
Kimberly langsung masuk kedalam kamarnya saat itu sambil tersenyum sendiri.
"Kenapa? bisa secepat ini."lirih gadis itu.
Kimberly kini tengah duduk sambil menatap cermin sambil melepaskan aksesoris yang dia gunakan termasuk soplanit.
"Ah, rasanya masih tidak percaya."ucap gadis itu.
Kimberly kembali menatap pantulan wajahnya di cermin, gadis itu bahkan berulang kali mematut diri di cermin.
Gadis itu tengah merasakan indahnya bunga-bunga dari sebuah hubungan percintaan.
Selang beberapa menit, telpon Kimber berbunyi. gadis itu langsung meraihnya dari dalam tas yang tadi ia tenteng selama diluar.
"Halo..... heumm belum."jawab Kimberly.
Ternyata itu dari seseorang yang baru saja mengantar dia pulang.
Pria itu nyatanya terus memberikan perhatian lebih pada Kimberly, dan gadis itu merasa sangat bahagia karena ternyata Azka benar-benar mencintai dirinya sejak hari pertama mereka jadian Azka sudah memberikan begitu banyak perhatian.
Kini panggilan singkat itu sudah berakhir, Kimberly pun memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi karena dia ingin bersih-bersih terlebih dahulu sebelum dirinya benar-benar memulai aktifitas siang menjelang sore tersebut agar saat sore hari tiba dia tidak perlu mandi lagi karena sudah pasti dia akan sangat sibuk setelah ini.
Sementara itu di kediaman Agista, David kini tengah menemani bumil jalan-jalan sore di taman belakang rumah besar itu.
Cuaca yang begitu nyaman memanggil hati Agista untuk turun dari ranjang setelah dia tidur siang, kebetulan David pulang cepat karena dia hanya meeting penting di luar setelah itu dia langsung pulang menemui istri tercintanya itu.
David memeluk istrinya penuh kelembutan sambil melihat langit yang cerah namun karena di sana suasananya sangat nyaman dan teduh akhirnya mereka memutuskan untuk menikmati hari bersama-sama.
"Yank, apa? kamu bahagia bisa bersama ku saat ini."tanya David seketika.
"Tentu saja Sayang.... memangnya kenapa?."tanya Agista.
"Karena kamu tidak pernah cerita tentang semua perasaan mu selama ini sayang."ucap David.
"Apa? perlu aku bercerita."ucap Agista kini jawab anggukan kepala oleh David.
"Sayang aku bahagia bisa bersama dengan dirimu, aku bahagia bisa bersama dengan pria yang aku cintai yang tidak mungkin aku gapai."ucap Agista.
"Kenapa? memangnya."tanya David.
"Heumm... kenapa? ya,,,, rasanya sulit saja gitu, belum lagi saat tau Daddy Rayan menentang hubungan ini karena aku bukan siapa-siapa dan lagi karena status sosial kita terlalu berbeda."ucap Agista.
"Owh honey ternyata itu yang buat kamu selalu menjauhi ku, apa? kamu tau perasaan ku saat itu bagaimana heumm.."ucap David diakhiri pertanyaan.
"Bagaimana? perasaan mu saat aku menjauh darimu."ucap Agis yang kini berbalik dan menatap suaminya itu.
"Tentunya aku frustasi, marah dan kecewa Agista putri Agam rasanya tuh sakit! apalagi kamu ninggalin aku tanpa kata apapun, aku betul-betul terluka."ucap David.
"Kenapa? bisa begitu."ucap Agis pura-pura tidak mengerti.
"Semua itu karena aku terlalu mencintaimu Agista, apa? perlu kamu tanyakan lagi."ucap David terbawa suasana.
"Kamu kok marah sih Yank... kita sekarang sudah tinggal bersama."ucap bumil itu.
"Tapi aku selalu merasakan sakit itu saat mengingat semua yang terjadi sayang."ucap David.
"Baiklah-baiklah sayangku aku minta maaf."ucap Agista.
"Maaf, hanya itu?."ucap David yang kini terlihat bersedekap dada di hadapan istrinya.
Mereka terus berbincang sambil duduk bersantai di kursi taman tersebut.
Sementara itu di kediaman Natali kini setelah Agista berbicara dengan dirinya saat di rumah sakit, wanita itu mulai membaik seperti sedia kala, dia tetap fokus pada keluarga kecilnya yang kini berada di rumah nya.
Haidar senantiasa mendampingi sang istri disela kesibukannya sebagai seorang pengusaha.
Kedua anak kembarnya Vivian dan Vino kini tengah berada di sekolah mereka dan biasanya mereka akan pulang saat weekend tiba.
Kedua anak Natali dari Haidar itu kini sudah tidak lagi seperti dulu arogan, sekarang mereka jauh lebih baik karena Haidar memasukkan dia ke asrama .
Disana mereka diajarkan untuk mengaji dan sekolah dengan guru-guru profesional, semua Haidar lakukan untuk masadepan keduanya kelak .
Dia tidak ingin anaknya berada di jalan yang salah.
Apalagi kini Haidar dan Natali sudah berusia setengah abad lebih.
