
Ricky dan Anya kini tengah mandi bersama setelah bangun dari tidur nya saat akan makan malam bersama dengan keluarga Ricky yang kini hadir di sana, dirumahnya Daisy dan keluarga yang ada di kampung.
Anya, yang hanya makan salad buah dan susu menjadi perhatian utama Vivian yang selalu syirik pada pada Anya sendiri kini dengan telaten sambil menyuapi makan pada kedua anak nya itu.
"Yank,, sebaiknya kamu makan malam dulu sebelum biarkan anak-anak disuapi makan oleh mereka"ucap Ricky.
"Daddy aku bisa makan sendiri"ucap Alvin.
"Hebat anak daddy memang pintar"ucap Ricky.
"Aku juga hebat daddy bisa makan sendiri"ucap si bontot.
"Ya kesayangan daddy dua-duanya sangat hebat"ucap Ricky.
Mereka pun menolak untuk disuapi karena keduanya ingin mendapatkan pujian dari kedua orang tua mereka.
"Cucu nenek memang sangat pintar keduanya"ucap ibunya Ricky.
"Heumm sayang aku sudah selesai, bapak dan ibu silahkan lanjutkan makannya aku sedikit buru-buru karena harus mengerjakan pekerjaan yang tertunda"ucap Anya.
"Alah,, kerjaan memangnya tidak ada hari esok apa? sok sibuk banget"ucap Vivian.
"Vivian,, kamu itu kalau bicara itu dijaga sopan santun mu itu,ipar mu itu bukan orang sembarangan dia adalah CEO perusahaan besar jadi wajar jika dia sangat sibuk meskipun dalam suasana libur sekalipun"ucap bapak nya Riki yang terlihat sangat marah.
Sementara itu Anya yang baru saja hendak pergi tiba-tiba saja ia berbalik badan.
"Sudah lah Pah tidak usah diladeni tidak penting juga"ucap Anya yang kini kembali pergi.
"Heuhhhhh belagu jadi orang andaikan saja Ida yang menjadi kakak ipar ku mungkin dia tidak akan se-belagu itu"ucap gadis itu kesal.
"Vivian!!" bentak Ricky yang kini benar-benar marah pada adik sepupunya itu yang semakin menjadi itu.
"Apa? apa,, aku salah"ucap gadis itu tidak mau kalah.
"Tentu saja jika kau tidak bisa menghargai orang lain maka sebaiknya kau tidak perlu hadir di sini karena ini tempat orang yang kamu tidak suka"ucap Ricky.
Seluruh keluarga menatap kearah Ricky termasuk paman dan bibi Ricky yang ada di sana.
Sebenarnya saat ini adalah makan malam keluarga besar Ricky yang diundang oleh Anya, hanya saja Anya belum sempat menyelesaikan pekerjaan yang dikirimkan oleh asisten pribadi nya lewat email.
Anya langsung berkutat dengan pekerjaan nya, ibu dua orang anak itu bahkan tengah fokus memeriksa semua nya.
Hingga sebuah kecupan mendarat di puncak kepalanya.
Anya pun mendongak ke atas, dan tampak lah Ricky yang kini terlihat sedang tersenyum manis padanya.
Sementara itu di Mension, disaat semua orang tengah terlelap dalam tidur nya, Rayan sendiri kini tengah menatap foto kedua orang tua nya yaitu Rayendra dan Daisy.
Daddy,, mommy apa? kalian masih saling mencintai jika saja kalian masih ada"ucap Rayan, pria itu tengah mengenang kepergian Rayendra yang terlelap seolah tengah tertidur pulas sambil memeluk erat foto mending Daisy wanita yang sangat ia cintai bahkan hingga hembusan nafas terakhirnya.
Rayendra, meninggal dunia setelah ia kembali dari luar kota yaitu tempat dimana dia dan Daisy bertemu, seolah ingin mengenang kebersamaan mereka dulu setiap tempat yang pernah menjadi saksi bisu cinta keduanya itu Rayendra singgahi .
