Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Rujuk kembali#


__ADS_3

Hari demi hari mereka lalui bersama saat Agam berangkat ke kantor Novita akan tinggal di rumah mengurus semua layaknya ibu rumah tangga.


Hingga, Agam pulang dia akan menyambut nya meskipun Agam makan makanan, yang dikirimkan oleh Daisy.


Satu hal yang membuat Agam tenang saat ini keluarga bisa menerima keputusan Agam, untuk kembali rujuk bersama dengan Novita, meskipun dalam keadaan seperti itu.


Meskipun awalnya Rayan menolak dan malah meminta Agam untuk kembali mencari Sherina, yang sekarang entah dimana, tapi Agam tidak ingin menyakiti Novita.


Cukup dia yang pernah mengalami rasa sakit akibat penghianatan jangan orang lain, hati Agam terlalu baik jika bukan karena takdir yang terlalu kuat memisahkan mereka berdua Agam tidak akan pernah pergi mencari wanita lain.


Saat ini dia menunggu kelahiran bayi perempuan yang kini tengah dikandung oleh Novita, bahkan Agam sudah mendekorasi sebuah kamar, Agam meminta ahlinya untuk mendekorasi kamar bayi perempuan.


Sementara itu untuk keperluan nya, Agam dan Novita sudah pergi berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan yang menyediakan semua perlengkapan bayi.


Agam begitu antusias memilih keperluan putri sambung nya.


Agam bahkan membeli beberapa jenis mainan yang sebenarnya belum dibutuhkan saat putri sambungnya lahir nanti.


Hari berganti Minggu Minggu berganti bulan kini usia kehamilan Novita sudah masuk usia sembilan bulan, wanita itu tengah menunggu kelahiran putrinya, saat ini.


Begitu juga dengan Agam, tapi ada satu hal yang membuat Novita takut yaitu adalah ketidakmampuan dirinya nanti saat melahirkan, semua selalu dia pikirkan seakan semua sudah berada di depan mata.


"Bang aku titip putri ku kelak jika aku sudah tidak ada lagi di dunia ini, aku ikhlas jika suatu hari nanti Abang tidak bisa lagi merawat nya, titipkan dia di panti asuhan, setidaknya hidupnya tidak akan terlunta-lunta di jalanan"ucap Novita lirih.


"Sayang kamu itu bicara apa? sih. kita akan membesarkan putri kita bersama-sama dan kamu harus ingat, bahwa aku sangat mencintaimu dan putri kita, tidak akan pernah aku biarkan putri kita terlunta-lunta hidupnya"ucap Agam.


Agam pun memeluk Novita saat itu juga.


Kecupan hangat mendarat di puncak kepala Novita yang kini tengah memejamkan mata nya.


Sampai saat Novita mengalami kontraksi Agam tidak pernah jauh dari wanita itu, dia bahkan menemani Novita saat istrinya itu melahirkan, Agam terus memberikan semangat pada istri nya itu, disaat Novita hampir menyerah.


"Ayo sayang berjuang lah, aku sudah menyiapkan perusahaan dan semua aset milikmu untuk masadepan kalian, perusahaan milik papah tidak akan pernah bisa diambil alih lagi oleh orang lain, karena kamu adalah pemilik yang sebenarnya"ucap Agam lirih.


"Aku sudah tidak kuat lagi bang tolong jaga putri ku"ucap Novita .


"Tidak sayang, kamu harus tetap hidup,ayo tinggal sedikit lagi berjuang lah"ucap Agam.


"Ayo nyonya kepala bayi anda sudah terlihat, hanya butuh sedikit waktu lagi saya tau anda mampu"ucap sang dokter.


Tapi keadaan Novita semakin lemah saat ini.


"Dokter apa? tidak bisa ganti dengan sesar saja"ucap Agam yang Panik dan kini sudah mulai menangis sesenggukan saat melihat Novita yang sudah tidak berdaya sementara posisi kepala bayi nya sudah mulai terlihat.


