Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Positif #


__ADS_3

setelah Rayendra, memutuskan untuk tinggal di ibukota,Sabil menolong Gibran, Daisy hanya bisa pasrah, suaminya itu tidak bisa di ganggu gugat tidak seperti Gibran, yang selalu mengalah padanya.


kini Gibran sudah mulai membaik dia bahkan sudah kembali pada keluarga nya, beruntung perusahaan nya masih aman berkat bantuan dari mommy nya.


Daisy merasa bersyukur meskipun Gibran tidak lagi mengingat dirinya.


keseharian nya saat ini masih membantu Rio, mengurus perusahaan meski Rayendra melarang nya .


Daisy akan pergi bekerja selama enam jam dan sisanya ia habiskan untuk bisa mengurus suaminya.


Rayendra, sendiri akan pulang pukul empat sore, dia tidak ingin lama-lama berjauhan dengan wanita nya.


Daisy kini tengah memasak untuk makan malam mereka Rayendra datang langsung menyimpan tas nya di sofa.


pria itu berjalan mengendap-endap menuju dapur padahal Daisy, sudah tau kalau dirinya sudah pulang saat ini karena suara mesin mobil sport nya.


Rayendra langsung memeluk Daisy dari belakang dan mencium leher jenjang istrinya itu.


"Mas aku lagi masak Lo,kamu gak jijik apa?...aku sedang berkeringat"ucap Daisy.


"Tidak kenapa?... harus jijik, kamu wangi ko, lagipula aku suka dengan bau ini"ucap Rayendra yang kembali mencium leher itu.


"Mas aku sedang masak kamu bisa diam dulu sampai aku, selesai nanti ini gak enak"ujar Daisy.


"Tidak ada alasan untuk itu , masakan mu itu begitu lezat sayang"ucap Rayendra.


Rayendra malah semakin mempererat pelukannya saat ini, dia tidak ingin melepaskan istrinya, bahkan kini Daisy, mematikan kompor.


"Yasudah malam ini Abang gak ada jatah makan"ucap Daisy.


"Abang makan kamu saja sampai puas,soal perut itu urusan nanti"ucap Rayendra yang langsung mengangkat tubuh Daisy dan membawa nya ke dalam kamar.


"Abang aku belum mandi"ucap Rayendra.


"Tidak masalah kita bisa main di dalam sana"Ucap Rayendra.


"Owh ya ampun"ucap Daisy.


sementara Rayendra malah terkekeh geli.


mereka pun akhirnya, pergi menuju kamar mandi berbagai macam gaya mereka lakukan seperti sedang membuat film beradegan ranjang saja keduanya begitu terbuai satu sama lain.


hingga waktu makan malam tiba keduanya tidak ada yang makan mereka langsung tertidur saking lelahnya karena sudah berjam-jam bermain, permainan olahraga yang sungguh mengurus tenaga melewati kenikmatan yang hakiki bagi pasangan sah itu.


bertahun-tahun terpisah oleh jarak dan keadaan mereka tidak pernah lupa dengan perasaannya masing-masing, hingga akhirnya Daisy kembali sendiri, dan bonusnya lagi suami pertama nya tidak pernah menyentuhnya meskipun Gibran adalah pria normal.


Rayendra, begitu bahagia saat mengetahui itu, dan cara yang dia ambil sangat salah untuk bisa-bisa nya dia merenggut kesucian Daisy di dalam mobil.


malam semakin larut, tidak ada satupun dari mereka yang bangun, bahkan sampai pagi menjemput.


tapi ada yang aneh saat ini dari mereka adalah, Daisy diserang rasa mual yang berlebih, hingga dia memuntahkan cairan berwarna kuning yang tentunya terasa sangat pahit.


Rayendra langsung mengajak istri kembali ke ranjang empuk nya .


pria itu sangat mencemaskan keadaan Daisy.


Rayendra langsung memanggil dokter pribadi nya ke rumah mereka saat itu juga karena lagi-lagi Daisy muntah-muntah hingga benar-benar lemas dan lumbung.


