
"Kau"ucap Daisy, yang melirik pada, seorang wanita yang mengatainya kupu-kupu malam.
"Siapa? sayang"ucap Rayan yang kini keluar dari dalam mobil, berjalan menghampiri Daisy.
Sontak semua orang melirik ke arah pria tampan itu, dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung dengan kulit putih bersih dan mulus.
"Ini, teman"
"Owh aku ingat wanita itu yang telah menjual mommy kerumah bordir waktu itu"ucap Anya.
"Dia wanita kurang ajar itu"ucap Rayan, yang terlihat marah.
"Apa? kau bilang aku menjualnya"ucap Ida .
"Ya, masih belum sadar rupanya perempuan ****** ini, apa? perlu aku perlihatkan video syur mu"ucap Agam.
Seketika Ida, gelagapan dan pergi.
"Kalian lihat, siapa? yang sebenarnya wanita tidak benar bukan, Daisy, istri ku, istri sah dari Rayan Davidson, jika kalian berpikir istri ku bukan perempuan baik-baik apa? kalian akan berpikir, bahwa aku akan bertindak gegabah dengan menikahi wanita sembarangan"ucap Rayan, tegas di hadapan mereka yang tadi sempat berkumpul.
"Kami, tau Daisy wanita Solehah, dan tidak mungkin berbuat seperti itu, jadi tuan tidak usah khawatir"ucap seseorang yang terlihat seperti seorang pengurus tempat parkir tersebut.
Daisy pun berjalan menuju tempat berbelanja di ikuti oleh suaminya yang kini menggenggam tangan Daisy.
Mereka pun berbelanja dan saking antusiasnya mereka, bahkan mengambil apapun yang menarik perhatian mereka.
Daisy, sampai bosan untuk menegurnya.
"Biarkan saja sayang nanti jika mereka bosan mereka akan berhenti dengan sendirinya.
"Iya tapi disini tidak ada troli belanja"ujar Daisy.
"Biarkan saja mereka yang akan tanggung semua nya"ujar Rayan.
"Daisy pun sudah selesai berbelanja dan membayar setiap barang yang dia ambil dari orang yang berbeda-beda.
Daisy, meninggalkan mereka berdua yang tengah memilih berbagai macam kue basah yang dijual di sana, kebetulan masih ada dan masih banyak, hingga mereka memborong setiap jenis yang menurut mereka menarik perhatian.
Sampai akhirnya, mereka berdua pun terkena batunya, harus membawa semua barang-barang belanjaan yang mereka beli, saat ini bahkan mereka kebingungan saat akan membayar, beruntung Daisy, kembali dan membawa uang yang cukup banyak dari ATM, yang ada di depan pasar.
"Owh mommy, kami bingung mau bayar dengan apa?"ucap Agam.
"Kalian, seharusnya tau kalau di pasar tradisional, tidak ada yang bisa dibayar dengan menggunakan kartu"ujar Daisy, yang kini tengah melakukan pembayaran di setiap kedai penjualan yang ada di sana, hingga mereka bertiga dibantu calo pasar untuk mengangkut semua barang-barang yang mereka beli, sesuka hati.
Sesampainya di depan mobil, Daisy membantu membuka bagasi mobil nya.
Kalian, belanja segini banyak buat apa? ucap Rayan, yang kini menghampiri mereka.
"Kami mau bikin syukuran bareng temen-temen nanti"ucap Agam, seperti yang mengerti tentang masakan.
"Sukuran apa? yang dibeli amburadul gitu"ucap Daisy.
"Sudah lah nanti mommy yang atur"ucap Anya.
Mereka pun akhirnya kembali ke rumah.
Sesampainya di sana, mereka dibantu sopir pribadi Daisy, yang langsung menurunkan barang-barang yang mereka beli.
"Mommy, mau buat apa?"tanya Anya, yang sudah menyimpan semua belanjaan nya di meja dapur.
"Tadi mommy, bilang mau makan seblakk, kamu mau bantu mommy"ucap Daisy.
