
Anya, sedikit lebih kurus dan lingkar mata nya, seperti orang yang sakit keras, Daisy bahkan melihat bahwa, seperti ada yang lain di dalam diri Anya.
Daisy, ingin bertanya tapi, dia sedang mencari waktu, yang tepat.
Hingga, saat kedatangan seorang wanita paruh baya yang, bahkan memaksa masuk, dan mengancam akan bunuh diri jika saja satpam tidak membuka pintu gerbang.
Tapi Daisy, la langsung menemui wanita itu, dan akhirnya, satpam membuka pintu pagar yang tinggi itu.
"Ada apa? anda datang kemari.
"Aku akan menghabisi, nyawa seluruh keluarga kalian, jika wanita yang bernama Anya, tidak kunjung, putus dengan Riki, laki-laki yang sudah di jodohkan dengan putri ku"ujar wanita paruh baya itu.
"Hi, anda berani mengancam keluarga saya, saya laporkan anda ke polisi"ucap Daisy, benar-benar marah.
"Kau tidak punya bukti, sekalipun perempuan itu mati"ucap wanita itu.
Tiba-tiba, teriakan keras terdengar dari dalam Mension, Daisy, langsung berlari menuju kedalam, sambil meminta satpam untuk mengurus wanita itu.
Betapa, kagetnya Anya, saat melihat Anya, berteriak sambil berguling kesakitan, dia benar-benar seakan kehilangan akal saat ini, bahkan matanya, sudah berbalik seperti orang yang sedang kejang.
"Anya!"teriak Daisy, hingga orang yang ada di Mension, langsung berlari ke arah suara Daisy.
"Telpon tuan, Rayan dan tuan Agam, segera!" teriak Daisy, semuanya berhamburan sebagian memegangi Anya, Daisy, membaca ayat suci,di telinga gadis dewasa itu, hingga Anya, mengamuk kepanasan seperti dugaan, wanita itu, anak nya, terkena guna-guna, Daisy langsung meminta Handpone nya diambil, dia akan menghubungi seseorang yang mampu untuk melakukan itu, dan juga membantu dirinya.
Sampai Rayan datang tidak lama, Daisy, langsung bilang.
"Mas, Anya kena guna-guna, dia harus segera ditolong"ucap Daisy.
"Bagaimana cara nya"ujar Rayan yang begitu panik saat ini.
"Aku, akan memanggil seseorang, tapi mas tolong bantu aku, bawa Anya, ke ruang belakang tidur kan dia di sana, karena terlalu berbahaya, jika berada di lantai dua atau tiga.
"Dy, ada apa? ini, sebenarnya, kamu tau adikku di guna-guna dari mana"ujar Rayan, dengan nada tinggi, seakan tak percaya di jaman modern ini masih ada yang seperti itu.
"Apa? Anya, pernah punya kekasih"ucap Daisy.
"Sepertinya tidak"ujar Rayan, yang kini terlihat sedang berpikir.
"Tapi pernah satu kali, dia terlihat dekat dengan Riki, teman kalian di kampung"kata Rayan.
"Itu, ternyata benar, itu yang membuat Anya, terlihat tidak baik-baik saja"ucap Daisy.
"Dy, jangan mengada-ada, Anya sehat ko"ucap Rayan.
"Mas, tidak akan bisa melihat"ucap Daisy.
"Maksudnya"ujar Rayan.
"Anya, di guna-guna oleh orang yang menginginkan A Riki"ujar Daisy.
"Sakit mom"ujar wanita itu.
"Sakit, mom"ujar Anya.
"Sudah berapa lama kamu sakit seperti ini sayang"ucap Daisy yang kini tengah memangku kepala Anya.
"Dua tahun mom, Dokter bilang aku terkena kanker payudara, tapi hingga saat ini, aku melakukan penelitian, tidak ada yang sama dengan gejala ini"ujar Anya.
