Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Ricky mabuk#


__ADS_3

Hingga pagi menjelang, semua orang sibuk beraktifitas para istri sibuk memasak lebih tepatnya membantu Daisy, memasak.


Bumil itu masih aktif sebagai koki, karena kedua anak angkat nya yang tak bisa makan buatan orang lain.


Para pria kini tengah gym di tempat fitness yang ada di lantai empat, sementara ketiga wanita cantik dengan porsi nya masing-masing sudah menata hidangan dengan menu makanan hasil kerja sama.


Setelah selesai menghilangkan sarapan pagi yang spesial itu akhirnya mereka mandi di dalam kamar masing-masing.


Di susul oleh para suami yang kini baru selesai gym .


"Sayang kamu sudah wangi"kata Agam.


"Sudah dong Bang tadi aku masak bareng mommy Dy dan kak Anya"ucap Novita.


"Gimana sudah bisa masak, seperti mommy"ucap Agam.


"Mommy memang lain dari yang lain bahkan dia sudah bisa menakar bumbu dan bahan tanpa melihat bahan yang tersedia"ucap Novita.


"Semua sudah ada di luar kepala mommy"ucap Agam.


"Mommy lulusan master chef ya."kata Novita.


"Kamu salah yang mommy kuliah di jurusan penerbangan, namun berhenti karena mommy hampir di jual sahabat nya pada mucikari, dan saat dia kabur kami lewat di jalanan tersebut."ucap Agam.


"Oh astaga kejamnya, apa? orang itu masih ada kalau ketemu dia aku akan jadikan dia perkedel"ucap Novita.


"Ada bahkan dia hadir di pernikahan kak Anya, dan keluarganya menyantet kak Anya"ucap Agam.


"Owh ya ampun sadisnya"ucap Novita yang terlihat sangat kaget.


"Heumm... begitu lah yang, sekarang Abang mandi dulu nanti sepulang kantor kita lanjut ngobrol"ucap Agam.


"Baiklah Abang ku sayang"ucap Novita.


Novita akhirnya selesai bersiap, untuk pergi ke perusahaan peninggalan kedua orang tua nya.


Sementara itu di kamar lain nya, Ricky kini tengah sibuk berkutat dengan laptopnya, pria itu sudah selesai bersiap karena mereka mandi bersama sambil menunggu Anya menggunakan makeup, Ricky mengecek jadwal di laptop nya.


"Sayang aku dah siap"kata Anya yang kini berdiri di hadapan Ricky.


"Heumm... istri ku ini memang wanita paling cantik"ucap Ricky.


"Terimakasih mas"balas Anya.


Mereka turun dari lantai dua hampir berbarengan dengan Agam.


Sementara itu di lantai tiga, Rayan bukanya bersiap untuk pergi ke kantor tapi malah bermanja-manja pada istrinya setelah keduanya mandi.


Rencananya Rayan, akan bekerja dari rumah mulai saat ini karena tidak ingin meninggalkan istrinya yang kini sudah hamil anak kedua nya padahal usia kehamilan Daisy, baru menginjak lima bulan.


Suka-suka sultan saja, toh tidak masuk kantor juga ada yang menghandle perusahaan nya asisten pribadi yang cukup setia.


Kini semua sudah berkumpul di ruang makan semua sudah menempati posisi duduk nya masing-masing hingga akhirnya mereka sarapan pagi bersama-sama.


"Sayang kamu kamu mau makan ini"tawar Rayan pada Daisy.


"Boleh mas, sepertinya ini sangat enak"ucap Daisy, saat Rayan mengeluarkan sepotong cake dari dalam lemari pendingin.


"Aku mau coba mommy"ucap Anya.


"Jangan coba-coba sayang ingat hari ini kita ada meeting penting"ucap Ricky yang takut jika isterinya itu sakit.


"Tidak apa-apa yang kan ada kamu"ucap Anya.


"AA, gak mau kamu kenapa-napa yang"ucap Ricky.


