
Rayan langsung menggulung bola salju yang diberikan pada sang istri.
Mereka berperang melawan putra nya, David, yang ternyata di bantu oleh Agam, yang juga baru tiba bersama dengan Anya.
Mereka memang tidak pernah bisa jauh, tapi kali ini dia datang bersama dengan semua pasangannya, ada Riki di samping Anya, dan Agam bersama dengan Aira, kekasih nya.
"Kalian, datang, ya sayang bulan madu kita direcoki mereka"ucap Rayan.
"Tidak masalah mas, ada David, mereka tidak akan tahan disini"ucap Daisy.
Wanita itu tersenyum jahil.
"Kita teman kan David"ujar Anya.
"Tidak"ujar David pergi menghampiri kedua orang tua nya.
"Owh ya ampun, aku jadi kakak yang terbuang"ucap Anya.
"Sudah teh...jangan lebay gitu, kita kesini untuk liburan"ucap Riki.
"Tapi A, aku tidak mau jauh dari mommy"ucap Anya.
"Heumm, tidak jauh kok, masih satu hotel dan kita akan sering bertemu dalam satu Minggu ini"ucap Riki.
"Ya Baiklah"ujar Anya.
"Ayo, kita ke kamar kita dulu"ujar Anya dan Agam.
"Kita!"teriak Daisy, kaget.
"Maksudnya, sendiri-sendiri mom"ucap keduanya.
"Buruan masuk, jika ingin ikut jalan"ucap Rayan.
"Tapi jauh kak, tunggu"ucap Anya.
"Kalian datang tidak memakai jasa travel, lalu kesini?"tanya Daisy.
"Jet pribadi milik kakak, sayang kan kalau tidak digunakan"ucap Anya.
"Anya!"teriak Rayan, yang hampir saja membuat semua orang yang ada di taman itu meliriknya.
__ADS_1
"Anya, hanya ingin jemput kalian, suasana Mension sepi"ujar Anya.
"Jemput, dalam waktu dua hari sama saja, merusak waktu liburan kami,owh ya ampun"teriak Rayan, yang langsung di peluk oleh Daisy, karena pria itu hampir saja membuat semua orang syok.
"Agam, buruan pergi ke hotel tempat mommy menginap"ujar Daisy.
Daisy, pun membawa Rayan, yang sedikit terbakar emosi, bukan dia sayang dengan benda itu, tapi dia takut, kedua adiknya kenapa-napa, karena jika tidak dengan persiapan yang tepat, dan pilot pesawat yang handal, akan rawan kecelakaan.
Daisy membawa Rayan, untuk duduk di bawah pohon sakura,di kursi kayu taman yang sangat dingin itu, Rayan, masih menahan kesal.
"Kenapa? tidak gunakan pesawat biasa, seperti yang kita naik kan bahaya jika terjadi apa-apa"ucap Rayan.
"Mereka akan baik-baik saja mas"ucap Daisy.
Sementara David, duduk di samping Daddy nya, sambil terdiam sesekali dia melirik ke arah, Daddy nya, yang marah pada kedua kakak nya, yang seharusnya di panggil aunty dan uncle.
"Heumm, Baiklah, kita akan cari makan siang dulu sayang"ucap Daisy.
"Restaurant, Jepang mom"ucap David.
"Kita memang sedang berada di Jepang, Sayang, jadi seluruh restaurant, ini di sini adalah restaurant Jepang"ucap Daisy.
"Heumm, putra Daddy, memang sangat pintar"kata Rayan.
"Jadi ibunya tidak, ya memang ibunya kan dari kampung"ucap Daisy.
"Tidak sayang kamu jangan salah faham, kamu bahkan lebih pintar dari kita, kamu bisa melakukan apapun, kamu adalah wonder woman ku"ucap Rayan.
Rayan pun memeluk Daisy.
"Jangan meledek mas, wonder woman itu, sangat cantik"ucap Daisy.
"Heumm, terserah jika tidak percaya, yang pasti, kamu adalah segalanya bagiku"ucap Rayan.
