
"A.... Aku ingin bikin salad buah apa? AA mau"ucap Anya.
"Boleh Yang sepertinya enak, tapi gimana? jadi pulang hari ini, sementara kondisi mu belum membaik sepenuhnya"ucap Riki.
"Aku punya banyak pekerjaan, jadi aku pulang A" ucap Anya.
"Yang satu Minggu saja, tidak masalah kan AA bisa bantu mengerjakan pekerjaan sayang jika nanti pulang"ucap Riki.
"Tidak A... AA juga pasti punya banyak pekerjaan dan jangan sampai mengabaikan itu semua hanya demi aku"ucap Anya.
"Yang.... aku tidak mengabaikan itu, pekerjaan ku tak sebanyak pekerjaan mu Yang."ucap Riki.
"Ya sudah aku bilang sama Agam, tapi jika Agam, tidak mengijinkan ku. Aku pulang saja dan AA tidak perlu mengantar ku" ucap Anya.
"Kenapa? yang kamu malu jika aku mengantar mu, karena hanya dengan menggunakan mobil sejuta umat" ucap Riki.
"AA! sama sekali Anya tidak punya pemikiran seperti itu, Anya hanya ingin AA.... tetap fokus pada pekerjaan AA, karena setelah menikah nanti Anya, hanya akan mengandalkan jerih payahnya AA" ucap Anya.
"Maafkan AA, yang mungkin akan banyak kekurangan nya dibandingkan lebih nya"ucap Riki.
"Aku... tidak masalah dengan itu, sebesar apapun yang AA berikan nantinya, Anya akan sangat bahagia." ucap Anya.
"Baiklah sayang, terimakasih sudah mau menerima AA apa adanya" ucap Riki.
Hingga Anya, selesai motong buah Riki terus membantunya dengan sangat cekatan.
"Yang... apa jika kita sudah menikah nanti sayang juga bakalan alergi. dengan makanan yang AA buat?"tanya Riki.
"Kita lihat saja nanti A... mudah-mudahan saja tidak, Anya juga cape jika harus terus begini seumur hidup Anya, bagaimana? jika mereka sudah tidak lagi berada di samping Anya, mungkin Anya akan mati. dimakan penyakit yang ditimbulkan oleh makanan yang Anya konsumsi setiap hari. secara makanan itu tidak sehat." ujar Anya.
"Semoga saja ada keajaiban ya sayang AA juga khawatir dengan keadaan ini"ucap Riki sambil menyuapi Anya, makan salad buah tersebut.
"Amin..." jawab Anya.
"Sepertinya ini enak sayang" ucap Riki.
"AA, coba saja dulu" ucap Anya.
Mereka asik menikmati itu, sementara itu tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan David di Dion, di susul oleh pasangan yang sangat serasi itu mereka menjadi pusat perhatian para tetangga terutama yang sudah mengenal mereka.
Daisy, yang selalu berada dalam dekapan sang suami yang selalu bersikap posesif pada wanita itu.
"Teh Daisy pulang" tanya Yanwar yang kini baru mau bertamu.
"Ya... Yanwar apa? kabar"tanya, Daisy.
"Baik teh" jawab Yanwar.
"Syukurlah, mulai besok kalian semua kembali ke ibukota, aku akan mempekerjakan kalian semua di sana"ucap Rayan.
"Siap! tuan Rayan" ucap Yanwar.
"Cari lagi tenaga kerja yang baru karena saya juga akan membuka lapangan pekerjaan baru untuk wahana Waterboom." ucap Rayan.
"Lokasi nya dimana mas"ujar Daisy.
"Di desa ini yang, aku sudah membuat perencanaan yang matang."jawab Rayan.
"Wah ini sih ide bagus!"teriak Yanwar sambil berlari pergi dengan gembira mencari rekan-rekan nya.
"Yanwar.... Yanwar memang selalu paling heboh" ujar Daisy.
"Kakak, mommy"ucap Anya yang kini memeluk mereka berdua padahal baru dua hari mereka tidak bertemu.
