
setelah pulang dari rumah sakit, Daisy dan Vino, kini tengah mengobrol dengan Rayendra yang sengaja datang menjenguk nya, bahkan pria itu, membawa makanan paforit nya Daisy.
Rayan, sendiri tengah berada di dalam dekapan ibu nya, karena dia Daisy, merasa sangat rindu dengan putra nya itu.
"Rayan ngapain aja di rumah Daddy"ucap Daisy, pada putranya.
"Main nonton film berenang sama Ade"ucap Rayan jujur.
"Heummm seperti nya seru"ucap Daisy.
"Ya mommy tapi tetap saja, rindu mommy dan Daddy Vino"ujar Rayan .
obrolan mereka pun berakhir karena Rayendra mendapatkan telpon dari istrinya itu.
"Maaf aku harus segera kembali Daisy, selamat untuk kehamilan nya, semoga kamu terus bahagia"ucap Rayendra tulus.
mereka pun juga pergi ke kamar nya, karena saat ini sudah pukul sembilan malam,rasa kantuk pun mendera mereka pun pergi menuju kamar dan tidur dengan posisi Rayan, ditengah kedua orang tua nya.
hingga saat pagi menjelang, mereka pun akhirnya bangun berbarengan.kecupan dari ketiganya bergantian.
Daisy bangun perlahan menuju kamar mandi dia langsung membersihkan tubuh nya di pagi hari ini, sebelum dia beraktifitas menyiapkan semua kebutuhan suami dan putra nya.
hingga selesai mandi, akhirnya langsung menyiapkan pakaian vino untuk pergi bekerja nanti.
setelah itu dia langsung bergegas menuju kamar putra nya, dan mengambil seragam sekolah nya.
"Yang sudah aku bilang jangan lakukan kegiatan apapun lagi, kamu itu sedang hamil sayang kasihan anak kita pasti akan kecapean"ucap Vino sambil mengelus perut rata istrinya itu.
"Tidak Daddy, aku tidak akan kecapean, justru kalau aku tidak bergerak seluruh badan ku terasa sakit"ucap Daisy.
mereka pun berpelukan kecupan itu pun terus mendarat di pipi istrinya itu.
hingga sarapan pagi bersama dan juga berangkat ke kantor, Daisy benar-benar diawasi oleh Vino, lewat Cctv rumah nya itu.
dia tidak ingin istri dan anak nya sampai kenapa-napa .
Daisy pun hanya berjalan-jalan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan dan duduk di sofa sambil merebahkan diri sambil menonton .
Vino yang melihat itu dia tersenyum sendiri, dia tau istrinya itu tidak terbiasa dengan duduk saja dan berdiam diri.
Vino lalu kembali mematikan ponsel nya, dia langsung pergi menuju ruang meeting.
karena hari ini akan ada meeting penting, jadi dia tidak bisa memastikan istrinya tidak beraktifitas.
Daisy pun pergi menuju taman belakang, ingin melihat bunga-bunga yang bermekaran itu.
hingga beberapa jam kemudian, akhirnya dia kembali ke dalam kamar, lagipula sebentar lagi Rayan, putra nya akan segera pulang.
pria yang kini menjadi suaminya itu terlalu baik, seperti yang ia kenal dulu Daisy sungguh bahagia, setelah tiga kali pernikahan yang ia jalani, yang pertama dengan Gibran hanya seratus yang ia dapatkan dan bahkan seperti orang pacaran, dan yang kedua dengan pria yang menjadi cinta pertama nya, dia menikah dengan pria itu dengan sebuah paksaan, karena pria itu lagi-lagi sudah memiliki istri, Rayendra terus kawin cerai, karena tidak kunjung mendapatkan Daisy, tapi setelah dia dapat, Daisy tetap disakiti oleh nya.
