
Satu minggu telah berlalu kini Natalie dan juga Haidar sudah mempersiapkan upacara pernikahannya. yang akan diselenggarakan di hotel milik Rayan
Pernikahannya hanya akan dihadiri oleh kerabat dan keluarga dekat.hanya akan ada acara ijab kabul saja setelah itu mereka akan makan-makan bersama dengan keluarga besarnya.
Natali kini tengah berada di sebuah ruangan di mana MUA tengah dengan bekerja untuk merias wajahnya Natali yang memang sudah cantik menjadi lebih cantik lagi.
Dengan, balutan kebaya modern yang ia buat sendiri begitu juga dengan jas yang akan digunakan oleh header saat ini.
Sementara itu di ruangan sebelah di mana Haidar berada. kini dia tengah menatap cermin di tengah kegundahan hatinya karena semalam almarhum Novita datang dalam mimpi.
Dia terlihat sangat sedih dan tak lagi tersenyum seperti dulu, bahkan dia mengatakan menitipkan Agista untuk yang terakhir kalinya pada Haidar.
Mungkin mimp itu berawal dari kegelisahan hati Haidar. yang memikirkan tentang dirinya yang akan kembali merajut kasih dengan wanita lain selain almarhum istrinya itu.
Sampai tepukan di bahu menyadarkan pria itu dia adalah Agam bersama dengan Agista dalam gendongannya.
"Tenanglah semua akan baik-baik saja. aku tahu ini berat untukmu tapi ini adalah pilihan kalian jadi jalanilah apa yang sudah ada di depan mata. Jangan kembali melihat ke belakang karena tidak semua kehidupan akan selalu sama contohnya aku dengan Sherina saat ini. berbeda dengan saat aku bersama dengan Novita mantan istri kita dulu sebaiknya kita berdoa untuk kebaikannya di sana karena biar bagaimanapun dia adalah wanita yang pernah hadir di dalam hidup kita sebelum kita menapaki masa depan."ujar Agam lirih
Haidar pun tersenyum, bukan tanpa alasan Agam berkata seperti itu karena dia pernah merasakan hal yang sama, saat akan menikah dengan Sherina meskipun saat itu almarhum Novita masih hidup dan dia sangat mendukung pernikahan itu.
Disisi lain hatinya masih ada rasa yang berbeda bukan karena masih sangat mencintai tapi karena dia menghargai wanita yang pernah hadir di dalam hidupnya itu.
Meskipun, kehidupan rumah tangga tak seindah bayangannya dulu tapi Novita bagi Agam adalah cinta pertama yang mungkin tidak akan pernah terlupakan.
Namun, dia tetap harus menapaki masa depan bersama dengan Sherina. begitu pula Haidar saat ini mungkin selama ini Dia terlihat tegar dan selalu tersenyum di depan Natali dan selalu berusaha untuk merajut kehidupan baru
Namun, masa lalu tetap akan hadir di saat kita benar-benar ingin menginjakkan kaki dengan masa depan kita.
Agam, memberikan Agista untuk digendong oleh Haider agar pria itu bisa lebih tenang setelah hampir 30 menit mereka bersama akhirnya Agam pun mengiringi langkah Haidar. yang akan memasuki ruang di mana kehidupan barunya akan dimulai.
Kehidupan mereka berdua saat ini
Natali pun sudah siap dengan sangat sempurna dengan kebaya termegah yang ia buat dan juga ada Leon di sampingnya yang mengiringi langkah Natali.
Sambil membawakan gaun pengantin atau kebaya modern yang menjuntai bagaikan gaun pengantin tersebut. karena di bagian belakang kebaya itu seperti gaun yang memiliki ekor .
Sampai saat tiba di depan semua orang yang termasuk keluarga dan kerabatnya Natali disambut oleh Daisy dan juga Anya.
Mereka membawa wanita cantik itu duduk di samping Agam dan juga Haidar yang sedari tadi sudah menunggunya. tetapan Haidar begitu dalam. saatnya tidak mau jauh dari Natali saat ini.
