Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Bertahan demi janji#


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu kini Agam tengah berada di sebuah tempat dimana orang-orang akan meluapkan emosi dan rasa bahagia atau sekedar mencari hiburan malam.


Agam tengah duduk di sebuah pojok bagian dari ruangan yang sesak dengan asap rokok dan juga bau alkohol yang menyengat di hidung, pria itu tengah berada di zona kehancuran bagaimana tidak, hanya karena rasa cinta dan iba juga karena sebuah janji terhadap orang yang sudah lama meninggal dia harus bertahan dalam jurang kesakitan.


Dikhianati dan tidak dianggap sama sekali, membuat nya jatuh dan hancur se-hancur-hancurnya, dan bahkan dia harus menahan rasa sakit yang datang bertubi-tubi saat ini.


Agam, telah meneguk beberapa gelas dari dua botol minuman yang beralkohol tinggi tersebut, gadis itu tidak pernah membalas rasa cinta Agam.


Sebenarnya sangat simple yang diinginkan Agam adalah, dia ingin Novita tetap berada di sisinya dan memperbaiki semua yang telah terjadi.


Maka Agam dengan lapang dada akan menerima semuanya, dia juga manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan meskipun Agam belum pernah melakukan hal yang se-fatal itu Agam, akan menerima bayi yang kini dikandung oleh Novita sebagai anak kandungnya sendiri.


Meskipun sangat menyakitkan tapi Agam yakin suatu saat nanti luka itu akan terobati, tapi jika melihat reaksi Novita dengan pria yang menjadi selingkuhannya itu, membuat Agam hancur hancur hancurnya.


Karena ternyata Nobita benar-benar tidak pernah membalas cintanya sedikit pun saat ini.


Agam berharap akan ada keajaiban yang menghampirinya jika pun ia harus berpisah dengan istrinya dia, akan tetap menjaga komitmen untuk tetap menjaga wanita itu.


Meskipun sudah tak lagi menjadi bagian dari dirinya, Agam adalah pria yang sangat baik meskipun kebaikannya telah dimanfaatkan oleh sebagian orang dan kini adalah hari di mana kebaikan dibalas dengan penghianatan.


Agama masih tetap berbesar hati berharap Novita akan berubah suatu saat nanti, tapi rasa sakit itu begitu menusuk sehingga dia tidak kuat untuk menahannya lagi dan dia lari ke minuman.


Sementara di tempat lain, saat ini Rayan telah menerima laporan tentang keadaan rumah tangga Agam.


Pria itu begitu marah saat mengetahui ternyata Novita, bisa menyakiti adiknya sampai se-begitu kejamnya.


Rayan berjanji akan membalas semua ketidak tidak adilan, yang Agam dapatkan dari wanita itu meskipun nanti akan mendapat kemarahan dari Agam sendiri, karena selama ini ternyata Agam, menyembunyikan lukanya di balik sandiwara rumah tangga yang seakan baik-baik saja dan tidak ada masalah sedikitpun.


"Jemput adikku sekarang juga aku tidak mau tahu! pokoknya bawa dia kemari, dan jangan biarkan dia terluka sedikitpun. aku akan segera memberikan pelajaran terhadap pria b******* itu dan juga istrinya Agam sampai mereka tahu bagaimana rasa sakit yang adikku alami sekarang aku Rayan Davidson tidak akan pernah membiarkan siapapun yang telah berani menyakiti adikku atau keluarga ku"ucap Rayan.


Sementara, Agam yang dijemput paksa oleh orang-orang suruhan Rayan, kini dia berusaha menolak untuk pulang ke mention. namun Ryan yang sedang mengultimatum bahwa anak buahnya, harus membawa adiknya tanpa orang satu apapun mereka sempat kesulitan karena agak melakukan perlawanan agar mengira mereka adalah orang jahat meskipun sudah berkali-kali mereka memberitahu bahwa mereka adalah anak buah Rayan.


Agam pun akhirnya tiba di mention, dan saat ini dirinya tengah di interogasi oleh Rayan, yang baru mengetahui bahwa ternyata Agam mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari istrinya sendiri, dan benar saja Agam, sudah melakukan pembelaan diri.


Sementara waktu Agam di tahan di mention, sampai kondisi nya lebih baik dan kini pria itu tengah berada di dalam kamar nya dia tidak sadarkan diri dan kini Rayan yang merawatnya membersihkan bekas muntah sang adik dan menyeka tubuh nya.


Setelah itu ia menggantikan piyama tidur nya.


"Tidur lah Agam, kakak berharap esok hari mentari akan cerah dan masadepan mu juga akan secercah sinar mentari"ucap Agam.


Rayan pun keluar dari dalam kamar Agam, sementara itu di rumah besar saat ini Novita tengah berada di dalam kamar utama milik Agam, wanita itu tengah duduk termenung saat ini dia tengah memikirkan tentang apa? yang telah ia lakukan.


Dirinya, juga tidak ingin menyakiti hati Agam, tapi rasa cinta yang dulu tumbuh di hati nya pada pria itu membuat dirinya lupa diri.