Sementara itu di dalam kamar hotel, setelah mereka memesan kamar, untuk mereka berempat, kini Agam dan Anya, sudah bersiap untuk menyusul Rayan, dan hendak meminta maaf, tapi sesampainya di sana Rayan, dan anak istrinya tidak ada di sana.
Keempat menuju, rumah makan tersebut, dan ternyata di antara deretan rumah tersebut, ada Rayan, dan keluarga kecilnya itu.
Rayan, pun meminta mereka untuk bergabung di sana dengan meja yang melingkar dan sang koki, duduk di tengah, sementara mereka di barisan luar lingkaran.
Rayan begitu pintar berbahasa Jepang dan sangat mengagumkan, membuat Daisy, menatap penuh kekaguman, saat ini jika saja Daisy sedang ngidam, mungkin saat ini, yang dia inginkan adalah mencium, suaminya secara bertubi-tubi, tapi sayang, dia sedang tidak mengidam, dan dia hanya bisa menahan diri.
__ADS_1
"Sayang, mau menu yang mana"ucap Rayan.
"Sushi saja mas, dan itu ramen"ucap Daisy, dia memilih itu, karena di Indonesia
"Heumm, ini Wagyu mau tidak"tanya Rayan.
"Tidak mas, buat mas saja"jawab Daisy.
Sementara itu Riki, dia kebingungan mau minta apa? pada koki , beruntung Anya, bisa, seperti Rayan, tapi kali ini Anya, pesan steak Wagyu, chicken katsu.
Sampai selesai, makan mereka semua kembali jalan menyusuri taman sakura yang belum muncul, karena musim salju .
"Sayang aku lelah"ujar Aira.
"Sini aku gendong"ucap Agam.
"Nggak gitu juga kali Yang, malu dilihat orang, kakak mu di sini semua apalagi mommy mu"ucap Aira.
"Santai saja, kalau cuma gendong masih wajar bukan itu juga karena kamu kelelahan"ucap Agam.
"Tadi, kaki aku terkilir saat di toilet, dan aku sudah tidak kuat berjalan lagi"ucap Aira, ragu.
Sementara Agam, langsung meraih Aira menggendong nya lalu, membawa dia duduk di bangku taman yang luas dan banyak kelokan nya itu.
Daisy, hanya melihat dari kejauhan, dia sendiri tengah duduk bersama dengan Rayan, karena David ikut Riki, dan Anya , bermain salju, membuat mereka bertiga membuat boneka salju, ternyata tidak semudah yang dibayangkan seperti yang ada di tv apalagi, saat hendak mencari wortel dan dan ranting untuk tangannya, akhirnya, mereka pun mengambil permen coklat dan stroberi untuk hidung, dan permen coklat untuk mata, dan boneka.
Daisy, yang melihat itu pun tertawa terbahak-bahak karena jatoh nya boneka itu seperti badut dan bentuk nya, sudah tidak beraturan lagi.
Rayan, pun membeli dua boneka salju dari toko yang tidak jauh dari tempat tersebut , dia memberikan itu, pada Daisy dan juga David, setelah itu ia kembali ketempat dimana sang istri tinggal saat ini.
"Sayang, jangan melamun, tidak jika kamu ingin, boneka salju aku, akan beli toko itu semua nya"ujar Rayan.
"Bukan itu, mas lihat itu, Aira dan Agam, apa? sudah ada pertunangan"ucap Daisy.
Rayan pun menggeleng, tidak setuju, dia tidak membenarkan ucapan Daisy.
"Aku tidak ingin hubungan tanpa ketulusan hati itu, terjadi aku ingin kedua adikku sangat bahagia kelak jika mereka menikah, jadi harus pilih calon, yang benar-benar sangat menyayangi nya, sepenuh hati, seperti dirimu selama ini"ujar Rayan, yang kini merangkul bahu istrinya, yang ia sandarkan di bahunya.
"Aku mencintaimu, murni dari lubuk hati ku yang terdalam"ujar Daisy.
"I Loved"
__ADS_1