Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Cinta Ray#


__ADS_3

Setelah berbicara panjang kali lebar Raya pun setuju untuk kembali ke keluarga itu tapi dia tetap akan hidup mandiri seperti saat ini.


Raya kembali menjadi anak Daisy dan Rayan, tapi gadis itu memutuskan untuk tetap tinggal di luar Mension yaitu di rumahnya sendiri.


Tapi dia berjanji sesekali akan mengunjungi keluarganya itu.


Kini Raya terlihat lebih berhati-hati dalam berbicara bahkan dia seakan benar-benar menjadi gadis alim dalam berucap tidak seperti dulu yang selalu sesuka hati.


Mungkin Raya sudah mendapatkan pelajaran berharga selama ini.


Rayan semakin dibuat merasa bersalah karena dia telah menjebloskan putrinya itu kedalam penjara tanpa mencari tahu kebenaran itu terlebih dahulu hingga mengakibatkan Raya keguguran.


Kini semua telah berlalu mulai saat ini dan seterusnya Raya akan tetap menjadi putrinya seperti Haidar yang menganggap Agista sebagai putrinya hingga saat ini.


Raya merasa bersyukur meskipun hanya menjadi anak angkat mereka saat ini, karena Raya tau kasih sayang mereka begitu tulus untuk dirinya.


Sementara Kimberly yang kini disibukkan dengan urusan pekerjaan, gadis itu bahkan akan pergi pagi dan pulang tepat di jam makan malam.


Saat itu dia hanya punya waktu dua jam untuk bercengkrama dengan keluarganya itu.


Kimberly menyukai pekerjaan barunya itu, meskipun dia kuliah bukan di jurusan bisnis tapi berkat kecerdasan yang ia miliki gadis itu mampu memimpin cabang perusahaan yang selama ini selalu ditangani oleh David tersebut.


Sementara si calon daddy itu kini tengah menikmati kebahagiaan dalam hidupnya, Davi akan pergi dan pulang kantor dengan hati yang berbunga-bunga.


Sebelum pergi bekerja dia akan mengisi energi dengan berolahraga pagi bersama dengan sang istri, untuk menghilangkan rasa mual atau morning sickness yang ia alami selama ini.


Dan itu adalah salah satu obatnya, sebelum dia bersiap untuk pergi ke kantor mereka akan berolahraga dulu untuk membuang lemak berlebih yang akan dikeluarkan oleh peluh dari hasil senam pagi itu.


Setelah itu mereka pun akan mandi bersama dan saling membantu hingga selesai berpakaian rapi keduanya akan pergi ke tempat kerja masingmasing.


Jika istrinya akan pergi ke butik dan juga cafe maka David yang akan mengantarkan istrinya kesana begitu juga dengan butik.


Pria itu akan memastikan bahwa istri dan kedua anaknya itu baik-baik saja.


Dan energi kedua yang David dapat setiap pagi adalah dia akan bercengkrama dengan keduanya sambil mengelus perut rata milik istrinya itu.


Agista pun akan mengelus puncak kepala David sambil menirukan suara anak kecil.


"Daddy hati-hati di jalan dan jangan terlalu kecapean dalam bekerja."ucap Agis.


"Iya sayang daddy kalian berdua jangan menyusahkan mommy ya,,, cukup daddy saja yang kalian susahkan hingga daddy dibuat lemas oleh mommy kalian berdua."ucap David sambil menatap lekat wajah cantik istrinya itu sambil tersenyum menggoda.


"Apa? tidak kebalikannya,,, sudah sana berangkat nanti telat, bukanya ada meeting penting."ucap gadis itu.


"Tentu saja ada tapi karena aku bos jadi mereka yang akan menunggu ku dan tidak akan ada yang protes."ucap David sambil tersenyum.


"Heumm,,, Daddy kalian sombong jangan diikuti tidak baik."ucap Agista.


"Mommy jangan provokasi."ucap David.