Pria yang meninggal membawa penyesalan karena selama mereka bersama Rayendra sering sekali menyakiti hati Daisy, dengan sikap egois nya itu.
Andaikan saja Rayendra bisa menahan ego nya mungkin sampai akhir hidupnya dia akan tetap berada bersama dengan wanita yang sangat ia cintai, tapi takdir berkata lain dia harus terpisah dengan wanita itu dan mereka berdua pun menikah lagi, Daisy bahkan memiliki dua anak kembar dari vino.sementar Rayendra hanya punya satu putra yaitu Rayan.
Rayendra bahkan tidak punya anak dari wanita yang menjadi istrinya itu.
Berulang kali pria itu menikah dan dari setiap wanita yang ia nikahi semua nya hamil dan melahirkan anak tapi sayang itu bukan keturunan Rayendra.
Melainkan anak selingkuhan mereka.
Sampai akhirnya istri pertama yang menjadi istri terakhirnya di penjara karena terbukti telah membunuh Daisy dan Vino, pria itu tidak menikah lagi sampai akhir hayat nya, karena percuma saja ada pendamping jika hanya untuk formalitas karena Rayendra tidak pernah mencintai mereka sedikitpun karena cintanya hanya untuk Daisy seorang.
Rayan, duduk sambil bersandar di sofa yang ada di sana dia melihat istrinya yang tengah terlelap tidur, dia menatap wajah cantik wanita yang sangat mirip dengan mendiang ibu kandungnya itu.
Entah kenapa? tidak jauh beda dengan daddy nya Rayan pun sangat mencintai Daisy.
Daisy adalah wanita yang mampu membuat hidup Rayan kembali merasakan kebahagiaan, gadis asal desa yang begitu sederhana itu mampu menyihir semua orang haus akan kasih sayang dan kehangatan sebuah keluarga.
Yang tidak pernah bisa mereka dapatkan dari keluarga nya yang sudah tidak ada.
Rayan sendiri saat itu tengah berada di dalam keputusasaan saat harus mengurus perusahaan dan kedua adiknya yang masih sangat membutuhkan kasih sayang kedua orang tua nya, meskipun mereka terus berjuang untuk bisa melewati semua itu, hingga saat mereka kuliah, Daisy hadir di kehidupan mereka.
"Aku sangat mencintaimu Honey"lirih Rayan yang kini memeluk Daisy dengan erat.
"Sayang kamu tidak tidur"ucap Daisy.
"Aku sangat mencintaimu sayang"ucap Rayan.
__ADS_1
"Ya aku tau daddy sebaiknya tidur bukankah besok ingin bertemu dengan David"ucap gadis itu.
"Heumm,, ya sayang aku ingin menjemput dia, tapi Eropa terlalu jauh aku tidak mungkin meninggalkan kalian"ucap gadis itu.
"Heumm sayang,, anggap saja itu sebagai perjalanan bisnis."ucap Daisy.
"Apa? putra ku benar-benar akan bersedia jika aku membawa dia kesini"ucap Rayan.
"Dia sudah bilang dia juga rindu adiknya, tidur lah sayang, besok mereka akan segera tiba"ucap Daisy keceplosan.
Sontak Rayan tersenyum lebar.
"Kamu ingin berikan aku kejutan sayangku"ucap Rayan.
"Heumm,, baik'lah ia papah dan David sedang berada di perjalanan"ucap Daisy.
"Owh syukurlah aku bisa bertemu dengan putra ku tanpa harus pergi meninggalkan kalian disini"ucap Rayan.
"Daddy tunggu disini"ucap Daisy.
"Heumm mau kemana?"tanya pria itu.
"Sebentar saja"ucap wanita cantik itu.
Daisy pun terpaksa bangkit dari ranjang dan pergi untuk mengambil sesuatu saat ini adalah hari ulang tahun Rayan, pria berusia tiga puluh lima tahun itu kini tidak ingat dengan hari ulang tahun nya.