"Karena, memang bukan itu sayang sabar ya, sebentar lagi mommy, akan bantu kamu agar sembuh seperti sedia kala"ucap Daisy.
"Anya sudah tidak kuat mom"ujar Anya.
"Jangan bilang begitu sayang, mommy tau kamu sangat kuat"ujar Daisy.
"Ahhhhhh, sakit!" teriak Anya.
"Istighfar sayang, kamu dengar dan ikuti mommy"ucap Daisy sambil menuntun nya, tapi Anya, malah semakin menjadi, dia seperti orang yang kerasukan, tubuh Anya, seakan memiliki kekuatan yang sangat besar, hingga akhirnya, semua orang terpental, Daisy, terus melantunkan ayat suci.
"Dy, jangan bacakan itu, kasihan Anya, kesakitan!"teriak Rayan, yang kini mencoba memeluk Anya.
"Mas, Anya tidak akan tertolong jika tidak segera ditolong"ucap Daisy.
Tiba-tiba David, datang dengan tatapan mata yang menyala dia membawa sebilah pisau, dan hendak menancapkan pisau tersebut ke arah Anya, tapi Daisy, dengan sigap Mariah tubuh David, hingga pisau tersebut menancap di lengan Daisy.
"Agam! tolong ambilkan tali dan kalian jangan bengong bacakan do'a cepat" ujar Daisy yang kini dibantu Rayan, memeluk putra nya dan Daisy.
"Sayang putra kita"ucap Rayan yang panik Daisy mengikat tangan dan kaki David.
__ADS_1
"Mas, jangan banyak bicara, tapi berdoa!"teriak Daisy.
"Sebenarnya siapa? kalian keluar dan hadapi aku jika kalian mampu"ucap Daisy, yang sudah tidak tahan, melihat keluarga nya tersakiti.
Daisy, meraih darah di lengan nya, lalu dia membisikkan sesuatu di atas lengan nya.
"Kalian tau darah ini akan menyiksa kalian, jika kalian tidak kunjung mau pergi"ucap Daisy, yang merentangkan kedua tangannya, sontak Anya, melotot tajam darah itu seakan belasan benda tajam yang mendekat ke arah nya, wanit, itu tidak bisa di pegang, dan lagi-lagi Anya, mengerang kesakitan, saat Daisy meluluhkan darah itu dari ujung rambut hingga ujung kaki, Anya, tiba-tiba muntah darah dan ada banyak belatung dan kelabang sontak semua orang menjerit, terutama Rayan, dan Agam.
Tiba-tiba, pintu Mension, terbuka dan Riki, datang bersama dua orang kiyai.
"Paman tolong, bantu anakku" ucap Daisy.
"Bawa segera dia kearah sana, bersama dengan anak mu juga"ucap pak kiyai.
"Baik paman"jawab Daisy, yang dibantu oleh tiga orang laki-laki yaitu Riki, Rayan dan Agam, sementara Daisy, menggendong putra nya.
Keduanya di baringkan di tengah ruangan yang sengaja dikosongkan, pak kiyai meminta orang-orang yang ada di sana menyiapkan wadah yang memiliki tutup, dan beberapa sendok garam.
"Daisy, seperti yang pernah paman ajarkan, bacakan ayat suci Al-Quran, saat keadaan seperti saat ini dan di dalam darah mu, paman, sudah memberikan sesuatu, untuk menjaga dirimu dari kekuatan santet atau guna-guna"ujar nya.
"Iya, paman."jawab Daisy, yang kini membaca ayat suci di hadapan keduanya, begitu juga Riki, semua orang kini tengah duduk bersila bersama dengan kiyai yang menempelkan tangannya di ubun-ubun Anya, dan saat itu juga keluar asap dan Anya, terus menjerit, dan terus batuk mengeluarkan darah bercampur nanah dan juga kelabang sontak semua orang menutup mulut kecuali Daisy, Riki dan juga kiyai.
