
"Sayang apa? sudah baikan"ucap Riki.
"Sedikit A... AA pulang saja jika ingin pulang ini sudah larut." ujar Anya.
"AA sudah ijin sama bapak tadi jadi sayang tidak usah khawatir" ucap Riki.
"Heumm baik'lah" balas Anya.
"AA bisa tidur di kamar Agam"ucap Anya.
"Tidak sayang AA, di sini saja nungguin kamu"kata Riki.
"AA juga butuh istirahat itu tangan nya harus cepat sembuh nanti Anya pulang sama siapa? tanya Anya.
"AA... lah kan AA yang jemput kamu yang"ucap Riki.
"Tapi tangan AA sakit pasti gak bisa nyetir" kata Anya.
"Bisa yang jangan khawatir"ucap Riki.
"Ya sudah AA, istirahat sana besok AA kerja bukan"ucap Anya.
"Tidak Yang AA, sengaja ambil cuti karena AA rindu Ayang"ucap Riki.
"Heumm... terus sekarang maunya bagaimana"ucap Anya.
"AA, masih mau ngobrol sama kamu Yang"ucap Riki.
"Tapi ini sudah larut A.... Anya harus istirahat"ucap Anya.
"Yasudah... AA pulang dulu ya sayang, semoga mimpi indah dan jangan lupa mimpikan AA"ujar Riki sambil tersenyum.
"Heumm ada-ada saja, ayo sana pulang pamali tinggal di sini terus belum waktunya"ucap Anya.
"Iya sayang AA tau hati-hati di rumah jangan lupa kunci pintu nya"ucap Riki.
__ADS_1
"Suruh asisten di bawah A"ucap Anya.
"Baiklah sayang, Oya... AA bawa buah-buahan segar besok pagi setelah sarapan sayang bisa bikin salad"ucap Riki.
"Baiklah sayang, makasih banyak"ucap Anya.
"Sama-sama sayang good night and happy nice dream"ucap Riki.
"Too" balas Anya.
"Sementara itu di kediaman Rayan, saat ini keduanya baru selesai melakukan ritual malam, Daisy ingin minum coklat panas buatan Rayan di jam yang hampir larut malam ini meskipun tidak diperbolehkan tapi wanita itu terus memaksa.
" Yang sudah hampir sering kamu minum coklat di jam segini, itu tidak baik untuk kesehatan jus buah saja ya" ujar Rayan.
"Mas, baby nya mau itu gimana dong"ucap Daisy.
"Sesekali saja sayang tidak boleh keseringan"ucap Rayan.
"Iya Baiklah mas"ucap Daisy yang kini kembali berbaring di atas ranjang dengan suhu kamar yang paling dingin, sehingga Rayan, sering menggigil kedinginan meskipun sudah menggunakan selimut tebal, itu semua karena Daisy selalu merasa kegerahan.
Mereka pun tidur hingga pukul sepuluh siang karena Rayan, saat ini libur tadinya dia mau menjemput David, tapi Dion bilang David akan pulang bersamanya karena Dion juga ingin pergi ke kampung halaman istri pertamanya itu, bersama dengan Daisy.
Rayan bahkan menyiapkan air hangat untuk istri tercinta nya mandi.
"Yang.... ayo mandi dulu mas bantu ya" ucap Rayan.
"Tidak usah mas aku bisa sendiri"ucap Daisy.
"Tidak apa-apa sayang, mas belum pernah bantuin kamu mandi saat masa-masa kehamilan seperti sekarang ini"ucap Rayan.
"heumm tidak apa...mas lagi pula masih bisa bergerak bebas kok, jadi tidak perlu melakukan itu" ucap Daisy.
"Istri ku ini memang sangat pintar dan rajin" ucap Rayan.
"Mas apa? papah sudah mengabari mas"tanya Daisy.
__ADS_1
"Kemarin" ucap Rayan.