Daisy kembali ke tempat tidur dengan bantuan Rayendra, setelah itu dia langsung meminta asisten rumah tangga nya untuk membuat lemonteh yang segar agar Daisy sedikit lebih segar.


sambil menunggu dokter tiba, Daisy meminum itu, dan benar saja rasanya sedikit lebih baik, meskipun tidak lama setelah itu dia kembali muntah, Rayendra tidak pernah jauh dari istrinya itu.


sampai beberapa menit kemudian dokter pun datang Rayendra langsung membuka pintu kamar nya dan mempersilahkan dokter tersebut masuk kedalam kamar nya itu.


dokter langsung menghampiri Daisy dan menaruh tas miliknya dia langsung memeriksa kondisi Daisy.


"Keluhan apa yang Nyona rasakan"ucap sang dokter.


"Mual muntah dan juga kepala terasa sakit"ucap Daisy.

__ADS_1


"Heummm boleh tanya satu lagi"ucap dokter setelah memeriksa nadi Daisy.


"Apa?... itu Dok"tanya balik Daisy.


"Sudah terlambat datang bulan"ucap dokter.


"Iya dok sudah satu bulan lebih"jawab Daisy.


"Tuan sebaiknya anda segera membawa Nyona Daisy ke rumah sakit karena menurut pemeriksaan yang saya lakukan Nyona, Daisy sedang hamil"ucap dokter yang langsung membuat Rayendra loncat kegirangan karena benihnya benar-benar tumbuh meski saat ini istri pertama nya juga sedang hamil dengan usia kandungan lima bulan, sementara dia melepaskan alat kontrasepsi saat akan menikah dengan Daisy.


tanpa sepengetahuan siapapun Rayendra menggunakan KB khusus pria, dan itu terbukti ampuh, dan saat ia akan menikah dengan Daisy, dia melepaskan KB tersebut.


Rayendra langsung memeluk dan mencium bibir Daisy, tidak perduli dengan dokter yang masih berada di sana, hingga dokter pamit dan diantar oleh asisten rumah tangga nya.


memang keterlaluan Rayendra itu jika sedang bahagia dia lupa dengan tamu undangan nya.


"Bang pusing"ucap Daisy.


"Tahan sebentar sayang aku bantu ganti baju dulu ok"ucap nya sambil memasang kan dress selutut milik Daisy saat itu juga.


Rayendra juga merapihkan penampilan istri nya, dengan membantu merapihkan rambutnya lalu memakai kan bando di kepala Daisy berwarna pink yang semakin memperlihatkan wajah cantik yang terlihat pucat itu.


pake sweater ya biar gak kedinginan nanti"ucap Rayendra sambil memakaikan nya setelah selesai Rayendra langsung menggendong tubuh istri nya itu hingga tiba di mobil dan mendudukkan nya di jok depan samping kemudi.


setelah memasang sabuk pengaman akhirnya mereka berdua pun pergi, menuju rumah sakit.


ada hal yang mengejutkan setibanya di depan ruangan dokter spesialis kandungan, seorang wanita yang tengah hamil Lima bulan itu berpapasan dengan mereka berdua, Rayendra yang kini mematung membuat Daisy melepaskan genggaman tangan Rayendra.


"Mas Rayendra, bukan nya mas masih berada di desa, dan ini kenapa?... Daisy juga ada disini kalian mau memeriksa kandungan, Daisy bisa jelaskan ini apa?..."ucap Airin, yang kini menatap tajam kearah nya.


"Sayang aku bisa jelaskan,aku"


"Aku kesini mau cek kesuburan bukan cek kehamilan karena sebentar lagi aku akan menikah"ucap Daisy, berbohong.


"Sayang"ucap Rayendra lirih.


"Aku permisi dulu seperti nya kalian baru bertemu"ucap Daisy yang langsung pergi begitu saja, beruntung saat bertemu Airin dia tidak sedang bergandengan tangan.


Rayendra benar-benar dilema tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, saat ini dia hanya melihat punggung wanita yang dicintainya itu perlahan sudah tidak terlihat saking banyaknya pengunjung rumah sakit tersebut.


