Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Tidak peka#


__ADS_3

Daisy, menyelimuti Anya, dan Agam, sementara pria yang kini tengah mengobrol dengan pak RT, pria itu sesekali melirik ke arah Daisy.


Wanita yang kini tengah mengurus tempat istirahat untuk Rayan.


Tidak lama,pak RT, pun pulang bersama semua pemuda yang telah membantu mereka mengangkat barang, Anya dan Agam.


Daisy pun mengunci pintu dan juga menutup tirai, gadis itu kemudi mempersilahkan Rayan, untuk tidur.


"Rayan, itu tempat untuk mu tidur, aku pamit ke kamar dulu"ucap Daisy.


"Dy, tunggu, tolong buatkan aku teh yang waktu itu"pinta Rayan.


"Baiklah tunggu di sini"ucap Daisy, yang langsung beranjak pergi menuju dapur.


Daisy pun membuatkan teh sekaligus mengambil kan makanan, yang tadi sempat dia masak, kebetulan agak banyak karena, dia ingin membagi orang yang sudah membantu dia membersihkan pinggiran Empang.


Rayan, tersenyum, saat melihat Daisy membawakan makanan tersebut, karena dia memang belum sempat makan.


"Ini teh nya, Ray, ini juga ada, makan malam, semoga kamu suka"ucap Daisy.


"Suapi"ucap Rayan.


"Rayan" lirih Daisy.


"Dy, aku belum makan, gara-gara mereka merajuk dan kabur ke sini"ujar Rayan.


"Kenapa? tidak minta disuapi pada Almira saja"ucap Daisy.


"Jauh"ucap Daisy.


"Ray, kamu makan sendiri, bisa kan"ucap Daisy.


"Dy, please"ucap Rayan lembut.


"Baiklah duduk dulu"ucap Daisy.


Rayan, pun duduk di hadapan Daisy, dia bersila, Daisy mulai menyendok makanan tersebut, dan menyuapkan nya pada Rayan.


Daisy pun kembali melirik pada mereka yang tengah tidur di atas kasur baru, nya.


"Apa? mereka juga tidak makan"tanya Daisy.


"Tidak, mungkin mereka sudah makan di jalan"ucap Rayan, hingga suapan terakhir , Rayan pun minum teh hijau yang Daisy berikan.


"Terimakasih sayang"ucap Rayan sambil tersenyum.


"Rayan"lirih Daisy.


"Dy, aku mencintaimu"ucap Rayan.


"Ray, jangan bicara sembarangan, kamu sudah punya calon istri, lagi pula kita tidak bisa bersama sampai kapan pun"ucap Daisy.


"Dy, kita bisa bersama sampai kapan pun, asalkan kamu mau"ucap Rayan.


"Aku bisa, tapi hanya bisa, menjadi pelayan mu"ucap Daisy.


"Dy, kamu akan menjadi istri ku, meskipun hanya istri kedua, tapi aku janji kamu yang sangat aku cintai"ucap Rayan.


"Tidak, Ray, kita berteman saja, sudah tidak mungkin, apalagi harus terus bersama dengan mu seumur hidup ku, aku hanya akan menjadi beban untuk mu"ucap Daisy.


"Dy, kamu tidak usah memikirkan hal yang tidak penting, tapi kamu hanya harus mengikuti apapun yang aku ucapkan"ucap Rayan.


"Dy, istirahat lah"ucap Daisy.


"Baiklah"ucap Daisy, yang langsung berjalan meninggalkan Rayan.


Rayan, pun berbaring, di kasur yang Daisy, siapkan.


Rayan, melirik kearah arah Agam dan Anya, ternyata, Daisy, mampu membuat mereka mau hidup sederhana.


Hingga, keesokan harinya wanita itu pun sudah bersiap untuk, membuat sarapan bagi mereka semua.


saat Daisy, sedang masak, wanita itu dikejutkan oleh, seseorang yang tiba-tiba berdiri di samping nya.


"Dy, butuh bantuan"ucap Rayan sambil tersenyum, Daisy hanya diam, sambil melanjutkan acara memasak nya.


"Dy, aku harus kembali, tolong titip mereka, dan ingatan untuk belajar"ucap Daisy.


