Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Resmi#


__ADS_3

Setelah hari pesta pernikahan mewah itu kembali digelar.


Agam dan Novita kini tinggal di rumah besar milik Agam, sementara Anya dan Ricky tinggal di apartemen milik Anya.


Sebenarnya Ricky, sudah membangun rumah di kampung namun karena tuntutan pekerjaan mereka terpaksa harus tinggal di ibukota.


Ricky kini tengah berada di dalam kamar mandi sementara itu Anya tengah menyiapkan keperluan untuk suaminya itu.


Setelah Ricky keluar dari dalam kamar mandi, Anya bergantian masuk kedalam sana.


"Yang... kenapa? tidak barengan saja tadi mandi nya biar cepat"ucap Ricky.


"Enggak ah malu tau A"jawab Anya.


"Udah halal juga masih malu"ucap Ricky.


"Tapi kan belum sampai tahap"ucapan Anya terhenti begitu saja.


"Apa?"goda Ricky.


"Itu "ucapan Anya terhenti saat Ricky hendak mendekat gadis y langsung nyelonong pergi.


"Yang, kamu buka pintu nya dong."goda Ricky.


Ricky terus menggoda Anya, sementara Anya tetap melanjutkan mandi nya.


Ricky pun mengalah dan pergi meninggalkan Anya menuju tepi ranjang dimana baju untuk nya kini tersedia di sana.


Sementara itu di rumah besar Agam, Novita kini tengah duduk menikmati tontonan kartun kesukaan nya, sampai sang suami duduk pun wanita itu tidak menyadari nya.


Dia sedang menonton film petualangan wanita yang kini sudah resmi menjadi istri Agam, dia selalu menyempatkan diri untuk berpetualang.


"Yang... sampai gak sadar ada suami disini"ucap Agam.


"Hehehe...maaf kak, habis sedang seru-serunya"ucap istrinya itu.


Agam tetap berusaha untuk sabar dan memenangkan hati istrinya, meskipun dia sudah mendambakan bulan madu bersama dengan istrinya itu.


Tapi Novita hingga saat ini dia belum siap untuk melepaskan aset berharga nya hanya karena alasan bahwa dia belum benar-benar siap untuk menjadi seorang ibu muda, karena Agam ingin segera memiliki anak setelah bulan madu tersebut.


"Yang apa? Vita ingin berlibur ke luar negeri"ucap Agam lembut sambil membelai rambut istrinya itu.


"Tidak kak disini saja lagipula besok aku juga harus mulai mengurus perusahaan milik papah, aku pasti akan sangat sibuk"jawab gadis itu.


"Yang biar mas saja yang kerja kamu cukup duduk santai di rumah menikmati hasil kerja keras kakak dan untuk perusahaan itu, sebaiknya kamu pantau dari rumah saja, sesekali aku akan datang untuk memeriksa semua itu"ucap Agam.


"Tidak Yang... kamu sudah sangat cape aku tidak ingin kamu melakukan hal itu lagipula perusahaan papah butuh penanganan yang serius setiap waktu"ucap Novita.


"Sayang kamu percayakan semua padaku, aku yang akan mengurus semuanya, dan kamu bisa bersantai"ucap Agam.

__ADS_1


"Kak aku bukan tidak percaya tapi aku juga tidak punya kegiatan tangan aku gatal jika terus duduk santai terus"ucap Novita.


"Novita sayang kamu tidak akan bosan jika kita sudah punya anak nanti kamu bisa mengurus mereka kita bisa ciptakan rumah yang bahagia rumah yang benar-benar nyaman dan aman, untuk kita pulang ke dalam nya"ucap Agam.


"Benarkah"ucap Novita.


"Kamu lihat kakak dan mommy kebahagiaan mereka berdua semakin bertambah dengan bertambahnya anak mereka saat ini"ucap Agam.


"Heumm ya sih, kak"ujar Novita.


"Mulai sekarang kamu tidak boleh panggil kakak, kamu panggil Abang atau mas, karena kita sudah resmi menikah cinta"ucap Agam lembut.


"Baiklah bang"ucap Novita.


"Heumm sepertinya terdengar enak, yang kamar yuk"ucap Agam.


"Heumm ya Abang, tapi aku masih takut"ucap Agam.


"jangan takut sayang kita akan terbiasa setelah itu"bisik Agam.


mereka berdua pun pergi menuju kamar utama tempat dimana mereka tidur setiap malam nya.


"Abang kenapa? tidak kak Anya saja yang tinggal di sini, kita tinggal di rumah papah, kasihan rumah itu kosong"ucap Novita.


"Sudah kewajiban ku membawa mu untuk tinggal di rumah ku, setelah menikah, sebesar apapun rumah mu, tidak pantas pria seperti ku untuk terus menempati rumah istrinya, ini rumah mu sayang, kak Rayan sudah punya mention, dan kak Anya punya apartemen yang cukup luas, jika dia ingin rumah ini pun tidak masalah, aku bisa membelikan mu rumah yang jauh lebih besar dari ini tapi sayang jika tidak ditempati"ujar Agam.


"Heumm baik'lah cinta"ucap Agam.


