Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Rumah ku#


__ADS_3

"Sebentar lagi Dy"ujar Rayan.


"Aku tinggal dengan Anya, saja di rumah lama"ucap Daisy.


"Daddy Rayendra, akan datang mencari mu"ucap Rayan.


"Tidak masalah, paling aku di suruh pergi"ucap Daisy.


"Dy, aku, tanya sama kamu, apa? artinya aku bagimu"tanya Rayan, tapi pria itu, langsung terdiam.


Daisy, hanya terdiam, gadis itu tidak tau harus menjawab apa? jika dia bilang mencintai Rayan, juga dirinya merasa tidak pantas.


"Ray, aku tidak mungkin menikah dengan mu, selain kasta, kita berbeda aku juga bukan orang yang pantas untuk mu, aku hanya gadis kampung"ucap Daisy.


"Dy, aku tidak meminta pendapat mu, tentang itu, yang aku tanyakan adalah, apa? artinya aku untuk mu"ucap Rayan.


"Ray, aku tidak bisa menjawab nya saat ini"ucap Daisy.


"Mommy"panggil Anya.


"Kalian disini"ujar Daisy.


"Kami nyusul, karena kakak tidak kunjung pulang"ucap Agam.


"Mulai sekarang Daisy, akan tinggal di sini"ucap Rayan.


"Kami juga"ucap Anya.


" Terserah kamu saja"ujar Rayan.


"mommy, aku sangat bahagia"ujar Agam.


"syukurlah jika kalian bahagia"ujar Daisy.


"Heumm, ya mommy"mereka pun masuk kedalam Mension, di sana semua ruangan besar-besaran dan untuk menuju ke dapur Daisy, bahkan rasanya cukup, lelah.


"Dy, kamu mau kemana?kamar mu ada di atas"ujar Rayan.


"Aku mau cari minum dulu"ucap Daisy.


"Kamu bisa minum,di atas juga, ada lemari pendingin di kamar"ujar Rayan.


"Baiklah" jawab Daisy.


"Mom, kamar kita, dekatan kok"ujar Anya.


"Ya"sahut Daisy.


Anya, Agam, Daisy dan Rayan, kini duduk di lantai atas, Rayan bahkan menyediakan meja makan di lantai atas, bahkan ada pantry di sana, untuk sekedar jika mereka malas untuk turun membuat minum.


Rayan membuatkan teh hijau untuk mereka berempat, dia sempat melihat saat Daisy membuat semua itu.


"Ini nyonya Dy, teh buatan suami mu"ucap Rayan.


Wanita itu, hanya tersenyum kecil."terimakasih tuan Rayan, Davidson"ucap Daisy.


"Marga, mu apa? sayang"ucap Daisy pada Anya.


"Bramasta mom"ujar Agam.


"Keren"ujar Daisy.


"Aku tidak pernah, menyebutkan itu di depan orang mom, mereka hanya tau nama ku saja"ucap Agam.


"Lebih baik, agar orang lain tidak membedakan mu, dengan tuan Rayan"ucap Daisy.


"Bagaimana teh nya"ucap Rayan.


"Mantap"ujar Daisy.

__ADS_1


"Bagaimana, sudah bisa kah, aku membuat mu senang, jika perlu setiap hari aku buat teh untuk mu istri ku"ucap Daisy.


"Tidak perlu, aku bisa melakukan itu sendiri"ucap Daisy.


"Sekali-kali manjain istri tidak ada salahnya kan"ucap Rayan.


"Belum jadi istri"ucap Daisy.


"Besok"ucap Rayan yakin.


"Semua, ijazah, dan perlengkapan lainnya masih ada di rumah kost"ucap Daisy.


"Dy, sedang di perjalanan"ucap Rayan.


"Mom, menikah lah dengan kakak, agar kita benar-benar menjadi keluarga"ucap, Anya meyakinkan.


"Baiklah, demi kalian, apapun yang terjadi, aku akan tetap disini bersama dengan kalian"ucap Daisy.


Hingga tiba waktunya untuk makan malam, mereka pun akhirnya menyiapkan makan malam bersama-sama.


