
Tidak terasa sudah hampir satu tahun Sherina melakukan terapi dan dia juga sudah sembuh total, berkat kerja keras nya dan semangat dalam diri nya.
Namun hingga saat ini, wanita itu masih sibuk dengan pekerjaan dan masih merahasiakan semua itu, dia bahkan seolah tak mengalami kemajuan dalam melakukan terapi.
Sementara itu Agam sendiri tidak tau jika ternyata Sherina sudah bisa berjalan karena kesibukan nya membuka cabang perusahaan di luar negeri.
Sampai Agam menghabiskan waktu berminggu-minggu disana gadis itu tidak pernah protes karena dirinya juga sibuk mengurus perusahaan bersama dengan Matteo.
Sherina kini tengah berada di dalam ruangan nya, gadis itu tidak ingat jika pintu ruangan tersebut sedikit terbuka, dia tengah berdiri menghadap jendela menatap keluar.
Sementara seseorang yang sedari tadi memperhatikan seakan tak percaya dia sudah mematung di tempatnya beberapa menit.
"Honey"ucap seseorang dari arah belakang Sherina yang kini mematung.
Gadis yang kini menggunakan dress selutut itu mematung di tempatnya.
Sherina sudah tidak bisa merahasiakan semua itu dari pria yang selama ini menanti kabar bahagia itu.
"Sherina"panggil nya yang tak kunjung mendapatkan jawaban.
Wanita itu perlahan berbalik sambil tersenyum dipaksakan, karena itu belum saatnya untuk Agam mengetahui bahwa ia sudah bisa berjalan.
"Kak,, sudah pulang"ucap Sherina.
"Bisa jelaskan semua ini."ucap Agam sambil menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat merasa bersalah.
"Yank,, aku ingin memberikan mu kejutan tapi ternyata kamu tau semua lebih dulu"ucap Sherina.
"Wow,, Sherina aku sungguh terkejut dan benar-benar sangat terkejut!"ucap Agam sambil bertepuk tangan.
Agam kini duduk di sofa dan bahkan ia menumpang kan kakinya di meja.
Dengan pandangan lurus kedepan meminta jawaban pada istrinya itu.
"Yank,, apa? kamu tidak senang aku bisa berjalan lagi,, ya aku tau bahkan jika aku berjalan pun aku tak berharga seperti wanita itu"ujar Sherina.
"Sherina,, jangan bawa-bawa orang lain dalam masalah kita karena semua itu tidak ada hubungan nya, yang aku permasalahkan adalah kenapa? kau berbohong."ucap Agam.
"Apa? pernah kamu peduli dengan keadaan ku selama ini yang kamu perduli kan hanya wanita itu, ya hanya dia itulah kenapa? bahkan aku tak ingin meminta apapun darimu! aku melakukan semua itu sendiri karena aku tahu kamu tak akan pernah ada waktu untuk ku!!"teriak Sherina sambil menangis.
"Yank,, aku benar-benar minta maaf jika aku salah tapi aku sudah berusaha untuk mengurus semua nya bahkan berulang kali aku menawarkan diri untuk menemani mu pergi melakukan terapi, tapi kamu tidak pernah mau"ucap Agam.
"Aku menolak semua itu karena kamu lebih mementingkan dirinya dibandingkan aku, itulah kenapa? aku memilih berobat sendiri dan saat ini setelah aku sembuh pun kamu tidak suka, maka sebaiknya kita berpisah saja"ucap Sherina yang kini berlalu pergi meninggalkan Agam yang berteriak memanggil nama nya.
"Sherina tunggu"ucap Agam.
Sherina, berjalan cepat meskipun masih terlihat rada kaku tapi gadis itu tetap tidak mau berhenti.
Pria itu langsung meraih lengan Sherina, dia langsung menggendong Sherina ala bridal style kembali menuju ruangan nya.
Agam langsung membawa gadis itu kedalam dekapannya, meskipun saat ini gadis itu sedang tidak ingin melihat nya, karena pertengkaran tadi.