Agam langsung melakukan pemesanan yang sering mereka lakukan meskipun ending nya tidak seperti harapan, tapi Agam terus bersabar menghadapi istrinya itu.


Sementara itu di kediaman Anya, hal yang sama sedang terjadi wanita itu kini tengah menunaikan kewajiban nya pada suaminya itu, meskipun tidak segampang yang dibayangkan.


Di mention sendiri Daisy kini tengah tertidur lelap di dalam dekapan Rayan, pasangan suami istri itu kini tengah berada di alam mimpi.


Hari demi hari mereka lalui dengan bekerja dan berbahagia dengan kehidupan rumah tangga yang mereka jalani saat ini.


Tidak terasa usia kandungan Daisy kini sudah menginjak usia lima bulan, bayi berjenis kelamin perempuan itu, sudah sangat dinantikan oleh Rayan maupun Daisy, juga David.


Mereka akan segera menyiapkan kamar untuk sikecil nanti tapi Rayendra melarang bukan karena dia tidak sayang dengan cucunya itu tapi pria itu bilang jika semua itu pamali, karena kandungan Daisy, masih berusia lima bulan kecuali jika nanti sudah sembilan bulan.


Akhirnya Rayan mendengarkan apa? yang di katakan oleh Daddynya itu.


"Sayang Daddy bilang semua itu tidak boleh dilakukan karena pamali"ucap Rayan.


"Iya sayang memang belum boleh"ucap Daisy yang sudah tahu dari sebelumnya.


"Baiklah sayang ku"ucap Rayan lemas, sebagai seorang ayah dia merasa sangat bahagia dengan anugerah terindah yang Tuhan berikan meskipun saat ini David lebih memilih untuk menemani kakek nya di luar negeri.


Daisy kini meminta pelayan untuk membantu dia memasak karena saat ini kedua anak angkat nya akan datang berkunjung.

__ADS_1


"Mereka punya keluarga masing-masing mereka pasti sudah bisa memasak"ucap Rayan.


"Sayang mereka berdua masih belum bisa mengurus perut mereka yang aneh bin ajaib itu"ucap Daisy.


"Aku juga heran sayang"ucap Rayan.


Obrolan mereka pun berakhir karena Daisy, kini sudah mulai memasak bahkan sangat sibuk dibantu oleh kedua pelayan yang kini menyiapkan bahan.


Sampai saat mereka selesai memasak mereka, yang di nanti pun datang dengan membawa koper kecil milik pasangan nya masing-masing.


Agam dan Anya langsung memeluk Daisy, sementara kedua pasangan mereka masing-masing hanya bersalaman dan cipika cipiki.


"Heumm dah wangi makanan ternyata"ucap Anya dan Agam juga Ricky.


"Tentu mommy tau kalian pasti sudah sangat laper beberapa hari ini gak makan masakan mommy"ucap Daisy.


"Heumm, ya mom"ucap keduanya kompak.


"Agam duduk di samping sang istri dan begitu juga Riki dan Anya Rayan dan Daisy, keduanya saling menyuapi sementara pasangan lain nya, mereka makan makanan tersebut sambil sesekali menonton kemesraan Rayan dan Daisy.


Hingga akhirnya Daisy, selesai makan diikuti oleh mereka semua kini mereka tengah duduk bersama di ruang keluarga.


"Mention ini terlalu besar, jika kalian tidak keberatan mommy ingin kalian semua tinggal di sini saja, kita bisa berbagi setiap lantai jika kalian mau"ucap Daisy.


"Tidak mommy, kami juga ingin membangun rumah tangga kami dari nol, saat ini kami masih masa-masa penyesuaian"ucap Agam dan Anya.


"Mommy hanya khawatir jika kalian belum bisa mencerna setiap makanan yang ada"ucap Daisy.


"Insyaallah kami baik-baik saja mommy"ucap Agam


"Syukurlah jika kalian baik-baik saja, Anya mommy mu memberikan hadiah rumah dan tempat nya tidak jauh dari area kantor mu, besok sudah bisa langsung ditempati"ucap Rayan.


"Terimakasih mom, padahal mommy tidak usah repot-repot untuk itu,kami masih nyaman tinggal di apartemen.


"Mommy harap kalian berdua secepatnya akan memiliki momongan, karena kalian juga butuh penerus keluarga"ucap Daisy.


"Tentu saja momm kami akan berusaha"jawab Agam.


"Ya sudah kalian sekarang bisa istirahat, karena kakak juga sudah sangat lelah"ucap Rayan.


Sampai saat jam tidur siang berakhir Agam dan semua nya kini tengah menikmati secangkir kopi dan teh.


Hanya Ricky sendirian kini tengah merenung di sana.


Mereka mengobrol dan bercanda tawa bersama, dengan riang gembira akhirnya sore berganti malam, semua sudah masuk kedalam kamar masing-masing, dan bagi yang pengantin baru mereka menghabiskan waktunya untuk melepas rindu.


Sementara Daisy sendiri kini sudah tertidur pulas di pelukan Rayan.


Rayan sendiri hanya bisa menahan gejolak bagaimana pun, mereka tidak terlalu boleh keseringan berhubungan karena Rayan suka lupa diri jika sudah begitu.

__ADS_1


__ADS_2