Dan saat Agam berteriak memanggil nama sang pemilik kehidupan akhirnya bayi itu lahir dengan sendirinya, tapi Novita kini sudah tiada, ada lagi dan Agam langsung berteriak histeris tapi saat dokter berusaha memberikan pertolongan untuk Novita, dia kembali bernafas, meskipun melemah.


"Sayang bangun sayang jangan tinggalkan aku Vita, putri kita sangat membutuhkan mu"ucap Agam.


beberapa petugas medis membantu menolong Vita yang kini sudah di pasangi alat pernapasan dan juga berbagai penopang lain nya.


Agam sedikit bernafas lega, saat ini karena Novita telah kembali bernafas tidak seperti tadi meskipun keadaan nya sangat lemah.


"Ayo sayang berjuang Abang akan selalu ada di samping mu, Abang sudah memaafkan semua kesalahan mu Vita, Abang sangat mencintaimu, Abang tidak sanggup jika harus kehilangan mu, sesakit apapun penghianatan mu terhadap Abang dulu rasanya lebih sakit saat melihat kamu seperti ini.lihaylah sayang putri kita begitu cantik dia begitu mirip dengan mu"ucap Agam lirih.


"Agam,,, kakak baru tau kabar Novita akan melahirkan bagaimana keadaannya"ujar Rayan yang kini tengah memeluk Agam.


"Kondisi nya seperti ini kak, Agam begitu takut kehilangan dia"ucap Agam.


"Sayang berdoalah mommy yakin Novita akan baik-baik saja"ucap Daisy yang baru muncul bersama Anya dan Riki, mereka lebih dulu melihat bayi tersebut.


Daisy memberikan pelukan pada Agam, agar putra nya itu kuat.


begitu pula dengan Anya yang kini tengah hamil besar.


"Kita bisa melewati semua ini, kakak yakin Agam kuat"ucap Anya.


"Terimakasih kak"ucap Agam.


Sampai saat Novita siuman setelah satu minggu berlalu ia koma kini suka cita tergambar jelas di wajah semua orang, Agam tidak pernah jauh dari sisi istrinya itu selama ini.


"Sayang... kamu hampir membuat Abang mati berdiri, jangan sampai itu terjadi lagi"ucap Agam yang kini memeluk Novita dan menghujani nya dengan kecupan sayang.

__ADS_1


"Aku hampir menyerah Abang, tapi saat mendengar panggilan dari Abang aku langsung mencari keberadaan Abang, terimakasih Bang,, berkat Abang Vita bisa melihat putri ku dan dunia ini lagi"ucap Novita.


"Semua karena sang pencipta yang memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki kehidupan"ucap Agam.


"Abang benar tuhan memberikan kesempatan kedua untuk ku agar aku bisa menebus dosa ku, pada Abang"ucap Novita.


Mereka pun sudah diijinkan untuk kembali ke rumah, saat ini dengan baby Agista .


Nama itu diberikan oleh Agam, pria itu benar-benar menyayangi anak sambung nya itu.


Setiap hari setiap kali ia pulang bekerja Agam akan mendatangi putri nya itu, baby gembul itu sungguh sangat menggemaskan saat ini dia terlihat begitu cantik.


Novita kini fokus mengurus Agam, semu kebutuhan Agam, dia bahkan akan datang menemui Daisy membawa bahan makanan yang akan dia masak dengan bumbu-bumbu yang Daisy takar dan dengan telaten daisy mengajarkan Novita untuk memasak.


Setelah semua bahan masakan jadi ada yang dibuat untuk stok di kulkas seperti ayam yang sudah di bumbui dengan bumbu khas yang selalu Daisy racik sendiri ada juga bumbu juga ikan. dan juga Daisy mengajarkan Novita untuk membuat bumbu jadi jika suatu saat Novita ingin membuat masakan dengan takaran yang pas.


