
Rayan, bangkit dari duduknya pria itu bahkan hampir menjatuhkan tubuh Daisy, yang duduk di pangkuannya.
"Jangan lancang kamu Daisy!"ucap Rayan tegas.
"Apa? aku tidak boleh bermanja-manja pada suamiku sendiri, lihat aku sudah dandan secantik ini mungkin saja kamu ingin menuntaskan sesuatu"ujar Daisy.
"Apa? yang kamu maksud, siapa? yang kamu sebut istri jangan macam-macam"tanya Rayan.
"Aku! aku istri mu bukan wanita ular itu, atau kamu benar-benar sudah hilang ingatan hingga kau lupa siapa? istri mu, tapi baguslah jika begitu aku bisa menikah dengan pria yang selama ini sangat mencintai ku"ucap Daisy.
"Apa? yang kau ucapkan"tanya Rayan.
Tatapan mata tajam itu Begitu mengintimidasi, wanita itu bahkan mundur secara perlahan karena Rayan mendekat bahkan lebih dekat hingga tidak ada jarak diantara mereka berdua.
"Jangan coba-coba berbuat sesuatu hal yang sangat aku benci sekarang pergi dan jangan pernah temui aku lagi."
"Baiklah jika seperti itu, sampai kapan pun aku tak akan pernah menemui pria yang sama sekali tidak mencintai ku, bahkan tidak pernah berharap aku ada di sini"ucap Daisy sambil berjalan dengan langkah elegan, dress yang sangat mini bahan nya itu bahkan tidak bisa menutupi bagian yang menonjol di atas, hingga Rayan, langsung menutup itu dengan jas nya.
"Gunakan itu, jika kau tidak ingin ada anjing liar yang akan mengejar mu"ucap Rayan.
"Tidak usah pedulikan aku, setidaknya masih ada yang mau menatap ku meskipun mereka menatap ku, dengan tatapan jijik, tidak seperti suamiku, yang bahkan hanya tertarik dengan wanita lain daripada istrinya sendiri"ucap Daisy yang kembali melempar jas tersebut pada Rayan.
Rayan pun mendengus pelan, dia benar-benar harus ekstra sabar untuk menghadapi godaan yang datang dari sang istri yang kini tengah menguji iman nya.
Rayan, berjalan perlahan menuju pintu dia hendak memastikan bahwa istrinya itu sudah benar-benar pergi setelah itu ia buru-buru lari kedalam kamar mandi pria itu sudah tidak tahan ingin membuang sesuatu yang sedari tadi mengganggu otaknya.
Rayan, mencuci wajah nya, di wastafel berkali-kali dia mendinginkan pikiran nya yang terasa panas itu, dengan cara mengusap puncak kepala nya dengan air yang mengalir deras.
Bagaimana bisa istrinya itu menggunakan pakaian yang begitu kurang bahan saat akan menemuinya, meskipun pria itu hilang ingatan sekalipun, dia akan tetap tergoda dengan itu.
Hingga Rayan, menghubungi seseorang setelah keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan fresh, pria itu langsung menghubungi seseorang untuk memastikan istrinya pulang dalam keadaan selamat.
Sementara itu Daisy, hatinya masih sangat dongkol saat ini jika saja mereka benar-benar sedang berduaan saja dan tidak ada karyawan lain, maka sudah bisa dipastikan bahwa Daisy akan membuat Rayan, tidak bisa menahan diri lagi.
Daisy, dan Sheng, kini sudah tiba di rumah besar itu, Daisy yang kini menggunakan mantel yang ia bawa saat akan pergi tapi di bawa oleh Sheng.
"Misi gagal sheng dia benar-benar sudah hilang ingatan"ujar Daisy.
"Sabar nona masih banyak waktu"ucap Sheng.
Daisy pun pamit untuk kembali ke kamarnya untuk istirahat sambil menelpon putranya itu.
Sementara itu di kantor, Rayan, baru saja menyelesaikan sarapan pagi nya yang tadi dibawakan oleh istrinya itu.
