
"Kami tidak pernah lupa kakak kami memang sempat marah karena Raya bilang jika kakak sudah membuat dia hampir dikeluarkan oleh pihak kampus."ujar keduanya.
"Kalian pikir kakak punya power untuk melakukan itu."ujar Agis.
"Kami yang bodoh kak maafkan aku."ujar Argha.
"Kalian tidak salah yang salah itu kakak sempat mengira bahwa kalian akan berbuat hal yang sama dengan Raya."ujar Agis.
"Maafkan untuk sarapan pagi itu kak aku tidak sengaja kukira itu kotak bekal ku."ujar Argan.
"Tidak apa-apa kakak bisa masak apapun untuk sarapan pagi tapi kasihan Daddy yang tidak bisa sarapan pagi bersama kakak."ujar Agista.
Mereka pun memutuskan untuk merapikan semuanya bersama sampai waktu makan siang bersama kedua keluarga itu begitu terlihat harmoni kebahagiaan itu kembali terjalin sementara itu di kediaman Ricky.
Pria itu tengah mengamuk karena dia memergoki adik sepupu nya itu tengah memprovokasi kedua gadis yang tidak lain adalah putri dan juga keponakannya itu.
Bukan hanya Ricky tapi Anya bahkan melaporkan wanita itu ke polisi atas perbuatan yang tidak menyenangkan karena telah merusak nama baik keluarga.
Kini kedua orang tua Ricky yang sudah terlanjur sepuh itu pun memasrahkan semuanya terhadap sang putra karena tabiat Vivian si perawan tua itu tidak pernah bisa diubah.
Sampai akhirnya mereka mengusir Vivian dan tidak akan pernah membiarkan dia kembali lagi ke rumah itu.
Semua fasilitas yang Anya berikan selama ini ia cabut karena Anya sudah benar-benar membenci wanita itu.
Sementara untuk kedua gadis itu pun dilakukan hal yang sama.
Raya pun dicabut fasilitas nya oleh Rayan karena benar-benar sudah mencoreng nama baik nya.
Kini Rayan tidak lagi membela putrinya yang jelas-jelas sudah melakukan kesalahan pria itu sepakat dengan istrinya itu untuk memberikan pelajaran terhadap Raya agar gadis itu tidak lagi berbuat kesalahan.
Sementara David kini telah menerima perjodohannya dengan Jessica yang kini telah bekerja sama dengan Agista.
Rayan pun sudah menyiapkan pesta pertunangan antara keduanya.
Bertepatan dengan itu Cafe Agis pun dibuka.
Lagi-lagi Agis harus menelan kekecewaan bahwa kedua orang tua angkat beserta saudaranya tidak bisa hadir di pembukaan Cafe miliknya saat ini.
Pembukaan itu dihadiri oleh Weni dan kedua pelayan butik juga penjahit yang kini tengah duduk dengan mereka berdua untuk makan malam bersama di Cafe N.A milik Agista itu.
Namun ada satu hal yang membuat Agis tersenyum saat ini.
Saat pria tampan itu datang dari luar negeri khusus untuk acara peresmian Cafe itu dibuka.
Dia adalah Leonardo atau Leon, anak dari Natali.
Agis langsung menghambur memeluk Leon. gadis itu bahkan tidak mau melepaskan pelukan itu.
"Kakak sudah menepati janji padamu sayang ini oleh-oleh untukmu."ujar Leonardo yang memberikan sebuah handbag berisi sebuah tas dan jam mahal.
__ADS_1
"Kakak memang selalu yang terbaik."ujar Agis.
Sementara David saat ini tengah memendam amarah yang begitu besar.
Dia tidak melihat Agista datang tapi dia mendapatkan kiriman Vidio gunting pita yang dihadiri oleh Leon.
Dan pelukan hangat Agista membuat David mengeratkan lengannya.
Agis sungguh membuat dia frustasi.
David langsung pergi dari pesta tersebut, ijin untuk mengurus sesuatu diluar.
