
Sherina, masuk ke dalam mobil Agam, yang kini melaju menuju sebuah tempat, Sherina maksud yaitu gedung apartemen yang lumayan mewah. yang akan dia beli Sherina. tidak tahu jika saat ini Agam akan membawanya ke tempat di mana apartemen dia berada dan Agam meminta dia untuk tinggal di unit nya sementara. karena untuk membeli unit itu butuh proses yang panjang tidak semudah yang Sherina bayangkan.
"Masuklah,,, untuk malam ini tinggal dulu di sini dan besok kita bisa mengurus pembelian unit tempat tinggal mu! karena semuanya butuh proses yang cukup lama. tidak seperti kita akan menyewa hotel sekarang sudah malam semua sudah tersedia di dalam, setiap hari akan ada yang membersihkan tempat ini. dan kamu tidak perlu bersih-bersih lagi kamar! utama milikku, atau kamar tamu terserah kamu mau yang mana, yang penting sekarang kamu bisa tidur dengan tenang istirahat dengan nyaman aku pamit" ucap Agam.
"Hi... tuan, Aku bukan pengemis ya yang bisa kamu bawa seenaknya saja dan beri tempat tinggal, aku bisa nginep di hotel. Kamu tidak usah pedulikan aku lagi sudah cukup hutang budiku kemarin setelah aku menetap suatu hari nanti aku pasti akan membalasnya."ujar Sherina.
"Semoga semuanya berjalan dengan lancar."ucap Agam yang sedikit mengejek wanita yang ia tau sangat keras kepala.
"Aku akan mencari hotel saja untuk menginap malam ini"ucap Sherina yang kemudian hendak membawa kopernya namun Agam menahannya tepat di depan pintu masuk.
"Jangan Sherina ini sudah malam kamu pergi ke mana hotel mana yang ingin kamu di sini ada banyak hotel kamu juga tidak tahu yang mana yang akan membuatmu nyaman"ujar Agam yang seolah berbicara dengan anak kecil.
"Aku bilang masuk Sherina jangan membangkang, aku sudah berusaha untuk bersabar, jika kamu terus seperti ini maka jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu yang akan kamu sesali nanti. Agam yang saat ini tengah menahan rasa yang tidak bisa yang ungkapkan sejak dia di Inggris waktu itu.
"Kak Agam kok maksa sih,,, Sherina nggak mau tinggal di tempat kak Agam nanti istri kak Agam bisa cemburu, meskipun kita tidak melakukan apa-apa kan bahaya. nanti rumah tangga kakak gimana? aku udah berusaha untuk menjauh agar kalian baik-baik saja meskipun sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa di antara kita tapi yang namanya laki-laki dan perempuan sering bersama akan menimbulkan kecurigaan di muka umum. meskipun kita tidak memiliki hubungan dan hanya sebatas hubungan teman saja apakah kakak lupa dengan semua itu aku lelah juga saat nanti. bagaiman ada orang yang membicarakan tentang kita bagaimana dengan keluarga aku tidak mau diajak sebagai wanita bagaimana jika saat ini karena berteman dengan seorang pria yang sudah berkeluarga mengerti setidaknya biarkan Aku pergi tidak usah lagi mengurusiku terima kasih sudah menunggu waktu itu aku akan membalasnya nanti saat aku sudah menjadi diriku yang sebenarnya"ujar Sherina .
"Aku tidak peduli tentang itu, sekarang masuk aku bilang masuk! sekarang Sherina! jangan buat aku marah. nanti kau akan menyesal, dan jika aku sudah marah kau sendiri tidak tahu apa? yang akan aku lakukan. apa sekarang kamu akan tinggal atau pun pergi terserah itu pilihan tapi jangan katakan aku kejam jika sesuatu terjadi padamu nanti karena aku tidak akan pernah peduli.
Agam, pun pergi menuju kediamannya, di sana sang istri sudah menunggu. dengan Agista yang kini tengah berada di pelukannya.
