Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Hari pertama jadi imam#


__ADS_3

Sampai pesta pernikahan usai kini kedua sejoli itu, sudah membersihkan diri di jam empat pagi setelah selesai pesta pernikahan yang digelar secara meriah tersebut.


"Yang rambut nya sudah kering, kamu bisa istirahat AA juga sudah ngantuk."ucap Ricky.


"Heumm baik'lah A"ucap Anya yang sedari tadi merasa was-was karena takut Ricky, akan meminta haknya saat ini juga.


Akhirnya mereka pun tidur di ranjang yang sama tanpa melakukan apapun, hingga menjelang pagi hari, Anya di hebohkan dengan bercak darah di seprei dan dia merasa bahagia kewanitaan nya lengket, wanita itu langsung berlari menuju kamar mandi, karena memang saat ini adalah saat jadwal mentruasi.


"A!" panggil Anya, dari dalam kamar mandi.


Ricky, yang tengah nyenyak kini terbangun karena panggilan suara istri yang baru ia nikahi secara resmi kemarin pagi.


"Yang kamu dimana?"tanya Ricky.


"Aku di kamar mandi A" ucap Anya pelan.


"Sedang apa? disana ini masih pagi" ucap Ricky.


"Aku mau minta tolong A, apa? boleh"tanya Anya.


"Tentu saja Sayang"ujar Ricky.


"Tolong belikan aku pembalut, tamu bulanan sudah datang"ucap Anya sedikit gugup.


"Tapi AA tidak tau yang beli nya dimana"ucap Ricky, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Super market juga ada A, aku bingung mau minta tolong sama siapa?"ucap Anya.


"Tentu saja sama AA Yang... hanya saja AA tidak tau merek dan ukuran nya" ucap Ricky lagi.


"Sini Ponsel AA, aku akan ketik disana jika tidak ada AA, bisa beli merek apa? saja" ucap Anya.


"Baiklah sayang ku, tunggu sebentar ya, AA, cari dulu apa? yang kamu butuhkan"ucap Ricky.


Ricky, langsung beranjak pergi meninggalkan kamar hotel tersebut dengan terburu-buru dan masih menggunakan piyama tidur nya, untung saja waktu masih pagi dan baru ada beberapa orang saja yang hilir mudik, hingga tiba di resepsionis Ricky, langsung bertanya dimana ia akan mendapatkan benda tersebut.


Dengan di sambut senyum manis resepsionis meminta Ricky untuk kembali ke kamar, dan mereka yang akan mengantar benda yang Anya, butuhkan yang memang tidak perlu pergi keluar barang itu tersedia dan saat ada yang meminta pelayanan hotel untuk hal itu akan langsung diantar oleh pelayan hotel tersebut.


"A mana barang nya?"tanya Anya.


"Sebentar Sayang" ucap Ricky.


Tidak sampai satu menit suara bel pintu kamar terdengar nyaring.


"Itu mungkin pelayan yang membawa barang yang kamu butuh Yang" ucap Ricky.


"Sayang ini"ucap Ricky tidak lama setelah membuka pintu dan berbalik me memberikan pembalut yang Anya, minta.


Anya langsung kembali ke dalam kamar mandi, setelah membawa baju ganti dan barang tersebut, gadis itu tidak ingin suaminya terlalu lama menunggu nya.


Saat Anya keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat seprei itu sudah berganti, sementara Ricky, masih duduk anteng di sofa, entah siapa? yang menggantikan seprei tersebut.


"A siapa? yang ganti semua ini"ucap Anya.


"Layanan kamar sayang"ucap Ricky.


"Ricky sendiri kini tengah menatap lekat wajah cantik itu, terlihat sangat merasa bersalah.


"Aku minta maaf A" ucap Anya.


"Tidak apa-apa Yang... semua sudah kehendak Allah"ucap Ricky.


"Ya, A makasih atas pengertian nya" ucap Anya.


"Tidur lah sayang, kita masih harus istirahat" ucap Ricky sambil meraih bahu istrinya itu.