Padahal dia ingin menemui Agista.
Agista sendiri kini tengah berkeliling dengan Leon.
"Agis kakak juga ingin kita bekerja sama sepertinya sangat menyenangkan."ujar Leon.
"Kakak sudah menjadi bisnisman sejak kecil kurang apalagi."ujar Agis yang sedari tadi menempel dan bergelayut manja di lengan kekar pria tampan itu.
"Agis,,, selama dunia berputar semua yang lama akan tergeser oleh yang baru dunia bisnis itu kejam sayang jadi harus pintar-pintar menjaga semuanya."ujar Leon.
"Aku harus banyak belajar dengan kakak."ujar Agis .
"Heumm,,,kalau begitu kita pindah ke Amerika saja disana kakak banyak kenalan designer terkenal teman Mommy dulu."ujar Leon.
"Aku mau kak, tapi siapa? yang akan mengurus semua ini."ujar gadis itu.
"Aku pinjam asisten kakak saja aku ingin pergi berlibur dengan kakak di Amerika."ujar Agista.
"Heumm,,, baik'lah sayang apapun itu untuk adik ku tersayang."ujar Leonardo.
Saat mereka sibuk bercengkrama tiba-tiba Agis ditarik seseorang sampai menjauh pergi.
Dan Leon kembali menarik Agis karena dia tahu siapa pria yang kini menarik Agista pergi.
"Lepaskan adikku."ujar Leon.
"Dia kekasihku."ujar David.
"Apa? kau mabuk? calon istrimu adalah Jessica! dan dia sedang menunggu mu saat ini."ujar Leonardo.
Agis pun melepaskan genggaman tangan David dengan kadar dia langsung berdiri didepan Leon.
"Mau apa? kamu datang kesini tuan muda."ujar Agista.
"Agista ikut aku."ujar David.
"Tidak sebaiknya kamu pergi sebelum mulut nyinyir itu gembar-gembor di sosial media."ujar pria itu.
__ADS_1
Agis langsung berlalu pergi meninggalkan David dan Leon.
Dia langsung masuk kedalam ruangan pribadi nya.
Agista duduk di kursi kebesaran nya.
Saat ini dia tidak ingin lagi berurusan dengan mereka.
Agis pun kini berkutat dengan pekerjaannya meskipun baru buka Cafe itu langsung ramai dikunjungi oleh orang lain.
David langsung menyusul dan saat melihat Agista tengah fokus pada laptop nya dia langsung duduk di samping Agista.
Agista tetap cuek karena tidak ingin berdebat dengan pria itu.
"Agista."ujar David.
"Apa?."ujar Agis.
"Jangan galak-galak begitu yang."ujar David.
"Aku biasa saja."ujar Agis.
"Ikut aku pulang,,, kita akan menikah."ujar David.
"Kenapa? aku bukankah dia calon istri mu."ujar Agis sambil memberikan sebuah undangan pesta pertunangan.
Agis langsung beranjak dari duduknya.
"Agis aku tidak mencintainya kami dijodohkan."ujar David.
"Heumm,,, apapun itu tetap saja kalian akan menikah dan memiliki anak. dan cinta akan hadir setelah itu jadi untuk apa? kamu mengeluh."ucap Agista.
David langsung memeluk wanita cantik itu, namun Agis langsung melepaskan diri.
"Yank."
"Agis bisa bantu kakak buat kopi."ujar Leon.
Leon langsung menarik tangan Agista saat itu juga.
Sementara David meninju dinding.
Pria itu langsung pergi meninggalkan cafe tersebut. dan Leon pun tersenyum bahagia saat melihat pria itu kalah.
Sejak dulu dia tidak pernah akur dengan pria itu.
David selalu bersikap jutek dan tak pernah mau bergabung dengan junior di keluarga besar mereka.
Pria itu selalu menganggap remeh semua orang.
__ADS_1
Namun sejak Agista tubuh menjadi gadis belia pria itu seakan gencar mendekati gadis cantik yang merupakan kesayangan Leon.