"Ya sayang... apa? kabar mu" ucap Daisy.
"Sakit mom, gara-gara makan di tempat mertua"ucap Anya, yang kini merasa tidak enak karena Riki, ada di samping nya.
"Heumm... mommy bilang juga bawa bekal"ucap Daisy.
"Maafkan saya teh, tidak bisa memberikan yang terbaik untuk Anya"ucap Riki merasa tidak enak.
"Bukan masalah yang terbaik atau tidak nya, A...memang calon istri mu saja yang bermasalah dengan itu, aku tau masakan ibu paling enak di kampung ini, AA juga sangat berbakat hanya saja cacing di perut dia yang kebangetan" ucap Daisy.
__ADS_1
"Mommy...! jangan bicara cacing aku takut"ucap Anya, yang kini memeluk erat tubuh Daisy. gadis itu benar-benar ketakutan.
"Owh ya ampun dalam diri sendiri juga takut" ucap Rayan.
"Kakak!"teriak Anya.
"Berisik tau! bukanya bikinkan kami minum malah teriak-teriak"teriak David yang kini duduk dengan kalemnya di sofa.
"Owh ya ampun gunung es kapan tiba?"ujar Anya yang kini berlari hendak memeluk dan mencubit pipi David. tapi pria kecil yang teramat sangat tampan itu langsung menghindar, otomatis Anya kepentok sofa.
"Ah.... kebangetan punya adik" ucap Anya.
Sementara Dion, hanya terkekeh kecil, sambil meraih gelas kopi yang pelayan suguhkan.
"Hati-hati Yang kamu itu masih sakit"ucap Riki.
"Heumm...pantas betah ayang nya ada disini" ucap Rayan.
"Apa? sih kak, usil aja"protes Anya.
"Rik, sepertinya pernikahan akan dipercepat deh untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan"canda Rayan lagi.
"Belum siap semua Kak, takut mengecewakan kalian." ucap Riki.
"Apa sih Rik... jangan dijadikan beban, kami tidak akan menuntut apa-apa, semampu keluarga mu dan dirimu saja. lagian lebih baik jika ada rejeki lebih kamu tabung untuk masadepan kalian, daripada harus digunakan untuk sesuatu yang tidak penting.pernikahan bisa digelar secara sederhana yang penting sah dan kedepannya langgeng" ujar Rayan.
"Saya ucapkan terimakasih kak, karena sudah mau menerima keadaan saya yang jauh dari kata berkecukupan seperti kalian"ucap Riki.
"Kau jangan merendah aku jauh lebih tau kau akan mampu membuat adikku yang super manja ini bisa lebih bahagia saat bersama dengan mu"ucap Rayan.
"Saya, akan berusaha"ucap Riki.
"Agam minta kamu segera balik katanya dia lelah mengurus perusahaan sendiri, jika mungkin Riki, bisa bergabung bersama kalian terutama membantu pekerjaan mu, kamu juga bisa atur gaji calon suamimu"ucap Rayan.
"AA, tidak mau kak, sudah berkali-kali Anya menawarkan itu"jawab Anya.
"Pikirkan saja Rik, bukan aku meragukan kemampuan Anya, tapi aku tidak tega melihat dia pulang larut dan kelelahan, setidaknya kalian berdua bisa mengurus cabang perusahaan itu bersama-sama jangan pikirkan itu milik siapa? tapi pikirkan masa depan kalian berdua" ucap Rayan lagi.
"Apa? mommy dan Daddy tidak lelah terus mengobrol, setelah perjalanan jauh yang kita tempuh, aku kira rumah mommy megah seperti Mension Daddy" ucap David, tanpa rasa bersalah.
"David!" tegur Rayan.
"David, mommy tidak suka hidup glamor. mommy lebih memilih hidup sederhana, jika saja David, dan adik sudah besar mommy ingin David, mengambil alih semua dan mommy akan tinggal di sini bersama dengan Daddy" ujar Daisy.