Dia akan pergi sebelum Agam mengusir nya, pergi saat ini karena wanita itu sadar dirinya tidak pantas untuk terus bersama dengan Agam, karena dirinya sudah mengkhianati cinta suaminya itu.


Hingga pagi tiba, Agam yang terbangun dari tidurnya dia kaget karena ternyata dirinya sedang berada di Mension, dia kepikiran istrinya yang kini seharusnya sudah kembali dari rumah sakit.


Agam langsung pergi menuju kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian, setelah itu ia dengan sangat buru-buru hendak pulang, dia bahkan tidak sempat berpamitan.


Pria itu pergi begitu saja dengan sangat terburu-buru menuju rumah nya, dengan sangat terburu-buru dan langsung tancap gas.


Agam langsung berlari masuk menuju kedalam rumah tersebut.


Sesampainya di dalam dia melihat istrinya tengah menuruni tangga sambil menyeret koper besar di kedua tangannya itu.

__ADS_1


"Vita, mau kemana kamu"ucap Agam.


"Bang, aku tidak pantas untuk berada di sisimu lagi, aku kotor setelah ini aku tunggu surat gugatan cerai darimu"ucap Novita.


"Vita aku tidak mengijinkan mu untuk pergi,, please tetap bersama dengan ku, meskipun kamu tidak pernah mencintai ku lagi"ucap Agam.


"Tidak Bang, aku tidak ingin terus menyakiti mu, aku sadar aku salah karena aku sangat mencintai nya"ucap Novita.


"Tapi aku sudah berjanji pada almarhum papah untuk selalu menjaga mu"ucap Agam.


"Aku tau Bang tapi papah tidak akan pernah marah padamu karena semua ini adalah salah ku, aku juga minta maaf karena aku telah berbuat kesalahan yang begitu besar janin yang aku kandung dia butuh ayahnya"ucap Novita.


Agam pun hanya terdiam saat Novita mengatakan semua itu, hingga akhirnya wanita itu pergi dengan mobilnya sendiri.


Sementara Agam kini tengah duduk termenung di balkon kamar nya.


Sudah usai, semua yang menjadi fantasi Agam akan bahagia nyatanya dia malah terluka .


pria itu kini hanya bisa menitikkan air mata nya.


Hingga pukul sepuluh pagi, dia langsung pergi menuju perusahaan, Agam langsung meminta asisten pribadi nya menarik saham perusahaan yang ada di perusahaan milik Novita, dia tidak perduli sekalipun perusahaan itu jatuh bangkrut setelah itu, pintu hati nya kini sudah tertutup dengan kebencian.


........................


Sementara itu di kediaman Anya saat ini Ricky tengah sibuk membuat makanan favorit Anya, yang sedang mengandung buah hati mereka saat ini meskipun kehamilannya baru menginjak usia 3 bulan tapi hanya saat ini sedang melewati fase ngidam berat.


Setiap hari hanya akan meminta dibuatkan makanan yang iya inginkan, seakan tengah kelaparan setiap harinya bisa berulang kali meminta berbagai macam jenis makanan yang menurutnya sangat lezat meskipun hanya ada dalam bayangan nya.


Sementara itu Ricky, yang biasanya sibuk mengurus perusahaan, kini kesibukan itu bertambah dengan mengurus istrinya itu.


Setelah selesai memasak menu tersebut Ricky langsung menghidangkan makanan tersebut di meja, tempatnya di hadapan Anya sang istri.


Hingga akhirnya wanita itu mencicipi makanan tersebut Ricky sempat merasa takut jika makanan itu tidak sama rasanya dengan yang istrinya inginkan, Ricky terus harap-harap cemas wanita itu pun kini terlihat memejamkan mata nya, dan sedetik kemudian wanita itu langsung tersenyum bahagia.


"A... ini terlalu enak, aku begitu bahagia"ucap Anya.


"Oh syukurlah sayang, aku kira itu tidak enak"ucap Ricky.


"Ini enak sekali A, dan rasanya tidak akan kenyang"ucap Anya.


Anya, kini terus menyuapkan makanan tersebut, hingga akhirnya semua itu ludes tak bersisa.


"Masih laper"ucap Anya.


"Tenang sayang itu masih ada di panci"ucap Ricky.


Anya langsung tersenyum ceria, saat itu juga karena yang dia mau masih tersedia di sana.


Sementara itu di kediaman Rayan, Daisy kini tengah tertidur pulas padahal sudah pukul tiga sore, Bumil itu sedang tidak enak badan, seharian tadi dia terkena flu .


Itulah kenapa? Rayan dan Daisy tidak keluar dari dalam kamar saat Agam pergi dari Mension tersebut.


Sementara Agam sendiri kini tengah fokus mengurus perusahaan milik nya, hingga pukul sepuluh malam dia baru bersiap untuk pulang ke rumah, tapi saat dia sedang membuka laci yang berada di bawah meja tersebut dia melihat foto Sherina.


"Sherina, apa kabarmu?"ucap nya lirih.