"Boleh, siapa? tau nanti aku buka usaha seblakk, lebih bagus sepertinya"ucap Anya.
__ADS_1
"Apapun, itu yang penting ditekuni dengan baik"ucap Daisy.
"Tapi mommy, kakak bilang, setelah tamat kuliah, aku harus bantu dia di kantor"ujar Anya.
"Ya memang itu perusahaan milik kalian kan jadi tidak ada salahnya, setelah itu juga bisa usaha sampingan"ucap Daisy, sambil membungkus ayam giling dengan kulit pangsit, di bantu oleh Anya, yang terlihat masih sangat kaku, maklum saja dia tidak pernah memasak apapun sebelum nya.
Daisy juga mencuci bawang dan kencur yang sudah di kupas sebelumnya, dia mengulek bumbu per-seblakan hingga halus sambil merebus ceker ayam yang sudah dibersihkan dua kali, hadapan Anya, agar dia mau memakan itu, setelah itu dia masukkan daging tadi di panci yang berbeda, dengan potongan tahu dan juga tangkar ayam hingga keluar kaldunya, dan setelah semua matang Daisy tiriskan,di mangkuk besar, karena jadinya banyak, dan setelah itu dia menggoreng bumbu seblakk tersebut hingga Anya dan Agam, yang duduk di sana bersin-bersin karena, bumbunya sangat kuat dan cabai rawit yang hampir satu cobek itu, dengan kencur dan yang lainnya.
Setelah bumbu matang, Daisy menambahkan air kaldu rebusan tangkar ayam itu, lalu memasukkan beberapa butir telur mentah yang tidak sudah dipisahkan dari cangkang dan di masukkan langsung ke dalam kuah tadi hingga telur setengah matang masuklah ceker dan perdagangan tadi termasuk sayap ayam yang sudah direbus sebelumnya.
Daisy, pun selesai memasak itu, dan menyajikan itu di meja makan, kebetulan ini sudah masuk jam makan siang.
"Mas mau nyoba, atau mau makan yang lainnya"ucap Daisy.
"Sepertinya itu enak sayang mas mau"ucap Rayan.
"Baiklah"ucap Daisy.
"Jangan ada ceker sayang aku maunya sayap ayam doang"ucap Rayan.
"Iya baiklah"ucap Daisy lagi.
Wanita itu buru-buru menghilangkan semua itu di mangkuk milik Rayan, Daisy juga buru-buru menyeruput, kuah dari sendok tersebut yang rasanya super pedas, karena, dia menambahkan potongan cabai lagi di dalam sana.
Semua orang terlihat menikmati itu bahkan mangkuk besar itu isinya ludes tak bersisa, Anya pun memakan banyak ceker ayam, begitu juga dengan Agam, keduanya mau memakan apa? yang menurut mereka tidak lazim, di tangan Daisy, sang mommy semua itu menjadi sangat lezat.
Rayan, pun bertanya"Sayang bukankah seblakk itu, ada kerupuk nya"ucap Rayan.
"Seblakk, tidak melulu dengan kerupuk, sayang bahan lainnya bisa dibuat, seblakk seperti: sayuran bakso dan masih banyak lagi yang lainnya"ujar Daisy.
"Mom, besok buat lagi ya"ujar Anya.
"Jangan terlalu sering juga, sekarang kalian bereskan semua bahan makanan dan makanan jadi tadi beserta buah-buahan kedalam kulkas, jika masih belum mau memakannya, setelah itu sisanya panggil teman kalian buat makan bersama"ucap Daisy.
Ada, berbagai macam roti, kue basah kue kering, dan buah-buahan, juga ada beberapa ikan dan telur asin, dan masih banyak jenis lainnya, dan tak ayal Daisy juga membantu membereskan semua itu, hingga kulkas terisi penuh, dengan semua itu, masih banyak lainnya, yang Daisy siapkan ti toples dan kotak plastik berukuran besar, termasuk sebagian kue basah.
