Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Hotdog#


__ADS_3

sesampainya di rumah sakit. Anya langsung mendekat ke arah box bayi yang ada di samping Sherina.


Sherina kini tengah duduk menyusui salah satu putranya dengan bantuan Natalia, yang memegang bayi itu karena Sherina masih kesulitan untuk melakukan itu semua.


Sementara bayi yang satunya lagi kini tengah digendong oleh Anya, dan Agista yang tidak mau jauh dari kedua adiknya itu dia terus berjalan kesana kemari.


Agis mengecup pipi adik tampan nya itu.


Sementara Daddy mereka tengah sibuk berkutat dengan laptop nya.


"Agis sini duduk sama Daddy biar adik minum asi dulu."ucap Agam dengan lembut.


Tapi Daddy,, Agis nanti kangen adik bayi gimana?."ujar gadis itu yang membuat Natali dan Anya sontak tertawa.


"Agis,,, adik Agis tidak akan kemana-mana mereka hanya sedang laper."ujar Anya.


"Baiklah aunty."Gadis kecil itupun menurut pada permintaan Agam.


"Daddy sibuk nanti Agis dicuekin."ujar Agis protes.


"Sebentar lagi sayang setelah ini kita jalan-jalan cari eskrim oke."ujar Agam.


"Tapi nanti adik bayi rindu Agis bagaimana?."tanya gadis kecil itu lagi.


"Iya,, nanti Agis tidak usah lama-lama makan eskrim nya."ujar Agam.


"Tidak lama daddy hanya saja Agista tidak tega meninggalkan mereka."ujar Agis balita itu sungguh sangat menggemaskan.


Semua orang tersenyum melihat tingkah nya yang sudah seperti orang dewasa.


Agam mengelus puncak kepala putrinya itu dengan penuh kelembutan.


"Princess daddy,,, semoga kamu bisa lebih bahagia setelah ini sayang."gumam Agam lirih.


Agam pun menyudahi pekerjaan nya lalu dia menyimpan laptop tersebut kedalam tas kerjanya setelah itu dia pun berdiri dan meraih blazer berwarna hitam untuk dia kenakan.


Setelah siap diapun bertanya pada istrinya ingin dibelikan apa? dan tidak lupa Anya dan Natali juga.


"Honey,,, aku mau bawa Agis jalan-jalan dulu nanti mau dibelikan apa? heumm."tanya Agam yang kini mendekat lalu mengecup kening istrinya itu.


"Heumm,, aku ingin makan martabak manis."ujar Sherina.


"Baiklah aku akan usahakan. kakak dan Natali mau apa?."tanya Agam.


"Bawakan aku matcha late" ujar Natali.


"Kakak,,, apa? saja lah bingung karena sedang tidak ingin makan apapun."ujar Anya.


"Baiklah,, ayo sayang pamit sama Mommy dan juga adiknya."ujar Agam.


"Mom,, aku pergi dulu ya aunty bidadari jaga adik ya, aunty cantik juga kalau adik nyariin Agis, bilang kak Agis segera kembali."ujar gadis kecil itu sambil mencium pipi kedua adik kembarnya itu.


"Oke sayang yang lama ya jalan-jalan nya dan jangan lupa minta Daddy belikan setumpuk berlian untuk mommy."ujar Natali.


"Kau itu."ujar Agam.


Mereka berdua pun pergi Agis tidak mau lagi di gendong karena dia bilang kini sudah jadi kakak, Agam pun hanya bisa pasrah sambil menuntun putrinya itu.


Agis pun berjalan lebih cepat karena ingin menyamai langkah sang daddy saat ini.


Gadis kecil itu tiba-tiba berhenti saat melihat seorang anak yang kini tengah menangis, dan ibunya langsung memeluk dia dan menggendong nya dengan penuh cinta.


"Agis,, sedang apa? ayo nanti telat."ujar Agam yang menoleh kearah Agista.


Seketika itu pandangan nya tertuju pada apa? yang sedang Agista lihat saat ini.


"Daddy,,, jika mommy tidak pergi ke surga mungkin Agis akan seperti dia disayang Mommy dan Agis, akan digendong Mommy."ujar gadis kecil itu.


