
Sampai akhirnya kedua cincin tersemat di jari manis Anya dan Riki, keduanya kini tengah duduk mengobrol sementara di dalam kamar utama milik Rayan, dan Daisy, tengah terjadi keributan yang tak terelakkan setelah wanita yang bernama Nora, itu berucap mesra di hadapan Daisy yang kini tengah duduk di samping Rayan, wanita itu melakukan panggilan video Daisy, yang tidak memperlihatkan diri dengan jelas wanita itu bahkan tengah menggunakan lingerie, yang benar-benar menerawang.
"Sekarang semua sudah jelas, mas kamu bisa pergi... mulai sekarang kita cerai David, akan tetap disini bersama ku"ujar Anya.
Rayan, yang sudah menghancurkan berbagai barang yang ada di hadapannya tidak berhenti setiap kali Daisy, mengucapkan kata itu Daisy, berulang kali hendak pergi ke luar kamar yang memiliki fitur kedap suara tersebut tapi Rayan lagi-lagi menahan nya bahkan Rayan, berkali-kali merengkuh tubuh Daisy, tapi Daisy, berhasil menghindar Rayan, benar-benar frustasi istrinya kini sudah benar-benar seperti orang asing.
"Yang... aku, mohon... dengarkan aku, dulu aku tidak sengaja melakukan hal itu dia mati-matian menggoda ku, yang aku mohon maafkan aku"ucap Rayan.
"Rayan, cukup! tanpa kau harus menjelaskan semua yang terjadi dengan kalian, aku sudah bisa menebaknya lanjutkan saja semua nya toh kamu.. juga menikmati semua itu aku, sadar aku tidak seksi kekurangan ku banyak sekali jika dibandingkan dengan"
"Cukup! Dy... cukup! aku mohon sayang aku mohon maaf kan aku aku tidak sengaja"
Prokkkk..
Prokkkk.....
Tepukan tangan dari Daisy, yang mengisyaratkan bahwa wanita itu benar-benar salut dengan kata tidak sengaja, saat mereka berulang kali bertemu dan sampai bercinta.
"Ha ha ha...itu yang kamu bilang tidak sengaja dan bahkan tidak melakukan apa-apa" Daisy melempar senyum getir Rayan, mulai saat ini aku haramkan s"
"Cukup! Dy... Cukup! kamu boleh menghukum ku, tapi please jangan katakan itu di aku mohon"ucap Rayan, yang kini menangis sesenggukan dan bersujud memohon ampun di hadapan istrinya.
"Tidak perlu buang tenaga lagi, semua sudah benar-benar berakhir aku, tidak akan mengambil apapun semua milikmu yang kamu berikan padaku.. termasuk rumah ini..silahkan berikan pada cinta mu itu aku, hanya akan pergi membawa David, dan bahkan aku.. tak akan membawa sehelai benang pun yang pernah kamu berikan pada ku"ucap Daisy lirih, dia melangkah menuju kamar mandi Daisy , mandi di dalam sana bahkan pintu kamar mandi itu tidak sedikitpun Daisy kunci semua karena dia sudah tidak lagi peduli sekalipun Rayan, masuk.
Sampai saat Daisy, keluar dengan bathrobe dia melangkah melewati Rayan, yang kini kembali mencegah langkah nya.
__ADS_1
"Yang, mau kemana? disini kamar mu yang disini semua barang-barang mu!"teriak Rayan, yang benar-benar ketakutan saat melihat Daisy, hendak pergi.
"Semua ini bukan milikku lagi semua, itu hanya pinjaman sementara sampai kamu puas mempermainkan hidup ku"ujar Daisy, yang kini membawa gunting, dari dalam kamar mandi.
"Jangan mendekat, atau aku akan bunuh diri di sini"ujar Daisy
"Yang jangan lakukan itu oke...jika kamu ingin keluar dari dalam kamar ini tapi tidak untuk pergi Yang.. aku, mohon jangan pernah tinggalkan aku." ujar Rayan.