Daisy, memasukkan setiap satu jenis kedalam kantung plastik, dan hingga selesai, dia pun meminta Anya dan Agam keliling rumah warga yang tidak jauh dari rumahnya untuk membagikan semua itu.
.....................
"Sayang, mereka kemana? tanya Agam.
"Mereka pergi ke luar untuk membagikan semua yang mereka beli tadi."jawab Daisy.
"Memang nya, mereka kenal"tanya Rayan.
"Mereka tidak kenal semua sih tapi, warga tau mereka itu anakku"ucap Daisy.
"Syukurlah, jadi jika mereka tersesat akan ada orang yang mengantarkan mereka, pulang"ujar Rayan.
"Jangan khawatir, mereka tau aku kok"ucap Daisy.
"Istri ku yang cantik dan baik hati ini memang banyak orang yang sayang"ucap Rayan sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
Saat ini keduanya, tengah duduk bersantai,di depan Empang, karena Daisy, tengah memberikan ikan-ikan makan.
"Sayang, disini semakin hijau dengan berbagai sayuran, siapa? yang menanam dan merawat nya"tanya Rayan.
"Aku dibantu teman Ambu"ucap Daisy lemah saat, mengingat Ambu nya.
Hingga terdengar, suara orang-orng di teras depan rumah, Daisy langsung bergegas menghampiri mereka.
"Dimana, wanita itu, cepat katakan, sudah ketahuan belangnya, masih membuat putri ku,di gunjing orang, Daisy kau harus diusir dari kampung, jika putri ku, juga diusir, karena, kamu yang sudah menjerumuskan putri ku kedalam lumpur hitam"ucap seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibu kandung Ida, bersama dengan Ida, dan juga calon suaminya yang mengaku sebagai orang kaya itu.
__ADS_1
Pak RT pun ternyata sudah ada di sana, dia langsung mangut saat Rayan, keluar dari dalam rumah.
"Ada, apa? ini" suara Rayan, yang terasa dingin mencekam.
"I ini, tuan, ada ibunya Ida, dia minta nyonya muda di usir dari rumah nya, karena sudah mempermalukan Ida, saat di pasar tadi"ucap pak RT yang terlihat segan, pada Rayan saat tau semua tentang pria yang ada di hadapannya.
"Alah, baru punya mobil begitu saja sudah sombong mau di panggil tuan"ucap Ida, yang kini tengah merangkul pinggang seorang pria, yang sudah berumur.
"Apa? mau kalian, datang bertamu ke tempat orang tanpa sopan santun begini"ucap Daisy masih bersabar.
"Hey kau wanita murahan, masih bisa bilang kami tidak punya, sopan santun, sementara kau memaki putri ku, yang calon pemilik pasar, didepan tempat kekuasaan nya"ucap ibu Ida.
"Hahaha, baru calon pemilik pasar, apalagi jika seperti kakak ku yang punya banyak mall terbesar di seluruh kota, dan juga beberapa cabang perusahaan perhotelan dan masih banyak lainnya lagi"ucap Anya, yang baru datang bersama dengan kawan-kawan nya.
Sontak, semua mata membulat, saat itu juga dan pria yang bersama dengan Ida, seakan melemah.
"Kau hanya omong besar, jika benar Kakak mu kaya raya, kenapa? dia tidak membangun rumah untuk wanita ****** itu disini"ucap ibunya AIDA, alias Ida.
"Semuanya sudah mommy punya kalian jika penasaran bisa berkunjung ke, kediaman kami saat kami pulang nanti, dan bisa mengunjungi mall, yang ada di ibu kota jika kalian penasaran kalian,bisa cari tahu siapa? Rayan Davidson, di google juga kalian bisa temukan secara langsung" ucap Anya, tenang.
Pria yang menjadi calon Ida pun langsung merogoh ponsel nya, dan tak lama setelah itu dia langsung pergi tanpa sepatah kata pun, ibunya Ida pun, hendak pergi, tapi Rayan bilang.
"Jika anda pergi, sebelum meminta maaf, pada istri saya, maka tunggu polisi datang menjemput kalian semua"ucap nya.