"Tidak kok, tapi mereka tau sendiri ya kamu ucapkan."ucap pria itu.


"Heumm,, baik'lah sayang aku pergi dulu."ucap David yang mengalah karena takut istrinya tidak memberikan jatah harian padanya.


Sementara itu di Amerika Leon baru saja selesai bercinta dengan kekasihnya itu.


Leon yang kini tinggal di negara bebas itu, dia pun mengikuti jejak sang daddy.


Pria muda itu kini tengah duduk di sofa singel yang ada di kamar tamu.


"Mulai besok aku akan pergi ke keluarga ku, kamu tidak perlu datang ke sini."ucap Leon.


"Baiklah aku juga akan pergi ke rumah tunangan ku, mungkin kedua orang tua ku akan menentukan pernikahan kami."ucap gadis cantik itu bernama Nety itu.


"Jangan harap kamu bisa menikah dengan dia sebelum aku benar-benar bosan dengan mu honey."ucap Leon.


"Heumm,, Leon aku juga ingin memiliki hubungan yang layak, kenapa? kamu terus-menerus menghalangi itu sementara kamu bebas memilih wanita manapun apa? ada kejelasan tentang hubungan kita selai partner rajang."ucap gadis itu sambil menitikkan air mata.


"Kau tahu sendiri aku tidak suka berkomitmen jadi tetaplah seperti ini hingga kita benar-benar menemukan pasangan hidup yang benar-benar cocok."ucap Leon.

__ADS_1


"Tidak bisa Leon,,, maafkan aku mungkin ini pertemuan kita yang terakhir."ucap gadis itu.


"Tidak! kamu tidak akan pernah bisa lepas dariku kamu lihat saja nanti."ucap Leon.


Sementara Nety, gadis itu kini hanya bisa terdiam, dia tahu ancaman Leon tidak pernah main-main.


Leon sebenarnya memiliki rasa untuk gadis itu, tapi dia tidak ingin menikah dengan wanita manapun.


Leon lebih suka seperti itu tidak ribet menurutnya.


Sementara berbeda dengan Leon Ray jatuh cinta pada adik angkatnya Raya.


Meskipun cinta itu tumbuh baru-baru ini tapi itu mampu membuat hati Ray berbunga-bunga.


Bagi Ray, Raya itu indah jika di lihat saat gadis itu mengajar.


Tidak hanya itu Raya juga mampu mengubah diri menjadi lebih baik.


Raya bahkan selalu beribadah dengan khusyuk dan meskipun tidak menggunakan hijab gadis itu sekarang lebih suka menggunakan pakaian tertutup.


Tidak seperti dulu yang selalu menggunakan pakaian seksi.


Cinta Ray pada Raya mampu membawa gadis itu kedalam kebaikan, mungkin jika Ray tidak pernah membimbing dia dengan sabar dan telaten saat ini Raya mungkin saja sudah menjadi penghuni jalanan yang kotor.


Ray akan datang berkunjung setiap kali ada waktu luang setelah pulang bekerja.


Rasa rindu itu selalu datang disaat dia tengah berdiam diri termasuk disela waktu istirahatnya itu.


Raya sendiri dia tidak pernah menyadari hal itu, hanya saja selama beberapa waktu ini sikap Ray sedikit berlebihan padanya terlalu posesif dan kadang seakan ingin mengurung dirinya di rumah itu.


Ray saat ini datang tepat di malam hari dia baru kembali dari luar kota, pria itu datang membawa oleh-oleh yang lumayan banyak untuk Raya seperti beberapa camilan dan juga barang ada tas dan sepatu yang menurut dia cocok untuk Raya.


Karena sejak keluar dari rumah milik keluarganya sampai saat ini gadis itu tidak terlihat membeli apapun, Raya bahkan sering menggunakan baju yang pernah ia bawakan dari apartemennya itu.