"Mereka, bukan anak kecil lagi, tuan muda"ucap Daisy.


"Sayang, aku serius"ucap Rayan.

__ADS_1


"Rayan, jangan panggil aku seperti itu, aku bukan istri atau kekasih mu"ucap Daisy sambil menghidangkan makanan tersebut.


"Aku, suami mu, Dy, tanya saja pak RT, jika kamu lupa"ucap Rayan.


"Tuan muda, seharusnya, anda bangun dari mimpi buruk, karena ini sudah siang"ucap Daisy.


Gadis itu, lama-lama merasa sangat kesal, karena, Rayan terus membahas sesuatu yang mustahil bagi Daisy, bahkan dia sendiri tidak berani untuk bermimpi.


Daisy pun, langsung mengambilkan makanan untuk sarapan pagi Rayan.


"Dy, aku minta bekal makan siang ya sayang, aku bawa mobil nya pelan, dan mungkin akan terlambat pulang ke rumah"ucap Rayan.


"Kan, ada restaurant tuan anda bisa mampir di sana"ucap Rayan.


"Dy, aku hanya minta, bekal, apa? kamu keberatan dengan itu"tanya Rayan.


"Tidak keberatan, Ray, jangan salah paham, aku hanya takut, makanannya basi sebelum sampai, soalnya, tidak ada wadah yang bagus untuk menjaga suhu makanan"ucap Daisy.


"Dy, pokonya aku tidak mau tau kamu harus buat makanan itu"ucap Rayan.


"Baiklah jika hanya ayam dan ikan goreng aku buatkan langsung sekarang juga"ucap Daisy.


"Baiklah itu saja tidak masalah"ucap Rayan.


"Terimakasih, sayang, aku sudah transfer uang belanja untuk kebutuhan kalian bertiga selama disini ingat untuk mengisi ulang ikan di Empang, karena bukan tidak mungkin adikku, akan sering memancing ikan"ucap Daisy.


"Baiklah, aku akan mengisi nya, dengan sangat banyak dan ikan yang besar-besar"ucap Daisy.


"Tentu saja Sayang Dy, apa? orang-orang yang waktu itu, datang lagi"tanya Rayan.


"Tidak ada tuan"ucap Daisy.


"Baiklah Sayang, tapi jika mereka datang lagi, pengacara ku, akan menuntut mereka semua jika, mereka berani melakukan hal yang sama"ucap Rayan.


"Terimakasih Ray"ujar Daisy yang kini menatap Rayan, yang sibuk dengan makanan nya..


"Kau calon istri ku, jadi sudah sepantasnya aku melindungi mu"ucap Rayan.


Pria itu pun sudah bersiap untuk pergi, tapi Daisy, belum juga datang menghampiri nya, Daisy pun hanya duduk menemani Anya dan Agam yang baru saja sarapan.


"Dy" ujar Rayan dari dalam ruang keluarga.


"Daisy diam tetap tak bergeming di tempat, meskipun Rayan kembali memanggil nya.


"Dy!"


"Apa?"jawab Daisy, sambil berjalan menghampiri nya.


"Kamu sedang melakukan apa?Jam segini sudah membuat, orang kesal" ucap Rayan.


"Tidak ada, memangnya ada apa? bukan nya tuan akan pergi"ujar Daisy.


"Aku memang akan pergi, tapi nunggu calon istri ku, dulu"ucap Rayan.


"Owh ya ampun, dengan alasan itu lagi"ucap Daisy.


Cuph...


"R Ray" ucap Daisy kesal.


"Gitu aja gak peka"ucap Daisy.


"Dy, peluk dulu" ucap Rayan sambil menarik tangan Daisy, agar dia bisa mendekap erat Daisy, sebelum pergi.


"Rayan, lepas, bagaimana jika mereka melihat"ucap Daisy.


"Tidak masalah, agar kamu bisa nyadar, kalo aku ingin dimanja sebelum pergi, tidak peka, banget sih"ucap Rayan.


"Aku, bukan tidak peka, tapi calon istri mu adalah Almira, ingat itu"ucap Daisy.


"Aku hanya mencintai mu"ucap Rayan.


