
Sementara Agis setibanya di rumah tersebut Gadis itu langsung berbaring di atas ranjang miliknya.
Karena tidak mungkin menginap di rumah Rayan orang yang jelas-jelas sangat membenci dirinya.
Gadis itu pun memejamkan matanya hingga pagi menjelang dia baru membuka matanya, saat ini pekerjaan sudah menanti dirinya di cafe dan juga butik miliknya itu.
Agista seperti biasa akan mengecek kualitas barang saat pagi sebelum jadwal sarapan.
Dia dibantu bibi asisten rumahnya itu untuk mengurus semuanya.
Sampai semua sudah masuk kedalam mobil untuk ia bawa ke butik nanti gadis itu pun bersiap untuk mandi dan sarapan pagi.
Kali ini Agista sedang ingin menggunakan celana jeans pendek setengah paha dengan kemeja yang longgar berwarna hitam dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
Penampilan Agista terlihat begitu glamor meskipun outfit yang ia kenakan bukanlah barang branded.
Setelah selesai sarapan dia meraih ponsel nya dan pergi tanpa membawa tas atau apapun itu, karena karena dia hanya butuh kartu sakti yang bisa membeli apapun yang ia mau di dalam ponsel pintar yang Leon belikan pun sudah lengkap jadi Agista tidak perlu membawa dompet atau kartu-kartu yang rawan hilang.
"Nona muda sudah mau berangkat."ujar Mbok Jum.
"Ya,,, mbok."ujar Agista, di rumah itu dia menambahkan satu lagi asisten rumah untuk membantu asisten lamanya.
Agista pun langsung bergegas masuk kedalam mobilnya yang kini dipenuhi oleh barang-barang yang akan ia bawa ke butik.
Sampai saat tiba di butik tersebut wanita itu pun disambut oleh kedua asisten pria yang langsung membantu dia untuk mengangkut semua barang-barang dari dalam mobil.
Sampai saat Agista akan masuk, tiba-tiba seseorang datang dengan membawa sebuah paper bag.
"Yank kamu tidak ke rumah sakit?."tanya Agista.
"Semalam aku kesana keadaan mommy masih sama."jawab David yang memberikan kecupan di bibir Agis.
"Masuklah."ujar Agis.
"Kalian urus semuanya seperti biasa nanti kirim daftar barang yang sudah habis."ujar Agista.
"Baik Nona."ujar mereka berdua.
Agista naik ke atas, saat ini David membawa sarapan pagi mungkin karena dia belum sempat sarapan pagi.
Agista pun langsung mengambil semua itu dan menghidangkan itu di piring. tak lupa dia juga membawa gelas dan membuat kopi untuk kekasihnya itu.
"Yank,, ini sarapan pagi nya."ujar Agista yang melihat David tengah berdiri menghadap dinding kaca yang menjulang tinggi itu.
__ADS_1
"Oh ya makasih Yank."ujar David lembut.
"Sama-sama, ayo dimakan."ujar Agista.
"Ya,,," ujar David yang terlihat masih kurang fokus.
"Aaa,."ucap Agista yang hendak menyuapi David.
"Hari ini aku akan pergi ke Bandung, mungkin pulangnya dua hari lagi."ujar Agista.
"Apa? tidak bisa bicara sebelumnya."ujar David yang tiba-tiba menghentikan tangan Agista.
"Aku tidak tau acaranya mendadak."ujar Agista.
"Yank,,, kamu tidak berpikir kondisi ku sedang seperti ini, aku tidak mungkin bisa mengantarkan mu kesana, dan lagi apa? kamu tega meninggalkan aku."ujar David.
"Yank aku tidak ingin seperti ini tapi aku juga tidak bisa menolak, aku tidak minta kamu mengantar ku cukup doakan saja aku agar semua lancar dan semoga mommy di segera sadar."ujar Agista sambil kembali menyodorkan sendok berisi makanan.
"Yank,,,ayo sarapan dulu Saya."ujar Agis.