Bayi itu seharian menangis ingin terus digendong, mungkin karena demam dan jauh dari Agam.
Biasanya agama yang selalu memberi kenyamanan bukan dia sebelum tidur tapi seharian ini Agam belum pulang karena kegiatannya yang cukup panjang dan pesan dia untuk berkunjung ke makam sang papa dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja Novita hanya bisa berharap semoga Agam cepat pulang karena jika tidak akan terus menangis dan rewel.
"Daddy pulang sayang"ucap Agam, yang kini langsung mencari keberadaan anak dan istri nya.
"Sayang kamu sedang apa?ini lagi sayang daddy nangis terus"ucap Agam.
"Dia rewel Mas seharian dia nggak bisa diam hari ini apa? sudah pergi ke tempat papa"tanya Novita dengan wajah yang terlihat lelah mungkin karena seharian menjaga putrinya yang menangis dan dalam keadaan demam meskipun demamnya karena habisnya imunisasi.
"Sudah tadi yang aku juga sudah bilang sama papa ke anak kita itu sangat menggemaskan bayi cantik seperti Mommy nya."ucap Agam.
Agam langsung mengambil alih Agista.
Agista seakan terkena sihir.bayi berusia enam bulan itu terlihat anteng dan tidak lama dia pun tertidur pulas.
"Agista sayang jangan rewel ya kasihan mommy jika Daddy tidak sedang di rumah."ucap Agam.
"Dia hanya menurut padamu mas"ucap Novita.
"Dia tau Daddy nya begitu sayang padanya"balas Agam.
Sampai Agam menidurkan bayi tersebut di dalam boks bayi nya, Novita menyiapkan segala keperluan Agam, termasuk makan malam.
Sementara itu di sebuah apartemen Sherina kini tengah duduk termenung di balkon kamar nya, saat ini dia tengah mencerna ucapan Agam, entah apa? maksud Agam dan perkataan nya, saat Sherina diseret masuk kedalam apartemen tersebut.
"Sampai kapan?aku akan terus berurusan dengan nya"ucap Sherina.
Hingga akhirnya Sherina memutuskan untuk tidur di kamar utama milik Agam, wanita itu tertidur pulas di balik selimut tebal tersebut.
Hingga malam berganti pagi yang cerah, Sherina sudah selesai mandi dan berganti pakaian, meskipun dia menggunakan celana jeans pendek dan t-shirt tapi tidak mengurangi kecantikan nya.
__ADS_1
Dia kini hendak pergi dengan membawa koper di tangan nya, setelah di depan pintu dia kaget karena tiba-tiba pria itu sudah membuka pintu tersebut.
"Masih pagi Sherina, kamu mau kemana?"tanya Agam yang kini terlihat membawa paper bag berisi sarapan pagi untuk Sherina.
"Ikut aku kita sarapan berdua"ucap Agam sambil menarik tangan Sherina.
Pria itu tidak ingin melepaskan Sherina begitu saja entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini dia takut kehilangan wanita itu Sherina bukan siapa-siapa baginya.
Sampai akhirnya Sherina duduk di depan meja makan yang ada di sana, Agam mengeluarkan sarapan pagi miliknya, dari dalam paper bag yang tadi dia bawa, yang dibuat oleh Novita pagi-pagi sekali.
"Duduk dan kita makan ini berdua"ujar Agam.
"Kak, itu pasti sarapan pagi buatan rumah kamu makan saja sendiri, aku bisa beli di jalan sambil pergi"ucap gadis itu.
"Tidak ada penolakan"ujar Agam tegas.
....................
"Kak, aku sangat berterimakasih atas semua kebaikan mu, tapi aku bingung dengan sikap mu saat ini, apa? ada yang salah dengan ku"ucap Sherina.
"Jangan banyak bicara kamu hanya harus turuti apa kata-kata ku"ucap Agam.
