidak tahu itu, sejak David bangun tidur perutnya terasa diaduk-aduk seperti ada ombak di dalam perutnya itu.


Tapi anehnya jika dekat dengan Agista David merasa baik-baik saja.


Pria itu juga tidak mengerti.


"Rasanya sulit untuk meninggalkan semua ini, tapi kita harus kembali mengurus pekerjaan kita bukan."ucap gadis itu sambil tersenyum manis.


"Sayang,,, kamu tidak perlu bekerja lagi setelah ini karena semua kebutuhan hidup mu akan aku penuhi cukup aku saja yang bekerja."ucap David.


"Tidak sayang, aku tak mungkin meninggalkan semua yang sudah aku rintis sejak awal, aku janji aku akan bisa membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga."ucap Agista.


"Heumm,,,keras kepala."ucap David sambil mengecup bibir istrinya, karena mereka tengah saling berhadapan.


"Aku hanya ingin kamu temani aku kemanapun aku pergi nanti cinta, seperti presiden dan ibu negaranya."ucap David.


"Heumm,,, rasanya aku tidak akan sanggup sayang, ibu negara itu begitu hebat tidak seperti ku yang bahkan merasa sangat lelah setelah bekerja seharian."ucap Agista.


"Sayang tapi aku tidak ingin jauh dari kamu."ucap David.


"Aku akan mengunjungi mu sesekali Yank."ucap Agis.


"Setiap hari oke."ucap David yang semakin mengeratkan pelukannya itu.


Sampai saat jemputan mereka datang kini David dan juga Agis sudah masuk kedalam helikopter bersama dengan para awak untuk menuju ke bandara .


Sepanjang perjalanan Agis menggenggam erat tangan suaminya begitu juga dengan David yang sesekali tersenyum manis pada istrinya itu.


Agista pun membalas senyuman itu.


Sampai mereka tiba di bandara keduanya kini rehat sejenak sambil menikmati makan siang di sebuah restauran yang tak jauh dari area bandara sambil sedikit mengistirahatkan tubuh Agista yang sedikit merasa tegang dan lelah.


Agista pun meminta minuman yang membuat David tiba-tiba ingin mencicipi jus strawberry yang benar-benar tanpa campuran apapun seperti yang Agista inginkan saat ini.


Wanita itu tidak biasanya meminta jus strawberry biasanya buah kesukaannya itu alpukat atau mangga itu yang biasanya banyak di minum Agista tapi kali ini tiba-tiba tersirat di hatinya ingin jus strawberry tersebut.


........................


"Yank,,, aku minta ya."ucap pria itu.


"Heumm, baik'lah sayang aku pesan pelitnya istriku ini."ucap David yang langsung memanggil seseorang pelayan untuk memesan jus yang sama dengan istrinya itu.


Sementara Agista tengah menikmati bebek rendang yang ia pesan di restaurant tersebut dan masih ada lagi lainnya.


Sampai saat jus yang David pesan itu tiba di meja tiba-tiba Agis langsung nyerobot mengambil gelas tersebut membuat David mematung di tempatnya.


"honey itu punya ku, kamu kalau masih mau bisa pesan sendiri."ucap David.


"Heum,,,protes."ucap Agista mendelik.


"Tidak-tidak sayang aku pesan lagi... ya aku pesan lagi."ucap David yang seakan takut akan tatapan Agista.


"Kamu tidak usah pesan aku hanya cicip dikit Yank."ucap gadis itu.


"Baik'lah sayang ku."ucap David.


insiden jus strawberry itu berakhir kini keduanya sudah berada di dalam jet pribadi untuk pulang ke rumah baru yang David siapkan beberapa bulan lalu.


Rumah mewah itu David beli sebagai mas kawin untuk istrinya itu.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya mereka tiba di rumah baru dengan semua pasilitas yang sudah tersedia.


David langsung membawa istrinya masih kedalam rumah yang serba dilengkapi fitur canggih itu.


Ruangan yang paling pertama mereka singgahi adalah kamar utama yang ada di lantai dua, David membawa istrinya berbaring di atas ranjang super empuk itu.


Karena saat lelah setelah perjalanan jauh mereka pun langsung tertidur pulas melewatkan segalanya mulai dari makan malam dan olahraga malam bersama keduanya tengah terlelap sambil berpelukan hingga pagi menjelang.


David adalah orang yang pertama kali membuka mata, pria itu bahkan tidak langsung menyerang istrinya itu dengan kecupan mesra di bibir wanita cantik yang kini masih terlelap.


"Jangan nakal,,,, masih ngantuk Yank."ucap Agis.


"Sayang aku sangat merindukan mu."ucap David.


"Iya,,, tau tapi ngantuk."ucap Agis.


"Sayang biasanya juga kamu selalu bangun lebih awal terus sekarang kenapa? tidak."ucap David penasaran.

__ADS_1


"Apa? tidak boleh aku istirahat barang satu hari saja Yank,,, aku benar-benar mengantuk dan sangat lemas."ucap Agista.