__ADS_1
Sementara Leon hingga saat ini belum juga mau menemui Natali dirinya tengah terlilit masalah hati, karena ternyata istrinya dibawa pulang oleh kedua orang tua Nety yang asli.
Nety berbohong jika orang tuanya adalah kedua orang yang ia temui waktu itu padahal mereka hanya kenalan Nety.
Wanita itu sengaja berbohong untuk menikah dengan Leon karena kedua orang tua Nety tidak pernah merestui hubungan mereka selama ini Nety sudah mencoba untuk berkata jujur pada keduanya tapi mereka tetap kekeuh menolak untuk itu.
Sementara untuk kehamilan itu, Nety memang benar-benar mengandung benih cinta mereka.
Leon tau dia sudah melakukan kesalahan yang fatal maka dari itu dia tidak akan menemui sang mommy sebelum semuanya selesai.
Leon ingin membawa putranya pulang ke Indonesia suatu hari nanti.
Pria itu sedang mencoba untuk merelakan kepergian Nety, tapi tidak untuk urusan anak mereka.
Sementara itu di kediaman Rayan kini kedua pasangan yang baru kembali dari bulan madu mereka terlihat saling diam entah apa? yang terjadi saat ini yang jelas wanita itu tidak berkata sepatah katapun.
Daisy yang melihat itu mencoba untuk bertanya pada keduanya.
"Sayang kalian ada masalah."ucap wanita itu dengan lembut.
"Dia selingkuh mom."ucap Raya.
"Raya berapa kali aku katakan bahwa aku tidak pernah berselingkuh, dia datang dengan pasangannya dan kami hanya mengobrol malam itu."ucap Ray.
"Alah jelas-jelas aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalian sedang bercumbu."ucap Raya yang kini berdiri karena emosi.
"Duduk Ya,,, jangan pergi disaat semua belum selesai."ucap Ray yang menarik pergelangan tangan Raya.
"Lepaskan aku jangan sentuh aku jijik tau gak."ucap Raya.
"Stop!! kalian ini sudah dewasa jika ada masalah bicarakan baik-baik."ucap Daisy.
"Maafkan mommy bukan mau ikut campur tapi kalian butuh seseorang untuk mengurus masalah kalian."ucap Daisy. tegas.
"Aku akan pulang saja mom, percuma hidup bersama pembohong."ucap Raya.
"Raya, aku bilang duduk aku tidak mengijinkan kamu pergi kemanapun."ucap Ray.
"Tidak, aku bilang jangan pegang, kita akan segera bercerai."ucap Raya.
Keduanya tidak ada yang mau mengalah.
Bulan madu mereka hancur akibat seorang wanita dari masalalu Ray yang tidak pernah diketahui oleh siapapun datang dan mengacaukan acara bulan madu itu.
.........................
Setelah beberapa menit kemudian Raya benar-benar beranjak pergi dari Mension tempat yang tadi ia singgahi.
Dia tidak memperdulikan Ray ataupun sekitarnya, saat ini dia juga bertambah sakit saat melihat semua tentang dirinya dulu sudah tidak ada lagi di sana.
"Ya! kembali kamu mau kemana? disini rumah kita dan kita juga harus bicara aku minta maaf jika aku bersalah."ucap Ray.
Raya tidak menghiraukan itu, dia terus berlalu sambil menyeret koper miliknya.
Disana bahkan sudah tidak terlihat lagi mobil kesayangan yang dulu pernah ia bawa kesana kemari.
Hati Raya semakin tercubit saat melihat tatapan tak suka dari adik iparnya Kimberly yang baru datang dari luar.
Raya pun tiba di luar gerbang semeantara Ray saat ini dia tengah membawa mobilnya dari garasi yang ada di luar tersebut.
Saat Ray tiba di depan gerbang, Raya sudah pergi dengan taksi.
Ray berkali-kali memukul stir mobilnya, Ray benar-benar menyesal telah meladeni wanita itu meskipun saat itu adalah sebuah kecelakaan.
Sampai di rumah Raya, Ray tidak menemukan istrinya disana bahkan belum ada jejak istrinya itu.
Sementara itu Raya saat ini tengah berada di sebuah tempat dimana dia pernah berkunjung ke sana, sebuah rumah sederhana yang sudah lama tidak ada yang menempati sejak kedua orang tua nya meninggal dunia.
Selama ini rumah itu hanya dibersihkan saja sesekali oleh tetangga kedua orang tuanya seperti yang baik hati.
Dan rumah itu sempat dikontrak oleh warga asing, dan uang kontrakan itu digunakan untuk perawatan rumah selebihnya disimpan oleh tetangganya itu.
Tapi Raya yang tau baru-baru ini, dia pun tidak pernah mempermasalahkan itu, melihat rumah itu masih utuh dan terawat saja sudah bersyukur maka dari itu dia tidak meminta uang tersebut itung-itung buat balas jasa atas kerja keras wanita itu.
Raya memasuki kamar dimana tempat kedua orang tuanya.
__ADS_1
Barang-barang usang itu masih tertata rapi pada tempatnya.
