Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Cinta tanpa pamrih#


__ADS_3

Setelah duduk berhadapan Agam langsung mengambil salep dan juga obat yang Dokter berikan beruntung tidak mengalami gangguan.


"Abang maafkan aku"ucap Novita yang kini tengah menatap sendu kearah Agam.


"Sudahlah Vita Abang sudah memaafkan kamu, tapi hubungan antara kita mungkin untuk sementara waktu tidak akan senormal dulu, sampai kamu melahirkan nanti, Abang hanya akan menjadi teman untuk mu, dan setelah ini kita akan kembali ke rumah"ucap Agam.


"Terimakasih Bang Vita, tidak meminta Abang untuk kembali rujuk dengan Abang suatu hari nanti, Vita rela jika Abang menikah lagi, apa lagi melihat Abang bahagia, setidaknya jika tidak bisa mengurangi dosaku bisa sedikit mengurangi rasa bersalah ku."ucap Novita.


"Tidak Novita, jika sebuah dosa saja bisa tuhan ampuni, kenapa? manusia yang notabene adalah ciptaan nya ingin melebihi tuhan nya untuk tidak memaafkan kesalahan dari sesamanya, bukan kah perbuatan sombong itu dibenci Tuhan, aku tidak berjanji kedepannya tetap menjadi pribadi yang baik, tapi aku berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi kalian berdua aku akan adopsi anak itu menjadi anak ku"ucap Agam.


"Abang, Vita tidak tau hati Abang terbuat dari apa? Vita benar-benar menyesal telah mengkhianati cinta Abang , semoga kelak akan ada kebahagiaan lain menghampiri Abang"ucap Novita.


"Sudahlah yang sudah terjadi tidak perlu disesali tapi harus kita jadikan sebagai pelajaran hidup, mungkin ada pepatah mengatakan jika manusia tidak pernah luput dari kesalahan, tapi jangan pernah jadikan itu sebagai kesempatan untuk berbuat dosa, sekarang kita bisa memperbaiki hubungan yang sempat rusak"ucap Agam.


"Terimakasih bang terimakasih"ucap Novita sambil menangis sesenggukan di pelukan Agam.


"Sudah ya, sekarang Vita istirahat Abang masih punya banyak pekerjaan"ucap Agam.


"Baiklah"ucap wanita cantik itu, yang kini terdapat banyak luka di wajah leher dan bahu nya pergelangan tangan juga tidak pernah luput dari amukan istri pria itu.


Andai Novita tau jika pria itu ternyata sudah beristri, mungkin dia tidak akan pernah kembali menerima cinta masalalu nya.


Novita memejamkan mata nya, meskipun rasa bersalah itu tidak dapat di hapus dari benaknya tapi rasa lelahnya mengalahkan semua itu Novita terlelap dalam tidur mimpi nya.


Sementara itu Agam, yang tengah berkutat dengan pekerjaan nya. pria itu sesekali mengusap wajah nya sambil menarik nafas panjang, bagaimana bisa wanita yang sangat ia cintai hancur se-hancur-hancurnya karena tergoda dengan cinta masalalu nya.


Diam-diam Agam, minta orang kepercayaan mengambil alih perusahaan milik Novita yang sudah di rampas oleh mereka, lewat jalur hukum, awalnya Agam ingin memberikan pelajaran pada istri nya agar dia kembali padanya saat keadaan keuangan nya menipis dan perusahaan terancam bangkrut tapi nyatanya bukan kembali dan memohon padanya tapi malah semakin dekat dengan pria itu, dan kini Novita kembali setelah dia mendapatkan pelajaran yang tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidup.


Agam, kembali fokus pada pekerjaan nya hingga jam pulang kantor tiba, pria itu langsung bergegas menuju ruang istirahat nya, berniat untuk membangunkan istrinya itu, tapi ternyata Novita sudah terlihat segar dan rapi saat ini meskipun bekas luka itu tidak bisa di tutupi.


