Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Kemarahan David#


__ADS_3

Kemarahan David tidak sampai disitu saat Weni hendak memberikan sebuah Hand bag berisi sebuah dress cantik yang disiapkan oleh pria itu untuk pertemuan mereka nanti.


Agis langsung meraih itu dan hendak menyimpan itu tapi ternyata David mengambilnya dan melemparkannya ke bawah.


"Jangan terima barang apapun, dari pria manapun selain keluargamu. kau bukan orang susah Agista."kata David.


"Keluarga,,, apa kamu lupa jika selama ini aku hanya anak angkat dan juga terlahir sebagai anak haram, lalu dimana keluarga ku."ujar Agista.


"Agis."ujar David.


"Tuan muda jika tidak ada urusan lain lagi aku pamit pulang dulu."ujar Agis yang kini sudah bersiap untuk pergi membawa beberapa paper bag berisi sampel dari beberapa dress yang kini tengah dia kerjakan.


"Kita akan pergi bersama."ujar David.


David langsung meraih barang bawaan milik Agista.


"Tuan muda kita beda arah pulang."ujar gadis itu.


"Heumm,,,, aku bisa mengantar mu pulang sejauh apapun tempat mu tinggal."kata David.


"Apa? tidak keterlaluan aku sudah bawa mobil lalu bagaimana caranya besok bisa berangkat dengan membawa banyak bawaan."ujar Agista.


"Aku akan menjemputmu lebih pagi lagi."ujar David.


Agis hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku pulang dengan mobil ku jika ingin mengantar ku silahkan tapi bawa mobil masing-masing."ujar Agista tegas.


"Heumm,,, baik'lah sayang terserah kamu saja."ujar David yang tidak ingin membuat Agista semakin menjauh.


David terus mengikuti Agista hingga tiba di mobil Gadi itu dia langsung menyimpan semua barang Agis kedalam mobil gadis itu lalu dia pergi menuju mobil sport miliknya dan langsung masuk karena Agis membunyikan klakson tanda dia pamit duluan.


Sementara Weni hanya geleng-geleng kepala dia pun pergi dengan mobil nya.


Dan kedua pelayan pria dengan berboncengan dengan motor mereka.


Sampai saat Agis tiba di depan pintu pagar rumah nya, satpam pun langsung membukakan pintu pagar.


Agis pun langsung masuk disusul oleh mobil David yang kini membuntuti mobil Agista.


David pun tersenyum saat keluar dari dalam mobilnya.


melihat rumah besar itu yang terlihat sangat sepi namun sangat nyaman untuk bersantai.


Rumah peninggalan kedua orang tua Novita dan juga Novita sendiri yang di renovasi oleh Haidar dan juga Agam.


"Mom aku pulang."satu kata yang membuat David merasa miris.


Karena yang David tau ibu Agista meninggal dunia karena bunuh diri.


Tapi bahkan rumah yang merupakan tempat kejadian itu tetap ditinggali oleh Agis bahkan sendirian tanpa rasa takut.


"Silahkan masuk tuan muda."ujar Agista.


"Agis tolong jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi,,, kamu bisa panggil aku dengan sebutan nama atau apapun tapi jangan tuan karena kamu bukan pelayan rumah ku."ujar David.


"Tapi kamu tetap seorang tuan muda,,, kurasa aku bebas untuk memanggil mu seperti itu."ujar Agis.


"Aku calon suami mu."ujar David.


"Calon suami bagaimana bisa orang hebat seperti dirimu menikahi gadis miskin seperti diriku yang bahkan terlahir sebagai anak haram bahkan untuk bermimpi saja aku tidak berani."ujar gadis itu.


"Sudah selesai bicaranya."ujar David yang kini menatap tajam kearah Agista.


Gadis itu malah tidak peduli dengan tatapan itu dia berjalan pergi meninggalkan David yang kini menatap kepergiannya.


"Agista sayang kamu bebas katakan apapun tapi aku akan membuktikan bahwa kamu akan menjadi milikku seutuhnya."ujar gadis itu.


"Heumm,,, terserah tapi aku berani bertaruh bahwa kamu akan menikah dengan wanita lain."ujar Agis.


Gadis itu kembali melangkah pergi menuju lantai dua dimana kamar gadis itu berada.

__ADS_1


Sampai saat satu jam berlalu Agista belum juga kembali kebawah tempat David berada.


David pun terpaksa pamit pulang saat itu karena kedua orang tuanya sudah menghubungi dirinya setelah hampir pukul sebelas malam David belum juga kembali akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi tanpa pamit terlebih dahulu.


Tepat saat Agis turun daril lantai dua dia melihat kepergian David yang bahkan Agis biarkan begitu saja.


Sampai saat Agista meminta asisten rumah tangga nya mengunci pintu dia pun pergi menuju ruangan konveksi yang ada di bagian belakang rumah tersebut.


Agis menyulap tempat itu senyaman mungkin karena disana juga terdapat banyak dress yang tengah dalam proses pengerjaan.


Tidak hanya itu Agis juga memproduksi berbagai macam jenis t-shirt wanita dan pria.