🌹💖💖💖🌹


Makam pun tiba, Daisy masih berada di sebuah cafe, dia tidak beranjak sedikit pun dari tempat itu, tempat dimana dulu dia sering bertemu dengan sahabat nya, dan itu dekat dengan pantai.


"Daisy"ucap seorang pria yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak pernah dia temui pria itu tidak lain adalah sugar Daddy sahabat nya.


"Mas"ucap Daisy.


"Dimana Maya"ucap pria itu langsung.


"Sudah lama aku tidak bertemu dengan nya"ucap Daisy jujur.


"Dia menghianati ku, setelah dia mengandung anak kami dia pergi begitu saja"ucap nya lagi.


"Sudah hampir sepuluh tahun kami tidak pernah bertemu lagi"ucap Daisy.


"Ya kamu mungkin benar karena dia pergi sudah tiga tahun lalu"ucap.


"Kenapa?... dia bisa pergi"ucap Daisy.


"Dia tidak ingin memberikan anak itu pada ku"ucap nya.


"Kau pikir ibu mana yang akan rela memberikan anak nya begitu saja apalagi setelah itu ibunya kamu buang!"teriak Daisy, hingga membuat orang-orang yang ada di sana menatap pada mereka, Daisy, langsung terdiam seketika.


Tapi aku tidak akan membiarkan dia hidup susah aku akan membiayai kebutuhan hidup nya, sampai kapan pun"ucap pria itu lagi.


"laki-laki memang egois, sudah tau memiliki istri masih saja mencari wanita lain, sekarang sebaiknya kamu pergi dari sini"ucap Daisy yang kini berdiri lagi-lagi orang lain menoleh ke arah nya.


pria itu meminta maaf, dan menjelaskan bahwa mereka hanya teman dan kini tengah mengobrol.

__ADS_1


setelah beberapa lama akhirnya Daisy memutuskan untuk pergi menuju sebuah penginapan setelah membeli beberapa pakaian untuk ganti dan berbagai jenis makanan untuk dirinya di penginapan nanti.


deburan ombak yang dengar dari dalam kamar dan semilir angin pantai, membuat Daisy, melamun saat ini menerawang jauh.


andaikan saja kedua orang tua nya masih ada mungkin saat ini Daisy, masih bekerja untuk menghidupi keluarga nya.


dan andaikan saja kedua orang tua nya masih ada mungkin kehidupan nya tidak akan sevelik ini.


Daisy pun menitikkan air mata, dia terus mengalir deras.


"Aku harus apa?..."ucap nya lirih.


hingga akhirnya ia tertidur pulas di atas ranjang kamar penginapan yang ia sewa tersebut, Daisy tidak sadar bahwa saat ini Rayendra berada di sebelah nya tepatnya pria itu berhasil melacak keberadaan nya lewat cincin yang Daisy gunakan cincin pernikahan itu sudah dipersiapkan beberapa tahun lalu.untuk mengantisipasi hal itu.


"Kamu tidak akan pernah bisa pergi lagi sayang"ucap Rayendra.


Rayendra langsung memeluk dan mengecup bibir indah itu.


Daisy langsung membuka mata saat itu juga karena pergerakan Rayendra.


"Abang aku tidak ingin menjadi wanita kejam menyingkir lah dari hidup ku, kamu sudah punya dia"ucap Daisy datar.


"Sayang kamu itu bicara apa?... heuuhh"ucap Rayendra emosi.


"Aku sudah mewujudkan impian mu, untuk bisa menikah dengan ku, sekarang tolong penuhi permintaan ku, ceraikan aku jika Abang tidak bisa mengakui ku dihadapan dia"ucap Daisy.


"Tidak sampai kapan pun tidak akan pernah ada kata itu"ucap Rayendra.


"Mau sampai kapan Abang bersikap egois,aku ini manusia bang bukan boneka yang bisa kamu atur sesukamu"ucap Daisy tegas.


