Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Berenang di Empang#


__ADS_3

Selama perjalanan menuju desa semua orang terlihat tersenyum bahagia terutama Daisy yang rindu akan kampung halaman nya selama ini.


Agam pun sama antusias nya seperti Daisy.


Hingga mereka tiba di desa semua orang terlihat tersenyum bahagia setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.


Rumah besar milik Daisy itu kini terlihat sangat nyaman dan sangat terawat.


Anya menyambut kedatangan mereka semua, suasana terlihat sangat ramai bahkan warga yang ada di sekitar rumah tersebut berdatangan saling bersilaturahmi saat itu juga.


Sherina yang melihat itu, mereka kagum karena di kota sudah jarang ditemukan orang yang seperti mereka.


Bahkan saking kagumnya pada raya dan Ray beberapa orang yang Daisy kenal kini berebutan ingin menggendong anak yang kini berusia dua tahun setengah itu.


"Agam!"teriak Vivian yang kini hendak memeluk pria itu namun Agam dengan sigap menghindar dari wanita itu alhasil Vivian kini nyungsep di bagasi mobil.


Sontak semua orang tertawa puas termasuk Rayan, hanya satu orang yang tidak tertawa dia adalah Sherina, yang kini menunggu jawaban dari pertanyaan yang ada di dalam hatinya.


"Sayang ayo masuk istirahat dulu kamu pasti sangat lelah"ucap Agam.


"Agam kamu tega"ujar Vivian.


"Kamu yang tega"ucap Rayan.


"Kak Rayan tega apaan sih gak jelas"tanya Vivian.


"Gak jelas bagaimana? tuh lihat bagasi mobil aku lecet gara-gara kamu"ucap Rayan datar.


Sontak perkataan Rayan kembali mengundang tawa.


Semua orang pun masuk, tinggal Agam dan Sherina beserta Vivian.


"Bisa jelaskan?"ucap Sherina datar.


"Tidak penting sayang dia wanita sinting yang selalu mengejar-ngejar aku"ucap Agam.


"Heumm,, ceritanya pengagum berat"ucap Sherina sambil tersenyum kecut.


Sherina langsung masuk disusul oleh Agam yang kini mencoba membujuk istrinya itu.


Sementara semua pelayan dan juga sopir tengah sibuk mengurus barang-barang yang baru tiba di dalam mobil box tersebut.


"Aku pulang Ambu"lirih Daisy yang kini menatap lekat sebuah foto lawas yang terpajang di dinding ruangan keluarga tersebut.


"Dion juga datang Bu"ucap Dion.


Semua orang menatap kearah kedua orang yang kini tengah berbicara dengan foto sesepuh rumah tersebut.


"Honey,, temani aku bobo."kata Rayan.


"Baiklah aku titip Raya dan Ray"ucap Daisy pada mereka yang ada di sana kebetulan baby sitter nya juga ada di sana mereka tiba paling belakang.


kini, Rayan sudah berada di atas ranjang miliknya bersama dengan Daisy, pria itu melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya lalu berbaring miring menghadap ke arah istrinya yang tengah mengganti pakaiannya.


Setelah, beberapa menit kemudian mereka berbaring dan memejamkan mata di sore hari yang cerah itu.


Sementara keadaan di bawah kini tengah gaduh dengan anak-anak yang bermain berlarian kesana kemari bersama dengan Baby sister mereka.


Sampai saat mereka terlelap tidur semua orang kini sedang beristirahat termasuk keluarganya dan rumah yang besar itu kini penuh dengan keluarga besar mereka.


Kebahagiaan terpancar dari wajah Daisy dan Dion.


Andaikan saja dulu mereka tidak pernah terpisah, mungkin saat ini Daisy sudah memiliki saudara kandung tapi sayang takdir berkata lain bahkan Ambu yang memiliki rumah itu pun kini sudah tiada di saat hidup berisi makmur.

