
Wajah Jessica tiba-tiba berubah pucat sampai dia berteriak dan marah pada orang yang sudah memutar video tersebut.
"Hentikan!! itu rekayasa ini fitnah aku tidak pernah berhubungan dengan siapapun selama ini aku hanya berhubungan dengan David tunangan ku!."teriak Jessica tapi ternyata tidak ada yang mendengar itu semua orang mencemooh pengantin wanita itu.
Kedua orang tua Jessica langsung menarik putrinya pergi dikawal oleh beberapa orang bodyguard mereka.
Sementara David hanya bisa terdiam karena hatinya benar-benar syok saat melihat bukti itu.
Ternyata Jessica adalah adalah seorang pemain.
David pun pergi begitu saja tanpa menoleh sedikitpun padahal sedari tadi Daisy memanggil putranya itu.
David masih berada di hotel itu setelah melepaskan semua jas pengantin yang tadi dia gunakan.
Pria itu kini tengah mencari keberadaan Agista lewat orang-orang nya.
Sampai saat seseorang menunjukkan rekaman Cctv dari mulai keluar rumah dan tiba di bandara dengan tujuan Amerika.
David pun meninju dinding yang ada di sampingnya.
Kenapa? wanita itu tidak sedikitpun peduli pada dirinya.
"Agista kamu akan melihat bagaimana aku bisa mendapatkan mu, tunggu tanggal mainnya."ujar David.
Pria itu pun langsung bergegas pergi menuju tempat Mension disaat semua keluarga kini tengah berkumpul di tempat tersebut.
Rayan, Agam dan Anya beserta pasangan dan juga anak mereka tengah berada di Mension milik Rayan.
Mereka mengkhawatirkan keadaan David saat ini namun Ray terus meyakinkan bahwa David baik-baik saja.
Sampai akhirnya yang mereka khawatirkan tiba di Mension tersebut.
"David sayang kamu tidak apa-apa kan nak."ujar Daisy yang langsung menyambut anaknya dengan pelukan erat.
"Tidak apa-apa mommy aku baik-baik saja tolong bantu David siapkan perlengkapan David untuk satu Minggu kedepan."ujar pria itu.
"Kamu mau kemana? nak."ujar wanita paruh baya itu.
"Amerika perjalanan bisnis."ujar David.
__ADS_1
"Tapi nak, tidak baik berpergian disaat suasana kacau seperti ini."ujar Daisy yang lebih mengkhawatirkan putranya itu.
"Mommy tenang saja, semua akan baik-baik saja David juga masih bisa menghandle pekerjaan dari sana."ujar David.
"Tidak sayang,,, yang Mommy khawatirkan itu bukan masalah pekerjaan, Mommy tidak peduli dengan itu meskipun kita kehilangan semua itu yang Mommy khawatirkan adalah kamu sayang keluarga kita."ujar Daisy.
"Tidak apa-apa Mom percayalah."ujar gadis itu.
"Heumm,,, baik'lah sayang terserah kamu saja."ujar Daisy yang kini membingkai wajah putra sulungnya itu.
"Love you Mom."ujar David.
"Love you too honey."ujar Daisy yang kini memeluk erat putranya itu dengan tetesan air mata dia berdoa di dalam hatinya semoga putranya mendapatkan jodoh yang baik.
Rayan pun hanya mengangguk tanda mengijinkan Daisy yang menatap kearahnya meminta persetujuan untuk David.
Keduanya pun berjalan menuju lift yang akan membawa ibu dan anak itu ke lantai empat dimana kamar gadis itu berada.
Sampai saat keduanya tiba di depan di dalam kamar.
"Mom,,, David mencintai Agista, apa? boleh David menikah dengannya."ujar David tiba-tiba dan langsung membuat Daisy syok.
"Sayang apa? yang kamu katakan, Agis itu sepupu kamu."ujar Daisy.
"Sayang darimana kamu bisa menyimpulkan hal itu."tanya Daisy.
