
Hari berlalu begitu saja, setelah hari kemarin pergi ke pantai, saat ini kedua sejoli itu tengah berada di sebuah hotel milik Rayan, dimana acara pernikahan itu akan digelar.
Sherina, masih belum tahu jika saat ini dia akan menikah, karena Agam bilang saat ini dia harus menjadi pendamping Agam di pesta pernikahan.
Agam tidak menjelaskan pesta pernikahan siapa? yang jelas gadis itu tengah didandani dengan begitu perfek dan seakan dirinya yang akan menjadi pengantin.
Sampai, saat seseorang datang membawakan sebuah kebaya modern yang lebih mirip gaun pengantin, dan saat itu juga Sherina di arahkan untuk berganti pakaian dengan yang mereka tunjukkan saat ini.
"Apa? aku boleh tanya ini acara pernikahan siapa?"ucap Sherina.
"Kami tidak boleh memberitahukan apapun tentang itu Nona, yang jelas tuan Rayan, meminta kami untuk segera datang."ucap seorang petugas MUA.
"Kak Raya?"ujar gadis itu heran.
"Ya nona,, bahkan Nyonya Daisy juga sedang di makeup di ruang sebelah"ucap MUA tersebut.
Sherina pun mengangguk dan percaya mendengar alasan yang MUA berikan.
Sampai, Sherina, selesai di menggunakan kebaya modern tersebut gadis itu tiba-tiba dijemput oleh beberapa orang Bridesmaids yang entah siapa? yang jelas mereka menuntun Sherina, di bawahnya dia ke tempat yang sudah disediakan, sepanjang perjalanan masuk kedalam ballroom hotel tersebut dia kaget saat seorang MC, menyebutkan bahwa pengantin perempuan telah memasuki ruangan.
Sherina, bahkan melihat Agam, kini berada di sebuah tempat yang sudah dihias sedemikian cantik dengan dekorasi pelaminan tapi disana terlihat seperti tempat ijab qobul.
"Apa? ini"gumam Sherina dalam hati nya, saat Anya menyambut nya dan perlahan menuntunnya ke arah dimana Agam yang sudah tampak sangat tampan dengan stelan jas senada dengan yang ia kenakan saat ini.
"Sayang hari ini adalah hari bahagia kita, jadi aku sengaja memberikan mu kejutan ini"ucap Agam yang kini tengah bersiap untuk berjabat tangan dengan penghulu.
Sherina, yang baru saja bisa berjalan dengan bantuan berpegangan pada orang atau benda khusus, setiap kali melakukan terapi berjalan, saat ini dia menjadi calon pengantin teraneh karena tidak berjalan sendiri melainkan di papah oleh mereka yang ternyata para suster dari rumah sakit tempat dia melakukan terapi tersebut, hanya saja wajah mereka sedikit pangling, karena polesan makeup.
Pantas saja, saat dia di bantu berjalan tadi rasanya seperti nyaman, seperti yang sudah profesional dan ternyata mereka yang berjasa setiap saat Sherina berobat atau melakukan terapi tersebut, dua orang suster pendamping dokter ahli yang menangani nya selama ini.
Sherina, melihat Matteo yang baru saja datang dengan tunangannya itu, dia langsung mendekat dan memeluk Sherina, yang baru saja akan dipersunting oleh Agam.
"Sekarang bisa dimulai"ucap Matteo, sebagai pihak keluarga dari Sherina, dia juga punya andil untuk menentukan berlangsung nya acara tersebut, awalnya pria itu sempat tidak ingin hadir karena biar bagaimanapun pernikahan Sherina, adalah yang pertama kali dan dia sudah tidak punya siapa-siapa di Indonesia hanya ada dirinya, dia ingin menyiapkan pesta meriah untuk sepupunya itu, sebagai tanggung jawab dari pihak keluarga nya Sherina.
Agam pun mulai membacakan basmallah, hingga tuntunan dari penghulu iya ikut, Agam pun berhasil mempersunting Sherina, hanya dengan satu tarikan nafas, dan akhirnya kini suara sah, menggema di seluruh ruangan tersebut.