"Kita bercerai saja,,, tidak ada gunanya pernikahan ini terus berlanjut, karena aku bukan tujuan utama mu"ucap Sherina.
"Sherina!"bentak Agam.
Sherina hanya terdiam setelah dia dibentak oleh pria itu.
"Sayang,, aku tak akan pernah membiarkan mu pergi dari hidupku karena aku sangat mencintaimu dan selama ini aku juga bersabar menunggu mu sampai sebuah karena setelah itu kita sudah berjanji akan pergi berkeliling dunia berdua"ucap Agam.
"Aku tidak punya waktu untuk itu,, karena Matteo sudah lebih dulu menjanjikan hal itu"ucap Sherina.
"Yang,, kamu ingat bukan jika kita sudah menikah dan kamu juga tau bahwa kita belum berbulan madu"ucap Agam.
"Terserah kamu saja,asal kamu tahu aku dinyatakan sembuh satu bulan yang lalu, tapi aku tidak ingin memberitahu mu karena kamu sibuk mengurus perusahaan mu, dan juga mengurus mereka"ucap Sherina.
"Maafkan aku Yank,, aku bersalah padamu tapi aku tidak akan melakukan itu lagi karena saat Novita sudah bukan tanggung jawab ku lagi, dia sudah menikah dan suaminya yang kini bersamanya bilang jika Agista dan Novita adalah tanggung jawab nya. dan aku sudah tidak punya kewajiban lagi untuk menjaga Novita karena pria itu sudah berjanji akan membahagiakan Keduanya."ucap Agam.
__ADS_1
"Syukurlah jika seperti ini setidaknya kamu bisa fokus mengurus perusahaan milik mu"ucap Sherina.
"Aku akan lebih fokus dengan keluarga kecil kita, yang sekarang perusahaan cabang juga hanya perlu diawasi saja, dan aku akan datang sesekali itupun dengan mu cinta"ucap Agam.
"Aku sibuk"ucap Sherina yang kini terlihat sangat kesal.
"Yank,, maafkan aku "ucap Agam yang kini memeluk Sherina dari samping.
"Aku ingin istirahat"ucap Sherina.
"Baiklah besok kita akan segera pergi berlibur sekaligus honeymoon"ucap Agam.
"Heumm,,,"balas Sherina yang tidak ingin lagi berdebat dengan suaminya itu.
Agam memeluk dan mencium bibir istrinya itu, mereka hanyut dalam buaian asmara,rasa yang telah lama mereka simpan kini seakan membuncah di dalam dada keduanya, Agam sudah tidak perlu khawatir lagi, saat ingin mengambil hak dan kewajiban nya sebagai seorang suami karena saat ini Sherina sudah sembuh sepenuhnya.
Agam yang baru kembali dari luar negeri, saat ini dia membawa pulang istrinya itu yang sudah beberapa hari terakhir tinggal di restaurant miliknya.
Agam dan Sherina sudah tiba di rumah mereka kini keduanya tengah berada di dalam kamar mandi sedang membersihkan diri berdua saling membantu hingga selesai mandi dan berganti pakaian, keduanya pun bersiap untuk makan malam karena Sherina tadi sempat memasak untuk stok di rumah mereka.
"Yank,, rasanya seperti baru saja menikah, kita selama ini sibuk dengan kegiatan masing-masing dan bahkan aku sering meninggalkan dirimu maafkan aku sayang"ucap Agam sambil mengelus puncak kepala istrinya dengan sayang.
"Sama-sama kak, aku juga sangat merasa bersalah karena aku juga tidak bisa melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri"ujar Sherina.
"Tidak sayang,, aku tak pernah menuntut untuk itu, karena keadaan mu tidak memungkinkan untuk hal itu"ucap Agam.
"Terimakasih"ucap Sherina yang kini mulai menyuap kan makanan kedalam mulutnya.
Agam pun melakukan hal yang sama, dia juga menyuapi gadis itu dengan penuh kasih sayang.
Sherina benar-benar merasa sangat bahagia saat ini.