"Kak Apa? sih maumu aku ini hanya orang asing, kenapa? Kakak selalu menahanku sejak kemarin. aku ingin pergi untuk mengurus semua nya wasiatkan kepadaku merebut semua nya dari wanita jahat itu dan harus seger kulakukan saat ini sebelum terlambat."
"Aku, akan pergi mungkin nanti aku akan mengurus pembelian apartemen.tapi bukan di sini aku tidak mau sebut wanita yang memanfaatkan keadaan kamu sudah terlalu baik padaku, dan aku tidak ingin orang lain banyak berpikir yang tidak-tidak dengan ku. aku bisa sendiri dari dulu pun aku hidup sendiri,di kolong langit ini"ucap Sherina.
"Sherina, satu kali lagi kamu bicara seperti itu Aku tidak akan pernah memaafkanmu dan aku akan membuat perhitungan denganmu apa kau tahu saat di Inggris aku sudah mengejarmu jauh-jauh hingga kamu pergi diam-diam ke Italia aku hampir putus asa. saat itu bahkan kamu buat kebohongan di sosial media bahwa dirimu sudah menikah hingga aku kembali dengan istriku, meskipun rasa cintaku padanya belum hilang. tapi perasaan ini tetap ada untukmu rasa yang tak bisa aku gambarkan Aku tidak ingin kehilanganmu maka dari itu tetaplah berada di sisiku meskipun tidak ada hubungan yang jelas di antara kita" ujar Agam tegas.
Sherina hendak berdiri tapi Agam seakan kalap saat ini dia langsung berdiri dan menarik pinggang Sherina pria itu merangkul pinggang Sherina dan langsung mencium bibir manis itu, Sherina tidak bisa berkutik karena Agam kini mendekap erat tubuhnya dan menahan tengkuk nya.
Sherina hanya bisa memejamkan mata, saat Agam mencium bibir nya dengan rakus.
"Lepas kak!"ucap Sherina yang kini terengah-engah karena hampir kehabisan nafas.
"Sherina aku minta maaf aku khilaf"ucap Agam.
"Lupakan maaf aku harus pergi"ucap Sherina, tapi lagi-lagi tangan Agam mencengkeram erat pergelangan tangan Sherina.
"Aku tidak ingin kamu pergi Sherina"ucap Agam.
"Kakak sadar dengan yang kakak ucapkan, kakak sudah punya dia dan aku hanya orang asing yang tidak sepantasnya ada di samping kakak"ucap Sherina, yang terus berusaha melepaskan diri.
"Sherina!"bentak Agam.
"Aku ada urusan"ucap Sherina.
"Tidak bisa kamu harus tetap disini"ucap Agam yang hendak mengunci pintu.
"Kak, aku harus mengurus semua hak ku"ucap Sherina.
"Aku akan menemani mu, tapi tinggalkan semua barang mu disini karena nanti kamu akan kembali lagi"ucap Agam.
__ADS_1
"Kak, aku belum tau kapan kembali jadi please jangan seperti ini"ucap Sherina.
"Ayo kita pergi, tapi setelah ini kamu harus segera kembali"ucap Agam.
Sherina langsung berjalan menuju pintu keluar dia juga tetap membawa koper tersebut meskipun berkali-kali Agam, melepaskan koper tersebut.
Agam langsung masuk kedalam mobil nya setelah Sherina masuk, mereka pun meluncur menuju kediaman keluarga Sherina, tapi saat sampai di sana tepat di depan gerbang rumah besar itu ada tulisan rumah itu dijual.
Agam langsung menghubungi pengacaranya dan juga menghubungi nomor yang tertera di sana, Agam akan membantu Sherina untuk mendapatkan semuanya kembali, setelah itu Agam juga membawa gadis itu ke alamat notaris yang selama ini menjadi orang kepercayaan almarhum dari Ayah Sherina.
Agam pergi bersama Sherina menuju tempat notaris orang kepercayaan dari ayah Sherina.