Ada juga jeans dan pakaian formal semua itu hasil karya dirinya.


Bahkan banyak digandrungi oleh para mahasiswa di kelas menengah kebawah semua hasil karya yang Agis buat memang sengaja dibuat untuk para anak muda yang ingin tampil jauh lebih menarik dengan budget rendah.


Justru dengan begitu Agis banyak mendapatkan dukungan lewat butik online yang ia sediakan.


Banyak konsumen yang memuji kejujuran butik yang menjual barang dengan keterangan begitu detail tentang produk yang dijual kelebihan dan kekurangannya. jadi tidak ada tipu-tipu di dalam nya.


Terbukti setiap barang yang ia pajang di akun sosial media miliknya selalu habis terjual dan itu membuat Agis kadang kewalahan.


Sementara itu Agam diam-diam selalu mengawasi pergerakan usaha yang Agis miliki saat ini.


Agam cukup bangga dengan putrinya itu, dia bisa membuktikan bahwa dirinya mampu hidup mandiri dengan uang tabungan yang Novita tinggalkan selama ini.


Sama halnya dengan Agam. Haidar pun melakukan hal yang sama, terkadang diam-diam dia membantu putrinya itu dengan mempromosikan butik dari putrinya itu.


Hingga banyak dari kalangan para pegawai yang membeli produk yang Agis jual selain pakaian formal juga ada aksesoris mulai dari gelang atau sepatu dan dasi yang dijual oleh Agis masih banyak produk lokal yang gadis itu ciptakan dia memberi label produk miliknya dengan N.A Koleksi.


Agis dibantu oleh asisten pribadi nya menyiapkan barang yang sudah selesai dikerjakan dan sudah melewati seleksi dari Agista yang layak dan yang harus diperbaiki ulang. tapi selama ini sepenuhnya pekerjaan ketiga pegawai itu cukup memuaskan.


Tidak hanya mereka yang menjahit dan mengerjakan bagian detail tersulit sebuah barang yang dipesan oleh costumer, Agis dan juga Weni juga selalu bekerja keras untuk semua itu.


Agis baru bisa tertidur setelah selesai membereskan barang-barang yang akan dikemas di butik besok pagi oleh kedua pekerja dan juga Weni.


Gadis itu kembali mencuci tangan dan juga wajah tidak lupa memoles skincare di wajah setelah mengganti baju santai dengan piyama akhirnya mereka pun tidur.


Tidak hanya itu Weni dan Agis juga menggunakan kedua pelayan pria untuk menjadi model dari setiap produk khusus pria seperti pakaian formal dan seperti juga dasi bahkan tidak jarang wanita itu akan menjadi MUA dadakan untuk mendandani keduanya.


Meskipun itu tidak geratis keduanya akan mendapatkan bonus dari penjualan tersebut apalagi jika terjual banyak dalam waktu cepat .


........................


Hari ini akan dilakukan acara pemotretan Agis membawa kamera digital miliknya keempat nya sudah berdandan ala-ala para model profesional untuk memasarkan produk yang baru dirilis.


Hari ini Agis menggunakan gaun malam yang terlihat sangat cantik meskipun tidak sebanding dengan dengan karya designer kondang lain.


Agis terlihat sangat cantik berpose dengan pegawai nya sendiri dan mereka seakan sedang melakukan foto prewedding saja saat ini dan itu membuat seseorang marah besar.


Leonardo atau Leon putra dari Natali dia sangat geram saat melihat foto itu.


Termasuk David yang kini terlihat sangat marah dan melemparkan beda yang ada di meja nya.


Agis langsung meraih handphone nya yang sedari berbunyi nyaring di dalam tasnya itu.


Agista langsung menjauh dari mereka saat itu juga karena tidak ingin orang lain mendengar percakapan mereka.


"Agis hapus semua foto itu jangan sampai aku menghancurkan bisnis mu itu sekarang juga."ujar David.


"Apa hak mu bicara seperti itu ini adalah hidupku kamu tidak perlu repot-repot mengurusi kehidupan ku, kamu bukan siapa-siapa ku tuan muda."ujar Agista yang langsung memutus panggilan tersebut.


Agis kembali sibuk dengan pekerjaan nya karena tidak butuh waktu lama beberapa dress dan gaun malam itu terjual bahkan aksesoris yang dan jas yang kedua pria itu kenakan.


Agista sibuk mengepak barang pesanan bersama dengan Weni untuk di kirim ke alamat pemesan dengan bantuan kurir yang amanah dan terpercaya.


Mereka baru selesai melakukan hal itu setelah selesai makan siang.


Sementara pesanan terus masuk melalui sosial media yang ia gunakan tersebut.


Hari ini barang yang sudah di produksi sejak satu Minggu yang lalu itu habis tak bersisa Agis pun tidak lupa memberikan bonus pada mereka semua.

__ADS_1


Sampai saat dia mengajak mereka untuk makan bersama meskipun masih di dalam butik tapi menu kali ini begitu spesial.