"Happy birthday to you,,,"
Happy birthday to you,,"
"Honey,, terimakasih untuk semua nya ini semoga kita semua panjang umur sehat selalu dan selalu bahagia"ucap Rayan yang kini memeluk istrinya yang tengah memegang kue tart yang ada di tangan kanannya itu.
"Amiinn yrbl alamin"ucap Daisy yang kini memeluk dan mengecup bibir Rayan.
...............
Kebahagiaan itu bertambah saat David putranya yang kini berusia tujuh tahun itu, datang bersama dengan ayah mertuanya, tepat saat mereka bangun pagi hari.
"Daddy happy birthday"ucap David.
"Heumm putra daddy yang sangat tampan daddy sangat merindukan mu"ucap Rayan yang kini memeluk putra pertama nya itu dan mengangkat David tinggi-tinggi meskipun putra nya itu tinggi dan besar.
"No,,, Dadddy David sudah besar"ucap David..
"Dimana kak Anya dan Agam"ucap anak laki-laki itu menanyakan keberadaan kedua kakak nya yang tak lain adalah paman dan bibi nya yang menolak untuk dipanggil sebagai paman atau bibi.
Daisy sendiri pun memeluk putra nya itu dengan tangis haru, David mencium seluruh wajah mommy nya itu.
Daisy membawa kedua adiknya yang ternyata sudah selesai mandi.
Raya dan Ray, kini berjalan di tuntun oleh Daisy menuju ke ruang keluarga, dimana David dan sang papah berada.
Kini Dion, memeluk kedua cucunya itu dengan tangis haru sudah satu tahun mereka tidak bertemu, hanya bisa mengobrol lewat panggilan video.
"Ray,,, Raya opah rindu kalian"ucap gadis itu.
"Kami juga rindu Opah"ucap keduanya.
"Sama kakak tidak rindu"ucap David.
"Rindu kakak juga"ucap keduanya yang berlari memeluk kakak tampan nya itu.
Rayan yang melihat itu, seakan melihat cerminan dirinya saat mereka masih kecil.
Rayan kini tengah duduk di samping Daisy yang sedari tadi bersandar di dada bidang suaminya itu.
Sementara itu di kediaman Agam kini tengah duduk berdua di depan meja makan.
"Sayang, aku ingin liburan di villa"ucap gadis itu.
"Tentu saja Sayang,, kemanapun itu."ucap Agam.
Agam ingin membuat Sherina merasa sangat bahagia.
Sampai mereka bersiap untuk pergi ke villa tersebut, Agam membantu istrinya bersiap termasuk memasukkan pakaian mereka kedalam koper tersebut.
"Yank,, jangan begitu nanti itu tidak muat"ucap gadis itu.
"Tidak masalah kita bisa menggunakan mobil yang lebih besar lagi"ujar Agam.
__ADS_1
"Gak mau kamu saja yang pergi"ucap Agam.
"Heumm,, ngambek kayaknya harus nambah jatah"ucap Agam sambil terus menggoda istrinya.
"Yank,, kamu genit ih"ujar Sherina yang kini tersipu malu.
"Tapi tampan kan?"ucap Agam sambil mengecup bibir Sherina.
"Tampan sih tapi kadang bikin kesel"ucap Sherina.
"Gak papa yang penting istriku cinta mati"ucap Agam dengan percaya diri nya.
"Heumm,, pede banget"ucap Sherina sambil mengacak rambut Agam.
"Yank,, jangan diacak nanti ganteng nya hilang"ucap Agam yang kini merapihkan tatanan rambut nya.
"Tidak masalah mau hilang gantengnya juga yang penting jangan kamu nya yang hilang"kata Sherina.
"Owh makasih sayang,, kamu memang yang terbaik"ucap Agam.
"Owh ya ampun sweet banget sayangku yang satu ini"ucap Sherina.
"Yang satu,, memangnya ada berapa? jangan bilang kamu selingkuh di belakang ku"ucap Agam yang , kini terlihat begitu kesal.