"Heumm baik'lah cinta"ucap Anya yang mengusap rahang mulus tanpa bulu tersebut.


"Mereka saling menunjukkan kemesraan termasuk Agam yang kini tengah disuapi oleh sang istri karena Agam, tiba-tiba saja harus mengecek laptop nya.


"Yang makan dulu, nanti baru lanjutan kerja nya"ucap Novita.


"Heumm baik'lah"jawab Agam, yang kini mengunyah makanan tersebut sambil sesekali mengelus puncak rambut istrinya itu.


"Agam, kakak ada meeting apa? kamu mau hadir"tanya Anya.


"Sepertinya tidak kak, aku harus ke lapangan untuk memeriksa semua nya"ucap Agam.


"Heumm baik'lah jadi hari ini kita kerja ekstra"ucap Anya.


"Jangan mengeluh kak, lihat istri ku saja tidak mengeluh sedikitpun padahal dia mengurus semua nya sendiri"ucap Agam.


"Heumm ya kamu benar tapi rasanya akhir-akhir ini, aku kurang bersemangat dan gampang lelah"ucap Anya.


"Sayang sebaiknya kamu periksa ke dokter, siapa tau saja lagi hamil"ujar Daisy.


"Apa? iya ya mommy jika benar berarti AA itu manusia super"ucap Anya.


"Apa? sayang"kata Ricky yang baru selesai mencuci tangan.

__ADS_1


"Aku hamil yang"ucap Anya.


"Alhamdulillah dong yang jika ia"ucap Ricky.


"Heumm, ekspresi nya tidak mengenakan begitu"ucap Anya.


"Tanya tth, apa? bisa orang hamil disaat baru satu minggu berhubungan"ujar Ricky.


"Heumm... Apahhh!"kaget semua orang.


Sementara Anya hanya nyengir kuda, dia sudah dibuat malu oleh suaminya sendiri, mereka memang baru satu minggu ini berhubungan intim, karena Anya selalu menggagalkan aksi Ricky meskipun nafsu sudah ubun-ubun. karena rasa takut yang menghantuinya dan saat browsing di internet, dia menemukan fakta bahwa berhubungan intim itu sangat menyakitkan dan banyak kasus yang menjadikan wanita itu trauma berat akan hal itu.


Tapi ternyata tidak setelah Ricky membuktikan itu dengan penuh kelembutan, sakit itu memang benar adanya tapi tidak sampai seperti yang diberitakan.


"Ada alasannya mommy"ucap Anya.


"Sudah sekarang periksa saja takutnya sakit nanti gimana"ucap Daisy.


"Vita sepertinya yang saat ini tengah hamil mom"ucap Agam.


"Abang bagaimana bisa orang honey moon nya saja baru satu bulan lalu"ucap Novita tanpa ragu.


Agam hanya tertawa, pria itu senang menggoda.


Mereka pun akhirnya berangkat menuju kantor masing-masing Agam pergi mengantar istrinya ke kantor.


Agam memarkirkan mobilnya di depan lobby kantor nya, setelah dia membuka pintu untuk sang istri Agam memeluk dan mencium bibir istrinya itu sekilas lalu pamit pergi .


Sementara Novita, hingga saat ini dia masih berdiri melihat kepergian suaminya hingga mobil itu tidak terlihat lagi.


Setelah mobil itu hilang dari pandangan nya dia menghela nafas panjang, lalu pergi menuju lantai teratas gedung tersebut dimana ruangan sang ayah dulu berada, setiap dia akan melewati lobby kantor tersebut, dia selalu melihat bayangan masa kecil nya, dimana sang mama selalu menuntun jalan nya hingga masuk ke dalam lift.


Air mata nya menetes karena ia begitu merindukan sosok papa dan mamanya yang selalu memanjakan dirinya, hingga kehadiran orang ketiga itu datang rumah tangga kedua orang tua nya hancur sang mama meninggal dunia dengan cara tak wajar.


"Papah mama aku merindukan mu"ucap Novita.