"Terserah oke"ucap Daisy.


Rayan pun pergi setelah mengecup bibir Daisy, lagi-lagi Daisy dibuat geram dengan tingkah Rayan.


Sementara itu, Anya dan Agam, dan Anya, bukan tidak tau, tapi mereka sengaja membiarkan itu.


Mereka ingin supaya Daisy, terikat dengan Rayan, agar ada alasan untuk mereka lebih dekat dengan ibu nya itu.


..............................

__ADS_1


Satu Minggu berlalu, dari sejak itu, mereka berdua semakin dekat, Daisy setiap hari menjadi pemandu wisata, bagi mereka, termasuk saat mereka main di sungai yang begitu jernih, dengan ciri khas bebatuan besar, dan juga adanya, pepohonan yang rindang dan rimbun di sekitar pedesaan membuat mereka ingin bermain lama-lama tidak hanya itu mereka juga berteman dengan para pemuda, warga desa yang saat itu menolong mereka, tentu saja dengan senang hati mereka mau bertemu dengan Anya dan Agam, karena keduanya selalu royal bagi-bagi rejeki.


Ada Aris, Riki dan Joni, dan masih banyak lagi yang lainnya, hari ini rencananya mereka akan main ke bukit yang ada di desa sebelah, Daisy, pun ikut serta karena mereka tidak ingin pergi tanpa mommy nya.


Hingga, tiba di desa sebelah, Daisy dan rombongan, sudah disajikan pemandangan yang lebih menarik lagi, ada pesawahan yang terhampar luas, dengan padi yang sudah hampir berbuah, terlihat semakin indah.


Karena jalanan, yang mereka lewati, adalah pesawahan, berkali-kali, Anya minta foto di area itu bahkan dia sempat meminjam kain panjang dan caping, yang mereka gunakan sebagai ciri khas gadis desa yang bekerja di sawah, berkali-kali Daisy, harus mendandani Anya, hanya karena anak nya itu, minta di foto.


Dan, mereka yang bergabung dalam rombongan berkali-kali, mentertawakan Anya, meskipun, ada beberapa orang dari mereka yang mengagumi, gadis manja itu.


Daisy, pun kembali meminta mereka untuk segera melanjutkan perjalanan, agar tidak terlalu larut pas nanti mereka pulang ke rumah.


Sesampainya di sebuah bukit yang cukup indah dipenuhi oleh bunga-bunga liar yang ada di sana, Daisy pun kembali disibukkan dengan sesi foto ala prewedding outdoor, bersama dengan Agam, dan Anya, ada Riki dan Daisy, yang kini saling memunggungi dengan wajah, saling melirik satu sama lain, mereka begitu terlihat mesra, hingga yang lain kagum.


tidak hanya mengambil gambar keindahan alam, tapi mereka juga mengabadikan momen berenang di air terjun yang ada di sana, sekaligus foto-foto, hingga hujan deras pun tiba, mereka buru-buru meninggalkan sungai, sebelum air sungai menjadi deras, dan banjir, karena itu yang biasanya terjadi, kini mereka tengah berjalan melewati jalan bebatuan yang tak jauh dari sawah yang tadi mereka lewati.


Daisy, meminta mereka berhenti di sebuah warung kecil pinggir jalan, untuk mengisi perut, karena dia tau anak nya, belum menyentuh bekal yang mereka bawa, saking asyiknya bermain air dan berfoto.


"Anya, Agam makan dulu ya, nanti kalian sakit perut, mommy nanti disalahkan oleh, kakak kalian"ucap Daisy, yang sontak membuat orang-orang yang melihat itu merasa heran.


"Neng gak salah, situ masih muda, usia juga gak terlalu jauh berbeda, kok, dipanggil mommy"ucap ibu warung.


"Aneh gimana? Bu, mereka memang anak-anak saya"ucap Daisy.


"Apa? kamu menikah dengan ayah mereka, seperti yang kebanyakan" ucap si ibu warung yang super kepo banget.


"Tidak Bu, saya bahkan belum menikah, mereka anak-anak saya"ucap Daisy lagi, sambil memberikan piring sama sendok untuk keduanya.


"Eleuh, si ibu kepo" ucap yang lainnya kompak.