"Aku mual Yank, jika tidak minta jatah pagi-pagi."ucap David yang membuat wanita itu terbelalak mendengar kata-kata suaminya itu dia kaget.


Agis pikir mungkin David terkena mah karena dia minum jus strawberry yang begitu masam untuk ukuran yang tidak pernah menyukai buah tersebut.


"Kamu ada riwayat mah sayang?."tanya Agista.


"Tidak Yank, tapi sudah beberapa hari belakangan aku sering merasa mual di pagi hari sebelum aku minta jatah."ucap David sambil merenung memikirkan itu.


"Tunggu disini."ucap Agista yang meraih ponsel dan melihat catatan tentang siklus bulanannya.


"Satu bulan lebih!."ucap gadis itu kaget.


"Apa? ada yang tidak beres."tanya David.


"Aku belum menstruasi dan ini sudah satu bulan lebih."ucap wanita itu yang kini terlihat sangat kebingungan.


"Mungkin ada gangguan bagaimana?jika kamu periksa ke dokter spesialis."ucap David.


"Ya,,, kamu benar yang."ucap wanita itu sambil beranjak pergi namun David langsung menahan Agista dan meminta jatah bercinta di pagi hari.


Mau tidak mau Agista harus mengikuti kemauan suaminya itu.


Setelah selesai mereka pun mandi bersama dan saling membantu untuk bersiap pergi ke dokter saat itu juga.


Agista yang merasa cemas saat ini terus menggenggam tangan suaminya itu, jujur Agista belum siap untuk menjadi ibu muda tapi dia juga tidak bisa menolak untuk itu.


Sampai saat tiba giliran dia masuk kedalam ruangan dokter obegyn keduanya terlihat tegang.


Sampai saat dokter bertanya apa? ada keluhan pada mereka berdua.


"Saya sudah terlambat datang bulan dok, dan itu sudah satu bulan lebih sejak kami bulan madu."ucap Agis lirih.


Wanita itu terlihat malu-malu.


"Owh kalian pengantin baru rupanya."ucap dokter itu sambil tersenyum.


"Tuan ingin langsung melihat hasil kerja keras tuan sekarang atau nanti."ucap dokter itu sambil tersenyum.


"Maksudnya dokter."tanya David.


"Maksud saya calon anak kalian tuan dan nyonya."ucap dokter muda itu sambil tersenyum.


"Wah istri ku hamil dokter."ucap David tiba-tiba saja begitu antusias.


"Bisa kita pastikan lebih dulu, ayo nyonya Agista kita periksa dulu."ucap dokter itu sambil mengatakan Agista untuk berbaring di atas ranjang, dan asisten dokter itu pun membantu Agista.


Setelah posisi Agista rileks, tibalah waktunya dokter melakukan proses USG.


Saat itu juga dokter minta David untuk memperhatikan layar monitor untuk memperlihatkan sesuatu yang mungkin merupakan pengalaman pertama bagi keduanya.


"Tuan dan nyonya Davidson selamat atas kehamilannya calon anak kembar dan usia kandungan delapan Minggu terhitung sejak terakhir kali nyonya Agista menstruasi.


Keduanya terbengong, David pun mematung dengan ekspresi wajah yang bahagia saat ini.


David langsung memeluk Agis dari samping dan memberikan kecupan bertubi-tubi.


Sementara Agis hanya bisa menitikkan air mata, karena saat ini ada dua nyawa yang paling berharga didalam rahimnya itu.


Agis merasa terharu, kini dia tidak sendiri di dunia ini ada darah dagingnya yang akan menemani masa tuanya nanti.


Agista pun memeluk erat David sambil menangis setelah mereka tiba di rumah mereka.


"Sayang kenapa? menangis heumm."tanya David.


"Aku tidak tau apa? aku harus bahagia atau bersedih karena kedatangan mereka tidak pernah aku bayangkan sebelumnya."ucap gadis itu.


"Sayang tentu saja kita harus berbahagia karena mereka adalah buah cinta kita."ucap David.


"Ya, kamu benar sayang sekarang aku sudah tidak sendiri lagi jadi tidak akan kesepian lagi."ucap gadis itu.


"Heumm kamu benar sayang ada aku dan kita akan membesarkan mereka bersama-sama dan tidak akan pernah membeda-bedakan kasih sayang diantara mereka. sekarang yang harus kita lakukan adalah memberitahu mereka semua tentang kabar bahagia ini."ucap David.


"Ya kamu benar sayang, aku akan menelpon ketiga Daddy ku dan dua ketiga mommy ku."ucap Agista.


"Bukan hanya tiga Daddy sayang tapi empat daddy, karena aku yakin daddy Rayan pun akan sangat berbahagia mendengar kabar ini."ujar David.


"Ya kita akan video call bersama semuanya."ucap Agista.


Keduanya pun duduk di sofa dengan handphone yang masih menyala kini keduanya tengah melakukan panggilan video.

__ADS_1


Sampai saat semua berada di dalam layar handphone tersebut barulah David memulai memberitahu kabar baik itu.


Dan semua orang menitikkan air mata bahagia, terutama Daisy dan ayah kandung Agista.


__ADS_2