Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Ember#


__ADS_3

Hari demi hari kesibukan Agista semakin bertambah setiap hari gadis itu akan pulang pukul sembilan malam setelah memastikan butiknya siap untuk dibuka keesokan harinya.


Setelah magrib tiba dia akan melaksanakan shalat terlebih dahulu setelah itu ia pun akan makan malam bersama dengan Weni.


Sementara dua pelayan pria makan terpisah di bawah.


Saat hampir selesai makan malam tiba-tiba seseorang datang membawa beberapa paper bag berisi makanan untuk makan malam bersama dengan Agista.


Siapalagi jika bukan David karena saat ini Leon tengah berada di Amerika mengurus perusahaan yang ada di sana.


Agista menghentikan makan malam nya saat tamu tak diundang itu sudah berdiri di hadapan mereka.


"Aku juga bawa makan malam untuk kita."ujar David.


"Kami sudah hampir selesai silahkan duduk jika ingin makan."ujar Agis yang tidak tega untuk menolak karena tau pasti David belum makan malam.


David pun duduk,,, namun dia tidak segera membuka paper bag itu.


Agis yang mengerti itu dia langsung meraih paper bag berukuran sedang itu dan ternyata berisi berbagai macam menu makan malam tentunya dari restaurant berbintang bukan dari restaurant biasa apalagi dari pedagang kaki lima.


"Silahkan dinikmati."ujar Agis sambil mengambil piring bersih dan sendok juga garpu untuk David.


"Ini piringnya tuan muda jangan takut itu di cuci bersih meskipun tidak dengan sabun mahal seperti yang berada di tempat anda."ujar Agista datar.


"Aku tidak pemilih honey."ujar David dengan sengaja.


"Heumm,,," ujar Agis yang kembali duduk dia hendak menghabiskan makan malam nya yang tinggal seperempat itu.


"Aku ingin makan itu."ujar David.


"Anda tidak akan suka."ujar Agis.


"Agis."lirih David.


"Ambilah aku sudah kenyang ."ujar Agis.


Sementara Weni buru-buru pamit karena dia tahu jika sudah begitu Agis dan David akan bertengkar.


"Makan makanan yang aku bawa honey atau buang saja ke tong sampah jika kamu tidak mau."ujar pria itu tegas.


"Heumm,,, aku bukan nona muda yang bisa membali makanan mahal di restoran berbintang jadi daripada di buang lebih baik dikasih pada orang-orang di pinggir jalan yang membutuhkan uluran tangan kita. dengan begitu ada kebaikan yang akan dibawa ke akhirat nanti."ujar Agista.

__ADS_1


"Ya sayang maaf. ayo setidaknya cicipi barang sedikit saja."ujar David.


"Agis pun mengambil deseret yang terlihat sangat menggugah selera itu.


"Wen,,, kemari!."pangil Agis.


"Ya Agis ada apa?."sahut Weni dari bawah.


"Kesini Wen ya ampun sampai lupa."ujar Agis yang lari menuju kamar mandi yang ada di kamar pribadinya itu.


"Apa? ehh,,, tuh orang gak jelas banget."ujar Weni merasa malu dengan David yang masih menikmati makan malam sisa Agis.


"Wen ambil tiga kotak deseret itu dan bagikan pada kedua suami lo yang ada di bawah."ujar Weni.


"Wah dah gila fantasi lo Agis, mentang-mentang dilamar oleh tiga pria sukses sekaligus."ujar Weni lantang tanpa sadar sudah menghentikan kenikmatan makan seseorang.


David langsung menghentikan kunyahan nya, dia langsung menjatuhkan sendok dan garpu hingga berbunyi nyaring dan Weni terperanjat kaget begitupun dengan Agis yang langsung menoleh.


"Agis makasih ya ininya tuan muda,,, saya pamit turun dulu. aduh mati nih gue keceplosan."ujar Agis.


Agis langsung duduk dan membuka menu utama dan meraih sendok baru yang ada di sana.