"Nona, muda sepertinya hari ini akan kedatangan tamu dari luar"ucap Asisten pribadi sang papah yang kini menjadi asisten nya.


"Owh baik'lah"jawab Novita.


....................


Agam yang sudah lebih dulu pulang setelah meninjau lokasi pembangunan dia mengira jika istrinya sudah kembali dari kantor, karena baterai ponsel nya habis dia bahkan tidak sempat menghubungi Novita.tapi saat tiba di Mention Daisy, bertanya tentang keberadaan Novita.


"Agam kamu pulang sendiri dimana Novita"ucap Daisy.


Agam, langsung pergi menuju perusahaan milik Novita.


Sesampainya di sana, dia pun langsung masuk kedalam ruangan Novita ternyata istrinya tengah mengadakan pertemuan dengan klien dari luar negeri bersama dengan beberapa orang, dia melihat Novita langsung berdiri, menghampiri suaminya yang masih menggunakan pakaian formal.


"Sayang maafkan aku aku baru selesai meeting"ucap Novita.


"Tidak apa-apa, Abang hanya khawatir"ucap Agam, sambil memeluk Novita.


"Heumm, aku pikir Abang masih berada di luar kota"ucap Novita.


Novita kini membawa Agam, duduk di sebelah mereka yang kini masih membahas semua tentang kerja sama mereka.


Setelah perbincangan panjang akhirnya semua kerja sama yang dibahas itu di sepakati oleh kedua belah pihak.


"Saya harap kerjasama kita bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak"ucap klien Novita.


"Ya"ucap Novita.


Mereka pun akhirnya pamit pergi, setelah itu Novita meraih tasnya dia pamit pada kedua asistennya.


"Abang aku rindu papah dan mamah"ucap Novita.


"Sayang besok Abang tidak akan ke kantor, kita bisa menginap di rumah papah dan mamah"ucap Agam.


"Baiklah"ucap Novita .


Agam langsung membawa istrinya kedalam dekapannya, sambil berjalan menuju pintu lift.


Sampai mereka tiba di basement kantor, mereka pun langsung masuk kedalam mobil, Agam kembali mengemudikan mobilnya menuju mention.


Sesampainya di sana, Agam melihat Anya, tengah menangis sesenggukan entah apa yang terjadi, tapi disana juga ada beberapa orang yang kini tengah membantu Ricky berdiri.


"Ada apa? ini kenapa.. kakak ipar"ucap Agam.


"Dia mabuk Agam, dia bahkan tidak sadarkan diri setelah klien kami pergi ke club"ucap Anya.


"Lalu kenapa? kakak menangis harusnya kakak mengurus dia agar cepat sadar"ucap Agam.


"Agam aku hanya takut dia akan mati"ucap Anya.


"Kakak, dia pria yang kuat"ucap Agam.


"Agam, kamu tidak tau bahwa A Ricky tidak pernah minum"ucap Anya.

__ADS_1


Anya akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua menuju kamar dimana Ricky, kini tengah mengacau.


"Abang sepertinya A Ricky benar-benar mabuk"ucap Novita.


"Sayang A Riki sudah dewasa"ucap Agam.


Mereka pun pergi menuju kamar mereka.


Agam langsung pergi menuju kamar mandi bareng Novita, mereka mandi bersama setelah itu juga mereka saling membantu mengeringkan rambut nya.


Setelah selesai berpakaian, keduanya langsung turun untuk makan malam bersama meskipun semua itu terlambat.


Agam duduk di kursi depan meja makan tersebut, Novita langsung melayani suami nya.


Agam, langsung menerima piring yang disodorkan kepada Agam.


"Sayang kita bisa makan berdua"ucap Agam.


"Yang kamu tidak bisa makan apa? yang aku makan"ucap Novita.


"Heumm baiklah-baiklah sayangku"ucap Agam.


Mereka pun makan bersama , hingga isi piring di hadapannya itu kosong.


Hingga akhirnya selesai makan malam Agam dan Novita langsung bergegas menuju kamar mereka, saat ini keduanya duduk sambil bersandar di headbord, sambil saling mendekap.