..................
Sementara itu Anya dan Ricky yang tengah berada di kampung halaman nya dengan kedua anak nya yang sangat lucu dan menggemaskan dengan celotehan baby A, bahkan hampir orang satu kampung sangat mengagumi mereka.
Ricky, selalu membawa mereka keliling kampung saat ini karena mereka tengah berlibur.
"Habis dari sawah iya kan sayang."jawab Ricky yang meminta persetujuan pada kedua anak kecil yang kini berusia tiga tahun.
Alvin dan Aline kini sudah berusia tiga tahun.
"Neng Anya,, ibu dan bapak pulang dulu anak-anak tadi ikut kita melihat sawah"pamit kedua orang tua Ricky.
"Bapak dan ibu tinggal di sini saja biar suasana nya ramai, rumah ini sudah lama tidak dikunjungi rasanya sepi"ucap Anya.
"Heumm,, begini saja bapak dan ibu pulang dulu sekaligus bersih-bersih nanti kita kembali lagi"ucap kedua orang tua nya.
"A, AA antar bapak sama ibu dengan mobil saja kasihan mereka pasti sangat lelah"ucap Anya.
"Sayang, rumah ibu hanya terhalang beberapa rumah saja dari sini jadi tidak perlu menggunakan mobil, dulu juga kamu jalan kaki tiba"ucap Ricky.
"Ya tau lah sayang tapi kan"
"Sudah neng lagipula ibu dan bapak sudah terbiasa dengan semua ini, dan lagi tadi habis jalan-jalan sama sikecil bukan habis kerja"potong pak RT ayah Ricky.
Pak RT dan ibu, pergi meninggalkan mereka berempat, setelah itu Anya membawa kedua anak nya bersama dengan Ricky, masuk kedalam rumah tersebut, sayangnya sudah hampir dua tahun mereka tidak berkunjung rumah itu terasa begitu sunyi meskipun selalu terawat setiap hari nya karena ada beberapa orang pelayan yang bekerja di sana.
"Yank,, apa? Yanwar pulang"tanya Anya.
"Tidak, tau sendiri mereka seakan lupa dengan kampung halaman mereka, setelah kak Rayan memberikan mereka pekerjaan"ucap Ricky.
"Tapi bukannya mereka selalu kembali setiap enam bulan sekali ya"ucap Anya.
Anya membawa kedua anak nya untuk makan siang, bersama dengan Ricky.
"Siapa? yang masak semua ini sayang"kata Ricky.
__ADS_1
"Mereka semua Yank,, kamu tau sendiri aku sibuk"ucap Anya.
"Ya,, kali aja nyonya Ricky sengaja masak untuk kita"ucap Ricky sambil tersenyum.
"Amiinn mudah-mudahan nyonya Ricky bisa masak selezat masakan tuan Ricky"ucap Anya.
"Sayang aku sangat mencintaimu, kapan? bisa buat adik untuk mereka"ucap Ricky sambil tersenyum.
"Heumm,, tuan Ricky lupa sepertinya, jika nyonya Ricky ngidam itu bagaimana?."ujar Anya mengingatkan.
Ricky pun tersenyum manis saat itu juga, dia mengenang saat-saat Anya hamil kedua anak mereka, hampir setiap malam Anya meminta makanan yang tidak pernah ia makan dan Ricky yang repot memasak semua itu. belum lagi jika tidak cocok dengan makanan tersebut dia akan muntah-muntah.
Ricky pun mengelus puncak kepala istrinya itu dengan sayang "Aku ikhlas melakukan semua itu sayang demi buah cinta kita, tapi Maafkan aku belum bisa memberikan kebahagiaan untuk kalian semua, karena aku bahkan"
"Tidak yang,, jangan bilang begitu, tanpa adanya dirimu semua tidak akan lebih berkembang, semua itu milik kita jadi tidak ada tuntutan harus ini dan itu karena dengan kerja keras mu, kami pun mendapatkan nafkah yang cukup."ucap Anya.