"Sudah larut ayo kita pulang"ucap Agam lembut.


"Abang duluan saja biar Novita naik lift karyawan agar Abang tidak malu"ucap Novita.


"Vita Abang tidak pernah merasa malu, karena kamu adalah istri Abang"ucap Agam lembut.


"Tidak bang biar Vita, jalan belakangan Vita akan naik angkot"ucap Novita.


"Vita dengarkan Abang, apa? Abang pernah meminta Vita pergi sekalipun Abang tau jika Vita sudah berbuat kesalahan? tidak kan Abang justru tidak ingin Vita pergi Abang ingin kita perbaiki semuanya, tapi Vita tetap ngotot ingin pergi, itulah kenapa? Abang menarik semua saham Abang agar Vita memohon untuk kembali, meskipun itu hanya khayalan. dan selama ini Abang tidak pernah mengumumkan perceraian atau pun masalah yang terjadi, bahkan Abang menentang kak Rayan demi kamu Abang tidak ingin kamu kenapa-napa, Abang ingin kamu tetap baik-baik saja sekalipun kita berpisah untuk kenyataan terburuk nya, semua itu Abang lakukan karena janji Abang pada almarhum papah dan juga rasa cinta itu tidak bisa Abang buang seperti membuang ludah, biarlah orang lain berkata Abang adalah pria bodoh, tapi Abang punya alasan untuk itu, Abang juga tidak berjanji untuk terus setia karena Abang takut jika suatu saat nanti takdir berkehendak lain, jadi sebelum semua kemungkinan buruk itu kembali terjadi mari kita perbaiki semuanya, kita akan memulai semuanya dari awal"ujar Agam panjang kali lebar hingga Novita mengerti.


Wanita itu pun mengangguk lalu pergi berjalan di belakang Agam, tapi pria itu tidak mengijinkan itu, dia merangkul pinggang istri nya itu, meskipun mereka tidak akan tidur lagi di dalam kamar yang sama.


Hingga tiba di depan lobby kantor tersebut, mobil yang dikemudikan oleh sopir pribadi tersebut sudah menunggu mereka berdua, Agam mendahulukan istrinya yang masuk, setelah itu dirinya yang menyusul.


Hingga mereka duduk berdampingan Agam masih menggenggam tangan istrinya, untuk menyalurkan kekuatan.


"Abang mulai sekarang biarkan Vita yang menyiapkan semua kebutuhan Abang , Vita ingin menebus semua kesalahan Vita meskipun tidak akan menghapus dosa dan kesalahan Vita"ucap Novita.


"Baiklah tapi kamu harus janji jangan sampai kelelahan dan jaga baik-baik kandungan mu"ucap Agam.


Novita sempat terdiam sesaat, setelah itu ia menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Abang sudah memaafkan semua kesalahan Vita, maafkan Abang juga yang secara tidak langsung ikut menjerumuskan kamu kedalam kesalahan ini, jika Abang tidak menyetujui pernikahan itu karena Abang mencintai mu saat itu, mungkin saat ini kamu akan tetap baik-baik saja, tapi sudah lah tidak perlu dibahas lagi, mulai saat ini Abang ingin kalian berdua bahagia"ucap Agam.


Sampai akhirnya mereka tiba di kediaman Agam, pria itu langsung menghubungi Daisy, meminta maaf tidak bisa datang ke Mension, saat ini.


"Abang jika ingin kembali ke Mension, kembalilah biar Novita pulang ke rumah Novita"ucap Novita.


"Tidak sayang kamu tetap di sini bersama dengan ku selamanya"ucap Agam.


"Terimakasih Bang, Novita tinggal di kamar tamu saja biar Abang di kamar utama"ucap Novita.


"Abang akan tidur di kamar sebelah dan kamu tetap di kamar utama, jangan membantah"ucap Agam.


"Baik bang terimakasih"ucap Novita.