"Daddy dan uncle Agam adalah saudara beda ayah dan itu adalah tiri jadi bisa dibilang merupakan tidak sedarah."ujar David.
"Tidak sayang Agam juga kakak angkat mu, Mommy mengangkat mereka menjadi anak mommy sejak kami bertemu jadi tolong jangan bicarakan hubungan darah Mommy tidak ingin ada perpecahan diantara keluarga kita cukup saat itu saja bahkan hingga saat ini aunty Natali masih enggan untuk memaafkan Daddy mu yang sudah menyinggung tentang hubungan darah. padahal hubungan mereka begitu dekat sejak mereka kecil."ujar Daisy.
"Sekarang yang aku tanya mommy setuju atau tidak aku menikah dengan Agista."ujar David.
"Bagi mommy tidak akan mempermasalahkan putra Mommy menikah dengan wanita manapun, Mommy hanya ingin putra mommy bahagia tapi Mommy tidak bisa jamin dengan Daddy mu."ujar Daisy yang meragukan sikap Rayan.
"Mommy benar tapi jangan khawatir asalkan Mommy bersama dengan ku, aku yakin Daddy akan merestui hubungan itu."ujar David.
Mereka sibuk Peking baju-baju David yang akan pemuda itu bawa.
Sampai saat mereka selesai siap-siap David sudah meminta asisten pribadinya untuk menyiapkan jet pribadi miliknya.
__ADS_1
Pria itu akan langsung berangkat ke Amerika sore itu juga.
Sementara Rayan yang sedari tadi mendengarkan percakapan keduanya dia tetap terdiam tanpa menimpali obrolan mereka.
Agis sendiri kini tengah duduk di sebuah taman yang indah yang ada di kompleks Mension yang berderettan megah itu.
Meskipun disana terdapat banyak orang yang sengaja menghabiskan waktu untuk bersantai di hari Minggu pagi itu Agista tidak terganggu dengan itu.
Justru dia bisa mengabadikan momen tersebut saat ini dimana jarang-jarang melihat perkumpulan bule Amerika saat ini.
Agis kini bersama dengan Leon namun pria itu tiba-tiba menghilang setelah seorang wanita datang dan mengajak dia pergi.
Leon hanya berpesan agar uagara tidak keluar dari area taman sebelum dia menjemputnya tapi ini hampir dua jam dia tidak kunjung datang.
Seseorang tiba-tiba mendekat ke arah nya.
"Nona Agis tuan Leon meminta saya untuk menjemput anda."ujar asisten pribadi Leon.
Agista pun menghela nafas, dia tau jika sudah begitu, Leon pasti sedang menghabiskan waktu nya bersama dengan wanita itu di rumah seperti biasanya.
"Kebiasaan,. sudah tiga hari di sini kelakuan kakak ku itu masih belum berubah."ujar Agista.
"Heumm.."sang asisten pribadi hanya bisa berdehem.
Sementara itu di kediaman Leon kedua pasangan mesum itu baru selesai mandi di kamar tamu yang digunakan untuk melakukan hubungan tanpa status itu.
Agista yang baru datang pun hanya menatap sekilas kearah Leon yang terlihat merasa bersalah.
"Aku pulang sore ini ada yang harus di urus kakak pesankan saja tidak pesawat untukku tenang saja aku yang bayar."ujar Agista.
"Tidak,,, kamu akan pulang bersama kakak Minggu depan."ujar Leonardo yang langsung menghampiri Agista.
"Stop jangan mendekat."ujar Agista seakan jijik untuk berdekatan dengan Leon.
"Agista kamu kenapa? heumm."ujar Leon yang hampir menyentuh Agista tapi gadis itu malah menjauh.
"Aku akan pulang sekarang juga, aku bisa pesan tiket pesawat untukku."ujar Agista.
"Sekarang kakak tanya dimana paspor mu."ujar Leon.
__ADS_1
Agis langsung terdiam.
Tidak apa-apa aku bisa jadi penumpang gelap di pesawat nanti."ujar gadis itu yang terlihat tidak baik-baik saja.