Hingga seseorang datang dan langsung duduk bergabung dengan mereka di tempat tersebut namun bukan makan malam malah menatap lekat wajah cantik yang dengan cueknya makan tanpa menghiraukan keberadaan pria itu.


Agis pun selesai makan malam, setelah itu dia langsung pamit untuk naik keatas.


Agis tidak ingin ketiganya merasa terganggu dengan perdebatan dirinya dengan David.


Kini keduanya sudah duduk berhadapan, Agista tengah sibuk dengan Handphone nya. sampai tangan David merampas handphone tersebut dari tangan pemiliknya.


"Kembalikan."ujar Agis.


"Owh,,, begini kelakuan mu dibelakang ku."ujar David tegas.


"Apa? maksud mu tuan muda!jika bicara yang jelas."ujar Agis.


Tiba-tiba saja handphone tersebut pecah berhamburan di lantai.


"Apa! yang kamu lakukan heuhhhhh? datang-datang marah-marah tidak jelas sekarang kamu merusak ponsel ku!."teriak Agista yang kini dipenuhi amarah.


"Harus berapa kali aku peringatkan Agista putri . aku melarang mu untuk berhubungan dengan pria lain tapi kamu masih saja melanggar semua itu!."ujar David tidak kalah tegas dari Agista.


"Ini hidupku tuan kau tidak punya hak untuk mengatur hidupku,,, kau bukan siapa-siapa ku."ujar Agista.


"Apa? kurang jelas semua yang aku lakukan untuk membuktikan semua itu Agista. aku adalah calon suamimu aku adalah kekasihmu saat ini dan kita akan segera menikah."ujar David.


"Semua itu hanya akan ada dalam mimpi."ujar gadis itu.


"Aku bisa membuktikan kata-kata ku Agista."ucap David yang langsung menyeret gadis itu kedalam kamar pribadi Agista. meskipun gadis itu terus berontak.


"Lepaskan aku David jangan kelewat batas, kau tidak boleh melakukan ini David!." teriak Agis yang kini di dorong dengan kuat oleh pria itu hingga terjerembab di atas ranjang.


"Davi! kau tidak bisa melakukan ini apa? kau sudah gila pergi jangan mendekat!."teriak Agista.


"Aku memang sudah gila Agista,,, semua ini karena dirimu. kau yang selalu membuat ku ingin meluapkan semuanya."ujar David.


"Pergi!!! jangan mendekat David pergi."ujar Agista saat melihat David melonggarkan dasinya dan menariknya dengan kasar David bahkan membuka kancing kemeja bagian atas nya hingga setengah pria itu seakan lupa segalanya.


Matanya dipenuhi amarah yang terlihat berkobar .


"David !! jangan aku mohon David aku mohon jangan lakukan ini!."teriak Agis namun hal itu tidak didengar oleh David yang sedari tadi.


Tok,,,,


Tok,,,,,


"Nona Agis ada apa non,,,ini bibi."ujar wanita paruh baya itu yang mendengar jerit tangis Agista saat waktu menunjukkan pukul empat pagi.


"Bibi,,, ahhhhhh." ujar gadis itu yang terlihat berkeringat banyak saat terbangun dari mimpi buruknya itu.


Agista mimpi buruk tentang David yang hendak memper,,,,,, dirinya hanya karena rasa cemburu berlebihan seperti saat makan malam kemarin, padahal David langsung pergi dan Agis pun langsung pulang sambil menangis di sepanjang perjalanan.


Sesampainya di rumah Agis bahkan tidak mengecek kondisi tempat konveksi dan dia masih dalam keadaan menangis karena Handphone milik sang Mommy sudah tidak ada lagi.


Handphone yang Agam berikan saat dia datang berkunjung ke rumah lama Agam saat itu kini sudah tidak ada lagi.


Agis menangis sesenggukan hingga dia tertidur dan bermimpi buruk karena kemarahan David yang telah membuat handphonenya hancur berkeping-keping .


Agis langsung menyahut dari dalam kamar bahwa dia baik-baik saja pada wanita paruh baya yang kini memegangi lap pel untuk berjaga-jaga jika seandainya itu adalah maling.


"Ahhhhhh syukurlah Nona,,, karena jika tidak saya mungkin sudah mati digantung oleh tuan Agam."ujar wanita paruh baya itu.


"Daddy Agis takut,,, Agis ingin Daddy ada di sini tapi Agis bukan putri Daddy Agis tidak punya siapa-siapa lagi Daddy,,, Mommy kenapa? Mommy pergi,,, ujar Agis yang kini masih menggunakan dress yang kemarin siang ia gunakan.


Agis menangis sendirian hingga akhirnya ia memutuskan untuk bangun dan mandi.


Sampai saat sarapan pagi, Agis masih terlihat banyak melamun bahkan tanpa sadar dia sudah menghabiskan banyak saos sambal yang ada di dalam botol kemasan itu.


Agis sadar setelah bibirnya terasa terbakar.


Gadis itu bahkan langsung berlari menuju kamar karena ingin mencuci bibir dan lidahnya yang terbakar.

__ADS_1


"Kenapa? dengan Nona Agis setelah subuh tadi seperti tidak konsen."


__ADS_2