__ADS_1
Daisy pun kembali menikah dengan Vino, seorang duda, yang selalu mengejar-ngejar dia, saat dia menjanda dulu, status Vino, saat itu juga masih bujangan dan masih dibawah umur, tapi pria itu selalu menunjukkan keseriusan dan kasih sayang nya.
hingga saat ini pria itu adalah pria terbaik yang bisa membuat Daisy, bahagia meskipun dengan Gibran juga Daisy merasa bahagia karena pria itu selalu over protective, meskipun tidak dengan hubungan suami istri yang semestinya, sementara Rayendra yang sangat mencintai nya, pria itu terlalu mengekang dirinya tapi tidak pernah menyadari terlalu banyak rasa sakit yang ia berikan untuk Daisy, dari rasa cintanya itu.
hingga akhirnya mereka bercerai setelah Rayan lahir, tapi Daisy, tidak membatasi Rayendra untuk bertemu dengan putra nya itu.
Daisy, bahkan menjalin hubungan baik dengan semua nya, dia sudah bersyukur karena Rayendra, mau melepaskan nya dari belenggu cinta nya itu.
sekarang Daisy cukup bahagia, bersama suami ketiganya.
hingga saat vino, pulang pergi bekerja Daisy tidak diizinkan untuk beraktivitas, seperti sebelumnya.
hanya boleh senam hamil dan juga shopping, itu juga jika Vino berada di rumah Vino begitu memanjakan istri nya itu.
saat ini Rayan, datang bersama sopir dan juga baby sitter nya, setelah selesai sekolah putra nya itu, langsung memeluk mommy nya, yang sedang beristirahat siang hari ini.
"Mommy, aku pulang"ucap Rayan.
"Heummm, siang Sayang, maaf mommy ketiduran tadinya mau buat camilan untuk Abang, tapi Ade ya dua ini ingin istirahat"ucap Daisy.
"Tidak usah mommy, kan sudah ada pelayan mommy sama Ade bayi istirahat saja"ucap Rayan.
"Baiklah sayang, istirahat nya, sudah selesai adik bayi juga sudah mulai bertenaga coba deh Abang sentuh"ucap Daisy, sambil menunjuk ke arah perutnya yang terlihat ada pergerakan, maklum saja saat ini kandungan nya, sudah berusia enam bulan, bayi kembar tersebut sudah lebih besar, dan sudah bergerak aktif.
Rayan, langsung tertawa bahagia, saat merasakan pergerakan tersebut, saat ia mengusap perut mommy nya.
"Abang disini adik cantik"ucap Rayan.
"Benarkah itu mom..?."tanya Rayan penasaran.
"Tentu sayang sekarang sudah terlihat jelas, adiknya sepasang laki-laki dan perempuan"ucap Daisy.
"Hore... aku punya adik sepasang hore"ucap Rayan, yang kini langsung bergegas menuju kamar nya berlarian saking bahagianya.
sementara Daisy tersenyum, karena ternyata putra nya itu, sangat bahagia memiliki kedua adiknya, karena adik dan kakak perempuan nya, bukan darah daging Rayendra.
sementara Rayendra sendiri dia sudah mulai bisa menerima kenyataan,bahwa kedua anak itu bukan anak nya, dia hanya ingin hidup damai dengan wanita yang dulu merupakan istri pertama nya, wanita yang ia nikahi untuk pertama kalinya, sebelum dia kembali goyah karena Daisy, kembali dalam kehidupan nya, sementara dia juga sudah menikah tiga kali setelah itu dan yang terakhir Daisy, dan sekarang dia kembali lagi pada mantan istri pertama nya itu.
Rayendra tetap membesarkan kedua putri sambung nya itu, meskipun pernikahan mereka tidak se harmoni pernikahan Daisy dengan Vino , tapi dia tidak ingin egois, dengan terus mempertahankan perasaan nya pada Daisy Rayendra akan menyimpan semua kenangan bersama dengan Daisy, di dalam Rayan putra nya, karena dia adalah bukti cinta kasih mereka dulu.
setelah selesai membersihkan diri, Daisy turun untuk memberi Rayan, makan siang dia ingin menemani putra nya makan siang, setelah dia pulang sekolah.