Sampai saat ijab kabul itu diucapkan oleh Haidar dalam satu tarikan nafas dengan wali nikah merupakan wali hakim karena kedua orang tua natalis sudah tidak ada. dan juga Natalia tidak punya keluarga laki-laki yang bisa dijadikan untuk wali pernikahan jadilah dia dinikahkan oleh petugas KUA itu sendiri.
Sampai kata sah itu keluar dari seluruh tamu undangan air matanya Natali langsung mengusap air mata yang sedari tadi berjatuhan. karena ketidak hadiran kedua orang tuanya di sisinya saat ini.
ketika dia akan menempuh hidup baru bersama dengan pria kedua dalam hidupnya.
Natali semakin dibuat menangis saat Agam dan Anya mengelus punggung Natali untuk menguatkannya.
Natali, mencium punggung tangan Haidar, setelah pria itu menyematkan cincin pernikahan di jarinya.
Begitu juga Haidar yang kini mencium kening istrinya dengan penuh penghayatan sambil membacakan seuntai do'a kebaikan setelah itu mereka pun menandatangani berkas pernikahan tersebut.
Acara selesai dengan sangat khidmat. kini mereka tengah menikmati jamuan makan malam dan ternyata Rayan menjamu karyawan dari lima perusahaan saat ini meskipun mereka tidak hadir di sana tapi di masing-masing kantor kini tengah mengadakan perayaan pernikahan Natali.
Haidar benar-benar merasa memiliki keluarga disaat dia dan Natali hidup sebatang kara meskipun mereka berdua hidup berkecukupan dan bahkan bisa dibilang bergelimang harta, namun mereka kesepian tanpa pendampingan dari keluarga.
Haidar langsung pergi memboyong Natali ke rumah yang ia beli secara diam-diam sebagai kejutan.
"Selamat datang di rumah kita sayangku."ujar Haidar.
Leon dan Agista langsung berlari menuju kedalam rumah mereka yang baru. kini Agista sangat suka.
"Jangan bengong Yank, lihat mereka sudah masuk dan terlihat sangat suka dengan rumah baru mereka."ujar Haidar melihat Natali yang terdiam menatap rumah besar yang baru selesai di renovasi tersebut.
__ADS_1
Bukan Natali tidak suka dengan apa? yang ada di hadapannya, tapi rumah itu pernah ada di dalam hidup Daddynya.
Rumah dimana almarhum Daisy tempati bersama dengan Gibran dulu bersama dengan kedua anak yang Gibran kira adalah anak wanita yang menjadi cinta pertama Gibran. tapi ternyata itu adalah anak hasil selingkuhan istri pertama Gibran.
Gibran bahkan mengabaikan istri sahnya yang lain yaitu Daisy, meskipun mereka dekat tapi mereka tidak pernah berhubungan intim layaknya pasangan suami istri.
Gibran masih sangat mencintai istri pertamanya hingga Daisy pun pergi dari hubungan yang tidak pernah memberikan kejelasan itu.
Dia meminta cerai pada Gibran tapi sayang Gibran tidak pernah mau menceraikan Daisy. sampai satu saat karena Gibran kembali dijodohkan oleh nenek dari Natali akhirnya dengan berat hati pria itu melepaskan Daisy.
Cerita mereka begitu panjang dan sangat rumit, hingga saat ini hanya mereka yang lebih tau tentang kisah cinta mereka.
"Darimana mas beli rumah ini."ucap Natali.
"Dari seseorang teman."ujar Haidar.
"Ada apa? sayang,,, apa? kamu tidak suka dengan rumah yang sudah berusia hampir lima puluh tahun lebih, namun hingga saat ini masih sangat kokoh dan aku merenovasi rumah ini agar tetap terlihat baru, namun keseluruhan masih sama seperti yang dulu."ujar Haidar.
..................................