__ADS_1


Daisy, bahkan belum sempat membahagiakan wanita tua yang sudah merawatnya sejak kecil, nenek dari ibunya itu adalah wanita terhebat yang pernah ada dalam hidup Daisy maka dari itu Daisy membangun rumah tersebut. agar semuanya masih terasa ada bersamanya.


Saat, waktu makan malam tiba Daisy bangun lebih awal dia pun pergi ke dapur bersama dengan berapa orang pelayan mereka menyiapkan semua bahan dan Daisy yang mengeksekusi bahan tersebut untuk Menjadi santapan lezat malam ini Sherina yang baru saja turun dari lantai atas dia pun ikut bergabung dan membantu kakak iparnya yang lain adalah ibu angkat dari Agam tersebut sekaligus kakak iparnya itu.


"Sherina,, sebaiknya kamu istirahat saja perjalanannya cukup jauh kan tapi di sini tempat ternyaman untuk Kakak selama ini apalagi di saat kami masih ada desa ini terasa hangat karena Ambu selalu berbagi dengan semua orang andaikan saja saat itu kakak tidak pergi ke kota mungkin kita tidak akan pernah bersama dan ambo juga tidak akan meninggal dalam keadaan sendirian tanpa diketahui orang lain"ucap Daisy sambil menatap kearah tempat duduk milik Ambu yang saat ini masih terletak di sudut ruangan yang sama tak jauh dari dapur dan teras yang ada di depan Empang.


"Yang sabar kak, semua itu memang terasa begitu sulit dan sangat menyakitkan tapi semua sudah kehendak yang maha kuasa kita hanya harus menjalani semua ini"ucap Sherina.


Sampai selesai memasak mereka berdua pun menghidangkan makanan tersebut di meja yang makan yang panjang dan memang khusus dirancang untuk keluarga besar mereka.


Sampai selesai barulah mereka memanggil seluruh keluarga yang kini berada di kamar mereka masing-masing.


Dan, begitu juga dengan Rayan yang baru saja selesai mandi disusul Agam, Anya dan Ricky sementara pipian dan keluarga pak RT tadi sudah kembali ke rumahnya masing-masing karena rumah itu terlalu penuh dengan keluarga besar Rayan.


"Heumm,, besok boleh tangkap ikan"ujar Agam.


"Boleh jika perlu ajak seluruh warga sekitar sini sudah terlalu banyak ikan di sana kasihan berdesakan kita bisa tanam yang baru"ucap Daisy.


"Wow,, Agam kita bisa pesta menu ikan buatan Mommy"ucap Anya.


"Kebiasaan kalian sudah dewasa harus belajar masak sendiri"ucap Rayan.


"Ya mommy gimana dong?."keluh Anya.


"Tidak apa-apa,, besok pagi kita ambil Ikan sepuasnya lagipula mommy juga mau mengadakan syukuran atas kebahagiaan kita"ucap Daisy.


"Setuju"ucap Agam.


"David juga mau ngasih alat tulis dan keperluan sekolah anak-anak di desa"ujar David.


"Baiklah daddy akan menelpon asisten daddy untuk menyiapkan semua itu agar besok siang semua sudah berada di sini"kata Rayan menimpali.


Semua orang makan malam bersama dengan hati riang gembira.


Dan saat itu juga makanan tersebut ludes tak bersisa.


Di kamar Agam pria itu tengah merengek meminta jatah, namun Sherina tidak menggubris nya karena dia sedang kesal saat mengingat bahwa di desa ini dia memiliki pengagum berat.


"Yank,, ayolah disini sangat dingin pasti akan sangat nyaman"ucap Agam.


"Apa? yang dingin hatiku sedang gerah"ucap Sherina.


"Sayang kamu masih marah gara-gara wanita sinting itu"tanya Agam.


......................


Pagi hari yang cerah matahari pun bersinar dengan indah menghangatkan bumi yang kini terasa sangat dingin, maklum mungkin karena disana suasana nya masih sangat asri.