Pria itu bahkan sempat menitikkan air mata, ternyata istrinya lebih mencintai dirinya, selama ini.
"Terimakasih Dy, sayang ku, semoga kamu selalu bahagia dan maafkan sikap ku"ucap Rayan.
Rayan pun membereskan kotak bekal itu dan menyimpan nya di toilet pribadinya.
Agar tidak ada yang tau itu.
Sementara Daisy, setelah menghubungi putra semata wayangnya wanita itu langsung memejamkan mata nya karena didera rasa kantuk yang berlebihan saat hamil anak kedua nya itu.
Daisy ingin sekali berbagai kebahagiaan itu dan ingin bermanja-manja pada suaminya, tapi sayang keadaan sedang genting dia bahkan harus merahasiakan kehamilan itu, karena bukan tidak mungkin akan terancam bahaya.
Sementara Agam dan Anya, kini tengah menangis, saat tau orang tua kandung nya, ternyata meninggal karena dibunuh, bukan mengalami kecelakaan maut seperti yang selama ini mereka tau karena tidak sedikit pun ada luka pisik yang berarti hanya ada memar-memar dan juga keadaan mereka masih utuh saat ditemukan didalam mobil yang rusak parah itu.
"Mommy.....Daddy..... ternyata selama ini dugaan kami benar bahwa mommy dan Daddy tidak mengalami kecelakaan, hiks hiks hiks, semoga pelakunya cepat tertangkap Agam dan Anya, akan memberikan mereka pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan"ucap Agam dan Anya bersahutan mereka benar-benar terluka dalam saat ini saat mengetahui bahwa ternyata keluarga nya, meninggal di tangan orang lain.
Mereka, pun membayar para detektif Conan yang tidak lain adalah sahabat mereka saat SMA, yang kini bekerja di bidang tersebut.
Agam dan Anya kini tengah berada di dalam mobil mereka akan kembali pulang ke rumah mereka karena hari ini tidak memungkinkan untuk mereka bekerja, tapi ditengah perjalanan mobil mereka dihentikan oleh beberapa orang yang menghadang perjalanan nya, Agam meminta Anya untuk berpegang sekalipun mereka harus membunuh orang Agam akan melakukan nya untuk melindungi diri pria itu, tidak akan pernah membiarkan siapapun melukai keluarga nya lagi, mobil Agam, bukan nya berhenti tapi malah terus tancap gas hingga mereka yang bersenjata itu hampir tertabrak dan Agam, terus menambah kecepatan tinggi hingga mereka tidak bisa mengejar atau menembak.
__ADS_1
Mereka bahkan langsung melaporkan tidak kriminal tersebut dan juga kasus kematian kedua orang tua mereka saat itu juga, beruntung pihak yang berwajib begitu cepat tanggap, sehingga laporan tersebut langsung di proses, Agam langsung menelpon sahabatnya untuk meminta penjagaan di rumah nya Agam, bahkan akan membayar mahal untuk itu.
Sesampainya di rumah Daisy, sedang menyiapkan makan siang untuk mereka di meja dan saat itu juga keduanya berhambur memeluk Daisy, mereka menangis mengadu sepuasnya.
Sampai seseorang datang"Ada apa? ini Yang"ucap seorang pria yang tak lain adalah Riki, yang baru datang dari desa.
"AA...hiks hiks hiks mommy dan Daddy ternyata meninggal karena dibunuh bukan karena kecelakaan" ucap Anya, yang kini memeluk Riki, sangat erat.
Perlahan Riki, membalas pelukan tersebut lalu dia berkata" Siapa? yang berani melakukan itu" ucap Riki.
"Belum ketahuan dalang nya, tapi yang jelas saat ini tengah ditangani oleh polisi, dan para pelaku akan segera ditangani oleh pihak kepolisian" ucap Anya, yang masih terisak.
"Sabar sayang, semoga semua nya segera terungkap"ucap Riki , yang selalu setia mendekap Anya, sambil duduk di kursi, sementara Agam, bersandar di bahu Daisy.