"Aaa."ujar gadis itu dengan cueknya.


"Ah,,, jangan dengarkan si Weni, mulutnya memang kadang suka ember."ujar Agis.


"Berarti benar?."tanya David lagi.


"Tuan muda kenapa? sih jadi repot ngurus yang gak penting ayo Aaa."ujar Agis.


Dia tau David berhenti makan karena Weni.


"Jawab dulu pertanyaan ku Agis."ucap nya lagi dengan penuh penekanan.


"Kita bicarakan itu setelah makan oke sepertinya ini enak eumm benar saja ini sangat lezat Aaa ayo buka mulutnya."ujar Agis tanpa sadar sudah memberikan sendok bekas dirinya.


David langsung melahap makanan yang disodorkan oleh Agis, bahkan pria itu sedikit ******* sendok itu.


Sampai saat makan malam itu selesai Agista tanpa sadar sudah menyuapi pria tampan itu dari sendok yang sama.


Hingga saat deseret itu habis, gadis itu baru menyadari itu, dan dia langsung menundukkan wajahnya sambil menjatuhkan sendok tersebut.

__ADS_1


Kini gadis itu tengah bermonolog di dalam hatinya.


"Sial bego banget sih gue pake acara suapi dia segala mana hanya satu sendok yang sama ahhhhhh bego!!!."jeritt Agista dalam hati.


"Agis, jelaskan siapa? pria itu."ujar David.


"Ahh,,, pria itu."ujar Agista kikuk.


"Hi,,, honey apa? kabar mu saat ini."ujar seseorang yang baru saja datang dengan membawa buah tangan dan buket bunga mawar yang sangat cantik.


"Ah,,, k kabar ku baik kak."ujar Agis yang tersenyum ramah.


"Ini ada sedikit oleh-oleh mungkin bisa sedikit berbagi dengan mereka."ujar pria tampan yang terlihat sangat sopan itu.


"Ahh terimakasih, padahal tidak perlu repot-repot kami sudah makan malam juga."ujar Agis.


Sementara sedari tadi David diam sambil mengepalkan tangannya.


"Aku sengaja kesini karena orang tua ku ingin bertemu dengan mu besok."ujar pria tampan itu.


"Am,, gini kak, Agis besok ada acara di Bandung dan mungkin baru akan pulang dua hari setelah nya bagaimana donk."ujar Agista yang sedikit bingung.


"Ya sudah lain kali saja bagaimana?."ujar pria itu.


"Am,,, ya lain kali saja."ujar pria itu.


"Silahkan duduk, kebetulan ada tuan muda David yang sedang yang baru selesai makan. tapi sebaiknya kita mengobrol di bawah saja."ujar Agista mempersiapkan pria itu untuk turun ke bawah dimana ruang tamu butik itu berada di bawah.


"Ah, ya,,, saya duluan."ujar pria itu.


Sampai pria itu menghilang tiba-tiba David menarik lengan gadis itu hingga tubuh Agis oleh dan terduduk di sofa tempat di samping David.


"Itu yang kamu bilang kurang kerjaan,,, apa? itu yang kamu bilang tidak penting."ujar pria itu sambil menyambar bibir gadis itu ******* nya tanpa ampun bahkan gigitan pun dia berikan di bibir bagian bawahnya itu hingga sedikit berdarah dan tentunya sedikit menyakitkan.


Agis, tidak bisa berkata apa-apa saat ini dia hanya berurai air mata.


David langsung turun kebawah dan meminta pria itu segera pergi dengan mengatakan jika Agista tiba-tiba saja tidak enak badan dan bolak-balik ke dalam kamar mandi.


Awalnya dia tidak percaya tapi saat Agis tidak turun juga akhirnya pria itu pun pergi.


Sementara Agista masih terdiam dan tidak berkata apa-apa.

__ADS_1


"Agis,,, jangan coba-coba dekat dengan pria manapun karena aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi."ujar David.


__ADS_2