"Ray,,, kamu baru merintis usaha jadi jangan buang-buang uang untuk hal yang tidak perlu aku masih belum membutuhkan semua ini lagipula kehidupan ku saat ini sudah tidak seperti dulu lagi.jika dulu aku sering ber poya-poya dengan uang yang diberikan oleh Daddy itu karena aku mengira aku adalah putri dari Rayan Davidson dan tidak akan pernah ada putri lainnya tapi nyatanya aku hanya anak yatim-piatu yang dipungut oleh Almira dan dijadikan senjata untuk menyakiti keluarga kalian."ucap Raya.


"Ya,,, lupakan masa pahit itu lagipula mommy dan Daddy masih sangat menyayangi mu, jadi kamu harus kembali seperti dulu, jika perlu aku yang akan bekerja lebih keras untuk bisa menghidupi mu."ucap Ray.


"Ya boleh aku jujur?."ucap Ray.


"Apa? katakanlah."ucap wanita itu.


"Aku jatuh cinta padamu."ucap Ray.


"Tapi Ray, kita."ucapan Raya terhenti saat Ray menempelkan telunjuknya di bibir Raya.


"Kita boleh bersaudara tapi kita tidak ada hubungan darah jadi sah-sah saja jika kita menikah dan punya anak nantinya."ucap Ray.


Raya hanya terdiam untuk mencerna kata-kata Ray.


"Ya,,, aku hanya ingin hubungan kita yang lebih dari saudara dan aku ingin melindungi mu... aku ingin kita membangun sebuah keluarga hanya kita dan anak kita kelak."ucap Ray serius.


"Tapi bagaimana? dengan kedua orang tua kita nanti."tanya Raya.


"Kamu tidak usah khawatir aku akan berusaha untuk memberitahu mereka secara pelan-pelan."ucap Ray.


"Terserah kamu saja Ray, tapi aku punya banyak kekurangan dan jika kata dokter benar aku akan sulit untuk hamil lagi bagaimana?."tanya Raya.


"Tidak masalah Ya,,, kita bisa adopsi anak."ucap Ray tulus.


"Terserah kamu saja, tapi jika satu saat nanti kamu ingin mencari pengganti ku juga aku tidak akan keberatan."ucap Raya.


"Ya,,, jangan bicara yang tidak-tidak kita akan menjalani kehidupan kita sampai tua nanti."ucap Ray.


"Heumm,,, baik'lah maafkan aku."balas Raya.


Ray pun meminta Raya untuk membuatkan makan malam untuknya karena saat ini dia merasa sangat lapar setelah perjalanan jauh.


Raya pun memenuhi permintaan pria yang baru saja menyatakan cinta padanya.

__ADS_1


Cinta Ray tidak main-main, terlihat dari pengorbanan dan juga perhatian yang dia berikan selama ini, terutama sejak Raya dia bebaskan.


Namun yang Raya takutkan adalah cinta itu hanya sesaat atas dasar rasa kasihan terhadap dirinya yang malang.


Tapi dia akan mencoba menerima hal itu, apapun yang terjadi kedepannya nanti.


Syukur-syukur jika itu benar-benar rasa cinta yang benar-benar nyata agar kedepannya disaat Raya memiliki rasa yang sama dengan Ray dia tidak kecewa karena cinta Ray nyata adanya bukan hanya omong kosong belaka.


Ray makan malam bersama dengan Raya yang kini tengah sibuk dengan laptopnya.


"Ya,,, apa? kamu mau melamar untuk jadi pengajar resmi di salah satu sekolah, aku punya kenalan pemilik yayasan pendidikan siapa? tau kamu minat tapi jika tidak pun tidak masalah toh aku masih bisa menghidupi mu. asal jangan minta barang branded karena aku belum bisa memberikan itu."ucap Ray sambil terkekeh.


"Lagipula siapa? yang butuh itu Ray murah atau mahal yang penting itu fungsinya."ucap Raya.


"Tidak kok sayang kamu boleh meminta apapun yang kamu mau lagipula aku mampu memberikan itu."ucap Ray.


Raya mematung di tempatnya saat Ray memanggil dirinya dengan sebutan sayang.