Daisy, terus membaca doa sambil mengusap ubun-ubun kepala David, putra nya tiba-tiba membuka mata, dan berkata.
"Mommy, kenapa? tangan dan kaki David, diikat"ujarnya.
"Kita akan main sayang, begini David, baca doa, seperti mommy, lalu usap wajah David"ucap Daisy.
......................
Sementara itu Anya, kini, sudah memuntahkan cairan yang tak seharusnya ada di dalam tubuh nya, bersama berbagai benda tajam pecahan kaca dan juga paku, Rayan, dan Agam, yang melihat itu sampai menangis, ternyata selama ini, adiknya, begitu menderita, dan tuhan, mengembalikan Daisy, sebagai penyelamat yang tuhan kirimkan.
Setelah, semua selesai, Anya, langsung dimandikan dengan air bercampur daun sirih bersama garam yang sudah dilarutkan kedalam air tersebut, di depan pintu pagar bukan di dalam kamar mandi, meskipun ritual mandi itu, tidak sampai membuka baju hanya persyaratan menggunakan itu, untuk memberikan guna-guna dari tubuh wanita itu.
Sementara itu di kampung, seorang wanita mati mengenaskan dan juga tubuhnya dipenuhi kelabang dan juga belatung, padahal dia baru kembali dari kota.
Mereka semua tengah berkumpul di ruang keluarga, setelah, Anya, kembali dari dalam kamar yang dibantu oleh Daisy, dia duduk saling berhadapan.
Daisy, sendiri tengah diobati oleh dokter.
"Saya, ingin adik saya pulih dulu paman, dan jika Riki, memang berniat serius, dan adik saya suka, saya tunggu niat baiknya segera"ujar Rayan.
"Adik mu tidak punya penyakit apapun, meskipun saat ini dia terlihat lemah semua karena energi nya terkuras"ucap pak kiyai.
"Alhamdulillah jika, tidak ada apa-apa, semoga kedepannya kita semua dilindungi oleh Allah"ujar Daisy.
"Daisy, paman harap kamu bisa lebih meningkatkan kewaspadaan, dan isi rumah ini dengan bacaan Al Quran, sesekali adakan pengajian"ujar kiyai.
"Baiklah paman"ujar Daisy.
Obrolan pun berakhir, setelah itu kiyai dan Riki, pamit ke kamar tamu untuk beristirahat, sementara Riki, tengah menemani Anya, sambil ngobrol dengan Daisy dan Rayan.
"Teh Daisy, ini anak tth tampan sekali"ucap Riki.
"Ya tampan lah uncle, Daddy nya juga tampan"ujar David, penuh semangat tiba-tiba Rayan, langsung ter-batuk dengan jawaban David, yang cukup nyeleneh.
Sementara Agam, tertawa terbahak-bahak, melihat Riki, yang bengong saat ini.
"Jangan coba-coba bicara dengan nya, atau tentang nya karena kamu tidak akan mampu menjawab nya, atau mengimbangi nya"ujar Agam, yang kembali terkekeh.
"Mom, uncle ini siapa?"tanya David.
"Dia saudara mommy, dari desa sayang, bicara yang sopan yah"ucap Daisy yang mengelus puncak kepala nya.
"Tergantung mom" jawab David, yang kini duduk so cool itu.
"Maaf ya A, putra ku"ucap Daisy.
"Tidak apa-apa teh, justru saya suka dia lucu" ujar Riki.
"Emang nya badut, lucu"ujar David dengan dingin nya.
"Hahaha, sudah dibilangin juga"ujar Agam.
"Sudah-sudah, sayang kamu harus segera makan oke"ujar Daisy.
"Baiklah mom"ujar David.
__ADS_1
"A Riki, tadi sedang dimana, kok tau-tau sudah ada di sini"tanya Daisy.
"Aku baru tahu kejadian tentang Anya, saat kemarin wanita itu datang ke rumah, dan mengatakan, jika Anya, akan segera mati jika kami tidak segera berpisah, orang itu adalah Ida"ujar Riki.
