Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#melahirkan#


__ADS_3

kepergian Daisy saat ini, benar-benar tidak ada satu orangpun yang tau wanita itu pergi meninggalkan pria egois itu, Rayendra memang sangat mencintai nya, tapi ego nya tidak pernah berubah,rasa cinta yang Daisy berikan hanya dijadikan lelucon.


Daisy tiba di rumah nya keesokan paginya, selama ini rumah itu sudah lama kosong, hanya bi Maryam yang selalu menjaga kebersihan rumah tersebut, Daisy sudah memutuskan untuk tetap menyendiri dengan perut buncit nya itu Daisy pun berbaring di ranjang nya, dia diantar oleh Vino.


hingga kedatangan Rayendra ke rumah nya itu, Daisy samasekali tidak pernah ingin berhadapan dengan Rayendra.


"Aku ingin kita bercerai"ucap Daisy.


"Aku akan mengabulkan nya, tapi kamu harus memberikan putra ku"ucap Rayendra tegas.


"Tidak anak ini anak ku,aku yang mengandung anak ini"ujar Daisy.


"Tapi aku Daddy nya!"bentak Rayendra.


"Aku tidak peduli, mas kamu tidak akan bisa merawat putra ku, kamu terlalu sibuk dengan dia, aku akan membesarkan dia dengan baik dan kamu tidak usah takut,aku tidak akan meminta sepeserpun uang dari mu, meskipun putra ku hidup sederhana dengan ku"kata Daisy.


"Tidak bisa aku akan mengambil dia begitu dia lahir, atau kamu pilih hidup bersama kami atau tetap keras kepala seperti ini"ucap Rayendra.


"Aku tetap akan bercerai , apapun yang terjadi"ucap Daisy.


wanita itu tetap bersikeras untuk berpisah.


hingga Rayendra pergi dari kediaman nya Daisy Rayendra sudah tidak sanggup lagi untuk membujuk Daisy saat ini.


Rayendra, akan mengabulkan permintaan Daisy, karena dia tau pernikahan nya dengan Daisy tidak akan bertahan meskipun dia sudah berusaha mati-matian untuk membina rumah tangga nya itu, cinta nya tidak bisa dipaksakan, dan menjalani poligami itu tidak lah semudah yang ia bayangkan, selama ini.


hingga lima tahun berlalu setelah perceraian itu, akhirnya kini putra nya, sudah berusia empat tahun sepuluh bulan itu, sebentar lagi akan merayakan ulang tahun nya .


anak laki-laki tampan itu kini terlihat lebih mirip Daddy nya yang selalu mengunjungi nya, bersama dengan seorang gadis kecil ,adik dari Rayan, dia adalah anak dari istri pertama Rayendra yang dulu sempat berpisah dengan nya, mereka kembali menikah setelah resmi bercerai dengan Daisy, sementara Daisy tetap menyendiri meskipun vino selalu tak pernah bosan untuk melamar wanita yang berstatus janda anak satu itu.


"Yang kamu lagi apa?"ucap Vino.


"Vin usia kita terlalu jauh kamu masih terlalu muda kamu masih bisa mendapatkan banyak wanita cantik dan memilih mereka, bukan nenek-nenek yang sudah tua seperti ku"ucap Daisy yang kini sudah berusia tiga puluh lima tahun.


sementara vino masih dua puluh delapan tahun.


"Tapi bagiku yang cantik hanya Tante cantik ku"ucap Vino tulus.


"Vin, orang tua mu, tidak akan pernah setuju dengan hubungan kita, dan kamu tau kan apa? yang terjadi dengan pernikahan ku dulu.


"Aku tidak peduli, aku sangat mencintai mu kak, kamu adalah wanita tercantik yang pernah hadir dalam hidup ku, aku hanya menginginkan mu, kamu pasti tersinggung karena selama ini, aku selalu memanggil mu Tante, padahal usia kita hanya terpaut tujuh tahu saja , tapi asal kamu tahu kak, aku sangat nyaman"ujar Vino.


