Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Menguras tabungan#


__ADS_3

David hendak meninggalkan Raya namun Jessica mencegah nya.


"David tunggu tolong antar aku kembali ke hotel."ujar gadis itu.


"Kau datang sendiri dan kau juga bisa pergi sendiri karena aku sudah sangat lelah atau kamu bisa tidur di sini karena masih banyak kamar yang kosong."ujar David.


"Baiklah pergilah."ujar gadis itu.


Jessica pun pergi meninggalkan David yang juga hendak berbalik dan melangkah pergi namun saat akan pergi lagi.


"Aku tidur di sini besok kita bicara tentang semua."ucap Jessica.


"Tentu."ujar David langsung pergi.


Sementara Raya kini tengah menangis sesenggukan dia tidak tahu apa? yang akan terjadi jika Daddynya tahu bahwa dirinya telah melempar semua kesalahannya pada Agis.


Sementara itu Agista kini tengah berada di sebuah hotel, dia tengah terlelap tidur setelah bertemu dengan klien yang selama ini bekerja sama dengan nya.


Lebih tepatnya Agista membeli bahan baku pembuatan dress dan lainnya.


Orang itu adalah seorang pria muda pengusaha sukses yang selalu menyediakan bahan baku yang dibutuhkan oleh Agista.


Mereka sepakat besok akan memilih dan mengirim barang sesuai yang Agis butuhkan.


Gadis itu bahkan akan langsung datang ke tempat pembuatan kain yaitu pabrik tekstil milik pria itu.


Sampai keesokan harinya setelah bangun lebih awal Agista langsung mandi dan sarapan masih di hotel yang sama tempat dia menginap.


Setelah dirasa sudah cukup siap dia langsung menghubungi pria yang kemarin malam bertemu dengan nya.


Agis pergi ke sebuah alamat tempat mereka membuat janji.


Sesampainya di sana dia melihat seseorang yang tengah menunggu dirinya ditengah keramaian para karyawan berlalu lalang.


Tidak hanya itu di juga didampingi oleh kedua asisten pribadi nya.


Kedua wanita cantik itu selalu mengikuti kemanapun ia pergi.


"Selamat datang di pabrik kami Nona Agista, semoga Anda suka dengan semua yang kamu buat."ujar pria itu.


"Heumm,,, terimakasih."ujar Agista yang kini terlihat tengah melihat ke sekeliling.


"Ayo silahkan kita akan memulai keliling pabrik nya, tapi jangan lupa masker dan juga kacamata dan ini sarung tangan agar anda tetap terjaga."ujar pria itu sambil tersenyum diapun melakukan hal yang sama.


Sampai saat mereka berkeliling Agista selalu berjalan di samping pria itu sambil terus melihatnya proses pembuatan kain.


Hingga saat selesai berkeliling tidak terasa sudah masuk jam makan siang dan Agista memutuskan untuk makan siang di restaurant pinggir jalan tersebut.


Agis pun makan bersama dengan pria itu.


Sementara itu di sebuah perusahaan, pria tampan yang menjabat sebagai CEO tersebut kini tengah menunggu laporan dari orang kepercayaannya.


Sampai saat seseorang mengirimkan foto-foto yang menunjukkan bahwa gadis itu tengah berada di hotel dan juga sebuah restaurant dan saat masuk pabrik berdua.


David langsung mengepalkan tangannya saat itu juga dia tidak bisa terima apa yang dia lihat itu sudah sangat keterlaluan baginya.


David langsung menelpon seseorang untuk terus membuntuti Agista.


Sementara gadis itu kini tengah memilih jenis kain yang dia butuhkan.


Sampai semua sudah dipersiapkan akhirnya para pegawai pun memasukkan semua itu kedalam mobil box yang biasa mereka gunakan untuk mengirim barang sesuai pesanan tersebut.


Sementara Agista pun pamit dia pun mendatangi glosir manik-manik untuk mengisi dress gaun atau sepatu yang ia rancang atau ada juga tas dan dompet.


Semua ada pengrajinnya sendiri-sendiri Agista pun tanpa sengaja sudah membantu mereka untuk meningkatkan ekonomi nya.

__ADS_1


Setelah puas memilih dan memilah sendiri dibantu oleh pemilik toko tersebut Agista pun langsung membayar semua itu hingga akhirnya pemilik toko tersebut langsung turun tangan untuk membantu Agista memasukkan barang-barang itu kedalam mobil pribadinya.


Agis melanjutkan perjalanan menuju tempat dimana pengrajin sepatu atau sandal itu berada dia memesan sandal dan sepatu seperti yang ia gambar sendiri dan mereka cukup menyediakan itu selebihnya sandal dan sepatu kulit tersebut.


Agis bahkan menjelaskan detail produk yang dia inginkan.


Iya pun kembali pergi menuju sebuah distro dia pun berbelanja oleh-oleh disana untuk para pegawainya.


Termasuk untuk Weni sahabat nya yang kini menjadi asisten pribadi nya di butik itu.