"Aku sudah kenyang."ujar David yang tiba-tiba bangkit dari duduknya namun tangan Agista menggengam jemari tangan David.
"Yank,,, baiklah aku akan langsung kembali besok pagi."ujar Agista.
David hendak namun Agis buru-buru memeluk pria itu dari belakang.
"Please yang maafkan aku, usahakan malam ini setelah acara aku langsung pulang please jangan seperti ini, ayo sarapan pagi dulu."ujar Agista.
"Jangan pulang, biar aku menyusul."ujar David.
"Yank,,, kamu sedang banyak masalah aku tidak apa? aku janji akan selalu mengabari mu kapanpun itu oke, satu lagi jaga kesehatan mu, ayo makan lagi sarapan pagi nya sayang kopinya juga masih utuh."ujar Agista.
"Heumm,,."ujar pria itu yang kini kembali duduk.
Agista kembali menyuapi David yang kini kembali mau menghabiskan sarapan pagi nya itu.
"Jam berapa kamu berangkat Yank?."tanya David.
"Setelah ini, sambil belanja stok bahan sekalian pergi."ujar Agista.
"Semoga harimu menyenangkan."ujar David seakan salah sangka.
"Yank,,, aku tidak liburan aku kerja kamu itu kenapa? sih."ujar Agista.
__ADS_1
"Kerja,, ya selamat bekerja."ujar David.
"Yank, aku janji tidak akan lama."ucap Agista.
"Kau sudah terlambat pergilah."ujar David.
"Yank, kamu maunya apa?sih Yank."tanya Agista yang kembali menghentikan langkahnya David.
"Tanyakan pada diri sendiri apa? yang kamu inginkan saat seperti ini seperti yang terjadi pada ku saat ini."ujar David.
"Yank,,, maafkan aku bukan aku tidak mengerti tapi ini benar-benar acara mendadak aku janji setelah kembali aku akan ada seharian bersama dengan mu."ujar gadis itu.
David tetap pergi tanpa memberikan respon, sementara Agista hanya bisa menghela nafas panjang.
Rasanya sungguh berat melewati semua ini tapi lagi-lagi ada banyak orang yang menunggu kedatangannya di sana saat ini.
Agista pun menerima daftar barang yang sudah kosong, akhirnya gadis itu pun pergi saat itu juga menuju Bandung.
Sementara David kini tengah meluapkan kemarahannya pada seluruh staf perusahaan yang sedari tadi ikut meeting bersamanya.
Setelah selesai meeting penting, pria itu langsung menghubungi seseorang yang dia perintahkan untuk mencari orang-orang yang pernah Agista tunjukkan.
Pria itu akan melakukan tes DNA terhadap mereka semua untuk mencocokkan DNA mereka dengan calon keponakannya itu yang ternyata bukan hanya satu tapi ada dua janin di dalam perut Raya.
David terus uring-uringan Karen Agista ternyata pergi ke Bandung sendiri.
Sampai, saat tiba di sebuah hotel Agista langsung disambut oleh beberapa orang pria dan wanita yang selama menjadi partner bisnis Agista untuk semua bahan baku yang Agista inginkan.
Bahkan saat wanita itu menerima penghargaan sebagai pengusaha muda berbakat.
Sampai saat dia selesai acara yang sebenarnya akan dilakukan besok.
Agista pun melakukan video call dengan David untuk memberitahu kabarnya.
Tapi David tidak kunjung mengangkat panggilan tidak pria itu angkat.
Agis kembali harus menelan kekecewaannya yang kini diabaikan oleh David.
Sampai dia terlelap tidur, Agista pun melupakan semua yang terjadi saat ini.
Keesokan paginya dia kembali beraktifitas seperti biasa.
Gadis itu bahkan sudah bersiap dengan dandanan nya saat ini.
__ADS_1
Gadis itu langsung pergi menuju tempat-tempat dimana? mereka menjual produk yang kini agista butuhkan.