Raya berjanji akan merawat rumah peninggalan kedua orang tuanya itu dengan baik, saat ini dia juga meminta ditemani belanja barang-barang kebutuhannya di toko yang tidak terlalu jauh dari tempat dia tinggal.
Padahal hari sudah hampir sore dan Raya belum makan sama sekali, saat ini semua perabotan rumah sudah dia beli lengkap dengan printilan kecil lainnya.
Hingga tiba di rumah, saat itu tetangga Raya yang juga baru datang bersama dengan Raya yang sudah berbelanja itu langsung pergi ke rumahnya untuk mengambil nasi dan lauk pauk sederhana yang iya punya untuk Raya.
Sementara semua barang dan perabotan ia sendiri dibantu oleh suaminya dan pelayan toko untuk membereskan barang-barang itu di tempat yang di tunjukkan Raya karena ada rak-rak buku yang menjulang tinggi dan juga ada lemari pakaian ada dua kasur .
Begitu juga meja makan dan sofa baru untuk mengisi rumah sederhana yang tidak sederhana lagi karena saat ini barang-barang yang Raya beli terlihat mengubah tampilan rumah tersebut.
Sementara Ray, pria itu kini kehilangan jejak meskipun dia sudah melacak keberadaan taksi yang mengantar Raya dan sopir taksi itu bilang jika Ray menghentikan mobilnya tepat di sebuah perempatan jalan dekat halte bus.
Pencarian masih terus berlanjut hingga malam hari disaat semua orang mulai terlelap dalam mimpi indahnya tidak dengan keduanya.
Raya yang baru selesai menata kamar itu dengan sangat rapi dibantu oleh wanita paruh baya itu akhirnya tiba waktu untuknya beristirahat.
Namun gadis itu bukanya beristirahat tapi malah berdiri depan balkon kamar nya saat ini.
Rumah dua lantai yang tidak seberapa luas itu cukup untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada diri Raya.
Setidaknya dia tidak perlu terkatung-katung di jalanan, Raya juga bisa memulai hidupnya yang baru di sana.
Kini Raya hanya bisa meratapi nasibnya.
Sementara Ray kini masih berada di dalam mobil menuju perjalanan pulang ke apartemennya.
Dia akan melakukan pencarian besok pagi setelah malam ini berakhir.
Ray benar-benar menyesal, dan penyesalan yang teramat sangat.
Saat ini dia baru merasakan bahwa kehilangan orang yang sangat ia cintai sungguh sangat menyakitkan.
Ray berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama.
Setelah membersihkan diri dia berdiri di balkon kamarnya itu.
"Dimana kamu sayang! kenapa? tidak bisa sedikit saja kamu memberikan aku maaf dan kesepakatan kedua, aku tau aku salah karena telah mengikuti nafsu wanita licik itu tapi kamu harusnya tau aku menyangkal semua itu untuk kebaikan kita."lirih Ray yang kini menitikkan air mata.
Hatinya begitu perih bahkan dia tidak tau keadaan istrinya saat ini.
Ray bahkan belum sempat memberikan nafkah bulanan padanya karena Raya selalu menolak kartu debit yang ia berikan.
Raya selalu beralasan bahwa dirinya tidak terlalu membutuhkan itu.
Raya yang saat ini berbeda dengan yang dulu, Raya yang sekarang selalu memikirkan yang lebih bermanfaat bagi dirinya dan orang lain daripada Raya yang dulu yang selalu menghambur-hamburkan uang untuk yang tidak penting.
Sementara itu di tempat Raya gadis itu kini tengah terlelap di balik selimut tebal itu sambil memeluk bantal guling.
Dia sudah menghabiskan begitu banyak air mata, saat ini dia hanya ingin segera melupakan semuanya.
Tidak ada lagi suami ataupun keluarga angkat, karena semua hanya kepalsuan yang dia dapatkan.
Raya sudah lelah dia pun tertidur pulas di atas ranjang yang cukup empuk dan kamar barunya.
Dulu sempat beberapa kali dia datang dan menginap di sana dengan beralaskan kasur yang lama.
Tapi kini dia benar-benar akan tinggal di sana dan melanjutkan hidupnya sendirian.
Ray pun tertidur di atas ranjang miliknya pribadi saat ini dia tidak bisa tidur nyenyak, bayang-bayang sang istri yang kini sudah tidak ada lagi di hadapannya.
Sementara itu Daisy yang bangun di tengah malam seperti biasanya kini tengah duduk di sofa, dia merenungi perikatan Raya.
Wanita itu tidak habis pikir dengan kelakuan sang putra yang sudah berani melakukan hal yang tidak seharusnya apalagi, saat itu adalah waktu yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan.
Daisy teringat masa-masa dimana? Rayan masih terbawa arus seperti putranya itu.
Daisy tidak ingin pernik putranya itu berakhir seperti ini.
Dia akan berusaha untuk mencari keberadaan Raya saat ini.
Sementara itu Rayan sedang menatap kearah sang istri yang kini tengah melamun entah apa? yang tengah ia lamun kan.
"Hi,,, sayang kamu sedang apa?disini."tanya Rayan.
__ADS_1
"Ah.., tidak ada sayang."