........................
Setelah beberapa saat, saat keadaan tenang akhirnya Agam, bersama dengan Daisy, Riki juga Anya dan Sheng, tengah makan bersama.
Mereka tidak ada komentar Daisy pun tetap terdiam hingga beberapa orang polisi datang membuat mereka menghentikan makan siang mereka, meskipun Sheng, meminta mereka untuk melanjutkan makan karena dia yang akan mengurus semuanya.
Sheng Riki dan Agam pun mulai percakapan mereka saat ini tidak berlangsung lama, polisi hanya memberitahu bahwa pelaku tidak kejahatan sudah tertangkap mereka adalah orang suruhan dari gadis yang akan melarikan diri tapi beruntung berhasil di tangkap di bandara.
Agam dan Anya, sangat berterimakasih, atas semua itu, dan sekarang mereka tengah bersiap untuk pergi menemui orang tersebut.
Sesampainya di sana mereka melihat wanita yang selama ini bersikap seperti ibu, ternyata adalah Monster.
Agam bahkan meludahi wajah Gadis, tidak perduli dengan hubungan mereka selama ini.
"Kurang ajar! akan aku habisi kalian semua"ucap Gadis.
"Kau adalah Monster yang selama ini berpura-pura menjadi pelindung, padahal kau adalah iblis yang sebenarnya, untung saja kau tidak ditemukan oleh kakak ku hingga kau selamat tapi jangan merasa menang dulu karena pembalas ku akan lebih mengerikan lagi dari nya"ucap Agam.
"Kau pikir kau bisa melakukan itu heuhhhhh!bahkan nyawa kalian pun tidak akan lama lagi"ucap Gadis.
Hingga akhirnya perdebatan itu berakhir karena Gadis, kembali dibawa kedalam sel tahanan.
Mereka berlima pun langsung kembali ke rumah mereka.
Sesampainya di sana Rayan, yang sedari tadi menunggu nya, langsung menghambur memeluk Daisy, pria itu tidak perlu lagi, berpura-pura hilang ingatan, bahkan Rayan membawa bukti kejahatan yang sangat komplit tidak sia-sia selama ini ia menahan rindu dan kesedihan saat wanita yang ia cintai harus menjauh dari hidup nya.
Dia juga menghambur memeluk kedua adiknya dan meminta maaf atas kejadian waktu itu, Rayan memang sempat hilang ingatan tapi saat setelah Agam, mengatakan Daisy adalah istri Rayan yang sebenarnya, dari situ Rayan, mencari tau tentang, semua nya.
Daisy pun menangis dalam pelukan Rayan.
"Aku kira mas beneran ngelupain aku, dan anak-anak kita, sambil mengelus perut ratanya itu.
"Dy, apa? yang kamu katakan sayang, aku tidak mungkin melakukan itu"ujar Rayan.
"Mas, tau anak kita bertambah"ujar Daisy lagi.
"Maksudnya sayang"ucap Rayan.
"Ini"tunjuk Daisy, pada perut ratanya itu.
"Benarkah itu sayang"ucap Rayan.
"Tentu saja" ucap Daisy.
"Owh sayangku terimakasih banyak aku sangat bahagia"ucap Rayan, sambil memeluk erat istrinya itu tangis haru pun pecah.
"Teteh hamil"ucap Riki.
"Ya A...tth hamil"ucap Daisy.
__ADS_1
"Selamat ya th aku dapat keponakan banyak, biar Anya, tidak kesepian"ucap Riki.
"Adik A... bukan keponakan aku belum terlalu tua"Ucap Anya, yang disambut gelak tawa orang-orang yang ada di sana.
Daisy dan Rayan pun duduk bersama di sofa, bareng keluarga besarnya itu.
Daisy bersandar di dada Rayan yang kini berkali-kali mengecup puncak kepala nya.
"Sayang, aku belum makan"ujar Rayan.
"Mas, mau makan apa? biar Dy siapkan"ujar Daisy.
"Apa? saja mas suka semua yang kamu masak yang"ucap Rayan.