"Tapi kenapa? mom... bukan kah hidup punya banyak uang itu enak"kata David.
"Kamu belum paham sayang" ucap Rayan.
"Sudah jangan bahas itu, lebih baik sekarang kita makan siang dulu sudah sangat laper ni perut papah"ucap Dion.
"Papah mau makan apa? biar Dy, yang siapkan" ucap Daisy.
"Tidak usah sayang nanti saja setelah kamu istirahat, sekarang ada pelayan yang menyiapkan semua nya"ucap Dion.
"Iya Pah"jawab Daisy.
"Ah... kasihan ada yang akan kelaparan"ucap David, mengejek Anya.
"Mommy" rengek Anya.
" Mommy buat nasi goreng seafood saja ya" ucap Daisy yang langsung beranjak untuk pergi menuju lantai dua, dimana kamarnya berada, dia hendak berganti pakaian dengan dress rumahan.
........................
Hanya butuh beberapa menit, untuk Daisy bersiap, wanita cantik itu sudah turun dan berjalan ke dapur untuk membuat nasi goreng seafood untuk Anya.
Setelah semua selesai, berbarengan dengan pelayan rumah nya dia menghidangkan nasi goreng yang dibuat agak banyak untuk yang mau makan itu nantinya.
"Yang ayo makan dulu" ucap Daisy pada Rayan.
"Iya sayang aku sudah siap kok" ucap Rayan yang kini turun dari tangga.
Semua orang termasuk Riki, kini tengah berada di ruang makan, mereka hendak makan siang.
__ADS_1
Semua orang menikmati makan tersebut, termasuk Anya dan Riki, yang kini memakan menu yang sama.
Perbincangan hangat terus berlangsung diantara mereka, Daisy begitu bahagia kini kehangatan keluarga nya kembali.
Sementara itu di kediaman Rayendra, pria itu tengah duduk menatap langit sore yang cerah dia melihat senyum Daisy disana.
Hingga saat ini, cinta itu masih abadi tersimpan di dalam benaknya.
Ada kesedihan yang terpancar dari tatapan mata sendu nya, jika saja Daisy masih ada, dia rela berbagi cinta dengan saudara sepupunya Vino, asalkan dia masih bisa melihat cinta sejatinya itu tersenyum dan hidup bahagia, tapi rasa sakit itu begitu terasa saat mengetahui bahwa kedua orang yang berarti dalam hidupnya itu mati di tangan mantan istri nya sendiri.
Ya... sejak Gadis ditangkap wanita yang bernama Dinda Kirana yang akrab dipanggil gadis itu, adalah istri pertama Rayan yang sudah dua kali berganti identitas karena kasus demi kasus menjerat nya.
Pertama kasus penggelapan uang perusahaan dan yang kedua kasus penganiyaan, gadis adalah nama yang diberikan oleh para sahabat nya, saat di sel tahanan.
Bolak-balik penjara sudah tidak asing untuk wanita itu, sejak perceraian nya dengan Rayendra, saat itu.
Rayendra, sempat kembali menikah dengan seorang model seksi, lagi-lagi karena dijodohkan oleh kedua orang tua nya, tapi saat itu mereka berpisah karena ketahuan anak yang di kandung istri keduanya bukan darah daging nya, dan saat itu Rayendra masih mempertahankan pernikahan itu demi menjebak Daisy, agar mau kembali dekat dengan Rayendra, agar wanita yang ia cintai tidak lagi menjauh dari nya.
Hingga datang kesempatan saat Daisy, ingin meninggalkan dirinya dia pun mengambil jalan pintas untuk meraih Daisy dengan mengambil keputusan yang sulit Rayendra menodai kesucian Daisy, yang selama ini bertahun-tahun dia jaga.
"Daisy.... Aku sangat mencintaimu"ucap Rayendra lirih, sambil terus menengadah ke atas langit yang kini terlihat masih ada gambaran wajah Daisy disana.
"Aku mencintaimu sepanjang hidup ku, bahkan sampai ajal menjemput ku hanya ada kamu di hatiku"lirih pria yang sudah tidak muda lagi itu.