__ADS_1


Agam langsung menyimpan foto tersebut dia pun kembali bersiap untuk pulang, suasana kantor yang sepi dan kini hanya ada beberapa karyawan yang tengah bekerja lembur, Agam pun memasuki pintu lift tersebut, hingga akhirnya ia masuk, tidak ada asisten pribadi yang selalu menemani dirinya, setelah pria itu tiada Agam hanya meminta bantuan kepada sekertaris nya saja.


Agam sudah memasuki mobilnya yang kini dikemudikan oleh sang sopir, pria itu pun memejamkan mata nya, hingga akhirnya ia tiba di rumah nya, barulah sopir pribadi nya membangunkan nya.


"Tuan, sudah sampai"ucap sopir pribadinya itu.


"Heumm"jawab Agam.


Agam, langsung turun dari mobil nya dan berjalan gontai menuju ke dalam rumah nya, saat dia teringat akan sesuatu yang sangat menyakitkan tersebut.


Wanita itu, sudah terlanjur melukai hati nya, dia tidak ingin lagi berhubungan dengan wanita manapun kecuali takdir yang menentukan.


Sesampainya di dalam kamar nya Agam, langsung pergi menuju kamar mandi setelah menyimpan tas dan juga membuka pakaian yang ia kenakan tadi.


Agam langsung mengguyur tubuhnya di bawah guyuran shower.


Agam pun memejamkan mata nya, terlintas bayangan disaat pertama kali mereka melakukan hubungan suami istri, mereka terlihat sangat bahagia saat itu bahkan Agam bisa melihat benih- benih cinta lewat perhatian yang wanita itu berikan, tapi semua itu menghilang setelah kedatangan pria itu dari luar negeri.


"Ahhhhhh hiks...hiks hiks"tangis pilu itu kembali pecah Agam langsung mematikan aliran air dari shower tersebut.


Agam langsung menuju walk-in closed untuk menggunakan pakaian, setelah selesai ia langsung berbaring di ranjang nya.


Perlahan tapi pasti dengan tubuh yang lelah setelah bekerja seharian, pria itu pun tertidur pulas, sementara Novita kini tengah berada di rumah besar milik nya wanita itu tengah merenung sendirian, saat ini setelah mendengar Agam menarik saham perusahaan milik nya dari asisten pribadi nya, wanita itu hanya tersenyum kecut kini kehancuran itu telah dimulai, dia bahkan tidak bisa menjaga peninggalan orang tuanya.


Tapi dia tidak pernah menyalahkan Agam, karena kehancuran perusahaan tersebut sepenuhnya kesalahan dari musuhnya.


Agam adalah pria yang baik, mungkin karena saat ini dia begitu terluka dan itu adalah hal yang wajar, Novita akan menerima semuanya sebagai hukuman.


"Maafkan Novita Pah, jika suatu hari nanti perusahaan milik kita akan musnah, Novita yang salah Bang Agam tidak bersalah"ucap wanita itu.


Sementara kabar kehancuran perusahaan tersebut, terdengar oleh kekasihnya dia langsung menemui Novita dan menawarkan kerjasama dengan perusahaan miliknya, yang dia maksud adalah menyuntikkan dana.


"Sayang demi anak kita, aku mohon terimalah"ucap pria itu lembut.


Dan pada akhirnya wanita itu pun menyetujui nya.


Pria itu adalah seorang dokter dan juga pengusaha itulah kenapa? saat Agam meminta pihak rumah sakit memindahkan dirinya dia tidak pernah gentar sekalipun dia harus di pecat sekalipun, karena dia masih memiliki satu pekerjaan lain lagi.


Agam sendiri belum tahu tentang semua itu.


Satu bulan berlalu sejak saat itu, antara Agam dan Novita sudah tidak pernah bertemu lagi dengan Agam, bahkan kini Agam tengah berada di luar negeri, untuk urusan bisnis.


Pria itu sudah sejak kepergian istrinya tidak berniat untuk berlama-lama di negaranya, sekarang dia sedang membuka cabang perusahaan yang baru di luar negeri.


Agam tidak seberuntung kedua kakak nya, yang sampai saat ini hidup bahagia dengan istri dan suami yang baik yang bisa membuat mereka berdua bahagia.


Bahkan saat ini Daisy, sedang menunggu kelahiran anak kedua yang Rayan inginkan sebagai anak perempuan dan yang menjadi Anugrah adalah istri Rayan adalah wanita yang sangat baik hati dan Solehah meskipun tidak berbalut hijab saat ini.


Kini Agam tengah merenung setelah melakukan panggilan video bersama dengan kedua kakak nya bersama dengan pasangan nya.


"Andaikan saja aku seperti itu, mungkin saat ini aku adalah suami yang paling bahagia di dunia, tapi sepertinya tidak semudah itu.


Agam langsung memejamkan mata nya, rencananya satu Minggu lagi dia akan kembali ke Indonesia, untuk kembali mengurus perusahaan milik nya.


Sementara waktu Agam akan terus menghindar dari berurusan dengan wanita dia hanya tidak benci wanita hanya saja dia sedang menghindar dari luka, Agam bahkan tidak pernah melirik ke arah sekertaris nya yang selalu mengekor di belakang atau di samping nya itu.

__ADS_1


__ADS_2