
Saat, kembali dari rumah sakit setelah melakukan terapi berjalan untuk Sherina Agam, membawa Sherina menuju ke sebuah pantai yang indah, pantai yang jarang dikunjungi orang namun punya kesan sendiri bagi Agam Dia, pernah mengunjungi tempat itu setelah kedua orang tuanya wafat secara diam-diam tanpa ketahuan oleh Rayan.
Kini, Agam sudah membawa Sherina dengan kursi rodanya, Dia mendekati bibir pantai dengan ombak kecil yang menerpa kursi roda tersebut sirine sempat ingin turun karena merasa takut untuk pertama kalinya dia berada di sebuah pantai yang tidak pernah IA kunjungi bahkan seumur hidupnya.
Sherina, tidak pernah pergi ke pantai, Gadis itu akan berlibur ke pegunungan atau sebuah tempat yang jauh dari wahana air atau macamnya semacamnya.
Karena jujur dia fobia dengan air yang begitu melimpah ruah seperti lautan ada satu saat ia pernah bermimpi buruk tentang hewan buas yang berada di air dan nanti itu terbawa hingga ia dewasa dan sulit untuk menghilangkan trauma tersebut hingga dia memutuskan untuk tidak bermain di pantai atau sungai.
"Yank! takut hiks,, hiks,,"Gadis itu menangis histeris sambil meminta ampun dan meminta Agam, untuk kembali ke rumah nya.
"Hi,, honey ada apa? heumm, kamu takut Air atau apa?"tanya Agam yang langsung menggendong Sherina menjauh dari air.
"Aku mohon jangan bawa aku pergi ke pantai atau sungai aku takut jangan aku mohon hiks,,, hiks jangan"ucap Sherina yang kini terlihat sangat ketakutan sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Agam dengan tubuh bergetar.
"Hi,, honey maafkan aku Yank... aku tidak tau jika kamu takut Air"ucap Agam.
"Sudah ya sudah kita sudah berada di dalam mobil, kamu tunggu disini, aku ambil kursi roda nya dulu"ucap Agam.
"Tidak aku tidak mau biarkan saja itu disana"ujar Sherina yang masih memeluk erat tubuh Agam.
"Sayang maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu, lalu kenapa? tidak pernah bilang sebelumnya dan bahkan tadi kamu tidak melarang ku"ucap Agam yang merasa penasaran.
"Aku pikir aku bisa mengalahkan fobia ku saat sedang bersama dengan mu, tapi nyatanya sama saja"ucap Sherina.
"Iya sayang,,, sekali lagi maaf ya"ujar Agam yang kini masih memeluk Sherina.
"Aku mau pulang"ucap Sherina.
"Ya sayang, kita pulang"ucap Agam.
Sherina pun memejamkan matanya, dan tidak hanya itu gadis itu bahkan dia menutup telinga nya.
__ADS_1
Suara, deburan ombak membuat dia semakin ketakutan, entah apa? yang sebenarnya terjadi pada Sherina hingga dia memiliki rasa takut yang begitu berat, saat melihat keindahan alam yang tercipta di hadapan nya saat ini.
Agam hendak melaju kan mobilnya tapi tiba-tiba seseorang bapak-bapak datang membawa kursi roda, dan tidak hanya itu ia juga membawa ikan hasil tangkapan nya di tangan yang satunya entah kapan? pria itu menangkap ikan karena Agam dan Sherina bahkan tidak tau jika ada orang lain yang ada di pantai tersebut.
"Anak muda maaf ini kursi roda nya kenapa? ditinggal"ucap pria itu.
"Eh,, ya itu tadi istri saya ketakutan, jadi saya buru-buru membawa dia"ucap Agam.
"Owh,,, sebaiknya jangan memaksakan diri jika nona ini tidak suka dengan pantai bahaya"nasihat orang tersebut.
"Ya pak,,,oh iya itu hasil pancingan nya ya pak, boleh saya beli"ucap Agam yang langsung mendekat ke arah ikan yang besar-besar itu.
"Ya, setiap hari saya mencari rejeki di sini, dan ini adalah rejeki yang berlimpah karena baru kali ini saya dapat ikan besar-besar"ucap pria tua itu.
"Begini pak, saya beli ikan ini semua, karena istri saya sangat suka memasak jadi saya mau borong ikan ini"ucap Agam.
"Baiklah untuk istri anak saya kasih gratisan saja dan semoga dengan ikan ini dia tidak akan ketakutan lagi dengan pantai"ucap pria tua itu.
"Tapi nak, bagaimana jika istri mu tidak menggunakan ini"ucap pria itu lagi.
"Masih ada cadangan nya pak, dan lagi istri saya sedang melakukan terapi bapak doakan saja semoga istri saya cepat sembuh"ucap Agam.
"Terimakasih nak, terimakasih banyak ini ikan nya biar bapak kemas dulu agar tidak bau amis pada mobil nya"ucap pria itu yang langsung mengeluarkan sebuah kantong plastik dari dalam ransel yang ia bawa.
Agam pun membawa ikan itu dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil nya.
"Sayang, kamu tidur"ucap Agam.
"Yank,, takut"ucap Sherina .
Sherina, langsung memeluk Agam, karena deburan ombak tersebut masih terdengar jelas di telinga nya, seperti saat dia bermimpi buruk selama ini.
__ADS_1
"Tenang yang,, jangan takut ada aku yang akan terus melindungimu, dan satu lagi aku beli ikan untuk kita masak nanti"ucap Agam.
"Aku ingin pulang ke apartemen saja"ucap Sherina.
"Tidak yang kita akan pergi kembali ke rumah, setelah itu kita akan segera pergi ke hotel, ada sesuatu yang harus aku kerjakan di sana"ucap Agam.
"Ya, baik'lah "ucap Sherina dan Agam langsung melaju kan mobilnya itu.
Hingga saat sampai di rumah tersebut, Agam langsung membawa Sherina dengan cara menggendong nya ala bridal style.
Sampai, di kamar Agam meminta Sherina untuk menunggu dia di sana, karena dia akan mengambil ikan yang tadi dia beli dari bapak tua itu untuk disimpan di freezer setelah beberapa saat Agam kembali ke dalam kamar pria itu, langsung berkata. "Yank,, kamu bisa bersiap dulu kita harus pergi sekarang" ucap Agam.
Sampai akhirnya mereka kembali bersiap, Sherina sudah tidak terlihat ketakutan lagi, Agam menelpon seseorang, dia berkata jika dirinya dan Sherina meluncur ke sana.
Sepanjang, perjalanan Agam terus menggenggam tangan Sherina sambil mengemudi kan mobil dengan sebelah tangannya, sesekali ia akan mencium punggung tangan itu dan melirik sekilas pada Sherina yang kini tengah melirik ke arah samping jendela.
"Yang, apa? kamu lelah"ucap Agam.
"Tidak Yank,, hanya saja saat ini entah kenapa? rasanya sedikit deg-degan entahlah"ujar Sherina.
"Mungkin karena, ini hari bahagia mu cinta"ucap Agam.
"Hari bahagia, maksudnya?"tanya Sherina.
"Heumm,, kamu lihat saja nanti"ucap Agam.
"Katakan saja sekarang"kata Sherina penasaran.
"Tidak sekarang Yank,, nanti saja"ucap Agam.
"Sekarang sayang"ujar Sherina meminta jawaban.
__ADS_1
"Kita akan"