🌹💖💖💖🌹
Dua puluh tahun berlalu,kini Rayan, sudah tumbuh menjadi pria dewasa sementara kedua orang tua nya, sudah tidak ada, dia harus menjadi tulang punggung keluarga, setelah Daisy dan Vino, meninggal dunia dalam tabrakan beruntun itu, saat dia masih kuliah dulu, sesuai amanat kedua nya, Daisy meminta Rayan menjaga kedua adiknya yang kini masih kuliah, usia mereka berdua dua puluh satu tahun.
sementara yang mengurus bisnis yang vino tinggal kan, saat ini adalah Rayan, Rayan, kini telah berusia 27 tahun, pria itu tumbuh menjadi pria tampan dan gagah, tidak hanya itu pria yang kini menggantikan peranan kedua orang tua nya itu, adalah seorang pria yang benar-benar gila kerja.
sementara kedua adiknya yang bernama Agam dan Anya, tubuh menjadi adik yang manja, pada kakak laki-laki mereka siapa lagi kalau bukan Rayan.
__ADS_1
Rayan, sebenarnya masih punya warisan yang cukup besar dari Daddy nya yang kini sudah berusia lima puluh tujuh tahun itu, dia masih terlihat segar bugar, Rayendra bahkan masih selalu setia menjenguk keadaan mereka bertiga, sejak wanita yang sangat ia cintai itu pergi, kini dia lah yang menggantikan tugas Vino dan Daisy, untuk menjaga ketiga anak nya.
Vino meninggal di usia empat puluh tujuh tahun, sementara Daisy lima puluh empat tahun, mereka adalah pasangan yang sangat serasi meskipun perbedaan usia yang sangat jauh tujuh tahun selisih usia mereka saat itu, tidak membuat perbedaan itu terlihat karena Daisy, adalah wanita yang sangat awet muda.
Agam dan Anya, akan datang ke makam kedua orang tua nya,satu bulan sekali, mereka akan berdoa, sambil berkeluh-kesah tentang keseharian nya, karena mereka akan bangun tidur setelah Rayan membunyikan alarm yang begitu nyaring untuk membangunkan keduanya yang sulit bangun pagi.
hingga mereka akan bercerita mengadukan kakak nya, yang selalu menghukum mereka jika mereka melakukan kesalahan, dengan memotong uang jajan mereka, seperti saat ini mereka tidak sadar bahwa Rayan, tengah berdiri tak jauh dari makam kedua orang tua nya itu.
"Mau sampai kapan kalian mengeluh percuma saja, mommy dan Daddy, tidak akan pernah kembali untuk memberiku nasihat , justru kalian akan rugi karena telah mengadukan ku pada mereka berdua, aku akan memindahkan kalian ke luar negeri untuk kuliah di sana, dengan uang jajan yang sama"ucap Rayan menakut-nakuti kedua adik tersayang nya itu.
"Jangan kak, please jangan momm... dengar itu kan mommy, Abang selalu begitu"ucap Agam.
"Agam pulang, mau sampai kapan kamu bersikap kekanak-kanakan begini, ingat usia mu sudah dewasa, seharusnya kamu harus jadi contoh yang baik untuk adik kita, meskipun usia kalian hanya beda beberapa menit, tapi kamu itu laki-laki harus bisa lebih dewasa"ucap Rayan.
"Iya kak, kita pulang ko"ucap nya.
mereka berdua pun pulang dengan mobil mereka masingmasing, sementara Rayan sendiri duduk di samping pusara kedua orang tua nya yang dikubur secara berdampingan.
"Mommy Daddy...Rayan, rindu kalian, maafkan Rayan, jika selama ini Rayan, sudah menjadi kakak yang buruk untuk kedua adik Rayan, tapi Rayan, sangat sayang mereka Rayan, ingin mereka menjadi pribadi yang baik, seperti kalian, Rayan hampir menyerah Daddy, jika saja Rayan tidak ingat ada mereka yang mommy dan Daddy titipkan pada Rayan, Rayan benar-benar kesepian tanpa kalian di sisi Rayan, apa lagi saat mengingat detik-detik kepergian mommy dan Daddy, sungguh Rayan tidak sanggup"ucap Rayan sambil menitikkan air mata.