Anya hanya tidak ingin suaminya berkecil hati karena mereka hidup bergelimang harta itu adalah dari harta kekayaan milik Anya dan Ricky hanya bekerja di sana.
Tapi tanpa Ricky, Anya tidak akan bisa membesarkan perusahaan hingga sebesar saat ini.
Mereka, memutuskan untuk pergi berlibur karena sudah sangat lama mereka tidak pulang ke kampung halaman Ricky, dan setiap bulan yang datang berkunjung itu adalah kedua orang tua Ricky.
Itupun karena Anya, selalu memerintahkan supaya menjemput mereka dari kampung.
Kedua anak mereka tengah tidur siang sementara Anya dan Ricky kini tengah duduk santai di balkon kamar mereka.
"Yang jadi ingat dulu, saat pertama kali kita bertemu, kamu itu terlihat sangat cantik tapi sayang manjanya itu kelewatan"ucap Ricky.
"Tapi naksir gak tuh"ucap Anya.
"Heumm,, mana berani jika tau kamu adalah seorang milyarder termuda"ucap Ricky.
"Heumm,, jahat"ucap Anya.
"AA,, tidak naksir Eneng karena saat itu Eneng masih kekanak-kanakan dan bahkan tidak bisa hidup susah, itulah yang menjadi ketakutan AA, saat itu karena AA,, hanya orang biasa"ucap Ricky.
"Memangnya saat ini AA sudah berubah jadi apa? Batman atau satria baja hitam"ucap Anya.
"Heumm,, pinter melawak rupanya"ujar Ricky.
"A,, aku mungkin selalu manja dan kekanakan tapi aku tidak pernah membeda-bedakan siapapun, bagiku derajat manusia itu sama yang membedakan itu adalah akhlak nya"ucap Anya.
Anya, menelusup kan wajah di dada bidang suaminya itu.
"Sayang, saat aku menyatakan bahwa aku mencintaimu apa? yang kamu rasakan saat itu"tanya Ricky.
"Malu"ucap Anya jujur.
"Kok, malu bukan nya seharusnya yang malu itu AA ya, sudah menyatakan cinta pada neng tanpa melihat perbedaan diantara kita, dari segi usia, dan juga finansial"ucap Ricky.
"Heumm,, lagi-lagi AA bahas soal itu, aku tidak suka,,, aku malu karena baru pertama kali nya ada seorang pria tampan dan dewasa juga penuh perhatian seperti AA, menyatakan cinta pada Anya. meskipun sudah sering kali mendapatkan itu tapi dari teman satu kampus ku, yang aku anggap biasa saja bahkan tidak pernah ada rasa tertarik sedikit pun.tapi saat sayangku ini mengucapkan kata cinta, jantung ku tiba-tiba berdetak lebih cepat aku pikir aku terkena serangan jantung"ucap Anya sambil mengelus dada bidang suaminya itu.
"Sayang,, aku sangat bahagia bisa mendapatkan wanita cantik yang sangat baik hati seperti dirimu"ujar Ricky yang kini langsung menyambar bibir Anya.
Percintaan di siang hari pun tidak terelakkan lagi beruntung kedua anak nya tidur terpisah dan mereka dijaga oleh pengasuh mereka berdua.
Sementara itu di kediaman Rayan saat ini, putra putrinya tengah menghabiskan waktu dengan menonton film kartun favorit nya.
Dan kedua orang tua mereka menemani mereka menonton.
"Sayang aku ingin bertemu dengan David"ucap Rayan.
"Panggil saja lewat vc"ucap Daisy.
"Ingin secara langsung sayang kenapa? putra kita lebih betah bersama dengan Opah nya, dibandingkan dengan kita.
Daddy, dia punya kehidupan sendiri, saat ini bahkan dia tengah berkeliling dunia bersama rekan bisnis nya"ucap Daisy.
__ADS_1
"Papah, terlalu menekankan pendidikan formal pada putra kita, aku tidak mau dia menjadi manusia yang tidak berperasaan"ucap Rayan.
"Dia pintar memilih"