Daisy, menanak nasi, buat SOP buntut , dan tahu udang balado. ada juga lalapan mentah kesuksesan Daisy.


Setelah selesai, memasak mereka pun makan bersama, sambil mengobrol ringan, Rayan, sesekali menyuapi Daisy, sementara Daisy sibuk menyuapi Anya, yang meminta lagi dan lagi.


Hingga makanan yang ada di meja ludes tak bersisa, semua orang pun membereskan piring dan mangkuk juga sendok dan garpu beserta gelas yang mereka gunakan di wastafel, dan Daisy, mulai mencuci piring, yang kini direcoki oleh, Rayan, sementara Agam dan Anya, sedang sibuk membersihkan meja makan, untuk pertama kalinya bagi mereka melakukan kegiatan itu, hingga akhirnya selesai.


Ada kesenangan tersendiri bagi mereka saat ini, Daisy, duduk menonton drama Korea, bersama dengan Anya, meskipun dia tidak terlalu suka, tapi demi Anya, dia rela melakukan apa pun.


Sementara Rayan, memangku laptop nya, duduk di samping Daisy, sesekali ia akan menggenggam tangan Daisy, sambil menggenggam tangan gadis itu, Daisy sendiri tidak merespon hal itu, karena merasa malu, dirinya, memang sudah pernah pacaran tapi wanita itu tidak pernah melakukan hal lebih, selain duduk berjarak dan sekalinya sentuhan tangan, saat bersalaman maka dari itu PANDI, lari ke orang lain.


Daisy, tidak pernah mau melakukan hal itu,dia selalu diajarkan untuk menjaga diri, oleh Ambu dan Abah, sementara bersama dengan Rayan, Daisy bahkan sudah melanggar peraturan.


Rayan, memperlakukan dia penuh kelembutan, meskipun hanya berpegangan tangan, jantung Daisy, sudah seperti genderang perang yang ditabuh setiap hari nya.


"Dy, tolong ambilkan handphone ku tertinggal di dalam kamar"ucap Rayan.


"Baiklah"ucap Daisy.


Cuph...


Satu kecupan mendarat di bibir yang seksi itu.


"Aku mencintaimu Dy"ucap Rayan yang langsung memeluk Daisy.


"Ray, kamu apa-apa sih, gak boleh tau"ucap Daisy sambil melepas pelukan Rayan, dan pergi meninggalkan pria, yang kini tersenyum manis, sambil melihat kepergian Daisy.


"Kamu mau saja, aku kerjain Dy, aku sayang kamu, besok penghulu datang untuk meresmikan Pernikahan kita"gumam Rayan, sambil berjalan, menghampiri ranjang dan menjatuhkan tubuhnya di, ranjang empuk itu.


"Besok, kita akan tidur bersama"ucap nya, sambil mengukir senyum.


Malam pun larut, semua orang sudah tertidur pulas di kamarnya masing-masing, hanya Daisy, yang tidak bisa tidur, wanita itu, bahkan tidak bisa membayangkan, hari pernikahan, tanpa kehadiran kelurga, karena mereka semua sudah tidak ada.


Daisy, bercucuran air mata, dia teringat Abah Ambu, dan ibu, yang tidak lama menemani nya,di dunia ini.


"Mungkin, rasanya sangat perih, jika mengingat, sampai saat kematian itu datang, mereka berdua masih dipisahkan oleh, keluarga mendiang sang ayah, hanya karena tidak ada restu, Daisy, sudah menebak akan hal itu meskipun Ambu, tidak pernah bercerita, tapi Daisy, mengetahui itu, baru-baru ini lewat diary, yang dia temukan di dalam lemari milik sang Bunda.


Dimana disitu, dijelaskan bahwa, pernikahan itu, tidak pernah dihadiri oleh keluarga sang ayah, dan saat Daisy, dilahirkan, keluarga ayah nya membawa dia pulang, tapi tidak dengan ibu dan juga dirinya, dan saat Daisy berulang tahun ketiga tahun,sang ayah datang kembali, tapi saat itu, dia bilang sudah menikah lagi, dengan pilihan orang tuanya, dan Daisy, mengingat kejadian itu, saat mereka mengalami kecelakaan, ibunya bilang, "Hapus aku dari hatimu, agar kamu bisa tenang bersama dengan nya, hingga saat itu kecelakaan pun, tidak terelakkan lagi, Daisy, kehilangan ingatan, untuk waktu yang cukup lama, bahkan tidak tau jika almarhum ibunya sudah benar-benar tiada.