Setelah puas berbelanja dia pun jalan jalan kulineran jajanan pinggir jalan beraneka ragam dia hanya icip-icip makanan tersebut meskipun dia harus membayar banyak untuk itu tapi itu sudah menjadi pelampiasan dari rasa sakit yang ia dapatkan selama ini toh itu juga adalah uang hasil kerja kerasnya.


Sampai saat ia kembali ke hotel setelah perut kenyang.


Gadis itu pun memutuskan untuk bersih-bersih Setelah beraktivitas seharian ini .


Tidak butuh waktu lama Agista sudah kembali dari dalam kamar mandi hotel tersebut setelah menggunakan pakaian dia pun langsung melempar tubuhnya sendiri keatas ranjang tersebut.


"Ah,,, lelahnya."ujar Agista sambil tersenyum kecil.


Agista pun terlelap di tengah rasa lelahnya.


Sampai saat pagi menjelma Agis seperti biasanya mandi dan berganti pakaian karena saat ini masih ada tempat yang harus ia kunjungi untuk membeli sesuatu yang dia inginkan ada di butiknya yaitu pajangan estetik yang pernah ia lihat di sosial media.


Dan pengrajinnya memang ada di sana.


Agis berangkat lebih pagi dari hotel menuju tempat tersebut, karena saat ini adalah weekend jadi jalanan akan macet.


Setelah satu jam mengemudi akhirnya Agis tiba di rumah seseorang yang merupakan seorang pengrajin barang-barang pajangan estetika yang iya cari.


Seorang pria tua dan istrinya dibantu oleh sang istri kini tengah membuat hiasan dinding yang unik yang bahkan belum pernah ada yang menjualnya.


Agis langsung memesan itu, dan Agis juga membeli barang lainnya hari ini dia menghabiskan puluhan juta rupiah untuk membeli semua itu karena rencananya dia akan membuka Cafe yang tidak jauh dari tempat Agis tinggal.


Barang itu akan dibagi dua untuk pemanis butik yang ada di sana.


Agis pergi ke sebuah Cafe yang benar-benar membuat suasana hatinya larut dalam keanekaragaman pemandangan yang ada di sana.


Wanita itu ingin sekali membawa pasangannya kelak ke sana namun siapa? yang akan menerima dia dengan statusnya sebagai anak haram.


Lagi-lagi Agis hanya bisa menelan kepahitan, dia tidak pernah menyesal terlahir dari Novita. namun yang ia sesali adalah takdir hidupnya saat ini sebagai seorang yatim Piatu.


Andaikan saja Novita masih hidup mungkin saat ini dia masih memiliki sumber kekuatan.


Agis melamun sampai saat seseorang berdiri di hadapan.


"Apa? harimu menyenangkan setelah membuat huru hara di keluarga besar kita."suara maskulin itu terdengar jelas.


...............................


Agis menatap pada seseorang yang sangat ia kenali.


"Untuk apa? kamu menemui ku jauh-jauh hanya ingin bilang seperti itu."ujar Agis.


"Aku bilang apa? kau sudah merasa menjadi seorang yang paling berharga setelah semua orang membela mu."ujar Richie.


Dia adalah anak bungsu dari pasangan Anya dan juga Ricky.


"Kau satu-satunya orang yang tidak pernah peduli dengan apapun bukan? tapi kenapa? sekarang kamu juga datang mencari ku jauh-jauh hanya untuk hal ini."ujar Agista.


"Karena dirimu sekarang kakak ku dihukum oleh Mommy bahkan seluruh fasilitas yang ia miliki Mommy cabut."ujar pria tampan itu.


"Aku tidak melakukan apa-apa terhadap kalian semua bahkan aku tak pernah membalas kejahatan kalian terhadap ku, dan aku tidak pernah meminta nyonya Anya atau siapapun untuk membelaku jadi kamu pikir sendiri saja."ujar Agis.


"Cukup Agis seharusnya kamu mikir sebelum kamu pergi dari rumah uncle Agam. seharusnya kamu berfikir konsekuensi apa? yang akan terjadi setelah kamu pergi. kau bahkan seolah seperti korban dari perbuatan kami yang hanya memberitahu tentang kenyataan bahwa."

__ADS_1


"Aku anak haram iya!."teriak Agis.


"Kau pikir aku akan diam saja setelah tau semua kenyataan ini,,, aku juga punya otak untuk berpikir aku punya hati untuk mencerna dari semua rasa sakit yang kalian berikan apa? kau pikir aku akan tetap diam disaat seluruh keluarga yang selama ini merawat ku terluka."


"Karena kehadiran ku, bahkan andaikan aku tau sejak aku lahir aku mungkin akan memilih tinggal di panti asuhan. apa? sekarang kau mengerti dengan apa yang aku lakukan!."


"Dan jika kalian merasa aku yang telah menghancurkan keluarga kalian harusnya kalianlah yang berfikir semua ini tidak akan pernah terjadi jika saja kalian punya hati,,,."


"Aku tidak pernah ingin terlahir seperti ini, aku juga tidak ingin menyakiti Daddy Agam hanya karena kelahiran ku! tapi ini adalah takdir hidupku kalian tidak berhak menghinaku jika kalian ingin protes protes saja pada tahun yang telah menciptakan aku."ujar Agis sambil menatap lekat dengan air mata yang dia tahan.