Deg....


Rasa sakit itu menjalar di dada Agam sesak sudah pasti, Agam pun berjongkok di hadapan Agis, dia membingkai wajah cantik nan lembut itu.


"Agis sayang,,, jika pun Mommy tidak bisa melakukan hal itu, saat ini ada Daddy yang akan melakukan apapun untuk Agis."ujar Agam yang kini langsung meraih Agista dibawanya gadis kecil itu kedalam gendongan nya.


"Vita,,, andaikan kamu bisa melihat,rasa sakit ini lebih dari apapun, aku pun merasakan hal yang sama dengan yang Agista rasakan saat ini, tapi dulu aku sudah bisa mengerti akan masalah kematian tapi si dia bahkan tidak tau kamu dimana? saat ini, rasanya sungguh sangat menyakitkan kenapa? kamu tidak bicara padaku saat kamu kembali menanggung beban itu,Pah tolong jaga Vita untuk kami."gumam Agam dalam hati.


Sampai di depan parkiran, Agista melihat seseorang yang persis dengan almarhum ibunya hingga dia berteriak memanggil Mommy, pada wanita yang sama sekali tidak menoleh dan berlalu pergi dengan taksi.


"Mommy,,, mommy tunggu Agis, daddy tolong kejar Mommy."ujar Agis yang kini menangis sesenggukan.


"Sayang, dia bukan Mommy, Mommy Agis sudah di surga, dia hanya mirip sedikit, dan Agis hanya sedang rindu Mommy jika sudah begitu sebaiknya Agis baca alfatihah untuk Mommy."ujar Agam.


"Heumm,,, baik'lah daddy."sahut Agis yang penurut.


Agam pun memasangkan sabuk pengaman ditubuh putrinya itu, setelah itu ia menghidupkan mesin mobilnya tidak lama ia pun melaju kan mobilnya.


Sampai saat gadis kecil itu tertidur pulas di mobil Agam menepikan mobilnya di basement mall tersebut.


"Sayang,, bangun sudah sampai."ujar Agam.

__ADS_1


"Heumm ya Daddy."ujar Agis yang perlahan telah membuka mata nya.


Agam pun langsung menggendong Agista dan membawa gadis kecil itu menuju tempat dimana pusat perbelanjaan itu.


Disana Agam menawari Agis permainan ataupun membeli sesuatu yang Agis mau tapi gadis kecil itu hanya menggeleng kan kepala nya.


Sampai saat seseorang menepuk pundak Agam.


"Agam ya,,, hi apa? kabar."ujar seseorang yang ternyata merupakan teman Agam saat kuliah dulu.


"Hi,,, Vi, apa? kabar."balas Agam yang kemudian berjabat tangan.


"Kabar ku baik,,,ini putri mu."ujar Vivi.


"Iya,,, aku bahkan sudah punya tiga anak, sekarang istri ku baru melahirkan anak kedua kami kembar."ujar Agam.


"Owh syukurlah selamat ya, aku ikut senang."ujar Vivi, yang langsung terlihat sedikit murung entah apa? yang menjadi penyebab nya.


"Vi kamu disini sendiri."tanya Agam.


"Tidak,, aku sama seseorang dia sedang ke toilet, silahkan duduk."ujar Vivi.


"Tidak vi,, aku sedang buru-buru putri ku ingin es krim."ujar Agam.


"Oh,, ya silahkan cantik lain kali main kerumah Aunty ya, sama Daddy dan adik kembar nya, nanti Aunty buatkan camilan lezat."ujar Vivi.


"Honey."ucap seorang pria yang terlihat lebih tua dari Agam mungkin perbedaan nya, sepuluh tahun lebih tua pria itu.


"Ah,, ya Agam kenalkan dia suamiku."ujar Vivi.


"Agam teman kuliah Vivi."ujar Agam ramah.


"Aryan,," balas pria itu.


"Vi,,, mas kami permisi dulu."ujar Agam.


"Ya, sampai jumpa lain waktu."ujar Vivi.


Wanita itu terlihat sedikit tertekan.