"Bentar mom, Anya, simpan tas Anya dulu di mobil, kunci nya mana De"ujar Anya.


"Di dalam tas"jawab Agam sambil memasukkan sendok berisi makanan tersebut.


"Mom, apa? ada tempat indah lainnya di daerah sini"tanya Agam.


"Masih banyak, tapi jadwal kuliah nya, harus tetap diisi, nanti kak Rayan, marah mommy, gak mau bela kalian"ucap Daisy.


"Iya mom"ucap Agam.


"Mereka pun akhirnya makan siang bersama, meskipun sudah pukul tiga sore.


Saat mereka tengah asik makan, tiba-tiba, seorang ibu, yang hendak membeli sembako di warung tersebut, dia langsung melirik Daisy, dengan lirikan tak suka.


"Ih, kamu mah warung di singgahi pelacur,mau saja nanti kena sial"ucap ibu, tersebut yang ternyata adalah bibinya si Fandi.


"Siapa? yang anda sebut pelacur"teriak Anya, marah.


"Itu, si Daisy, untung saja tidak jadi mantu kakak saya, saat ini, karena dia juga, calon mantu kakak, saya jadi korban pelecehan, hingga hilang keperawanan nya, dan akhirnya batal menikah dengan PANDI"ucap wanita paruh baya tersebut.


"Hey! punya mulut itu di jaga ya, mau saya tuntut, atas pencernaan nama baik, anda bisa dipenjara saat ini juga"ucap Agam, yang menggebrak meja.


"Hey, anak muda, tau apa? kamu soal hukum yang ada dia yang kamu bela yang harus di penjara, karena telah menjual anak gadis orang.


"Apa? tidak salah, bukan kah calon istri keponakan mu itu, memang seorang kupu-kupu malam, jadi apanya yang di jual, kan lucu, dia sendiri yang menjajakan tubuhnya, dengan murah meriah, apa? anda butuh bukti"ucap Agam, yang terbakar emosi.


pria itu langsung membuka website, tentang porno grapi , dan memperlihatkan deretan wanita malam yang pernah, dia cari tahu, bersama dengan sang kakak Rayan, dan foto Ida, juga Vidio panas nya ada di sana, betapa tercengang nya semua orang.


"Masih mau membalikkan fakta"ucap Agam.


Wanita itu tiba-tiba gemetaran.


"Ayo, bicara buruk lagi tentang mommy saya"ucap Anya, yang kini sudah mengangkat tongkat kayu yang tadi dia bawa dan di pukul-pukul ke tangan, menakut-nakuti orang tersebut, hingga lari terbirit-birit.


Daisy, hanya tersenyum kecil, ternyata keduanya begitu sayang dan perhatian pada nya.


"Terimakasih, anak-anak ku, kalian memang sangat baik"ucap Daisy.


"Sama-sama mom, lagian heran, ya di kampung yang jarang ada sosial media saja gosip lebih cepat menyebar, apalagi kalau sudah banyak internet"ucap Agam.


"Biasa kawan, bacot tetangga memang kecepatan nya, lebih tinggi dari internet"ucap Riki, yang kini memberikan air minum pada Daisy, Riki, usianya lebih tua dari Daisy tiga tahun, jadi dia adalah pemandu acara jalan-jalan mereka, dia adalah cucu pak RT, di tempat tinggal Daisy.


"Terimakasih A"ucap Daisy


"Sama-sama, teh"jawab Riki.


Daisy pun membayar semua jajanan yang mereka ambil, termasuk rokok dan kopi.


"Ayo pulang takut keburu petang"ucap Daisy.


"Bentar mom, bayarin ini dulu"ucap nya, sambil mengambil satu pak kuaci, Anya bilang itu untuk begadang nanti malam, sambil mengerjakan tugas kuliah nya.

__ADS_1


"Baiklah, ini ambil"ucap Daisy sambil menyodorkan selembar uang kertas berwarna merah.


"Mereka pun bersiap masuk kedalam mobil, kali ini Anya yang menyetir, karena dia sudah tau jalanan yang mereka lewati tadi, dia duduk di depan bersama dengan Daisy.


__ADS_2