"Mas maaf kan aku, gara-gara kamu salah paham, kamu jadi berakhir seperti ini ,aku mencintaimu mas, dan asal kamu tau aku juga sudah mengikhlaskan kamu pergi, sebelum sempat menyentuh tubuh ku, dan kini aku menjadi janda kembang termuda hiks hiks, aku tidak kuat dengan derita hidup ini, kenapa? kamu tega menjadikan ku sebagai istri kedua mu"ucap seorang wanita yang sesenggukan saat menangis di depan makam seseorang yang terlihat masih basah dan itu membuat Rayan, menahan tawa, karena perhatian nya teralihkan dengan ekspresi wanita itu yang suguh lebai.
"Jangan bohong Shakira,aku tau dia bukan suami mu, lihat kau bahkan menikah dengan pria berusia seratus tahun"ucap pria yang langsung menarik wanita muda itu, membawa nya, pergi meskipun wanita itu meraung-raung tidak ingin ikut dengan pria muda seusia nya.
"Aku tidak bohong lepas aku mohon, suamiku memang sudah tua"ucap wanita yang tadi disebut namanya Shakira.
"Kau tidak pandai berdusta Shakira, kemarin kau bilang akan menikah dengan seorang pria tampan, sekarang bandot tua, apa lagi alasan mu nanti, kau harus ikut bersama ku titik"ucap pria itu.
Rayan tertawa kecil, dia rasanya mendapatkan hiburan dari gadis berusia sekitar sembilan belas tahun itu.
"Ada-ada saja"ucap nya.
"Mommy.. Daddy Rayan pergi dulu bulan depan Rayan akan kembali"ucap Rayan sambil mengusap batu nisan keduanya lalu pergi setelah membacakan doa untuk mereka berdua.
hingga tiba di rumah Rayan, melihat keduanya tengah duduk di sofa, sambil konsentrasi pada layar televisi karena kini mereka tengah menonton serial drama Korea, yang pastinya Agam,di paksa untuk menemani adiknya menonton film tersebut.
"Ah... payah kenapa? juga harus kaya gitu ceritanya, harusnya itu pria nya itu mati tersedak biji kedondong, bagaimana bisa dia dibiarkan seperti itu oleh pacarnya"keluh Anya.
"Kau ini berisik sekali, sudah kubilang jangan menonton film kaya gitu, itu tidak ada di dunia nyata, karena nyatanya mommy dan Daddy kita baik-baik saja"ucap Agam kesal sambil mematikan televisi tersebut hingga Anya mengumpat kesal.
"Kalian ini, kenapa? masih suka ribut dengan semua hal sepele seperti itu, kapan kalian dewasa, kakak lelah melihat kalian ribut terus, masih ada pekerjaan yang menunggu di ruang baca, kakak yakin kalian bisa membantu Kakak"ucap Rayan.
"Tidak!"ucap keduanya kompak berteriak menjawab perkataan Rayan.
"Owh ya sudah jika begitu, berarti udah Dil nih kakak kirim kalian untuk kuliah diluar.
"Tidak-tidak baiklah-baiklah kami bantu kakak"ucap keduanya sambil berjalan gontai menuju ruang baca, sementara Rayan, pergi ke kamar nya, untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan meminta pelayan membuat kan makanan untuk nya karena ini adalah jadwal makan terakhir nya,di jam empat sore, setelah itu dia akan makan esok pagi nya pukul delapan, begitu seterusnya.
sementara itu kedua adiknya tengah berkutat dengan pekerjaan nya itu.
__ADS_1
keduanya benar-benar terpaksa demi posisi aman dan nyaman, saat ini