"Tidak ada kata terimakasih untuk semua itu karena semua itu adalah milikmu"ucap Agam.


Novita hanya mengangguk pelan setelah itu ia masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Agam, dia mengambil piyama dan menempatkan nya di atas kasur setelah itu ia masuk kedalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Agam mandi.


"Semua sudah siap bang"kata Novita.


"Terimakasih sayang"ucap Agam lembut.


"Sama-sama Abang"ucap Novita.


Wanita itu pun pergi menuju kamar utama yang ia tempati setelah Agam memutuskan untuk tidur terpisah.


Sesampainya di sana, sekelebat bayangan terlintas di kepala Novita silih berganti, awal pindah bersama dengan Agam, setelah mereka berbulan madu, hingga hari-hari yang mereka lewati aktivitas pelepas rindu yang selalu mereka jalani, tapi kini semua hanya tinggal kenangan.


"Abang masih menyimpan foto kenangan itu, kenapa? tidak dibuang saja"lirih Novita yang kini menatap lekat foto itu.


Agam yang sudah selesai mandi dia menghampiri Novita di kamar tersebut.


"Sayang ayo turun kita makan dulu"ucap Agam lembut.


Novita tidak lantas melirik dia menghapus air mata itu terlebih dahulu, setelah itu baru ia melirik ke arah Agam.


Agam menatap lekat wajah sembab itu.


"Sebentar ya bang Vita, ke kamar mandi dulu"ucap nya yang langsung berbalik ke arah kamar mandi.


"Maafkan aku Novita, semua ini terjadi karena aku tidak bisa menjaga mu"ucap Agam lirih.


Pria itu tidak sepenuhnya menyalahkan Novita karena semua itu terjadi atas kesalahannya juga tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.


Hanya lima menit, Novita kini sudah berada di hadapan Agam, meskipun wajah sembab itu tidak bisa di tutupi setidaknya wajah itu sudah tampak segar.


"Sayang apa? ada yang sakit"tanya Agam sambil merangkul pinggang istrinya itu.


"Tidak ada Bang,,, semua baik-baik saja"jawab Novita.


"Benarkah"ucap Agam.

__ADS_1


"Ya Bang apa? kak Daisy mengirim makan malam untuk Abang"tanya Novita mengalihkan pembicaraan.


"Ya.. tadi saat abang mandi, pelayan dari Mension datang mengirimkan makanan, tapi hanya untuk Abang karena dia tidak tau jika kamu ada di sini"ucap Agam.


"Tidak apa-apa bang yang penting ada untuk Abang aku sudah tenang, karena aku bisa makan apa saja yang dimasak orang lain tidak perlu memikirkan aku yang penting abang baik-baik saja dengan makanan itu sudah cukup"ujar Novita.


"sayang Abang sudah minta pelayan buat makan malam untuk kamu, yang bergizi untuk anak kita dan kamu juga harus makan makanan yang bergizi agar kamu dan bayi kita sehat selalu." ujar Agam sambil tersenyum pria itu mengklaim bahwa anak yang ada di dalam kandungan Novita adalah anak kandungnya sendiri. meskipun faktanya tidak seperti itu.


"Abang tidak perlu repot-repot mengakui dia sebagai anak Abang, cukup dengan memberikan tumpangan untuk sementara bagi kami disini saja itu sudah lebih dari cukup, kebaikan Abang tidak akan pernah bisa aku balas dengan apapun. justru aku semakin merasa bersalah pada Abang,, aku tidak pernah pantas untuk tinggal di sisi Abang lagi. tapi untuk sementara ini tolong ijinkan aku untuk tetap disini maafkan aku hanya bisa memberikanmu luka"ucap Novita lirih.