"Kamu nyaman karena aku sudah seperti ibumu dan itu sudah sepantasnya meskipun tidak ada hubungan darah "ucap Daisy.


"Tidak-tidak aku mencintaimu sebagai seorang wanita, dan sebagai calon ibu untuk anak-anak ku kelak"ucap Vino.


"Vin please"ucap Daisy.


"Yang please, jangan menolak ku lagi, jika perlu kita akan tinggal di luar negeri"ujar Vino.


"Vin, tidak akan ada pernikahan ok, kamu juga akan bahagia dengan wanita lain suatu hari nanti ingat kamu masih mu eum... eum"Daisy mendapatkan Serang mendadak dari vino.


pria itu menahan tengkuk Daisy sedikit kuat pria itu tidak ingin melepaskan ciuman tersebut hingga Daisy mau membalas nya, dan Daisy pun membalas nya.


beberapa detik kemudian mereka pun saling menatap hingga tanpa mereka sadari mereka berdua kini tengah berada di dalam kamar mereka tepat di atas ranjang empuk itu, Vino pun mengungkung tubuh Daisy, meskipun mereka masih dengan pakaian utuh tidak ada edisi buka-bukaan tapi hanya bercumbu mesra.


"Vin sudah larut sebaiknya kamu pulang ke rumah mu"ucap Daisy.


"Yang panggil aku Daddy please"ucap Vino.


"Tidak Vin usia"


"Stop yang stop aku tau usia ku dibawah mu tapi itu tidak akan pernah menjadi tolak ukur untuk hubungan kita dan aku sudah siap untuk menikah lagi, dulu saja aku bisa serius andaikan saja dia setia"ucap Vino.


"Dan kamu masih bisa serius bahkan lebih serius lagi dengan wanita seusia mu"ucap Daisy yang langsung kembali mengungkung nya kali ini Vino benar-benar menunjukkan ke dewasanya pada Daisy, yang berontak minta dilepaskan tapi akhirnya dia menyerah mungkin ini jalan hidup nya bersama dengan pria yang berusia tujuh tahun lebih muda dari nya, dia pasrah apapun yang terjadi nanti nya dia tidak peduli.

__ADS_1


hingga keesokan paginya, pria itu masih setia memejamkan mata di atas ranjang milik Daisy, sementara wanita itu tengah sibuk membuat sarapan pagi nya.


Daisy sudah bangun lebih awal dari vino dia langsung pergi menuju kamar mandi dan membersihkan tubuh nya sisa percintaan semalam.


Daisy dan Vino, belum menikah wanita itu terpaksa melayani keinginan Vino, tepat nya .


setelah selesai menyiapkan sarapan akhirnya Daisy langsung bergegas memanggil Rayan, dan Vino yang masih setia tertidur di sofa nya.


"Vino bangun sudah siang"ucap Daisy.


tapi pria itu tidak bergeming sedikitpun, hingga Daisy hendak mengelus tangan Vino yang kini langsung menarik nya, dan langsung masuk ke dalam dekapan nya.


"Vin kamu apa-apaan sih, sudah siang kamu bukan nya harus kembali ke kota"ucap Daisy.


"Sudah kubilang panggil aku Daddy, bukan kah semalam kamu sudah mengetahui seberapa besar cinta ku"ucap Vino sambil menatap lekat wajah cantik itu.


"Tidak " ucap Daisy.


"Kamu mau mengulang nya lagi, heumm"tanya Vino yang langsung membalikkan posisi tubuh mereka.


"Stop, iya Daddy iya aku panggil Daddy"ucap Daisy yang kini berusaha untuk melepaskan dari Vino.


"Aku ingin kita pulang bersama yang rumah mu ada di sana"ucap Vino.


"Rumah siapa, rumah mu, atau rumah orang tua mu, aku sudah tidak mau mendengar kata-kata itu,aku tidak pernah meminta apapun pada mereka berdua dan begitu juga pada mu"ucap Daisy.