Agam langsung menatap tajam wajah cantik itu.
"Yank,, aku tidak mungkin melakukan hal itu.aku hanya mencintai mu"ucap Sherina.
Agam berbalik menatap kearah lain dia merasa sangat takut kejadian dulu terulang kembali.
Sherina yang melihat itu dia langsung bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Agam dari belakang.
"Apa masih ada yang kamu takut kan Yank,, setelah kamu mengambil hak mu yang selalu ku jaga selama ini"ucap gadis itu.
"Aku tau tapi dia juga mengkhianati ku setelah nya."ucap Agam.
"Come on honey,, jangan samakan aku dengan dia, lupakan semuanya aku tau semua itu tidak lah mudah, tapi jika kamu terus hidup dimasa lalu lalu dimana? tempat untuk ku saat ini dan nanti"ucap Sherina.
"Sayang,, kamu ada di sini,, maafkan aku Yank,,, maafkan aku"ucap Agam yang balik merasa bersalah pada istrinya itu.
"Semoga saja kamu benar Yank,, karena jika kamu berbohong aku tidak akan pernah mau memaafkan mu lagi"ucap Sherina.
"Heumm,, baik'lah cinta, mulai saat ini aku janji, tidak akan pernah buat kamu merasa takut lagi karena kini tanggung jawab aku hanya kamu dan anak kita kelak"ucap Agam.
"Tank you honey"ucap Sherina dan pada akhirnya mereka pun bercumbu mesra.
Setelah itu mereka lanjut membereskan barang-barang nya bersama-sama.
Agam membawa dua koper berukuran sedang, menuju lantai bawah, sesampainya di garasi itu dia langsung memasukkan koper tersebut kedalam bagasi mobil nya tersebut.
"Sayang, bawa mantel gak, sepertinya sebentar lagi akan musim dingin"ucap Agam.
Baru saja Agam bicara tiba-tiba saja seseorang menghubungi nya.
"Baiklah aku tanya Sherina dulu"ucap Agam.
Pria itu menutup telepon nya.
"Sayang apa? perginya bisa lain kali saja, sekarang mommy meminta kita untuk menemuinya di Mension, dan setelah itu kita juga diajak ke desa tapi itu terserah kamu saja Yank,, tapi kamu tidak akan menyesal jika pergi ke sana karena disana sangat seru dan banyak tempat yang indah yang bisa kita kunjungi"ucap Agam.
"Baiklah tidak masalah"ucap Sherina.
Sherina terlihat begitu antusias, saat ini saat Agam bilang banyak tempat indah yang bisa mereka kunjungi.
Sementara yang kini berada di desa, Anya tampak bahagia karena seluruh keluarga bisa berkumpul di sana.
Sesampainya Agam di Mension, dia langsung berteriak memanggil David, namun David tak kunjung menghampiri nya pria kecil itu malah duduk sok cool di sofa ruang keluarga, saat semua orang tengah sibuk mengurus keperluan mereka di desa nanti termasuk Daisy, yang menyiapkan perbekalan bagi seluruh keluarga, satu mobil box khusus membawa barang-barang dan segala keperluan nya, setelah itu semua orang masuk kedalam mobil pribadi mereka, kini David bersama dengan Agam Dion dan Sherina, sementara Daisy, Rayan dan kedua anak kembar nya.
"Kak Agam ngebut dikit lihat mommy sudah jauh"ucap David.
"David, lihat perbedaan mobil kita"ucap Agam.
"Ah payah kenapa tidak pakai mobil yang sama tadi"ucap David.
"David"ucap Dion pelan.
Pria itu langsung terdiam dan tidak protes lagi, seperti itu saja Dion sudah bisa menaklukkan David, entah jurus apa? yang selama ini papah Dion gunakan untuk mengajari anak seperti David yang sangat sulit untuk ditaklukkan.
"Sayang kamu mau apel"tawar Agam.
__ADS_1
"Boleh Yank,,, David mau apel"tanya Sherina.
"Ia terimakasih"