...............................


Malam berganti pagi, Daisy, baru saja selesai membersihkan diri, setelah semalaman penuh, tidak bisa tidur, ada kegelisahan yang mendera, wanita itu, takut semua kisah kedua orang tua nya, terulang lagi padanya.


"Sayang, apa? kamu tidur nyenyak"ucap Rayan.


"Heumm"jawab Daisy, seakan ragu, hingga Rayan bisa melihat, kantung mata Daisy.


"Dy, jujur, apa? semalam kamu tidak tidur"ucap Daisy.


"Aku, hanya tidak bisa tidur"ucap Daisy.

__ADS_1


"Dy, kamu mikirin apa? jangan jadikan pernikahan ini sebagai beban, aku tidak akan memaksa jika kamu tidak bisa"ucap Rayan.


"Benarkah, jika begitu hari ini juga aku bisa kembali ke rumah ku"ucap, Daisy, yang kini menatap lekat wajah tampan itu.


"Ya, terserah kamu, saja Dy, maafkan aku jika selama ini, aku terlalu memaksa, pergilah di, semoga kamu bisa berbahagia"ucap Rayan.


pria itu pun berbalik dengan langkah gontai, tapi tiba-tiba, Daisy berlari dan menghambur memeluk Rayan dari belakang.


"Berjanjilah, bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan aku, meskipun dunia ini menentang pernikahan kita, berjanjilah, saat maut datang pada kita berdua, jangan jauh-jauh dari ku, apalagi, seperti Ayah, yang bahkan meninggalkan ibu disaat kematian mereka berdua"ucap Daisy.


"Dy, aku benar-benar berjanji, cinta ku, sampai aku mati, dan saat itu, terjadi aku juga tidak akan pernah pergi jauh-jauh darimu, aku berjanji akan selalu melindungi mu"ucap Rayan.


Akhirnya mereka pun berpelukan"jangan menangis lagi, bersiap lah sebentar lagi, akan, ada MUA, yang akan merias pengantin wanita ku, yang cantik ini"ucap Daisy.


"Terimakasih"ujar Rayan.


Daisy, pun hanya mengangguk pasrah hingga akhirnya, ia pun duduk menunggu,di dalam kamar nya, tiba-tiba Anya, datang berlarian menuju kamar nya, Daisy, terperanjat kaget, saat gadis itu membawa dua hand bag, berisi baju kebaya modern untuk pernikahan nya, saat ini, kebaya yang Rayan pilihkan, untuk wanita itu.


Anya, bahkan menggunakan kebaya, dengan corak yang sama hanya saja, berbeda model nya, dan kini, gadis itu tengah mematung di cermin.


Daisy, pun hanya tersenyum, melihat gadis yang sedari tadi terus memastikan penampilan nya, hanya karena ingin berfoto bersama dengan Daisy, dan dijadikan album foto keluarga.


Daisy, pun terus menahan senyum karena, MUA, tengah sibuk mendandani dirinya, saat ini.


"Wow,....wow, apa? dia benar-benar mommy Dy, ku"ucap Anya, yang baru melirik ke arah Daisy, yang benar-benar cantik bagaikan seorang ratu.


Daisy, hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.


"Anya sayang, kamu lihat apa?"ucap Daisy.


"Bidadari, mom"gadis itu, seakan berhenti berkata.


Daisy, pun akhirnya turun, setelah Anya dan salah seorang MUA, membawa dia untuk turun, karena acara ijab qobul akan segera dimulai.


Daisy, kembali terbelalak kaget, setelah melihat, puluhan orang ,kini sudah berada di sana, dengan menggunakan stelan jas formal, dan wanita, yang datang dengan pakaian rapi, wanita itu pun, sadar jika ternyata ini bukan lah mimpi pernikahan itu benar-benar nyata adanya.