Rayendra yang sudah duduk di kursi roda. yang selama ini menjadi alat bantu jalan nya, karena faktor usia yang sudah tidak lagi muda, membuat dia gampang merasa lelah.
Sementara itu di kampung Anya, tengah bersiap rencananya dia akan pulang malam ini juga ke ibukota, diantar oleh Riki.
Riki, berjalan menuju kearah mobil milik Dion. pria itu menyarankan Anya, untuk pulang dengan mobil tersebut agar Anya lebih nyaman bersama dengan Riki ditemani sopir pribadi Dion, karena kondisi tangan Riki masih belum memungkinkan untuk mengemudi.
"Yang sudah siap mana barang-barang nya" ucap Riki.
"Tidak usah dibawa A di rumah masih banyak baku, aku hanya bawa laptop dan Handphone juga dompet simpel kan, justru AA yang harus membawa baju bukannya akan tinggal lebih lama"ucap Anya.
"Sayang AA hanya mengantar Anya pulang, sebelum AA, menjemput Anya lagi" ucap Riki.
"Kalau cuma mengantar lebih baik gak usah A, lagian tuh tangan belum sembuh"ucap Anya beralasan. yang sebenarnya Anya, ingin Riki tinggal di sana bersama dengan nya.
"Jangan marah gitu Yang AA... sudah bawa koper kok, cuma ditaruh di bagasi Ayo masuk" ucap Riki, sambil merangkul pinggang Anya.
"Pak berangkat"ucap Anya.
"Mobil milik Dion pun mulai melaju perlahan tapi pasti meninggalkan halaman rumah Daisy.
"A, mau enggak gantikan posisi Anya di kantor setelah itu Anya, hanya akan membantu AA saja" ucap Anya.
"Yang AA hanya akan membantu Anya, untuk mengerjakan pekerjaan yang tertunda setelah itu AA akan pulang"kata Riki.
"Pak putar balik saja kita antar dulu a Riki bapak juga boleh istirahat,biar aku saja yang pulang dan menyetir sendiri" ucap Anya.
"Tidak pak jalan saja seperti rencana kita tadi" ucap Riki.
"Aku harus pulang A, kamu istirahat saja kondisi tangan mu begitu juga karena"
"Kamu bisa diam tidak Yang, aku sedang mempersiapkan pernikahan kita. dan jika kamu ingin aku disana terus, darimana aku. dapatkan penghasilan untuk semua itu"ucap Riki yang kesal.
"Terserah, aku tidak pernah meminta untuk mengadakan pesta meriah A, aku hanya ingin kita menggelar ijab qobul saja, disaksikan oleh keluarga dan teman-teman kita"ucap Anya.
"Baiklah, kita hanya akan melakukan itu, tapi apa? kamu tidak malu menikah dengan pria yang bahkan tidak pernah bisa memberikan sekedar pesta pernikahan saja"ucap Riki.
"A aku tidak perduli dengan ucapan orang yang aku pedulikan adalah dirimu dan juga kasih sayang mu!" teriak Anya.
Riki sempat mematung karena gadis itu bahkan membentak nya, karena tidak ingin berpisah dengan nya.
Riki memeluk Anya, yang kini terlihat menangis sesenggukan sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Riki.
"Yang... sudah ya, jangan menangis, AA minta maaf jika AA salah" ucap Riki.
"Aku gak minta pesta pernikahan yang mewah A, aku hanya ingin kita segera menikah, setelah itu gantikan posisi ku di perusahaan aku lelah A, kamu ngerti gak sih aku sudah lelah mengurus perusahaan, tapi sebagai kakak aku juga.tidak tega membiarkan Agam, kecapean" ucap Anya.
"Aku tidak tau yang bagaimana kak Rayan, bisa mengurus semua perusahaan milik keluarga kalian"ucap Riki.
"Karena kakak terlalu sibuk bekerja hingga kini, bahkan hampir tidak punya pacar "
__ADS_1