
Satu Minggu sudah berlalu sejak mereka kembali dari villa tersebut, kini Sherina sudah membeli sebuah apartemen mewah yang ia inginkan, sementara Mension peninggalan kedua orang tua nya itu dia jual dan beberapa aset lainnya, ia pun membuka bisnis barunya dengan uang hasil penjualan tersebut.
Sementara perusahaan itu masih ia kelola dengan baik.
Dengan bantuan Agam dan juga asisten pribadi nya yang baru karena semua pegawai banyak yang dipecat saat diketahui banyak orang yang berbuat masalah, karena mereka adakan anak buah dari ibu tiri Sherina.
Sementara itu di tempat bisnis baru nya, Sherina yang pintar memasak dia membuka restaurant berbintang dengan bangunan Lima lantai dan dilantai teratas ada tempat khusus untuk orang yang ingin masuk ruang karaoke, ada private room dan juga ruangan pribadi milik Sherina, sementara di setiap lantai tersedia ruang VIP, jika anda yang ingin mengadakan meeting penting.
Kebayang bukan restaurant mirip hotel, Sherina juga merekrut para pegawai berpengalaman.
Agam merasa salut dengan pemikiran Sherina, dia bahkan mampu mengelola semua itu secara bersamaan.
Meskipun ada beberapa orang asisten pribadi yang membantu mengurus semua nya.
Sampai akhirnya hari libur tiba dia datang ke Mension milik Rayan.
untuk mengunjungi si kedua Bocil kesayangan nya itu.
Baby Riyan dan Raya kedua nya adalah semangat baru untuk Sherina, seakan mereka adalah keluarga nya, bahkan sesekali Sherina akan membawa kedua Bocil itu pergi jalan-jalan tanpa Daisy atau Rayan, meskipun kedua pengasuh nya selalu ikut bersama Sherina.
Seperti saat ini dia tengah meminta izin untuk membawa kedua bayi berusia satu tahun itu untuk jalan-jalan ke mall, tapi Rayan tidak mengijinkan nya karena ia ingin mengerjai Sherina.
"Kak, aku ijin bawa anak-anak pergi ya"ucap Sherina pada Daisy.
"Tidak bisa, kamu buat saja anak mu sendiri jika ingin jalan-jalan sama Bocil"ucap Rayan yang kini tengah bersantai meskipun sambil memangku laptop nya, seorang pengusaha sukses yang benar-benar kaya raya tidak akan pernah sesantai yang orang lain bayangkan, setiap hari setiap waktu pasti akan ada kegiatan yang mengharuskan dirinya untuk tetap mengurus semua bisnis nya apalagi orang seperti Rayan.
"Bocil daddy kalian jahat banget sih, kok kita tidak diijinkan untuk pergi jalan-jalan sih"ucap Sherina.
Sementara Daisy hanya tersenyum melihat interaksi mereka yang seakan tak pernah tidak pernah kehabisan ide untuk berinteraksi dengan mereka berdua.
Tiba-tiba Agam datang membawa putri nya Agista, dan kali ini tanpa istrinya, Novita wanita itu kini tengah mengunjungi rumah lama nya yang akan disewakan karena sayang tidak di tempati.
"Kamu juga datang Sayang"ucap Daisy pada Agam.
"Ya Mom,, Agis sedang ingin kesini"jawab Agam.
Pria itu menjawab Daisy tapi matanya melirik ke arah Sherina yang semakin hari penampilan nya semakin anggun saja.
"Kamu juga disini Yank"ucap Agam tanpa peduli dengan sekitar.
"Kakak kira kalian ada janji bertemu jika seperti itu aku ijinkan kamu bawa keponakan mu, jalan-jalan bareng Agam"ucap Rayan.
"Heumm giliran itu aja peka, seharusnya tidak perlu meminta restu kan Bocil R tiap weekend kita juga jalan bersama"ucap Sherina.
"Ini beda urusan hati"ucap Rayan semakin mengejek.