"Yang bilang kamu boneka, siapa?...aku tidak pernah bilang seperti itu,aku hanya butuh waktu sampai dia melahirkan aku akan menceraikan nya"ucap Rayendra lebih tegas dari Daisy.


"Kamu egois tuan Rayendra, tidak kah kau berpikir bagaimana perasaan istri dan anak mu nanti"ucap Daisy kesal.


"Sayang kamu juga istri ku dan di rahimmu tumbuh putra ku, putra yang benar-benar benihku"ucap Rayendra.


"Apa?... maksud mu heuhhhhh, jangan karena kamu tak ingin mengakui darah daging mu kamu seenaknya saja bilang bahwa dia adalah anak orang lain"ucap Daisy .


"Kamu sudah tau jawabannya,aku tidak pernah berhubungan badan tanpa menggunakan kontrasepsi lagi pula aku melepaskan itu saat kita akan menikah,jadi kamu bisa hitung sendiri jika pun dia hamil anakku sudah berapa?... bulan"ujar Rayendra.


"Sudah lah, pokonya aku ingin pergi dari hidup mu"ucap Rayendra.


"Pergi saja jika kamu bisa pergi"tantang Rayendra.


"Kita lihat aja"ujar Daisy, yang hendak pergi tapi Rayendra menarik nya kedalam selimut pria itu tidak melepaskan Daisy sedetik saja.


"Abang aku tidak bisa bernafas Abang... kamu cekik saja aku sekalian agar aku tidak bernafas lagi"ucap Daisy.


tapi Rayendra malah menggigit bibir bawah Daisy, karena sangat kesal dengan ucapan Daisy.


Daisy membalas Rayendra bahkan bibir Rayendra pun sedikit berdarah tapi tidak membuat laki-laki itu marah sedikit pun malah dia mencium bibir Daisy dengan sedikit kasar karena nafsu nya sudah terpancing sejak tadi.


Rayendra langsung membalikkan badan Daisy, menjadi berada di bawah nya, pria itu tidak lagi memberikan Daisy kesempatan untuk melepaskan diri dan akhirnya mereka pun bercinta hingga pukul tiga pagi baru usai dan langsung tertidur.


tepat pukul sebelas siang mereka baru bangun dan membersihkan diri, setelah itu bersiap untuk makan siang bersama mau tidak mau Daisy, harus berusaha bertahan di samping pria yang tidak pernah pergi dari hidup nya.


karena kemanapun Daisy, pergi selalu kembali dipertemukan dengan pria itu, mungkin ini sudah takdir hidupnya dia sudah ratusan kali menolak pinangan dari nya tapi Rayendra tidak pernah bisa melepaskan Daisy bahkan pria itu yang selalu menjaga agar tidak melakukan hal buruk sebelum pernikahan nyatanya itu adalah jalan terakhir yang ia ambil.


mungkin kah ini takdir hidup Daisy saat ini bahkan dia tidak lagi bisa pergi karena janin yang ada dalam kandungan nya.


Daisy memang tidak pernah memeriksa kehamilan nya ke dokter tapi wanita itu sudah mengecek nya lewat alat tes kehamilan.


"Mau makan apa?...hari ini sayang kita cari sampai dapat"ucap Rayendra.


"Tidak ada hanya ingin makan nasi dan setelah itu aku mau coklat panas"ucap Daisy sambil mengambil paper bag berukuran besar itu.


"Masih mau menginap di sini juga"ucap Daisy.


"Boleh jika perlu kita beli villa itu"ucap Rayendra yang menunjuk sebuah villa mewah yang terlihat dari depan balkon kamar tersebut.

__ADS_1


"Jangan ngaco deh Abang,itu punya orang asing dan tidak akan pernah di jual aku tau tempat itu sembilan tahun yang lalu"ucap Daisy.


"Heumm... kamu kesini dengan siapa?... honey, jangan bilang dengan pria yang kamu temui di cafe itu"ucap Rayendra yang membuat Daisy membulatkan matanya tak percaya ternyata Rayendra memata-matai dirinya.


__ADS_2