"Baiklah A, ayo kita tidur malam ini kita pulang ke mention saja ya" ucap Anya.


"Terserah kamu saja Yang, yang terbaik menurut istri AA, saja"ujar Ricky.

__ADS_1


"Heumm, tidak apa-apa jika AA masih ingin tinggal di sini, tapi A kita tidak bisa berbulan madu"ucap Anya.


"Sayang, AA siap menunggu kapan pun itu lagi pula AA, juga harus membantu istri AA mengurus perusahaan.


"Mengurus perusahaan, bisa nanti lagi kak, ada asisten yang akan mengurus semuanya saat ini kita masih libur" ucap Anya, yang kembali menguap.


"Ya sayang bobo dulu" ucap Ricky.


Mereka tertidur pulas.


Sementara itu Agam kini tengah duduk di sofa ruang VVIP karena dia tengah menemani Novita yang kini menunggui Ayahnya, yang kini tengah terbaring lemah, tepat pukul tujuh pagi tuan Rahardian Salim, sadar dan membuka mata nya.


"Novita putri papah"ucap nya sambil menangis pria itu tampak begitu lemah hingga bulir bening itu jatuh tanpa bisa ditahan, begitu juga dengan Novita, yang kini tengah memeluk tuan Rahardian, gadis itu menangis sesenggukan membenamkan wajahnya di dada bidang pria yang selama ini menjadi cinta pertama baginya itu.


"Sayang, kamu kemana saja selama ini"ucap Tuan Rahardian.


"Novi pergi menjauhi rumah agar papah selamat tapi nyatanya wanita jahat itu tetap mencelakai papah"ucap Novita.


"Novita sayang kenapa? tidak bilang sama papah jika dia jahat sama kamu"ucap tuan Rahardian.


"Aku tidak tega menyakiti papah yang begitu mencintai dia"ucap Novita.


"Tidak sayang, papah hanya sedang tersesat saat itu hingga papah lupa dengan keberadaan anak istri papah, papah teramat sangat menyesal karena telah menyakiti kalian berdua hingga Mama mu meninggal papah begitu berdosa, semoga kamu bisa bahagia kedepannya, hidup lah dengan baik semua nya sudah papah catat dalam surat wasiat yang papah buat dan itu ada di tangan notaris, semoga dengan semua itu bisa menebus dosa papah padamu, maafkan papah" ucap pria itu terbata-bata.


"Tidak Pah... jangan bilang begitu Novita ingin papah juga hidup dengan baik bersama dengan Novita, Novi tidak mau harta itu jika papah pergi Novi juga akan ikut pergi"ucap Novita.


"Sayang, papah minta maaf, papah sudah tidak kuat lagi, jika kamu bisa mewujudkan keinginan terakhir papah, papah ingin melihat mu menikah dengan pria yang sangat kamu cintai, tapi sepertinya waktu papah sudah tidak banyak lagi Maaf kan papah"ucap pria itu yang kemudian terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah.


"Papah!... Novi mohon jangan tinggalkan Novi, Novi tidak punya siapa-siapa lagi selain papah papah!" teriak Novi saat sang papah kembali pingsan.


Agam langsung memencet tombol emergency, hingga dokter dan suster berlari memasuki ruangan tersebut.


Saat dokter hendak memeriksa kondisi pasien Novi, terus berteriak memanggil sang papah meskipun Agam, sudah membawa gadis itu kedalam pelukannya.


Tangis pilu itu membuat hati Agam, terasa sakit.


"Kamu tidak sendirian sayang ada aku disini yang akan selalu menjaga mu, sampai akhir hayat ku"ucap Agam.


"Kak papah ingin melihat ku menikah tapi dengan siapa? aku tidak punya kekasih atau teman dekat"ucap gadis itu yang kini masih terisak.


"Aku akan menikah dengan mu, saat ini juga dihadapan papah mu"ujar Agam.


.......................