Semua orang yang ada di rumah itu kini sedang menikmati mentari pagi sambil mengelilingi Empang yang kini tengah dikuras isi air nya agar memudahkan mengambil ikan nya.


Sampai saat timbul sikap jahil dari Sherina, saat ini dia melihat Vivian yang menggunakan rok mini dan atasan kurang bahan itu bersama dengan Ida yang juga hadir di sana Sherina berjalan di belakang mereka berdua dan dengan sengaja dia mendorong kedua wanita itu.


"Ah,, maaf aku tidak sengaja"ucap Sherina.


Agam sempat terbengong melihat tingkah istrinya itu, sementara yang lain sibuk tertawa terbahak-bahak, melihat keduanya berenang di Empang dengan air bercampur lumpur tersebut karena sebagian besar airnya sudah di kuras .


"Haha kalian salah kostum"ucap David.


"Sialan!!!"teriak keduanya mereka pun pergi dari tempat tersebut setelah mereka berhasil naik ke permukaan.


"Yang,, kamu mau nyoba tangkap ikan"ucap Agam.


"Boleh"ucap Sherina.

__ADS_1


Sherina yang kini menggunakan hotpants dan t-shirt longgar sebatas paha itu turun bersama dengan Agam, diikuti oleh Anya dan Ricky.


David pun turun bersama kedua sepupunya yang juga ikut kedua orang tua nya tapi bukan nya menangkap ikan mereka malah berenang sambil tertawa riang, sesekali mengejar ikan yang terlihat mabok saking banyaknya.


Daisy juga meminta beberapa orang bergotong royong untuk menangkap ikan, dan ikan itu ditampung di puluhan wadah besar untuk nanti dibagikan kepada warga sekitar.


Sambil mengadakan pesta liwet bersama, dan sambil menunggu sembako dan keperluan sekolah anak-anak di desa itu datang karena Rayan mewujudkan keinginan David, yang mulai memiliki kepedulian terhadap sesama nya.


Rayan benar-benar bahagia saat ini memiliki istri yang baik hati dan tidak sombong juga penyayang dan kini sifat itu menurun pada putra sulungnya itu.


Semua warga yang ada di sana tengah masak nasi liwet bersama-sama membantu membersihkan ikan yang sudah ditangkap untuk dijadikan ikan bakar, dan ada juga yang buat sambal dan juga menyiapkan lalapan Rayan hanya berkeliling melihat mereka dengan perasaan yang bahagia melihat mereka bahagia.


Agam sendiri kini tengah sibuk menangkap ikan bersama dengan sang istri mereka bekerja sama sementara Anya sibuk menjaga kedua anak nya yang kadang Agam usil mencolekkan lumpur di pipi keduanya.


"Mommy uncle jahat"ucap Alvin


"Hahaha,, kau terlalu manis pria kecil ledek Agam.


Ketika semua orang tengah sibuk menangkap ikan lain halnya dengan kedua anak kembar Daisy, mereka diam-diam mengambil biscuit dan memberikan semua itu pada ikan yang ada di dalam wadah, semua dibagi oleh keduanya, dan Rayan yang melihat itu dia tersenyum manis dia juga menghampiri Keduanya dan menggendong kedua kesayangan nya itu.


"Sayang ikan itu akan dibagikan kepada warga sini jadi tidak perlu kalian kasih makan"ucap Rayan memberitahu.


"Ikan nya laper dad,,"ucap Raya.


"Iya sayang kalian memang anak daddy yang paling baik, sudah minum susu?"tanya Rayan lagi.


"Ndak mau daddy bukan baby"ucap keduanya.


"Owh ya ampun Sayang yang minum susu itu bukan hanya baby,, mommy dan daddy juga minum susu"ucap pria tampan itu.


"Yank,, kamu kenapa? ganggu mereka biarkan mereka main bersama dengan anak-anak lain"ucap Daisy yang mengira jika Rayan tidak memperbolehkan mereka bergaul.