"Ida!"teriak mereka.
"Tapi wanita yang datang kemari tadi siang bukan ibunya Ida"ujar Daisy.
"Ada yang datang"ucap Rayan, kaget.
"Iya mas, tadi dia datang mengancam jika, Anya, dan Riki, tidak putus, maka keluarga kita, tidak akan habis"ujar Daisy.
"Tidak ada bisa dibiarkan, akan aku habisi dia"ujar Rayan, marah.
"Tidak perlu mas, dia sudah mendapatkan balasannya"ucap Daisy.
"Kamu tau dari mana Yang" ujar Rayan.
"Tuhan tidak tidur mas" ujar Daisy.
"Dukun itu, adalah nenek nya Ida"ucap Riki.
"Owh ternyata"ujar Daisy.
"Anya, Sayang, apa? ingin sesuatu"ucap Daisy.
"ingin air putih saja mom, rasanya sedikit serak"ujar nya.
"Iya sayang"ucap Daisy, yang pergi mengambil air putih.
Daisy, sudah kembali dengan membawa air putih di dalam gelas, tidak hanya itu,dia juga membawa camilan kesukaan Anya, sementara putranya David, masih anteng makan malam, lebih awal ditemani oleh suster.
Daisy membantu Anya, minum setelah itu ia kembali menyuapi Anya, dengan camilan kesukaan nya.
"Jika sakit atau ada apa-apa baiknya kamu bicara, pada Abang , atau pada mommy"ucap Daisy.
Anya hanya mengangguk.
Setelah semua makan malam, termasuk pak kiyai, kini semua sudah beristirahat di dalam kamar masing-masing, termasuk Daisy dan Rayan, wanita itu, tengah mengeluh rasa sakit di tangan nya, akibat, rasa sakit nya.
"Sayang, apa? sebaiknya kita panggil dokter"ujar Rayan.
"Tidak usah, mas mungkin sebentar lagi juga sembuh"ucap Daisy.
"Baiklah sayang, sini aku tiup"ucap Rayan.
Daisy, bersandar di dada bidang Rayan, suaminya itu kini tengah meniup luka di tangan Daisy, yang sudah sempat di jahit oleh dokter, karena luka nya cukup dalam.
Sampai pagi menjelang, semua orang sudah mulai beraktifitas, Daisy, membantu Anya, yang kini baru bangun pagi, Daisy, menyiapkan air untuk mandi Anya, dan baju yang akan dia kenakan pagi ini.
"Karena, enegi yang Anya, miliki hampir terkuras, akhirnya, gadis itu terlihat masih lemas.
Daisy, membantu Anya mandi, dan berganti pakaian, memperlakukan nya seperti anak nya sendiri.
"Sudah selesai, sekarang mau sarapan apa? sayang"tanya Daisy.
"Roti panggang saja mom"jawab Anya.
"Baiklah sayang, ayo kita turun"ujar Daisy lagi.
"Ya, mom"jawab Anya
Mereka berdua pun pergi bersama menuju lantai bawah, sampai tiba di depan meja makan Anya, di persilahkan duduk, bersama dengan semua orang yang telah menunggunya, Daisy, berjalan menuju dapur untuk membuat roti panggang yang gadis itu ingin kan.
"Gimana? kabar mu hari ini"tanya Rayan.
"Baik, kak... hanya sedikit lemas"jawab Anya.
"Ini roti panggang untuk princess mommy"ucap Daisy.
"Terimakasih mom"ujar Anya.
"Sama-sama sayang, jika ada lagi yang kamu inginkan, bilang sayang, silahkan paman A Riki, nikmati sarapan pagi nya" ujar Daisy, yang memberikan piring, milik Rayan yang berisi sarapan pagi nya.
"Sayang biar, aku saja kamu masih sakit"ucap Rayan.
"Tidak apa-apa"
__ADS_1