Sesampainya di sana, ternyata pria itu kabur karena diancam oleh wanita jahat itu, dan sekarang harta benda Sherina akan hilang jika Agam tidak bergerak cepat seperti saat menyelamatkan perusahaan milik istrinya itu.
"Sherina, aku akan menyelamatkan semua harta peninggalan kedua orang tua mu, tapi ada satu syarat"ujar Agam yang kini menghentikan ucapannya.
"Apa? syarat nya"ucap Sherina.
"Saat semua kembali padamu kamu harus menikah dengan ku"ucap Agam.
"Kak,,, sebaiknya tidak usah aku lebih baik hidup miskin ketimbang jadi perebut suami orang"ucap Sherina.
Sherina pun hendak turun tapi Agam langsung menahan wanita itu, dia mengunci pintu mobil tersebut dengan cepat.
"Sherina,,, aku tidak akan pernah melepaskan dirimu apapun yang terjadi"ucap Agam.
Sherina hanya terdiam seribu bahasa sambil menatap wajah tampan yang kini juga menatap lekat wajah cantik itu, ada rasa sakit yang tidak bisa Sherina ungkap saat ini, sakit jika harus kehilangan harta peninggalan kedua orang tua nya yang selama ini Daddy nya jaga, kedua sakit karena ternyata pria yang diam-diam ia cintai malah menyudutkan nya.
"Sherina aku butuh jawaban"ucap Agam.
Sherina menggeleng pelan hingga akhirnya ia meminta Agam untuk membuka pintu mobil nya, namun pria itu malah membawa mobil itu pergi menuju kediaman Rayan yang kebetulan ada di sana.
"Ayo turun"ujar Agam sesampainya di Mension milik Rayan.
"Aku akan turun jika kamu memberikan ijin untuk aku masuk"ucap Sherina.
"Kau mau pergi kemana? bahkan kamu sudah tidak ada tempat tinggal lagi"ucap Agam.
"Kau jangan keterlaluan aku bisa kembali ke Italia dan tinggal di rumah Oma"ucap gadis itu tetap kekeuh.
"Baiklah jika seperti itu"ucap Agam yang kini tengah menghubungi seseorang.
"Cepat kemari dia ada di sini"ucap Agam.
"Hi... Siapa? yang kamu hubungi"ucap Sherina.
"Aku menghubungi orang di masa lalu mu, jika kau tidak mau menikah denganku. akan ku pastikan kamu menikah dengannya saat ini juga."ucap Agam yang saat ini telah sangat marah. pria itu tidak terima penolakan dari Sherina meskipun dia tahu apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan tapi keamanan akan menjadikan dia istri keduanya dan setelah ia menikah atau setelah Sherina setuju dia akan bicara dengan Nobita bagaimanapun caranya dia juga harus mengikhlaskan pernikahan itu hanya sebatas untuk melindungi dirinya dari orang-orang yang ingin mencelakainya dulu yang kini telah merampas semua harta milik Sherina.
Sampai seseorang datang dari masa lalu sendirinya seorang pria yang keluar dari dalam mobil Alphard.
Pria itu tak lain adalah mantan kekasih Sherina yang pernah menghianatinya bersama adik tirinya dia adalah pria pertama yang Sherina Cinta itu saat ini wanita itu bahkan telah membencinya sampai dia tidak ingin melihat pria itu lagi lalu mengancam agama dia akan bunuh diri saat itu juga
__ADS_1
"kagak jika ini yang kau mau aku akan pergi untuk selamanya tidak usah kamu memberikan alasan untuk sesuatu yang tidak akan mungkin aku lakukan sampai kapanpun aku benci dia dan aku juga tidak akan pernah menikah dengan meski nyawaku taruhan Aku akan pergi saat ini juga ucap Sherina yang mengambil benda tajam dari kotak penyimpanan yang ada di dekat jok kemudi.