Pertengkaran itu disaksikan oleh orang yang ada di sana, hingga Agista pergi dengan membawa rasa sakit yang kini dia rasakan namun saat turun ke bawah dia melihat pria yang dua hari yang lalu ia hindari.


Agista pun pergi meninggalkan pria itu saat pria itu hendak meraih pergelangan tangannya namun Agis keburu masuk kedalam mobilnya.


Entah darimana mereka tahu bahwa Agista tengah berada di sana.


"Agis please buka pintu nya."ujar David yang kini terlihat menatap sendu padanya.


Namun Agis langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan melaju kencang dia tidak peduli lagi dengan semua orang yang ada di dalam hidupnya dia tidak peduli jika saat ini dia mengalami kecelakaan bahkan jika dia harus mati Agis tidak akan protes pada pemilik kehidupan.


Namun entah mengapa seolah tuhan tengah berbaik hati kepadanya jalanan yang tadinya macet kini hanya ada beberapa kendaraan yang melintas. hingga Agis bisa pergi dengan cepat menuju hotel tempat ia menginap.


Agista bahkan langsung bergegas menuju kamar nya, dan membereskan barang-barang dengan terburu-buru dia ingin segera kembali saat itu juga.


Setelah selesai memasukkan barang-barangnya dengan sangat terburu-buru akhirnya dia pun langsung bergegas pergi menuju ke lobby hotel dan memberikan kunci kamar nya dia tidak peduli ada beberapa hari lagi yang akan ia lewatkan saat ini dan dia pun langsung pergi begitu saja menuju parkiran mobil.


Disana dia memasukkan barang-barang nya dibantu oleh pelayan hotel.


Sampai semua barang-barang masuk kedalam mobil akhirnya Agista langsung tancap gas tepat saat David datang.


pria itu pun langsung buru-buru meminta sopir mengambil barang-barang nya yang belum sempat ia buka di dalam kamar tersebut dan akhirnya dia pun pergi menyusul Agista bersama dengan sopir yang sedari tadi membawa mobilnya.


Selama di perjalanan Agis bahkan menyalakan musik yang membuat suasana hatinya lebih plong, bahkan dia juga mendengarkan sebuah audio stand up komedi meskipun dia hanya bisa tersenyum kecut saat ada hal lucu yang ia dengar.


Mengemudi jarak jauh membuat dia kelelahan hingga dia berhenti berkali-kali di ress area yang bahkan tidak disangka oleh David gadis itu bahkan kini berada jauh di belakang mobil David.


Agis sengaja menghindari pria itu, saat ini.


Agista tiba di rumahnya tepat pukul delapan malam, gadis itu langsung dibantu asisten rumah nya untuk menurunkan barang-barang yang hampir memenuhi mobil tersebut.


Sementara untuk kain dan juga barang estetik sudah tiba sejak siang tadi.


Agis melihat satu persatu daftar belanjaan yang kini memenuhi sebuah ruangan.


Gadis itu sampai kelelahan dan karena telah melewatkan makan malam akhirnya Agista meminta asistennya untuk menyuapi dia makan sambil terus mengecek seluruh belanjaan yang totalnya mencapai 2 milyar itu.


Karena tidak hanya dibandung tapi juga dia memesan beberapa sofa dan meja estetik untuk mengisi cafe nya nanti.


Sebagian bahkan disimpan di area rumahnya sampai saat ini mereka berdua masih berjalan-jalan Agista sendiri seolah menjadi anak kecil yang kini tengah disuapi makan oleh asisten rumah nya itu.


"Bu jam berapa ini semua datang."tanya Agis yang kini tengah melihat keseluruhan barang-barang pelengkap cafe seperti piring dan gelas juga lainnya semacam kotak tissue dan berbagai printilan lainnya.


Seolah anak kecil yang baru melihat itu semuanya dibuat kagum dengan semua barang yang mereka jumpai.


"Nona,,, pasti sudah menguras uang tabungan Nona muda."ujar bibi .


"Iya tepatnya uang peninggalan Mommy,, tapi tak apa? masih ada kok untuk biyaya hidup kita kedepannya nanti. semoga bibi tidak bosan tinggal di sini."ujar Agis.


"Tidak nona muda,,, semua ini bibi lakukan untuk membalas Budi pada tuan besar semasa hidupnya yang selalu membantu keluarga bibi tanpa pamrih."ujar wanita itu.


Bahkan wanita paruh baya itu tidak pernah takut disaat orang-orang bilang selalu melihat hantu Novita di rumah itu.


Malah si bibi ingin sekali bertemu dengan majikannya yang telah meninggal karena bunuh diri itu, karena dia sudah menganggap Novita sebagai putrinya sendiri, dia tau penderitaan Novita selama ini.


"Terimakasih bi semoga tuhan membalas kebaikan bibi."ujar Agista.

__ADS_1


"Tadi tuan muda David datang kesini dia bahkan mencari Nona muda langsung ke kamar Nona tapi karena tidak ada dia langsung pergi."ujar bibi.


__ADS_2