Sementara setelah sepeninggalan Agam, sebuah cengkraman tangan kekar itu berhasil membuat wanita itu merengis kesakitan.


"Mas dia hanya teman kuliah ku, lagipula sudah hampir sepuluh tahun kami tidak bertemu."Vivian.


"Pulang."ujar pria itu.


"Dia akan pulang bersama dengan anak buah ku."ujar pria yang kini memberikan isyarat pada seseorang yang tengah berdiri di kejauhan.


..............................


Sementara Agam sibuk mengurus putrinya yang kini tengah berceloteh sambil memakan es krim yang membuat bibir nya sedikit belepotan dan Agam sibuk membersihkan bibir Agista.


"Daddy,, mau es krim Agista suapi ya."ujar gadis kecil itu.


"Kamu saja dulu sayang Daddy nanti saja."ujar gadis itu.


"Heumm,,, ya Daddy."ujar Agista yang kini sudah kembali ceria dan segar kembali setelah tertidur tadi di mobil.


"Agis tidak mau beli sesuatu?."tanya Agam.


"Tidak daddy."kata Agis.


"Untuk adik."ujar Agam lagi.


"Ah iya untuk adik beli selimut tebal Daddy untuk nanti malam mereka pasti kedinginan."ujar Agis.


"Mereka sudah punya selimut tebal nya sayang tapi tidak apa-apa? kita beli lagi sama-sama karena itu pemberian kakak Agis."ujar Agam.


"Hore,,, aku juga mau beli mainan untuk mereka berdua."ujar Agista.


"Ya,,, apapun itu kakak."ujar Agam semakin menyemangati putri nya itu.


Agam pun membawa Agista ke toko peralatan bayi dan sampai di sana Agam membawa troli untuk memudahkan mereka belanja Agis berada di samping berpegangan pada troli tersebut satu persatu yang Agista tunjukkan Agam beli termasuk stroller untuk bayi kembar itu.


Padahal semua sudah ada namun demi membahagiakan putri nya itu Agam rela merogoh kocek yang cukup dalam karena barang yang mereka beli bukan barang murahan Agam bahkan membelikan banyak mainan setiap mainan yang Agis tunjukkan.


Sampai akhirnya Agam dibantu oleh pelayan toko untuk mengemas semua barang-barang yang sudah di bayar itu dan diantar ke mobilnya yang berada di basement mall tersebut.


"Sudah selesai apa? kakak bahagia."tanya Agam.


"Ya Daddy,, terimakasih nanti setelah adik bayi pulang ke rumah aku akan mengajak mereka bermain."ujarnya antusias.


"Tentu saja Sayang,,"ujar Agam.


Mereka pun kembali ke rumah sakit setelah mengantar semua belanjaan tersebut ke rumah mereka, Agis bahkan langsung meminta selimut yang ia beli tadi di cuci oleh pelayan dan langsung diantar ke rumah sakit untuk adiknya tidur.


"Agis mana pesanan mommy berlian nya."ujar Natali.


"Minta itu pada calon suamimu."ujar Agam.

__ADS_1


pria itu memberikan pesanan Natali dan memberikan Anya satu kotak donat dengan berbagai parian rasa.


Agam, langsung memeluk istrinya dan kembali mendaratkan kecupan, sementara Natali sibuk mengurus Agis yang kini tengah meminta maaf pada kedua adiknya karena dia pergi terlalu lama.


Agis juga berceloteh bahwa dia memberikan semua barang-barang untuk adiknya itu, dan Sherina menanyakan kebenaran itu pada suaminya yang dijawab dengan anggukan.


Agam menyuapi Sherina martabak manis spesial, saat itu juga sembari minta maaf karena terlambat datang.


Dan Sherina pun membalas dengan kecupan.


"Agam,, kapan? Sherina pulang ke rumah."ujar Anya.


"Besok mungkin." kata Agam.


"Kenapa? tidak pulang ke Mension saja disana ada banyak orang yang akan menjaga anak kalian termasuk mommy dan aku juga akan pulang ke Mension untuk sementara waktu."ujar Anya.


"Heumm kita lihat saja besok kak,,,"ujar Agam.