Sampai satu hari dia kursus memasak untuk suaminya itu setelah mengucapkan ikrar pernikahan kembali untuk rujuk secara sah, Novita ingin mengabdikan hidupnya pada Agam.


Novita yang sudah pulih pasca melahirkan saat ini dia sudah bisa beraktivitas seperti biasanya.


Agam bahkan pulang sudah disambut dengan bau masakan khas favorit nya, dan bahkan dengan rasa yang sama seperti yang sering Daisy buat.


"Daddy pulang Agista, kamu dimana sayang"ucap Agam.


"Heumm yang dicari hanya putri nya, mommy nya dilupakan"ucap Novita.


"Sayang ku cemburu"ucap Agam.


"Ya..." ucap Novita jujur.


Agam langsung memeluk istrinya itu dia menghujani Novita dengan ciuman bertubi-tubi.


Agam merasa sangat bahagia saat ini setelah ujian cinta yang begitu besar itu.


Bahkan rasa bahagia itu berkali-kali lipat seakan mereka baru menikah dan baru berbulan madu.


......................


Ya gadis itu adalah Sherina, dia yang sudah memiliki surat kuasa yang ayahnya kirim saat sebelum ayahnya meninggal dunia.


Sherina, pun pergi dengan menaiki taksi dia pergi menuju makam sang ibu dengan membawa sebuah koper berukuran sedang saat ini rencananya adalah membeli sebuah unit apartemen untuk iya tinggali .


Sementara rumah yang kini ditempati oleh ibu tirinya akan ia jual dan dia tidak akan memberikan mereka harta sepeserpun sesuai wasit yang di tulis oleh sang ayah karena ternyata adik kecilnya itu bukan darah daging sang ayah wanita itu hamil anak kekasih gelap nya yang selalu membantu wanita itu berbuat kejahatan.


Seakan sudah mengetahui waktu kematian nya ayah Sherina memberikan sebuah surat wasiat terakhir nya, dan semua aset milik keluarga nya.


tidak hanya itu pria itu juga mengirimkan kartu black card nya pada Sherina.


Kini Sherina sudah tiba di sebuah pemakaman dia berjalan sambil menyeret koper nya dan membawa buket bunga Lily putih kesukaan sang ibu.


Sesampainya di depan makam yang rata dengan tanah dan rumput yang hijau itu, Sherina bersimpuh dia mengusap batu nisan berwarna hitam dengan tulisan nama sang ibu dan menyandarkan buket bunga tersebut di batu nisan itu.


Air mata nya tidak terbendung lagi, saat ini Sherina menangis sesenggukan sambil menundukkan kepalanya di batu nisan tersebut.


"Mommy...hiks hiks hiks, maafkan Sherin,baru bisa menemui mommy saat ini Sherina selama ini hidup terkatung-katung di Italia dan di Inggris, Sherina bahkan sudah di usir dari keluarga mommy, karena mereka memperebutkan harta Oma"ucap Sherina lirih.


"Sherin pulang untuk mengambil milik Sherin, termasuk rumah dan perusahaan, Sherin minta izin untuk menjual rumah kita Mom, karena rumah itu sudah ternoda oleh keserakahan mereka"ucap Sherina.


Sementara itu seorang laki-laki yang juga hendak berziarah ke makam tersebut saat ini dia mematung melihat seorang wanita dengan kerudung pashmina dan juga kacamata hitam itu tengah terisak di sana.


Pria itu tidak lain adalah Agam, yang hendak berziarah ke makam ayah mertuanya yang ternyata bersebelahan dengan ibunya Sherina.


"Sherina"ucap Agam.


Wanita itu sempat mematung di tempatnya, tapi beberapa detik kemudian ia menoleh ke arah sumber suara.


"Kak Agam"ucap Sherina lirih hampir tidak bisa di dengar.


"Kamu disini kapan? kembali"tanya Agam.


"Baru saja, kak Agam apa? kabarnya"ucap Sherina.