"Hati-hati ampela maksud nya"ucap Sherina.
"Ah itu dia adik ipar kapan-kapan aku nebeng meeting di restoran milik mu ya"ujar Rayan.
"Ah itu sih soal gampang tapi harus merestui kepergian kita bertiga ya kan baby R"ucap Sherina.
"Bikin sendiri"ucap Rayan masih kekeuh tidak mengijinkan.
"Ah...ya sudah lah aku pulang saja, hiks hiks hiks tidak diijinkan"Sherina benar-benar menangis sambil pergi meninggalkan mereka semua yang bengong melihat tingkah laku gadis itu.
"Sudah dewasa kok cengeng"ucap Rayan.
"Biarin!"teriak Sherina yang hampir mendekati pintu ruang keluarga tersebut.
"Hi...kami datang!"ucap Anya yang kini mendorong stroller baby twins A.
"Ah... aku tidak jadi pergi soalnya ada dua lagi pengganti Bocil yang bisa aku bawa main"ucap Sherina yang seketika itu menghentikan tangisnya.
Semua orang tertawa terbahak-bahak termasuk Daisy, hanya Agam saja yang mesem melihat tingkah laku calon ibu dari anak nya kelak.
__ADS_1
"Eh... kok gitu kamu tadi nangis kenapa?"tanya Anya.
"Dia tuh... kakak yang benar-benar pelit aku tidak diijinkan bawa mereka berdua, tapi sekarang aku mau bawa twins A saja"ucap Sherina.
"Tidak boleh mereka sedang kurang sehat"ucap Ricky, otomatis Sherina kembali menangis dan benar-benar pergi tapi Agam, yang sudah menitipkan putri nya bersama dengan baby sitter cadangan di Mension tersebut, pria itu berlari menyusul Sherina yang masih terisak meskipun dia sudah akan pergi dengan mobilnya.
"Yank...tunggu!"teriak Agam.
Sherina langsung mengusap air mata nya, gadis itu menangis bukan tanpa alasan, karena hari ini adalah hari ulang tahun nya, dia ingin merayakan itu dengan anak-anak, tapi Rayan tega tidak membiarkan mereka pergi.
"Yank,,, tunggu kamu mau kemana?"ucap Agam yang kini membungkuk dan menatap lekat wajah cantik yang sembab itu.
"Aku mau ketempat mommy"ucap Sherina.
"Ya sudah hati-hati tapi jangan dulu pergi, sebelum kamu berhenti menangis, lagian kenapa? hari ini kamu menangis kakak tidak bicara yang tidak-tidak kan?"tanya Agam yang heran.
"Tidak dia baik-baik saja hanya saja aku sedih tak bisa merayakan hari kelahiran ku, bersama dengan orang yang aku sayangi, ya sudah aku pergi dulu"ucap Sherina.
"Yank...maaf"ucap Agam yang benar-benar lupa jika hari ini Sherina ulang tahun.
"Tidak apa-apa lagi pula aku bukan anak kecil lagi, aku bisa sendirian kok, seperti selama ini" ucap Sherina yang langsung melajukan kendaraannya itu, meskipun Agam terus berteriak memanggil nama nya.
"Yank!"ucap Agam tapi Sherina terus berlalu pergi.
Agam tau gadis itu kecewa pada nya, saat ini karena tidak peka.
Sampai di sebuah pemakaman Sherina yang sudah menyiapkan kue ulang tahun untuk dirinya yang berukuran sedang itu dan juga berbagai buket bunga untuk sang mommy bunga Lily putih kesukaan mommy nya saat dia hidup.
Sherina tidak melirik ke arah sekitar nya saat dia duduk di samping makam sang mommy, saat ini dia langsung menangis sesenggukan sambil berucap" Mommy,,, hiks hiks hiks Sherina datang membawa cake ultah seperti biasanya aku akan merayakan ulang tahun bersama mommy saja"ucap gadis itu masih terisak dalam tangis nya.