"Yang aku bukan mereka,aku akan memberikan semua hak mu sebagai istri ku, karena kamu adalah wanita yang sangat aku cintai dan sudah kewajiban seorang suami menafkahi istri nya.


🌹💖💖💖🌹


beberapa hari kemudian tiba-tiba vino membuat kejutan dia kembali ke desa dan mengadakan pesta pernikahan dadakan dia begitu bahagia bisa menjalani kehidupan nya bersama wanita pujaannya selama hampir sepuluh tahun terakhir ini.


"Yang apa kamu mau ikut tinggal di rumah kita yang di kota, soalnya aku harus kembali bekerja"ucap Vino.


"Tidak masalah kita bisa mendaftar kan dia disana"ucap Vino.


Daisy langsung berpikir, dan dia memberikan jawaban setelah itu.


"Aku pikir-pikir dulu Daddy, aku tidak mau Rayan terlalu dekat dengan Daddy nya nanti"Ucap Daisy.


Vino hanya bisa pasrah apapun jawaban nya nanti, dia tidak ingin memaksakan kehendak nya terhadap istrinya itu.


akhirnya jam makan malam pun tiba Daisy sedang bersibuk di dapur wanita yang kini berstatus istri Vino itu ingin membuat makan malam yang lezat.


hingga sebuah tangan kekar melingkar di pinggang istri nya itu.


meskipun usia Vino jauh dibawah Daisy tapi wanita yang sudah memiliki seorang putra itu kini tengelam dalam pelukan Vino, karena istrinya itu memiliki tubuh yang langsing dan tinggi nya hanya sampai bahu Vino yang tumbuh tinggi tegap dan mempesona dengan rahang tegas itu.


pria itu cukup mampu membuat Daisy terbang melayang ke alam nirwana, setiap sentuhan nya sudah seperti seorang yang lebih profesional, mungkin pernikahan pertamanya mengajarkan dia lebih dewasa segala nya.


"Dad... lihat ini apa? ucap Daisy yang kini mengacungkan sebilah pisau.


"Pisau sayang"ucap pria itu.


"Apa? mau mencoba nya"ucap Daisy.


"Sadis amat sayang ku ini muachh"sebuah kecupan mendarat di pipi Daisy.


"Dad...minggir dulu aku sedang masak ini nanti gosong"ucap Daisy.


"Oke sayang ok, baik'lah tapi sun dulu "ucap vino.


"Oke baiklah"ujar Daisy sambil memberikan kecupan.


setelah itu dia kembali melanjutkan acara masak nya,

__ADS_1


akhirnya selesai dia langsung menghidangkan nya di meja di sana sudah di tunggu oleh Rayan.


" Mom... Rayan ngantuk"ucap Rayan Davidson.


"Tidak boleh tidur dulu Sayang kamu harus makan dulu"ucap Daisy.


"Iya sayang nanti Daddy bacakan dongeng deh biar kamu senang"ucap Vino.


"Dad.."Daisy tidak suka suaminya terlalu memanjakan Rayan, sedari kecil sejak lahir, Vino, selalu memanjakan putra nya itu.


"Sayang aku hanya ingin membacakan cerita untuk mereka"ucap vino.


"Jangan dibiasakan begitu dad, kamu tau sendiri aku sudah tidak punya gaji bulanan, selama ini,aku bahkan sudah tidak bekerja lagi untuk bos Rio"ucap Daisy.


"Sayang kamu itu punya aku, jadi jangan pernah berkata seperti itu, aku adalah suamimu dan sudah kewajiban ku untuk menafkahi mu"ucap Vino.


"Heummm baik'lah Daddy"ucap Daisy.


tepat pukul sembilan malam Vino baru keluar dari kamar putra sambung nya itu, dia langsung berjalan menuju kamar nya dengan Daisy.


sesampainya di dalam kamar dia melihat istrinya tengah membuka laptop miliknya, saat ini karena dia tengah berbelanja online, untuk kebutuhan sekolah Rayan, mulai dari tas sekolah dan juga buku bacaan baru karena putra nya itu, untuk Rayan sekolah di desa tersebut.