"Yank,,, kamu kenapa? ko bengong ada apa?."tanya Ray lagi.


"Ah... tidak ada habiskan makannya aku sudah mengantuk kamu juga pasti lelah bukan segeralah pulang."ucap Raya.


"Kamu mengusir ku Yank."ucap Ray sambil menatap lekat wajah cantik itu.


"Tidak hanya saja bukankah seperti itu biasanya."ucap gadis itu.


"Ya sayang kamu benar tapi untuk malam ini aku akan menginap aku sudah sangat lelah menyetir sendiri."ucap Ray.


"Kecuali jika kamu mau mengantar ku pulang ke Mension sekalian kamu pulang."ucap Ray.


Raya lagi-lagi terdiam, dia tidak siap untuk pulang ke rumah yang jelas-jelas bukan rumahnya lagi.


Karena pemilik yang sesungguhnya sudah datang menempati posisinya dulu.


"Tidak Ray, aku disini saja."ucap Raya.


"Kenapa? itu rumahmu juga Yank..."ucap gadis itu.


"Itu dulu Ray sebelum aku tahu yang sesungguhnya sekarang pemilik yang sesungguhnya telah kembali, aku bahkan tidak punya keberanian untuk datang kesana dan bertemu dengan pemilik yang posisiku dulu ."ucap Raya.


"Kimberly baik dan ramah dia juga sempat menyarankan kepada mommy dan daddy untuk membawa mu kembali."ucap Ray.


"Aku tidak pernah meragukan itu, karena mommy dan daddy adalah orang baik tentunya ketiga anaknya akan baik, contohnya dirimu. Hanya saja aku terlambat menyadari perbedaan diantara kita semua."ucap Raya.


"Yank,, jangan bahas itu lagi, semua sudah suratan takdir yang harus kita jalani."ucap pria itu.


"Kamu benar Ray."ucap Raya.


Baiklah aku akan mengantarmu pulang, tapi hanya sampai gerbang Mension, aku akan langsung kembali."ucap Raya.


"Kamu pikir aku tega meminta mu untuk mengantarkan ku pulang di tengah malam seperti ini... tidak sayang diluar terlalu berbahaya."ucap Ray.


"Aku sudah tidak takut dengan bahaya Ray, hidupku sudah tidak berharga dulu aku sudah ko."ucapan Raya terhenti saat Ray menempelkan telunjuknya di bibir manis itu.


"Aku tidak ingin mendengar itu lagi, kamu tetap Raya yang aku kenal sejak kecil kamu tidak bernoda jadi jangan pernah katakan itu lagi... apa? kamu dengar itu."ucap Ray.


Raya pun mengangguk, pelan setelah Ray selesai makan pria itu langsung mencuci piring sendiri meskipun Raya sudah melarangnya.


Setelah itu ia bersiap untuk pulang ke apartemen nya yang lumayan jauh dari tempat raya tinggal tapi dia tetap pulang kesana karena memang sudah jarang pulang ke Mension.


Ray, tidak betah di sana sejak perselisihan keluarganya itu terjadi, sejak saat itu bahkan Ray sering tinggal di luar kota tempat dimana dia membuka perusahaan pribadinya itu.


Pria itu pamit pada Raya dengan cara memeluk erat gadis itu dan mendaratkan kecupan singkat di kening raya.


Sementara gadis itu kembali mematung ada perasaan hangat yang ia rasakan saat ini.


Ray mengusap bahu gadis itu.


"Istirahat lah dan ingat jangan terlalu banyak berpikir yang macam-macam aku akan selalu ada untukmu."ucap Ray.

__ADS_1


Sampai raya mengangguk pelan Ray pun berlalu pergi dengan mobilnya.


Raya langsung masuk kedalam rumah setelah mengunci pintu pagar dan pintu rumah memastikan semua jendela terkunci dari dalam karena saat ini sering ada maling di kompleks perumahan tersebut.


__ADS_2