Sampai,di depan tempat yang disediakan sebagai tempat ijab qobul, ternyata, seseorang yang ada di masa lalu sang almarhum ibunya, sudah ada di sana.


Daisy, meneteskan air mata, begitu saja, saat melihat sang ayah, yang mereka kira telah meninggal dunia, dan bahkan tidak pernah menemuinya.


Putri ku,hiks hiks hiks hiks, putri ku, bagaimana bisa, aku kira kamu sudah tiada, saat Ambu, mengatakan itu pada ku, setelah ingatan ku lenyap, aku mencari kalian, kesana setelah sadar dari amnesia, aku bertanya, dimana anak dan istri ku, dan Ambu, hanya menunjukkan makam istri ku, tapi dia bilang putri ku, hilang bersamaan saat kecelakaan tersebut, dan sudah dipastikan meninggal karena terjatuh ke sungai"ucap pria itu.


Dion, putra Atmaja, kini sudah berada di hadapan nya, pengusaha sukses, asal Jawa barat itu, adalah Ayah, kandungan Daisy, penghulu langsung mempersingkat waktu, saat itu, karena sedang terburu-buru, akhirnya ijab qobul pun dimulai, hingga suara sah menggema di seluruh ruangan Mension tersebut, Daisy pun menitikkan air mata haru nya, dia bahagia, disaat sang ayah, yang lama,ia rindukan hadir di pernikahan nya, dan bahkan menjadi saksi pernikahan nya, saat itu juga.


Rayan, pun tersenyum, pada Daisy, yang kini menghadap ke arah nya, wanita itu bahkan menunduk malu, tidak bisa menatap wajah suaminya yang tampan dan rupawan tersebut.


Rayan, memasang cincin di jari Daisy, begitu juga dengan Daisy pada Rayan, setelah cincin terpasang Daisy kemudian mencium punggung tangan suaminya, dan Rayan pun mencium kening, Daisy, yang kini tengah memejamkan mata nya.


Do'a terbaik pun dipanjatkan Rayan.


setelah itu mereka duduk bergabung bersama teman dan sahabat Anya dan Agam yang hadir menyaksikan pernikahan tersebut, Daisy pun duduk di samping Rayan kini mereka tengah saling menyuapi Daisy.


Daisy, pun melirik ke arah sang ayah yang sedari tadi memperhatikan dirinya.


"Daisy, sayang ayah pulang dulu ya, besok ayah datang lagi kesini"ucap Dion.


"Iya, Ayah"ucap Daisy, Dion pun memeluk putri nya yang selalu ia rindukan, sambil mengecup puncak kepala nya.


"Ayah, selalu menyayangi mu, putri ku, hingga saat ini, ayah akan ceritakan semua nya padamu, semuanya"ucap Dion.


"Baiklah ayah"ucap Daisy.


"Rayan, ayah titip putri ayah padamu, tolong jaga dia dan cintai dia, sepenuh jiwa dan raga, jika kamu sudah tidak sanggup lagi, untuk membahagiakan nya, kembalikan dia pada ku, dengan baik-baik karena bagaimanapun dia masih memiliki aku, sebagai ayah nya"ucap Dion.


Dion pun pamit, saat itu juga dia datang sendiri ke, Mension, karena dia juga tidak ingin orang lain tahu bahwa putri nya masih hidup dia pun sudah memberitahu Rayan, tentang semua itu, jika nyawa Daisy dalam bahaya, saat keluarga Dion,tau dia masih hidup, pria itu juga meminta Rayan, benar-benar harus ekstra dalam menjaga Daisy.


Anya, pun bengong, saat tau ternyata mommy nya, adalah anak si jablay nakal itu.


Begitu juga dengan Agam, yang merasa dunia ini terasa begitu sempit saat mengetahui kebenaran tersebut, tapi sifatnya Daisy, mungkin juga menular dari sang ayah, karena Dion, juga orang yang cukup kalem saat ini.

__ADS_1


Daisy, pun memutuskan untuk mengganti pakaian dan mandi, pukul satu siang Daisy ingin tidur.


__ADS_2