"Ini adalah rumah pertama daddy, saat pertama kali menikah dengan istri pertamanya dan juga Mommy Dy."ujar Natali yang membuat Haidar tiba-tiba mematung di tempatnya.
Haidar,,, benar-benar tidak percaya dengan kenyataan yang ada saat ini.
"Yank, mungkin rumah ini mirip."ujar Haidar.
"Aku pernah datang ke sini bersama dengan Daddy saat masih kecil. dan aku ingat semua ini."ujar Natali yang masuk kedalam.
Saat ini bukan Haidar yang menunjukkan setiap ruangan, namun Natali lah yang menunjukkan itu semua pada Haidar untuk membuktikan jika Natali tidak pernah melupakan semua itu.
"Yank,,, kamu benar aku juga menemukan ruangan bawah tanah yang menyimpan semua foto-foto dan lukisan yang mirip kak Dy."ujar Haidar.
Daddy yang menyimpan semua itu.
"Baiklah sayang tapi kamu harus lihat dulu dimana kamar utama kita."ujar Haidar.
"Anak-anak anteng main di ruang keluarga."ujar Natali.
"Mereka ada yang menjaga."ujar Haidar.
Natali pun berjalan menuju kamar utama dimana kamar Daisy dan Gibran dulu.
"Semuanya masih sama yang membedakan adalah semua isi dan letak barang ini apa? semua ini kamu yang atur mas."Tanya Natali.
"Heumm,,, tentu saja Sayang lalu siapa lagi."ujar pria itu.
Haidar merangkul pinggang Natali dan mendaratkan kecupan di bibir manis Natali.
"Aku sungguh tidak tau dengan semua masalalu Daddy, tapi aku harap rumah yang aku beli dengan niat untuk membangun rumah tangga yang bahagia. semoga semua bisa terkabul."kata Haidar.
"Amiinn mudah-mudahan mas."ujar Natali.
"Sayang kamu bisa melihat-lihat dulu jika ada yang kurang sayang ku bisa melengkapi nya. dan ini sekarang sayang bisa gunakan ini untuk apapun, karena mulai saat ini sayang yang akan mengatur keuangan."ujar Haidar.
Natali berurai air mata, bukan karena yang Haidar berikan kurang . tapi Natali benar-benar terharu karena merasa sangat dicintai dan dihargai sebagai seorang istri saat ini.
Natali begitu beruntung setelah trauma karena pernikahan yang toxsit itu bahkan tidak pernah memberikan apapun kecuali Leon dan rasa sakit yang pria itu torehkan.
"Sayang kenapa? kamu malah menangis heumm,,, apa? aku salah karena terlalu banyak kekurangan dibandingkan kelebihan maafkan aku yang hanya bisa bisa memberikan mu ini."ujar Haidar.
Natali menggeleng , wanita itu langsung memeluk Haidar tidak hanya itu ia pun berulang kali berucap terimakasih banyak atas semua yang pria itu berikan.
"Justru aku sangat berterimakasih atas semua yang telah mas berikan, aku sangat menghargai sekecil apapun pemberian mas padaku. tapi bukan berarti ini kecil mas ini sudah jauh lebih dari cukup dan mulai besok aku akan berbelanja sepuasnya."ujar Natali sambil terkekeh.
__ADS_1
"Lakukan apapun itu sayang,,, asalkan kamu bahagia aku akan lebih bekerja keras lagi untuk bisa membahagiakan dirimu."ujar Haidar.
"Terimakasih Yank aku sangat mencintaimu."ujar wanita itu.
"Mommy."ujar keduanya saat ini.
"Owh kalian disini sayang ayo masuk Agis Leon mulai saat ini kita akan tinggal di rumah ini untuk selamanya."ujar Natali.
"Hore,,, Agista suka rumah ini,,, ehh tapi tidak Agista tidak bisa tinggal di sini."ujar Agis.
"Kenapa? sayang."tanya Natali.
"Agis,,, sayang adik twins Agis tidak mungkin meninggalkan mereka, mungkin Agis hanya akan menginap sesekali."ujar gadis kecil itu.