"Hi,,, sayang jangan bicara seperti itu, Abang tidak ingin mendengar itu lagi, kamu tidak perlu merasa bersalah Abang sudah memaafkan mu dan maafkan juga Abang yang tidak pernah bisa menjaga mu dengan baik selamanya kita akan tinggal bersama disini tidak peduli jika keluarga ku memusuhi ku, yang aku pedulikan adalah kalian berdua saat ini adalah prioritas utama ku"ucap Agam.


Novita memeluk Agam, dia menangis sesenggukan, hatinya begitu perih dia tidak kuasa menahan tangisnya lagi di depan Agam wanita itu menangis sejadi-jadinya kini usapan lembut dan kecupan hangat mendarat di puncak kepala istrinya itu.


"Sudah ya, mulai saat ini Abang tidak ingin lagi melihat air mata ini tumpah lagi, mulai detik ini Abang ingin melihat istri Abang tersenyum bahagia, besok kita periksa kondisi bayi kita ke rumah sakit"ucap Agam.


"Terimakasih Abang"ucap Novita begitu tulus.


Akhirnya mereka pun makan malam bersama, Agam menyuapi Novita menu yang ia makan, dan Novita tersenyum manis meskipun sedikit dipaksakan ada luka dibalik tangis nya itu, ada penyesalan yang menggerogoti hati dan jiwanya kini.


Agam mengelus lembut puncak kepala Novita, saat melihat kesedihan itu lagi-lagi muncul di mata istrinya, Agam tau Novita menahan rasa sakit akibat penyesalan saat ini.


"Bang aku sudah kenyang, apa? Abang ingin minum sesuatu mungkin"tawar wanita itu.


"Tidak sayang Abang juga sudah kenyang, ayo kembali ke atas kamu harus banyak istirahat agar kalian berdua tetap sehat"ucap Agam.


Agam kembali merangkul pinggang Novita, wanita itu pun menyandarkan kepalanya di dada bidang Agam, Novita hanya berusaha untuk bersikap sewajarnya, entah Agam benar-benar ikhlas dengan perlakuan nya itu, atau hanya untuk menghibur dirinya Novita hanya bisa pasrah.


Hingga sampai di kamar utama, Agam ikut berbaring di membawa Novita, kedalam dekapannya, sambil mengelus puncak kepala istrinya itu sesekali memberikan kecupan hangat di kening Novita.


"Tidurlah Abang akan menemani mu tidur, sampai Vita tidur nyenyak setelah itu Abang akan pindah"ucap Agam lembut.


"Kenapa? mesti repot-repot bang aku bisa sendiri kok Abang tidak usah khawatir"ucap Novita yang merasa tidak enak.


"Vita, Abang merindukan saat seperti ini apa? tidak boleh"ujar Agam di akhiri pertanyaan.


"Boleh bang,,, tentu saja boleh tapi aku hanya takut Abang jijik dan terpaksa berdekatan dengan ku"ucap Novita lirih.


Agam langsung mencium bibir Novita begitu lembut, pria itu ingin menepis tanggapan buruk Novita pada dirinya.


"Abang,, hiks hiks hiks hiks maafkan aku"ucap Novita yang kini membenamkan wajahnya di dada bidang Agam, yang kini memeluknya erat.


Ada air mata yang menetes dari sudut mata Agam, saat ini andaikan saja Novita nya tidak ternoda parah mungkin saat ini dia akan benar-benar melepaskan rasa rindu nya yang membuncah di dadanya.


"Tidur sayang jangan bersedih lagi, hari esok pasti akan cerah secerah masadepan kita bertiga"ucap Agam.


"Heumm"jawab Novita, yang kini masih memeluk Agam dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


Agam, yang berniat untuk menemani istrinya sampai dia tertidur tapi malah dia sendiri yang ikut terlelap di sana mereka tertidur dengan posisi sambil berpelukan layaknya pasangan suami dan istri biasanya.


Hingga pagi yang cerah menyambut keduanya, pasangan yang kini sama-sama membuka mata secara berbarengan itu, tersenyum lalu Agam berucap maaf karena telah tidur di kamar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2