"Saya terima nikah dan kawinnya Novita Salim binti Rahardian Salim dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"Hanya dengan satu tarikan nafas Agam, berhasil mempersunting gadis yang ia cintai dalam diam nya itu, meskipun usia mereka terpaut delapan tahun, kini keinginan tuan Rahardian terwujud.


"Nak Agam tolong jaga putri ku dengan baik, dia adalah satu-satunya putri ku, yang sangat aku sayangi, dia memang terkadang sangat manja tapi percayalah dia adalah gadis yang tangguh dan sangat gigih dia putri terbaik ku, jika saat ini aku berpulang tolong bahagiakan dia jangan pernah sakiti dia, dan jika kamu sudah tidak mencintai nya lagi maka bicaralah baik-baik jangan pernah membentak nya, tempat kan dia kembali pada posisi nya semula" pesan itu berakhir saat tuan Rahardian beralih mengusap puncak kepala putri nya yang kini tengah menangis sesenggukan.


"Putri ku tersayang papah minta maaf, jika papah telah lalai dalam menjaga dirimu, sekarang papah bisa tenang, ada dia yang akan menggantikan posisi papah untuk menjagamu, papah percaya dia adalah pria yang sangat baik papah juga mengenal ayahnya dulu adalah pemuda tampan yang sangat baik hati"ucap tuan Rahardian.


"Pah aku sudah wujudkan impian papah tolong jangan tinggalkan aku aku takut Pah, aku takut menghadapi dunia ini sendirian"ucap Novita.


Tapi ternyata tuan Rahardian Salim, sudah tidak lagi bisa berkata-kata nafas nya sudah tidak terdeteksi lagi dan kini jantung nya sudah berhenti berdetak, tuan Rahardian sudah tidak lagi bernyawa Novita langsung jatuh pingsan, sementara Agam, langsung meminta perawat untuk merawat istrinya sementara dirinya mengurus semua nya.


"Kini pria tampan dan gagah itu sudah terbujur kaku dan sudah tidak lagi ada untuk putri kesayangan nya itu.


Agam membisikkan sesuatu di telinga jenazah yaitu sebuah janji yang akan Agam, tepati bahwa dia akan menjaga Novita hingga ajal tiba, meskipun takdir berkata lain, setidaknya Agam, akan terus menjaga Novita apapun yang akan terjadi.


Agam pun membantu proses pemakaman jenazah, saat Novita sadar dia mendampingi istrinya itu mendekapnya erat hingga proses pemakaman itu selesai dilakukan.


Agam terus menemani sang istri, hingga hari kembali gelap, mereka baru kembali dari pemakaman, Agam, juga menghubungi Rayan, bahwa hari ini dia tidak pulang ke Mention melainkan pulang ke rumah besar, milik Novita.


"Sayang, kamu makan dulu ya" bujuk Agam, saat pelayan membawakan makanan.


"Aku tidak lapar kak, kakak saja yang makan, maafkan aku seharian ini bikin kakak repot"ucap Novita.


"Vita sayang kakak ini suamimu, jadi tidak mungkin kakak merasa direpotkan dengan urusan itu"ucap Agam.


"Terimakasih kak, terimakasih atas kebaikan kakak terhadap ku saat ini"ucap Novita.

__ADS_1


Agam langsung menyendok makanan tersebut, dan menyodorkan ya di depan bibir seksi itu.


"A... Sayang"ucap Agam lembut.


"Aku tidak lapar kak"ucap Novita yang kini masih berderai air mata.


"Sayang....kakak tau ini sulit, dulu kakak juga mengalami hal yang sama, kakak sangat kehilangan kedua orang tua kakak yang ternyata meninggal akibat dibunuh, kakak bahkan sangat hancur saat itu kami masih kelas tiga SMP, dan kami hanya punya kak Rayan, tidak ada lagi siapa-siapa di dunia ini karena ternyata orang tua Daddy juga sudah meninggal saat kami masih dalam kandungan.sayang kakak janji akan selalu ada untuk mu melindungi mu kita akan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia mulai saat ini." ucap Agam meyakinkan.