Sherina yang sedari tadi berlinang air mata meskipun Daisy dan Anya berusaha menguatkan Sherina, tapi gadis itu tetap tidak bisa menahan kesedihannya, kini matanya sudah benar-benar merah karena tangisnya, bukan karena dia menyesal atau tidak ingin menikah dengan Agam, tapi bayangan kedua tangan tuanya terus terlintas di benak nya.
Sebagai seorang anak perempuan satu-satunya dan anak tunggal Sherina, punya mimpi saat dia menikah kelak kedua orang tua nya ada di sisinya, dengan sang papah yang menjadi wali pernikahan, dan ibu yang selalu mendampingi nya, tapi semua hanya angan-angan saja.
Kini, semua hanya tinggal kenangan Agam pria yang selama ini, selalu setia mencintai dirinya dia sudah resmi menjadi suaminya.
"Sayang aku berjanji akan selalu setia sampai akhir nanti"ucap Agam sambil memeluk Sherina, setelah memasakkan cincin pernikahan.
Wanita itu bahkan tidak kuasa untuk menjawab hanya ada anggukan kepala dan air mata haru, saat Agam mengecup kening Sherina saat itu.
Sampai acara resepsi pernikahan itu digelar, Sherina di dampingi oleh Matteo dan juga tunangan nya, sementara Agam ada Rayan dan Daisy.
Anya dan Ricky, juga ikut berada di deretan kursi pelaminan tersebut.
Sherina, hanya bisa tersenyum dan mengangguk, saat seluruh tamu memberikan ucapan selamat sambil berjabat tangan.
Dan disaat seorang wanita datang dengan membawa anak perempuan nya yang memanggil Agam dengan sebutan daddy, semua orang memiliki kearah mereka, tapi Agam tidak perduli dengan itu, dia langsung menggendong Agista, diciumnya dengan penuh kasih sayang sebagai seorang ayah meskipun tidak ada hubungan darah.
Novita pun memeluk Sherina, dan mengucapkan selamat dengan tetes air mata kesedihan, tapi bukan karena sedih mantan suaminya menjadi milik orang, tapi dia teringat dirinya dulu saat berdiri dengan senyum bahagia bersama dengan pria yang pernah ia sia-siakan.
"Sherina, titip Abang,, bahagiakan dia jangan sampai semua kesalahanku terulang kembali, dia adalah seorang pria yang sangat baik dan berhati malaikat, dan juga penuh tanggung jawab, jika kelak kami berdua bertemu, itu semua murni hanya hubungan baru antara kita yaitu sebagai saudara dan juga ibu dari anak sambung nya Agista."ucap Novita yang di balas dengan anggukan oleh Sherina.
Sherina memeluk Novita, sambil berkata"Maafkan aku Novita jika karena hadirnya diriku kamu merasa tersisihkan, aku benar-benar tidak berniat untuk merebut kak Agam darimu, semua hanya sebuah kebetulan, aku bertemu dengannya saat tragedi itu"ucap Sherina.
"Ah, sudahlah lupakan semua, karena tanpa hadirnya dirimu pun, rumah tangga kami sudah hancur karena aku, aku yang menghancurkan semua dengan membawa orang ketiga dalam pernikahan ku ini"ucap Novita, yang kini terlihat sangat menyesal karena telah menyakiti Agam.
__ADS_1
Mereka kini tengah duduk di kursi yang tersedia khusus diperuntukkan untuk anggota keluarga, Sherina sudah berada di atas kursi roda nya saat ini, karena dia mengeluh tidak nyaman berada di pelaminan terlalu lama.
Sementara pesta terus berlanjut di isi dengan berbagai games dan juga pesta dansa sementara seluruh keluarga tengah berkumpul menikmati hidangan yang tersedia di hadapan mereka, para kolega bisnis Agam dan Sherina tengah menikmati pesta dansa.