"Yank,,, aku ikut saran kak Anya saja lagipula kamu juga akan sibuk bekerja."ujar Sherina.


"Senyamannya kamu saja Yank,, aku ikut dimana pun ada bagusnya juga Agis punya teman bermain."ujar Agam.


Akhirnya semua sepakat.


"Sayang aku datang."ujar Ricky yang baru masuk.


"Heumm,, bagaimana apa? semuanya lancar."ujar Anya sambil memeluk dan mengecup pipi suaminya.


"Alhamdulillah sayang semua tidak ada kendala."ujar Ricky.


"Sherin,,, bagaimana,,, kabar mu, apa? sudah baikan."ujar Ricky.


"Sudah terimakasih."ujar Sherina.


Duduklah sayang ini makanlah Agam tadi belikan ini untuk ku."ujar Anya.


"Terimakasih Yank."ujar Ricky yang pergi menuju wastafel untuk mencuci tangan.


Mereka pun kembali mengobrol dengan riang gembira, sampai saat Anya pamit pulang karena tidak terasa waktu sudah pukul lima sore.


Agam membantu Sherina untuk mandi, dan berganti pakaian di dalam toilet, sementara Natali menjaga kedua bayi yang kini baru selesai dimandikan oleh suster.


Agista sendiri sudah mandi beberapa menit sebelum Sherina mandi.


Setelah Sherina mandi kini giliran Agam, yang mandi, Natali membantu mengeringkan rambut Sherina dan mengoleskan pelembab wajah dan body losion.


Sampai saat Sherina sudah wangi dan segar tidak lama Agam pun keluar dengan pakaian santai nya dan kini kembali duduk di samping Sherina mengelus wajah mungil kedua putranya itu.


"Daddy, Agis ngantuk."ujar Agista.


"Ya sudah bobo dulu, nanti saat makan malam daddy bangunkan Agis."ujar Agam.


Agis pun mengangguk Natali membantu dia berbaring di atas ranjang, setelah itu ia mengelus puncak kepala Agis dengan lembut hingga gadis kecil itu tertidur pulas, Natali mengecup puncak kepala Agista.


"Aku akan membawa dia ke Amerika, biar Leon punya teman."ujar gadis itu.


"Tidak dia akan tetap bersama kami, biar bagaimanapun dia sudah menjadi putri ku sejak kecil."ujar Agam.


"Agam,, kalian akan sangat sibuk apalagi ada mereka yang harus kalian perhatikan."ujar Natali.


"Kami masih bisa membagi waktu kak."ujar Sherina.


"Jika kamu ingin Agista tetap bersama dengan mu, pindah saja kemari."ujar Agam.


"Itu tidak mungkin karena perusahaan ku masih membutuhkan aku, sebelum Leon tumbuh besar."ujar Natalia.


"Kalau begitu kau tidak bisa bersama dengan Agista lagi."ujar Agam.


"Heumm,,, apa? bajingan itu tidak pernah bertanya tentang kabar anaknya, karena tidak mungkin pria itu tidak tau bahwa mantan kekasihnya sudah meninggal dunia."ujar Natali.


"Jangan bahas tentang itu aku tidak suka dan tidak mau tau."ujar Agam.


"Heumm,, sorry aku tidak tau."ujar Natali.


"Tapi ayah sambung Agista ada."ujar Sherina sambil tersenyum menggoda Natalia.


"Aku tidak tertarik pada duda."ujarnya tegas.


"Tapi dia itu hot."ujar Agam.


"Hot apa? hotdog maksud nya."ujar Natali dengan sengaja.


"Kau tidak lihat kak, dia itu tampan dan gagah."ujar Sherina.


"Honey,,,, jangan memuji pria lain di hadapan ku, aku tidak suka."tegas Agam.


"Cie,,, cemburu nih ceritanya, lagian Sherina benar dia tampan dan gagah, tapi aku tidak tertarik pada pria itu."ujar Natali yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka, setelah mengetuk pintu beberapa kali, tapi tidak ada respon.


Sontak Natali langsung terlonjak kaget.

__ADS_1


__ADS_2