"Baiklah mas tunggu disini semua juga belum makan malam"ucap Daisy.
Daisy, langsung bergegas menuju dapur wanita itu hendak memasak untuk makan malam.
Daisy kini dibantu oleh Anya meracik bumbu dan menyiapkan bahan masakan, hingga selesai, saat ini Anya lebih banyak belajar agar dia bisa memasak makanan untuk suaminya kelak, rencananya jika tidak ada halangan Rayan, akan menggelar pesta pernikahan adiknya itu di hotel berbintang miliknya.
Sampai saat ini Riki, sedang menabung untuk semua itu, dia tidak ingin semua biyaya ditanggung oleh keluarga Anya, karena dia adalah calon suaminya, yang harus bertanggung jawab.
Sampai saat mereka selesai makan malam akhirnya Daisy dan Rayan beristirahat sambil melepas rindu.
Sementara Riki, masih setia mengobrol dengan Anya, di ruang santai dan Agam, duduk termenung di balkon kamar nya, dia kepikiran tentang semua yang terjadi pada keluarga nya.
Agam terus menatap langit berbintang dia bergumam lirih.
"Mommy Daddy, Agam minta maaf jika selama ini Agam, tidak tau apa? yang sudah terjadi, jika saja kakak tidak ada bersama dengan kami mungkin kami juga sudah tidak ada didunia ini"ucap Agam lirih.
"mommy Daddy, Agam akan buat wanita itu lebih menderita dari yang kalian rasakan hingga dia akan memohon kematian"ucap Agam.
Agam menitikkan air mata, saat mengingat bahwa kedua orang tuanya itu mati di bunuh.
Hingga menjelang pagi hari, semua sudah bersiap untuk beraktifitas, Daisy seperti biasanya menyiapkan sarapan pagi, rencananya Anya dan Riki, akan pergi ke desa, untuk menemui kedua orang tua Riki.
"Anya, apa? tidak sebaiknya kita berangkat bersama tapi tidak hari ini soalnya kakak masih punya banyak pekerjaan yang tertunda"ucap Rayan.
"Mas, aku juga akan pulang ke rumah papah, mau menjemput David"ucap Daisy.
"Sayang, kamu akan pergi dengan mas cinta, mana boleh pergi sendiri"ucap Rayan.
"Baiklah terserah mas saja"ucap Daisy.
"Aku sama A Riki, duluan ke kampung nanti mommy dan Agam nyusul"ucap Anya.
"Terus, kamu bobo sendiri di rumah kita memang nya bisa"ucap Rayan.
"Ada teman Anya, disana Anya akan meminta mereka untuk menemani Anya"ucap nya.
"Baiklah lagipula kasihan calon suami mu, sudah jauh-jauh datang ke sini, tapi ingat jangan macam-macam kalian belum sah"ucap Rayan.
"Tentu kak, kakak bisa percaya sama Anya"ucap Anya.
"Tentu baiklah-baiklah"ucap Rayan.
Daisy, hanya terkekeh geli, Rayan selalu berhati-hati dalam berbuat dan bertindak semua nya ternyata karena itu.
Dia ingin adiknya juga terjaga dengan baik, maka dia tidak pernah mengecewakan wanita dengan perbuatan buruknya, kasusnya dengan Nora, pun hanya jebakan semata bukan Rayan, yang melakukan semua itu.
Kini Daisy, tengah bersiap untuk pergi ke kantor suaminya, untuk mengirimkan bekal makan siang nya, tapi di tengah jalan dia berhenti untuk membeli rujak buah yang terlihat sangat menggiurkan lidah nya.
Daisy duduk di bangku yang tersedia di sana sambil menunggu abang-abang penjual rujak melayani pelanggan yang datang lebih dulu, Daisy mengambil kotak makanan yang kosong dari dalam mobil untuk wadah rujak nya, dia tidak ingin menggunakan rujak milik Abang itu karena Rayan pasti protes gara-gara jajan di pinggir jalan.
__ADS_1