Sebenarnya Agam, sudah melarang ada pesta dansa karena dirinya merasa tidak enak pada istrinya itu, tapi sepertinya Sherina tidak terusik dengan itu atau mungkin karena dia berpura-pura tidak perduli dengan itu semua.
..................
Agam kini menggendong Sherina, membawa istrinya itu menuju kamar hotel, tempat mereka akan menginap saat ini pukul satu dini hari, keduanya memutuskan untuk segera beristirahat.
Sementara Novita, sudah sejak sore hari dia sudah kembali dan tidak menginap meskipun Agam, sudah menyediakan kamar untuk dia dan Agista putrinya.
Namun Novita bilang jika saat ini dia harus pergi ke luar kota untuk menghadiri peresmian butik yang ia buka di luar kota, seperti pengetahuan Agam, Novita saat ini tengah mengembangkan bakat nya untuk perusahaan miliknya.
Didalam kamar, dua sejoli saat ini tengah berada di dalam kamar mandi, meskipun tidak dalam keadaan intim, tapi saat ini Agam benar-benar terganggu dengan penglihatan tersebut, dia membantu membuka gaun yang Sherina kenakan meskipun Sherina, masih menggunakan baju dalam, saat gaun berlengan panjang itu di pasang di tubuh nya.
"Sayang jangan terlalu lama berendam nya ya, karena ini sudah sangat larut, padahal tidak mandi pun tak masalah Yank,, kamu masih sangat wangi."ujar Agam.
"Kak, kapan aku selesai nya, jika kakak terus berdiri di situ"ucap Sherina yang terlihat sangat malu-malu.
"Aku tidak mungkin meninggalkan mu Yank,, lagipula di sini tidak aman seperti di rumah"ucap Agam.
"Tapi kak aku bisa kok"ucap Sherina.
"Sherina sayang,,, aku khawatir padamu Yank jika kamu malu aku bisa balik badan sayang, lagian kenapa? harus malu kita sudah halal"ujar Agam, sambil tersenyum menggoda Sherina.
Tapi Sherina, hanya memalingkan wajahnya kearah lain karena tidak kuasa menahan malu .
Hingga Sherina selesai mandi dan berpakaian, Agam dengan setia membantunya meskipun selalu dapat penolakan karena Sherina merasa malu.
"Sayang kamu bisa istirahat sekarang aku mandi dulu"ucap Agam.
Agam langsung masuk kedalam kamar mandi yang transparan itu karena memang dirancang untuk pasangan bulan madu, bahkan ditengah area kamar tersebut ada bathtub-e yang bertaburan kelopak bunga.
Sementara Agam, mandi dengan santainya, pria itu tidak memikirkan bagaimana Sherina yang begitu malu saat ini, saat melihat suaminya sedang mandi.
Sampai, Agam selesai mandi pria itu langsung berpakaian di hadapan Sherina.
Sherina, sendiri tengah bersembunyi dibalik selimut.
"Sayang kamu sudah tidur"ucap Agam yang kini mendekat ke arah istrinya itu.
"Heumm"jawab Sherina.
"Apa? heumm heumm begitu"ucap Agam sambil menggoda istrinya itu.
"Aku sudah tidur"ucap Sherina.
"Apa? ada orang yang sudah tidur bisa menjawab"ucap Agam.
Sherina, hanya diam tak menjawab Agam lagi sampai Agam membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh Sherina, yang sengaja pura-pura tidur, tapi Agam tidak tinggal diam dia mencolek hidung Sherina, yang terlihat menahan tawa saat Agam mendekat kan wajah nya.
"Heumm nakal"ucap Agam.
Agam langsung mencium pipi Sherina bertubi-tubi hingga Gadis itu tertawa terbahak-bahak.
"Nakal ya kamu,,,"ucap Agam.
"Kak geli,,"ucap Sherina.
Sherina, terus berusaha melepaskan diri dari rangkulan Agam.
__ADS_1
"Kak lepas geli"ucap Agam.
"Ayo lepas sendiri Yank, jika kamu bisa"ucap Agam.
"Kak, aku gak kuat"ucap Sherina.