Daisy ingin putra nya itu hidup sederhana seperti yang selalu ia ajarkan, selama ini meskipun Rayendra selalu memberikan uang yang lebih dari cukup karena Rayan adalah putra satu-satunya.


hingga akhirnya Daddy Rayendra mau menerima kehadiran Daisy, tapi sayang rumah tangga mereka tidak berjalan mulus, cobaan itu melanda hingga mereka pun memutuskan untuk berpisah, dan hak asuh anak nya jatuh ke tangan Daisy.


Daisy kini sudah bisa tenang, dan tidak harus meributkan semua tentang rumah tangga nya, karena Vino adalah suami yang cukup pengertian, dan sangat mencintai nya sedari sepuluh tahun lalu.


Daisy berpikir bahwa Vino hanya pemuda yang kesepian dan butuh teman, tapi setelah mengenal nya, ternyata pria itu tidak pernah kekurangan apapun, keluarga yang sangat lengkap dan saling menyayangi, dan dia memiliki sahabat yang baik dan teman yang hangat Daisy, selalu berfikir dan bertanya-tanya apa? yang vino harapkan dari dirinya yang seorang janda, tapi kini dia yakin bahwa Vino, adalah pria yang sangat bertanggung jawab.


hingga saat dia kembali ke desa dan Vino selalu ada untuk nya.


pria itu bahkan tidak ragu untuk menungguinya yang tengah melahirkan, Vino bahkan tidak merasa jijik dengan darah yang menempel di tubuh Rayan, dia langsung menggendong anaknya itu.


sementara keluarga Vino, hingga saat ini belum ada satupun yang datang bukan karena restu tapi karena mereka berada di luar negeri.


Daisy hanya berharap jika mereka mau menerima Daisy dan Rayan.


keesokan harinya Daisy sudah memutuskan untuk tetap tinggal di desa bersama putranya, Rayan.


dan Vino pun tidak memaksa asal anak dan istri nya tetap baik-baik saja agar vino bisa tenang.


sampai Vino tidak terlihat lagi dengan mobilnya itu ,akhirnya Daisy masuk kedalam rumah nya.


"Rayan tidak boleh nakal ya, karena Daddy, saat ini tengah bekerja jadi tidak akan bobo lagi sama Rayan" ucap Daisy.


"Baik mom, Rayan tidak akan nakal kok"ucap Rayan.


sementara itu di perjalanan kini Vino tengah fokus pada ponsel nya yang terdapat video kebersamaan nya dengan Daisy sebagai obat rindu pada istri nya itu, wanita cantik itu semakin membuat nya tak bisa berjauhan dengan nya.


Daisy adalah cinta pertama dan cinta sejatinya, hingga saat dia bisa mendapatkan wanita itu dia, begitu bahagia.


Daisy juga selalu memenuhi kebutuhan nya karena sedari dulu wanita itu menganggap dirinya sebagai keluarga nya, dan saat ini Daisy melayaninya dengan sepenuh hati dan jiwa raga nya.


"Sayang baru juga satu jam perjalanan aku sudah sangat merindukan mu"ucap Vino.


sementara sopir pribadinya itu malah tersenyum sendiri melihat itu Vino langsung berkata" jika berani menertawakan ku, kamu harus berlari berkeliling GBK, dan jika tertawa lagi potong gaji dan jika tertawa lagi, potong gaji"ucap Vino.


"Ampun tuan tidak lagi-lagi"ucap sopir


sementara Vino menggeleng kan kepala nya.


hingga tiba di rumah nya Vino, disambut oleh asisten pribadi nya, yang langsung mengajak nya untuk meeting penting saat itu juga dan vino seperti semakin semangat bekerja karena Daisy sudah resmi menjadi istri nya.


"Baiklah sudah saatnya aku bekerja keras untuk anak dan istri ku, saat ini"ucap Rayan.

__ADS_1


__ADS_2