"Ampun tuan, saya minta maaf tuan"ujar Ida.
"Bukan padaku, tapi pada istri ku"ucap Rayan.
"Iya tuan, maafkan kami Daisy, kami salah"ucap ibunya AIDA yang bermulut pedas seperti cabai yang dengan merek yang sama dengan nama putrinya itu, pedas.
Hingga Agam, dan Anya juga yang lain nya,menyoraki mereka semua, yang pergi terbirit-birit.
Daisy pun, menawarkan minuman dan juga camilan yang Anya dan Agam beli tadi, hingga semua duduk di teras lesehan, seperti biasanya, Rayan, ikut bergabung dengan mereka.
"Jika, tau begitu aku melamar pekerjaan di tempat kamu Agam"ucap Yanuar.
"Boleh, tanya kakak saja siapa? tau ada lowongan kerja"ucap Agam.
"Jika kalian, ingin bekerja, nanti saya minta asisten pribadi saya mengurus nya, tapi tergantung kemampuan kalian, dan ijazah yang kalian milik, sebagai formalitas, dan bagi yang tidak punya ijasah tidak usah sedih kalian bisa jadi tukang kebun di rumah besar ataupun Mension"ujar Rayan, pada muda-mudi yang menjadi teman kedua adiknya, terutama istrinya.
"Wah, terimakasih banyak, atas kebaikan Anda tuan "ucap pak RT.
"Tidak usah panggil tuan pak RT, panggil saja saya, Rayan, seperti anda memanggil istri saya Dy" ujar Rayan.
pria tampan itu terlihat, mengusap puncak kepala istrinya penuh kasih sayang.
"Mas, aku masuk dulu"ucap Daisy.
"Iya say istirahat lah sekalian, mas mau bicara tentang pembangunan rumah ini pada pak RT, dan juga mereka, siapa tau ada yang bisa bekerja untuk bantu-bantu angkut bahan bangunan, untuk rumah ini sayang"ucap Rayan.
"Baiklah terserah mas saja"jawab Daisy.
Anya dan Agam pun pergi bersama teman-teman nya, membawa gitar ke halaman belakang disana, ada tempat bersantai mereka bercanda tawa bersama, dan juga bermain gitar, sambil bernyanyi, sementara Daisy, berbaring di atas ranjang nya, dengan angin sepoi-sepoi, dari jendela kamar yang ia buka kebetulan udara pedesaan yang sejuk itu, masih bisa dinikmati meskipun sudah hampir sore hari.
Rayan, yang sudah selesai mengobrol dengan pak RT yang siap membantu proses pembangunan rumah Daisy, yang ada di sana.
Rencana nya, Rayan akan menjadikan setiap ruangan, tetap berpungsi seperti biasanya, hanya ada beberapa tambahan, dan rumah itu akan menjadi tiga tingkat, dan setiap ruangan memiliki keunikan tersendiri, tapi tetap tidak mengubah, tata letak barang-barang tersebut hanya mengubah bangun nya,agar lebih kokoh dan lebih baik lagi supaya lebih nyaman lagi untuk ditinggali, sebagai tempat berlibur, setiap kali istrinya kangen dengan kampung halaman nya.
Sampai, semua rencana dipersiapkan secara matang, Rayan kembali bersama ketiganya ke kota, tapi kali ini sambil membawa beberapa orang yang minta pekerjaan, pada Rayan.
"Yang berhenti dulu aku mau muntah"ucap Daisy yang sudah tidak tahan, sedari tadi kepalanya puyeng, ditambah perutnya yang terasa seakan diaduk-aduk.
"Tapi yang tidak ada toilet disini"ujar Rayan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, mas aku tidak tahan, uwo...."Daisy langsung muntah ketika jendela mobil itu terbuka, Anya, yang bersama dengan sopir dan Agam, yang sedari tadi ada di belakang mobil mereka pun turun, dia tidak tega melihat Daisy lemah tak berdaya, setelah memuntahkan isi perutnya, sedari tadi.