"Lalu apa? katanya"tanya Daisy lagi.
"Papah... akan mengantar David pulang
Rayan pun kembali bersiap untuk membantu istrinya mandi.
Sementara itu di kampung Riki, kini sedang membawa Anya, ke dokter, karena dari semalam Anya, demam.
Sesampainya di tempat praktek dokter, Anya didiagnosa mengalami masalah di dalam pencernaan nya.
Riki, sudah bisa menduga bahwa Anya, tidak cocok dengan makanan yang dia makan meskipun itu hanya nasi dan ayam goreng, tapi saat malam Anya tidak pernah makan makan yang digoreng.
Perut Anya, memang benar-benar tidak bisa dengan makanan tersebut.
Riki, merasa sangat bersalah atas sakitnya Anya.
Anya mengelus wajah Riki, yang kini terlihat sangat sedih.
"Yang aku tidak apa-apa kok... jangan cemas ya, bentar lagi pasti baikan maafkan aku jika aku membuatmu repot, sebenarnya aku juga tidak ingin seperti ini sedari dulu aku sering di-bully dengan alasan tidak mampu membeli makanan atau jajan yang lainnya, padahal kami berdua tidak cocok dengan masakan orang lain,. yang seperti ini aku selalu seperti ini"ucap Anya.
"Terus bagaimana bisa masakan yang teh Dy buat bisa menjadi favorit mu"tanya Riki.
"Karena semua yang ia buat sama persis dengan yang mommy kandung ku buat, awalnya kami mengira tuhan mengirim mommy kembali dan mewujudkan do'a yang selalu aku panjatkan padanya." ucap Anya.
"Teh Daisy, memang baik hati seperti bibi yang telah melahirkan dia, wajah nya pun sama persis hanya saja bibi memiliki tanda lahir di lehernya.
Dia adalah wanita tercantik di kampung ini seperti teteh, yang menjadi rebutan para pria, selain cantik dia pandai mengaji dan selalu suka menolong orang-orang yang membutuhkan." ucap Riki.
"Apa? mommy seperti itu juga "ucap Anya.
"Ya...teteh seperti itu, tapi laki-laki yang beruntung itu sudah menyia-nyiakan teteh saat itu karena wanita yang kemarin mukul AA, syirik dan menghasut pria itu."jawab Riki.
"Dulu aku kira mommy benar-benar orang tak punya yang hampir dijual oleh wanita jahat itu, saat kami pertama kali bertemu dengan mommy saat itu dia tengah dikejar oleh para bodyguard yang benar-benar berwajah seram, dan kak Rayan, berinisiatif untuk menolong nya kami langsung membawa mommy pulang tanpa banyak tanya karena kami yakin mommy bukan wanita jahat, apalagi setelah sampai di rumah keesokan harinya dia bangun lebih awal membersihkan rumah dan juga memasak dia bahkan tau seluk beluk rumah kami setelah satu malam ada di sana seakan dia benar-benar mommy.dan masakan pertamatama yang dia buat menghipnotis kami bertiga, dari bau dan cara menghilangkan itu semua dan rasanya, saat itu kami kembali tersenyum ceria dan ketika aku melihat wajah mereka benar-benar sama persis hanya saja yang membedakan adalah versi muda nya aku langsung memanggil dia mommy dan aku menyayangi dia seperti menyayangi mommy kami" ujar Anya, panjang lebar.
__ADS_1
"Kalian benar-benar tidak takut jika teteh menipu kalian semua?"ucap Riki.
"Tidak sama sekali, karena dari gerak-gerik nya, dan juga sikapnya tidak ada yang meragukan bahkan semua itu berlaku hingga saat ini, mommy bukan wanita yang gila harta dan tahta, dia bahkan terkesan sederhana sepanjang masa, dan saat kemarin dia merubah penampilan nya kami yakin jika mommy sedang berkamuflase untuk menyelamatkan kita dari kehancuran"