"Heumm,,, baik'lah Daddy dan Mommy maklum kok,, Agis tetap memiliki tempat di rumah ini atau dimana pun kami berada."ujar Haidar.
"Agis sayang Daddy Mommy dan juga kak Leon."ujar Agista yang langsung menghambur memeluk mereka secara bergantian satu persatu.
"Untuk malam ini saja ya,,, Agis menginap."ujar Haidar.
"Baiklah Daddy."ujar gadis kecil itu.
Agista dan Leon kini sudah berada di dalam kamar mereka masingmasing.
Begitu juga dengan Haidar dan Natali baru kembali dari kamar kedua anaknya setelah memastikan mereka tertidur dengan nyenyak.
Kini keduanya sudah selesai membersihkan diri setelah seharian mereka beraktivitas Haidar dan Natali yang sudah berada di atas ranjang .
Mungkin orang lain akan mengira jika mereka akan melakukan ritual malam pertama, namun tidak bagi mereka.
Saat ini keduanya hanya berbaring tanpa melakukan apapun. mereka merasa sangat lelah karena telah beraktivitas selama seharian.
Natali dan Haidar kini terlihat sedikit canggung keduanya bahkan seolah bingung harus ngapain setelah mereka berada di atas ranjang.
Dan, pada akhirnya Haidar menepuk tempat di sampingnya untuk Natali berbaring bersama setelah keduanya berbaring mereka pun tidur saling berpelukan hingga pagi menjelang keduanya begitu nyenyak tidur di atas ranjang barunya itu.
Haidar bangun lebih awal untuk membersihkan diri karena hari ini ada jadwal meeting . dia juga akan sibuk dengan semua urusan pekerjaannya yang sudah tertunda selama beberapa hari ini.
Pria itu menyiapkan semua sendiri karena tidak ingin membangunkan istrinya yang terlihat sangat lelap dalam tidurnya. meskipun ini sudah pukul 04.00 pagi.
Rencananya Haidar akan berangkat ke kantor lebih pagi setelah membuat sarapan untuk keluarga kecilnya itu, dan kini dia sudah bersiap turun ke bawah dalam keadaan masih menggunakan bathrobe.
Haidar mulai menyiapkan bahan-bahan utama untuk dieksekusi hari ini rencananya akan membuat sarapan pagi dan sedikit lebih istimewa karena ini hari sarapan pagi pertama bagi mereka.
Sampai pukul 06.00 pagi semua itu sudah terhidang di atas meja makan. Haidar kembali ke kamarnya dan melihat istrinya sudah terbangun.
"Kamu sudah bangun sayang,,, bersiaplah kita akan sarapan pagi bersama, aku sudah membuat sarapan pagi untuk kita semua. aku akan membangunkan anak-anak."ujar Haidar sambil mengecup bibir istrinya itu.
Haidar yang kini masih belum bersiap dengan pakaiannya sendiri, yang akan dia gunakan untuk pergi bekerja. meskipun sudah ia siapkan di atas tempat tidur.
Natali yang melihat itu merasa sangat bersalah karena dia sendiri tidak pernah bisa memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri.
Karena, tidak pernah belajar memasak,,, meskipun dia bisa melayani hal yang lainnya yaitu menyiapkan baju dan semua kebutuhan suaminya.
Hanya saja dia tidak bisa memasak sendiri maklum saja selama ini pekerjaannya begitu menguras waktu. sehingga dia tidak bisa turun ke dapur untuk sekedar membuat sarapan pagi yang ringan.
Bahkan saat membuat teh hijau pun dia begitu terlihat sangat kaku dan tidak mengerti semua hal tentang perbumbuan .
Natali segera bangkit dari ranjang dia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena hari ini dia juga akan masuk kantor.
Natali juga memiliki pekerjaan yang sama-sama terbengkalai.
"Kita akan mencari koki untuk memasak di rumah."ujar Natali.
__ADS_1
Agi