"Memangnya kamu lagi uji nyali, pakai gak kuat segala"ucap Agam, semakin menggoda Sherina.
Rasa kantuk yang sedari tadi mendera kini hilang entah kemana, tapi mereka juga tidak melakukan ritual malam pertama mereka, saat ini yang mereka lakukan adalah bercanda dan mengobrol seperti sahabat pada umumnya yang lagi curhat bergantian.
Agam, sudah berjanji, akan mengambil hak nya sebagai suami Sherina, suatu saat nanti jika kondisi Sherina sudah benar-benar pulih dan tidak ada kendala apapun.
Saat ini hanya ada peluk cium untuk mempererat tali kasih antara dirinya, Sherina.
Sementara Daisy dan Rayan pasangan dewasa itu saat ini bahkan mengalahkan pasangan pengantin baru, Daisy bahkan tidak sadar jika saat ini di kamar hotel tersebut ada kedua anak nya yang tengah terlelap.
Beruntung kedua anak mereka masih tetap anteng dalam mimpi indahnya saat ini .
Hingga malam berganti pagi, dan pagi berganti siang Agam dan Sherina belum juga bangun, mungkin karena baru tidur pukul enam pagi.
Sementara Rayan dan Daisy,, keduanya tampak lelah karena saat mereka hendak istirahat dan tidur, kedua anak nya terbangun.
Dan mereka terpaksa menunda waktu istirahat nya itu.
Karena harus mengurus kedua buah hatinya mereka.
Sampai akhirnya mereka harus kembali pulang ke kediaman mereka.
Daisy dan Rayan tidak pernah berjauhan kecuali jika Rayan bekerja.
Rayan sendiri selalu setia membantu istrinya mengurus kedua buah hatinya.
Sementara itu kedua sejoli yang baru resmi menikah itu siang ini tengah menikmati makan siang bersama.
Keduanya seakan seperti sepasang kekasih sepasang kekasih, Sherina sesekali menyuapi Agam, dengan sandwich karena hanya itu sarapan pagi yang tidak membuat perut Agam alergi makanan buatan orang lain.
Sekarang ada Sherina, dia bisa masak apa? saja yang membuat perut nya nyaman, Saat bersama dengan Novita, setiap kali dia memasak atau buat stok makanan pasti dibantu oleh Daisy, dia hanya menyiapkan semua bahan, setelah itu Novita akan pulang ke rumah Agam yang lama.
"Sayang, kamu makan itu apa? enak"kata Agam.
"Tentu saja ini paling enak buatan koki profesional"ucap Sherina.
"Tapi kenapa? perut ini tidak bisa menerima makanan buatan orang luar, kecuali junk food dan lain nya seperti ini itupun tergantung tempat"ucap Agam.
"Karena, kakak sedari kecil sudah dibiasakan untuk tidak makan buatan orang lain selain mommy Dy, dan kak Daisy adalah sebuah keajaiban yang tuhan kirimkan untuk kakak"ucap Sherina.
"Kamu juga sebuah anugerah terindah yang tuhan kirimkan padaku, buktinya makanan buatan mu tidak membuat ku sakit perut"ucap Agam.
Agam, tersenyum manis pada Sherina.
"Kalau soal itu I don't know"ucap Sherina.
"Sherin, sayang itu artinya kita jodoh, buktinya betapapun dulu aku mencintai Novita, sampai aku mengejar dia dan bisa menikah'dengan dia tapi banyak ketidak seimbangan di dalam nya, Dia juga jago masak tapi saat aku makan makanan itu aku masih harus pergi ke dokter untuk mengobati rasa sakit itu"ucap Agam.
Sherina, terdiam saat, Agam bilang cinta pada mantan istrinya.
"Honey,, kamu kenapa? heumm"ucap Agam yang melihat perubahan raut wajah Sherina.
"Aku tiba-tiba tidak enak perut, aku ke toilet dulu"ucap Sherina.
Gadis itu pergi meninggalkan Agam, yang kini merasa heran hingga tidak membantu Sherina mendorong kursi roda nya.
__ADS_1