"Sherina... kamu sedang apa? disini"ucap orang yang sedari tadi tengah duduk dan berdoa untuk sang Ayah.
.....................
"Aku sedang merayakan ulang tahun bersama mommy ku"ucap Sherina yang kini mengusap air mata nya.
"Iya, lihat ini Sharon Dimitri,, dia mommy ku"jawab Sherina Dimitri.
"Jadi kamu ikut marga ibumu"ucap Novita.
"Ya,, karena Oma, tidak mungkin ingin keturunan nya, tidak menggunakan nama keluarga nya"ucap Sherina.
"Owh begitu ya"ujar Novita.
Saat mereka tengah berinteraksi, tiba-tiba seseorang datang, pria itu kaget karena ternyata kedua wanita yang ia cintai ada di makam tersebut.
"Yank... kamu belum selesai"ucap Agam.
"Eh Abang,,, aku baru mau pergi tapi tidak tega ninggalin Sherina sendiri yang tengah berulang tahun"ucap Novita, padahal sedari tadi Novita tidak membahas tentang ulang tahun Sherina meskipun dia tau jika saat ini ada cake ulang tahun di atas makam ibu Sherina.
"Aku tidak apa-apa pergilah,, putri kalian pasti sedang menunggu"ucap Sherina meyakinkan.
"Heumm ya sudah kami duluan"ucap Novita yang sudah bangkit berdiri.
"Ya"ucap Sherina yang kembali fokus berdoa di depan makam ibunya itu.
Gadis itu tidak menghiraukan Agam yang masih menatap kearah nya.
Hingga keduanya pergi Sherina pun menyalahkan lilin ulang tahun nya, dan bernyanyi sendiri untuk dirinya.
"Selamat ulang tahun.. selamat ulang tahun selamat ulang tahun Sherina, semoga panjang umur"ucap dirinya sendiri setelah itu ia meniup lilin tersebut dengan lelehan air mata seperti biasanya dia memotong cake tersebut dan hendak memakan cake tersebut, namun suara seseorang menghentikan nya.
"Bangun, tidak seperti ini caranya kita masih bisa merayakan ulang tahun mu, lagi pula belum terlambat bukan"ucap pria yang tidak lain adalah Agam.
Tapi saat Sherina melirik tidak ada siapapun di sana, gadis itu tersenyum kecut, ternyata semua hanya ilusi semata.
__ADS_1
"Mom,,, aku sendirian di dunia ini"ucap Sherina.
Gadis itu pun bangkit sambil mengusap air mata nya dia membawa cake ultah tersebut menuju tempat penjaga makam seperti biasanya dia akan berbagi di pos peristirahatan mereka seperti selama ini, Sherina juga memberikan amplop tebal kepada sepuluh orang yang merupakan penjaga area pemakaman tersebut.
"Pak, tolong terima ini ya,, maaf cake nya seperti biasa sudah saya makan separoh, dan ini untuk bapak-bapak sekalian"ucap Sherina sambil membagi-bagikan amplop berisi uang tersebut.
"Wah neng tidak masalah setiap tahun juga sudah biasa seperti ini kan ya, selamat ulang tahun neng,,, jangan sedih jika saat ini neng masih merayakan hari kelahiran nya sendiri, seperti biasa do'a kami selalu menyertai mu neng dan semoga tahun ini neng mendapatkan teman hidup yang benar-benar sangat mencintai dan menyayangi neng agar kembali memiliki keluarga dan teman untuk berkeluh kesah"ucap pria tertua yang selalu mendoakan Sherina, setiap kali Sherina berulang tahun, karena hanya dengan mereka Sherina selalu berinteraksi setiap kali dia berulang tahun.
"Amiinn pak, terimakasih doa nya"ucap gadis itu sambil pamit pergi melangkah meninggalkan orang-orang yang kini tengah membahas tentang dirinya.