Akhirnya Novita mau makan, setelah itu.


Agam menelpon Daisy meminta dia menyiapkan baju dan perlengkapan miliknya saat ini.


Agam langsung meminta pelayan untuk menyiapkan air dalam bathtub untuk istrinya mandi.


"Sayang kamu mandi dulu ya, setelah itu kita istirahat" ucap Agam lembut.


"Baik kak"jawab Novita.


Gadis itu pun berjalan menuju kamar mandi sementara Agam, terus sibuk dengan ponselnya, saat ini dia tengah mengecek laporan, sementara itu Rayan yang mendengar pernikahan dadakan Agam, membuat dia geleng-geleng kepala, bagaimana tidak bahkan Agam tidak memberitahu dirinya.


Rencananya Rayan, akan langsung mendatangi mereka besok.


Sementara itu Anya baru kembali dari hotel, memang membuat Rayan dan Daisy heran.


"Kalian tidak berbulan madu" ucap Rayan.


"Tidak bulan madu di cancel"ucap Ricky.


"Heumm, sepertinya gangguan nya berlanjut hingga satu minggu kedepan"goda Daisy.


"Mommy tau aja, Anya lagi M"bisik Anya di telinga Daisy, yang kini menahan tawa.


"Ah mommy eskpresi nya jangan begitu Anya malu" ujar Anya.


"Owh ya ampun, iya maaf mommy lupa, syukurlah jika kalian pulang besok mommy dan kakak, akan melakukan pengerebekan terhadap adik mu itu"ucap Rayan.


"Kenapa? dengan Agam kak"tanya Anya.


"Adik mu, setelah menjadi wali pernikahan mu keesokan paginya dia juga menikah secara diam-diam di rumah sakit depan orang yang tengah sekarat." ucap Rayan.


Ricky dan Anya, terdiam mencerna ucapan kedua nya.


"Sebentar... maksud kakak Agam menikah dihadapan orang yang akan meninggal, dan itu ayah si gadis" ucap Anya, sontak Anya membulatkan matanya.


"Agam menikah"ucap Ricky.


Ricky pun tersenyum lalu kembali berkata"Mungkin karena dia juga cinta dengan gadis yang sering ia dekati, jika tidak salah mereka juga hadir di pernikahan kami"ucap Ricky.


"Ya, gadis itu memang sangat cantik dan Agam, seakan tak ingin berjauhan dengan nya"ucap Daisy.


"Apa? benar begitu mom"tanya Anya.


Sementara mereka tengah mengobrol membahas Agam, pria yang kini menjadi bahan perbincangan tengah berbaring sambil memeluk istrinya, meskipun Novita sedikit merasa canggung tapi kehilangan sang ayah membuat dia nya berlindung pada pria yang kini berada di samping nya sambil mencium puncak kepala nya, memberikan dia kenyamanan.


"Tidur lah sayang, hari esok pasti cerah dan kesedihan akan berganti dengan kebahagiaan aku janji akan membuat mu selalu bahagia sesuai kemampuan ku"ucap Agam lembut.


Agam, langsung meraih selimut dan menyelimuti tubuh mereka.


Hingga pagi tiba, keduanya sudah membuka mata, Agam mendaratkan kecupan manis di kening istrinya, dan Novita pun memejamkan mata nya, dia merasa sangat dicintai.


"Sayang mau kemana? masih pagi"ucap Agam.


"Aku mau bersih-bersih dulu setelah itu mau sholat subuh"ucap Novita.


"Heumm ya sayang, kita berjamaah saja"ucap Agam.


"Baiklah"balas Novita.


Mereka pun mandi bergantian Agam lebih dulu lalu Novita menyiapkan pakaian Agam setelah itu baru dirinya dan untuk pertama kalinya dalam hidup Agam, menjadi imam untuk istrinya.

__ADS_1


__ADS_2