"Bukan sayang mereka memberikan biscuit milik mereka pada ikan itu, nanti jika mereka ingin kan sulit dapet disini"ucap Rayan ada benarnya juga.


"Tidak apa-apa? aku sudah buat stok yang banyak kok yang"ucap Daisy.


"Teh semua sudah siap tinggal nunggu ikan bakar nya sebentar lagi selesai"laporan para warga.


"Owh syukurlah tunggu sebentar ya saya panggil mereka dulu"ucap Daisy.


Daisy memanggil mereka agar segera membersihkan diri, dan bersiap untuk makan nasi liwet bersama-sama, sementara untuk kedua anak nya yang istimewa itu, Daisy sudah membuat ikan bakar khusus untuk Anya dan juga Agam, nasi liwet yang juga khusus terpisah untuk keluarga besar mereka kini sepanjang tanah lapang yang berada di halaman luas milik Daisy digelar berbagai bentuk tikar dan begitu banyak daun pisang sebagai alas untuk mereka makan kini semua sudah selesai bersih-bersih dan menunggu acara makan dimulai.


"Yang aku bahagia bisa merasakan kehangatan keluarga meskipun tidak memiliki hubungan darah diantara Kita semua"ucap Sherina.


Gadis itu terus mengembangkan senyumnya karena hampir seluruh warga hadir dalam pesta nasi liwet tersebut.


Bahkan Sherina begitu lahap memakan makanan tersebut terutama ikan bakar buatan Daisy yang kini juga disantap oleh seluruh keluarga besar nya termasuk pak RT dan ibu nya Ricky itu.


Hanya kedua wanita itu, yang tidak ikut makan mereka berdua sibuk komat-kamit menggunjing orang yang kini tengah makan bersama, sementara Rayan yang kesal dia langsung mengambil karet gelang yang ada di samping daun dan dengan menggunakan itu dia membidik bibir Vivian.


"Ahhhhhh" teriak Vivian.


Sementara Rayan hanya pura-pura tidak terjadi apa-apa dan melanjutkan makan, tapi tidak dengan yang lain yang kini tertawa mengatakan itu adalah azab bagi bibir yang suka menggunjing orang lain, mereka bahkan sampai tertawa terpingkal-pingkal, namun tetap melanjutkan makan siang bersama itu.


Setelah semua selesai makan, mereka kembali bergotongroyong membersihkan tempat dan perabotan yang tadi mereka gunakan, Daisy pun langsung meminta semua orang berkumpul setelah seluruh Ikan berhasil di tangkap, ibunda Ricky menimbang ikan tersebut dan masing-masing warga mendapatkan dua kilo gram ikan.


Sampai saat mereka selesai mengantri dan ikan yang tersisa Daisy meminta bantuan warga untuk membersihkan ikan tersebut untuk stok di freezer khusus penyimpanan ikan dan daging, yang sebagian lagi dibuat aneka masakan.


Mereka pun pulang terlebih dahulu ke rumah mereka masing-masing, hingga nanti saat pak RT kembali mengumumkan para warga untuk kembali berkumpul karena ada pembagian sembako gratis yang kini masih berada di jalan.


Sampai saat mobil itu tiba semua warga kembali berkumpul kali ini mereka akan mengemas semua sembako untuk masing-masing warga termasuk beras, minyak, gula pasir dan yang lainnya.


Sementara berbagai keperluan sekolah pihak keluarga ikut turun tangan untuk membuat bingkisan, seolah mereka tengah berada di sebuah pabrik yang kini tengah packing barang kedalam kardus kemasan, masing-masing warga mendapatkan sembako dan juga alat tulis.

__ADS_1


"Lain kali aku yang akan memberikan semua itu pada mereka"ucap Sherina.


"Sekarang juga bisa sayang tidak jauh dari sini ada Bank kita bisa mengambil uang dan bagi mereka"ucap Agam.


__ADS_2