"Kasihan si neng Sherina,,, setiap kali berulang tahun dia akan merayakan itu sendiri di makam ibunya, nyonya Sharon, yang setiap hari kita bersihkan itu"ucap si bapak yang paling tua dia adalah senior di sana.
"Iya sudah lima tahun saya bekerja disini, dia tetap datang sendiri, dan semakin kesini amplop ini semakin tebal, semoga saja rejeki nya makin berkah dan lancar, dan segera mendapatkan jodoh"ucap pria itu saling bersahutan.
Amplop coklat itu berisi sepuluh juta, dikalikan sepuluh orang, Sherina tidak pernah pelit untuk urusan rejeki.
Semua orang membelalakkan matanya, karena tidak percaya saat melihat uang berwana merah dan biru itu, mereka kita itu uang receh tapi nyatanya uang pecahan seratus ribuan.
yang masih baru dan fresh, seperti baru diambil dari Bank.
"Owh ya ampun,,, bidadari cantik itu benar-benar baik hati,saya bisa membayar uang kontrakan untuk satu tahun kedepan"ucap salah satu nya.
Dan yang lainnya ada yang untuk membayar hutang-hutang dan juga biyaya berobat keluarga nya.
Sementara Sherina sendiri yang sudah berada di dalam mobil nya, dia menghela nafas panjang lalu ia bersiap untuk pergi meninggalkan area pemakaman yang sangat luas tersebut.
Hingga tiba di apartemen nya, Sherina sedikit kaget saat ia membuka pintu, dari arah pintu masuk hingga di ruang televisi dan kamar terdapat ratusan buket bunga mawar dengan berbagai jenis warna ada di sana dan Sherina melihat pria yang tadi menjemput istrinya tengah duduk di sofa dan di hadapan nya ada cake ulang tahun berukuran besar.
"Kamu pergi kamana lagi Yank... aku menunggu mu hampir tiga jam"ucap Agam.
"Aku tidak meminta mu menunggu"ucap Sherina.
"Yank... maafkan aku, aku lupa"ucap Agam yang mendatangi Sherina sambil memeluk nya.
"Lepas kak"ucap Sherina.
"Tidak Yank,, kamu harus maafkan aku dulu"ucap Agam.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan kamu tidak salah apa-apa kak"ucap Sherina.
"Yank,, aku tidak ingat hari ulang tahun mu"ucap Agam.
"Itu bukan masalah kak, bahkan keluarga ku saja tidak ada yang mengucapkan selamat padaku, apalagi kamu yang bukan siapa-siapa ku"ucap Sherina.
Perkataan Sherina, sedikit menyakiti hati Agam yang merasa tak pernah dianggap.
"Sherina,, aku adalah calon suami mu Yank... apa? kamu lupa itu"ucap Agam.
"Heumm sepertinya kita harus membatalkan pernikahan itu, dan secepatnya kita akan melakukan proses bayi tabung tersebut, setelah berhasil kamu tidak perlu mengunjungi ku, sampai anak kita lahir nanti baru kamu bisa menjenguk nya"ucap Sherina.
Agam menggeleng kan kepala nya tanda tidak pernah setuju.
"Aku tidak ingin memiliki anak yang terlahir dengan sebutan anak haram"ucap Agam.
"Bukan kah ibu pengganti juga haram tapi kenapa? masih memikirkan tentang halal dan haramnya"ucap gadis itu.
Kita akan segera menikah dan aku akan memiliki anak dari mu dengan cara yang wajar dan normal seperti biasa"ucap Agam.
"Kenapa? tidak coba dengan istri mu"ujar Sherina.
Aku sudah tidak pernah berhubungan dengan nya, Sherina sejak dia hamil dan melahirkan"ucap Agam jujur.
"Maaf ya kak,, tidak seharusnya kakak membicarakan itu dengan ku"ucap Sherina.
"Aku hanya ingin kamu tau saja agar tidak berburuk sangka lagi"ujar Agam.
__ADS_1
"Aku tidak berburuk sangka dan jika kalian. berhubungan pun itu adalah hal yang wajar"