Daisy, pergi tapi Rayan, terus mengikuti hingga ke bawah Daisy, berjalan menuju kamar ibunya, sesampainya di sana dia langsung mengambil beberapa helai baju dan dia kenakan beruntung ukuran nya pas tidak terlalu kebesaran dan kekecilan, karena postur tubuh mendiang sang mama, hampir sama dengan nya.
"Yang buka pintu nya ayo kembali ke kamar kita"ucap Rayan.
Anya, sayup-sayup mendengar suara itupun, langsung menghampiri kakak, nya.
Daisy berjalan keluar wanita itu tidak menghiraukan panggilan keduanya Daisy, menggendong David, yang sedang tertidur pulas di sofa bersama dengan Agam, sampai saat Agam, terjaga.
"Teh, ini sudah larut tth mau bawa David, kemana? suara Riki, yang terlihat Panik saat melihat Anya, menangis diikuti oleh Rayan.
"Aku akan pergi A..titip Anya, dan Agam, aku sudah tidak mungkin lagi untuk menjaga mereka, karena semua sudah berakhir"ucap Daisy.
"Teh, biar aku antar ke rumah paman, ya siapa tahu bisa sedikit membantu"tawar Riki, tapi Daisy menggeleng.
Rayan, membawa langkah lebar nya, dia sudah membawa tas milik Daisy, dan miliknya.
"Ayo, di kita pulang ke kota"ujar Rayan.
__ADS_1
Tapi tangan Rayan di hempas kan begitu saja, wanita itu bahkan tak sudi lagi untuk berpegang tangan Daisy, berjalan di kegelapan malam Rayan, tetap mengikuti langkah istrinya yang kini masih menggendong putranya, dengan gendongan bayi yang biasa dia gunakan saat masih kecil.
"Yang, berhenti, ini kali... kamu nyebrang kali jangan gila, Dy! sadar"ucap Rayan tapi Daisy, sudah menyebrang meskipun kali itu dangkal bahkan tidak sampai sepaha, ditengah malam buta Daisy, pergi menuju sebuah perkampungan yang lumayan agak jauh dari rumah nya sementara Riki, yang diam-diam mengikuti dia mengajak Rayan, untuk mengikuti dirinya kembali karena Daisy, tidak akan bisa di kejar saat penerangan jalan yang begitu minim bahkan nyaris gelap wanita, itu pergi bersama dengan putranya, menuju rumah lama milik Ambu, yang dulu pernah disewakan pada orang lain, dan beruntung nya rumah itu kosong.
Sesampainya di sana Daisy, langsung menyalakan lampu Dari, depan rumah nya, dia bahkan langsung membuka pintu rumah permanen yang berukuran 4x6meter tersebut hingga saat masuk kedalam semua terlihat rapi, hanya sedikit berdebu, mungkin lama tidak dibersihkan oleh, saudara jauh Ambu.
Ada kursi kayu jati, seperti yang ada di rumah itu ada ranjang dan kasur yang terbuat dari busa.
Daisy, menyiapkan itu masih sambil menggendong Rayan, yang kini terjaga.
"Sabar ya sayang, saat ini kita bobo disini dulu, sampai opah datang menjemput kita, tadi mommy, sudah mengirim pesan pada nya"ujar Daisy.
David, hanya mengangguk, bocah itu pun tertidur di kasur yang sudah lama tidak ditempati, meskipun kadang ada yang bersih-bersih di sana.
"Bobo, sayang sini mommy peluk" itu ucap Daisy . sambil memeluk putra nya.
Ditengah kekalutan nya wanita itu, masih memiliki putra semata wayangnya, yang sangat ia cintai dan sayangi.
Sementara Rayan, saat ini tengah berada di balkon kamar nya pria, itu terus menerus menerus memanggil Daisy, dalam hati nya.
Sementara Riki, setelah Anya, tenang pria itu langsung pamit pulang ke rumah nya.
Hingg saat semua penghuni rumah tersebut bangun.
"Dy, maafkan aku sayang"
__ADS_1