Sampai semua orang terlelap, dalam mimpi indah mereka.


Pagi hari nya Agam dan Novita duduk di ruang makan, sementara Anya belum juga keluar dari dalam kamar mereka, entah karena kelelahan atau mereka sedang tidak baik-baik saja saat ini.


Rayan datang ke kamar Anya, saat mendengar kabar semalam, dirinya tengah terlelap bersama dengan sang istri.


Sementara Anya saat ini tengah duduk terdiam di sofa menatap lekat wajah Ricky yang kini terlihat seakan tak tahu apapun.


"Yang... kamu mimpi kenapa? haru melihat ku seperti itu"ucap Ricky yang mengira bahwa semua yang terjadi semalam ada sebuah mimpi buruk.


"Anya kakak dan mommy mu, menunggu kalian berdua untuk sarapan"ucap Rayan yang masuk kedalam kamar adiknya.


"Anya belum lapar, A Ricky mungkin sudah laper"ucap Anya.


"Kak... Anya hanya sedang salah paham, jadi dia mogok makan"ucap Ricky.


"Ya aku memang sedang salah paham salah mengira jika ternyata aku salah jatuh cinta"ucap Anya.


"Yang kamu jangan kelewat batas"ucap Ricky.


"Ya aku kelewat batas, karena"


"Cukup Anya, kakak tidak ingin dengar keributan kalian"ucap Rayan.


"kalian duluan saja"ucap Anya.


"Baiklah bicara baik-baik"ucap Rayan.


Pria itu pun langsung pergi meninggalkan kamar sang adik, Rayan mengerti Anya, saat ini tengah dongkol.


"Mulai saat ini AA, cukup tinggal di rumah biar Anya yang bekerja. Anya lelah melihat AA yang bahkan tidak bisa menjaga diri sendiri"ucap Anya.


"Baiklah, aku memang tidak pernah menghasilkan apapun aku hanya membuat mu rugi, mulai besok aku akan pulang kampung saja"ucap Ricky.


"A! aku hanya meminta AA agar terus di rumah, dan aku yang akan kekantor bukan meminta mu untuk pulang kampung"ucap Anya.


"Aku tidak berguna, jadi untuk apa? aku ada disini"ucap Ricky.


"A aku tidak pernah bilang seperti itu"ucap Anya.


"Tapi tidak usah kamu bilang pun aku sudah mengerti"ucap Ricky.


"Yang!"ucap Anya.


Ricky langsung membereskan barang-barang nya kedalam koper, tapi Anya, berulang kali merebut semua itu.


"Yang, kamu sudah tidak sayang aku lagi"ucap Anya yang kini berlinang air mata.


Anya langsung berbalik dan pergi tapi Ricky mencegah langkah Anya.


"Anya kamu mau kemana?"ucap Ricky yang terdengar kasar untuk Anya, karena bahasa kasih mereka tidak seperti itu.


Anya tidak menjawab dia semakin terisak, dia tidak menyangka Ricky akan berubah secepat itu.


"Kamu sudah berubah A, bahkan hanya dalam sekejap mata AA sudah memperlakukan aku sebagai orang asing"ucap Anya.


"Yang... maafkan Aku aku tidak sengaja"ucap Ricky.


Anya tidak menjawab lagi dia hendak pergi, tapi lagi-lagi pria itu kembali memeluk Anya, dari belakang.


"Sayang aku sangat mencintaimu dan sebagai laki-laki aku merasa malu karena aku tidak bisa memberikan mu kebahagiaan seperti pria mapan"ucap Ricky.


"Yang aku tidak pernah menuntut mu untuk semua itu, aku sudah cukup bahagia dengan kebersamaan kita, aku hanya tidak ingin kamu kenapa-napa, dunia bisnis ini terlalu kejam jika kamu lengah sedikit saja maka akan tamat, aku hanya ingin AA, belajar untuk menjaga diri"

__ADS_1


__ADS_2