__ADS_1


"Kabar baik, kamu sendiri bagaimana dan dimana suamimu itu?"tanya Agam.


"Suami"ucap Sherina bingung.


"Ya suami"ucap Agam lagi.


"Eum ya dia "ucapan Sherina kembali terputus sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal"Suami ya dia hanya kenalan saat di Italia, dia tetangga Oma"jawab nya jujur.


Agam menggeleng kan kepala nya yang merasa tidak habis pikir itu.


"Kak Agam datang ke sini mau ziarah juga?"tanya Sherina.


"Ya disamping makam itu adalah ayah mertua ku"ucap Agam.


"Owh silahkan"ucap Sherina seakan mempersilahkan Agam untuk duduk di samping nya meskipun mungkin mereka akan saling membelakangi.


Agam pun duduk di samping Sherina dengan posisi membelakangi Sherina.


Agam pun berdoa dengan khusyuk dan setelah itu ia pun berbicara.


"Pah Agam sudah bisa mengembalikan semua harta peninggalan papah pada putri papah dan apa? papah tau cucu papah sangat lah cantik mungkin jika papah ada di sini Agista akan sangat senang dia begitu cantik seperti istri ku dan juga sangat menggemaskan, Novita titip salam dia tidak bisa datang karena saat ini Agista tengah demam setelah imunisasi"ujar Agam.


Sementara Sherina sedari tadi terdiam dia mencerna ucapan Agam, dan saat ini Sherina mengerti jika ternyata Agam sudah punya anak dari istrinya, lalu saat di Inggris? Sherina masih tetap terdiam dalam posisi yang sama.


"Sherin, apa? kamu masih akan disini"ucap Agam yang sudah berdiri.


"Ah...ya saya disini masih kangen sama mommy"jawab Sherina.


"Ini sudah larut lihat sebentar lagi malam akan datang"ucap Agam.


"Tidak apa-apa sebentar lagi"ucap Sherina.


"Kamu sendirian Sherina"ucap Agam.


"Tidak apa-apa kak selama ini saya tinggal sendirian di kolong langit ini"ucap Sherina.


"Sherina"ucap Agam.


Pria itu tidak tega mendengar ucapan Sherina, yang mengatakan bahwa ia hidup sebatang kara meskipun itu adalah kenyataan nya.


"Pulang lah kak, saya bisa sendiri lagipula bukankah putri kalian sedang sakit"ucap Sherina kini.


"Heumm ya dia sedang demam karena habis imunisasi"ucap Agam.


"Kalau begitu anda harus cepat kembali karena istri anda butuh bantuan"ucap Sherina.


Gadis itu masih setia terduduk di rumput hijau samping makam sang mommy.


"Sherina jika kamu tidak ada tempat untuk pulang kamu bisa kembali ke rumah"ucap Agam.


"Tidak kak, saya sudah memiliki tempat tinggal jadi tidak usah khawatir"ucap Sherina.


Sherina pun kembali menunduk.


Sherina, duduk diam Agam sempat ragu untuk pergi tapi kemudian dia berpikir tidak mungkin untuk memaksakan kehendak pada Sherina.


Sherina hanya menatap punggung pria tampan itu, dia adalah Hero bagi nya.


"Semoga kalian selalu bahagia"ucap Sherina lirih.


Tidak lama setelah kepergian Agam, Sherina pun pergi menuju jalan raya dan di sana dia duduk termenung sambil menunggu taksi lewat.


Sherina duduk di atas koper nya hingga mobil seseorang lewat.


Ternyata itu adalah mobil Agam, pria itu sengaja putar arah karena merasa khawatir dengan Sherina, padahal hari hampir gelap hujan sebentar lagi mungkin akan membasahi bumi.


"Sudah kuduga kamu masih disini"ucap Agam.


"Heumm sedang menunggu taksi yang lewat"balas Sherina.


"Taksi tidak akan ada yang lewat karena disini jarang ada penumpang, ayo masuk"

__ADS_1


__ADS_2