
Sementara itu di kediaman Rayan pria itu kini tengah asik memeluk istrinya itu entah kenapa sudah beberapa minggu ini dia begitu manja dan tidak mau jauh dari istrinya itu.
"Yang aku gak mau kamu dirumah, aku mau kamu ikut ke kantor."ucap Rayan.
"Daddy jika aku ikut, siapa? yang akan mengurus kedua anak kita."ujar Daisy.
"Heumm,, kamu bawa saja mereka please."mohon Rayan.
"Tapi untuk kali ini saja ya,, tidak untuk besok dan besoknya lagi."kata Daisy.
"Iya sayang aku janji."jawab Rayan.
"Baiklah."ujar Daisy yang kini melepaskan pelukan suaminya, dia ingin menyiapkan kedua anak nya.
"Sayang jangan lama-lama aku ada banyak pekerjaan."ucap Rayan.
Daisy heran suaminya itu super sibuk lantas untuk apa? dia meminta Daisy untuk hadir di kantor. karena saat ini bukan ulang tahun perusahaan.
Sampai saat mereka sudah selesai bersiap dan pergi menuju kantor, Rayan meminta Daisy untuk membelikan sebuah barang untuk kado ulang tahun.
Dan, yang membuat Daisy heran itu adalah barang untuk perempuan.
"Apa? ada rekan bisnis mu yang berulang tahun."tanya Daisy.
"Ah,, ya lebih tepatnya dia teman kuliah dulu saat di Melbourne Australia."ujar Rayan semakin tidak masuk akal, soalnya dia kuliah di Amerika.
"Tidak usah bingung sayang,, aku akan jelaskan nanti setelah kamu melihat siapa? orang nya."ujar Rayan yang melihat istrinya mengerenyitkan dahinya.
"Ayo pilih saja dulu biar cepat dibungkus kasihan anak-anak nungguin kita."ucap Rayan.
Daisy pun bertanya apa? yang wanita itu suka dan tidak suka.
Dan Rayan seakan tahu semuanya.
Rayan bahkan tau apa? yang paling ia sukai saat ini.
Daisy pun sudah bisa menebak jika mereka sudah sangat dekat melebihi teman pada umumnya.
"Rayan."panggil seseorang dari belakang.
Seketika itu juga Daisy dan Rayan menoleh.
Tampaklah seorang wanita yang sangat cantik bahkan jauh lebih cantik dari perkiraan Daisy saat tadi, wanita itu bahkan memiliki postur tubuh yang sangat sempurna tinggi dan langsing dan jangan lupa body gold yang selalu menjadi idaman setiap laki-laki.
"Ana!" seru Rayan.
Rayan tersenyum manis pada wanita itu, dia bahkan lupa jika saat ini istrinya sedang berada di samping nya.
"Mas, aku temui anak-anak dulu, kamu tinggal ambil kadonya sedang dibungkus."ucap Daisy yang hendak pergi.
Tapi genggaman tangan Rayan menghentikan langkahnya.
"Ini alasan kenapa? aku ingin kalian ikut honey."ujar Rayan berbisik.
Pria itu tidak ingin, istrinya yang kini menatap lekat wajah nya untuk meminta jawaban itu salah paham.
"Yank,, kenalkan dia Ana, teman kuliah ku di Melbourne, sebelum aku pindah ke Amerika."ucap Rayan.
"Heumm,, kenalkan saya Daisy istri Rayan Davidson."ucap Daisy lembut tapi penuh penekanan.
"Ah, ya saya Ana,, mantan tunangan Rayan Davidson."
Deg....
Daisy mematung karena merasa nyeri di ulu hati nya.
"Yang aku bisa jelasin."ucap Rayan saat melihat istrinya nyelonong pergi begitu saja.
__ADS_1
"Sayang please berhenti!."teriak Rayan. saat Daisy hendak masuk kedalam taksi pria itu langsung menarik lengan istrinya dan membawa Daisy kedalam dekapannya.
"Lepaskan aku mas,, kamu sudah membuat aku seperti wanita bodoh di hadapan dia, jika kalian masih saling mencintai maka kembalilah dan aku tidak akan menghalanginya."ucap Daisy sambil berontak minta dilepaskan.
Namun Rayan semakin memeluk erat istrinya itu.
Dia bahkan menggendong Daisy tanpa aba-aba menuju mobilnya sementara dia meminta sopir untuk mengambil pesanan nya sambil membelikan black card miliknya.
"Raya,, Ray kalian ikut mommy pulang kita tidak jadi ikut daddy karena akan menggangu aktifitas nya."ucap Daisy.
"Honey please,, aku bawa kamu juga karena alasan ini,, dia terus mengejar ku, dia tidak percaya aku sudah menikah dan punya anak, karena sedari dulu aku tidak pernah main-main dengan perempuan manapun."ucap Rayan.
"Tidak pernah main-main kamu bilang, lalu Calon istri, mantan tunangan dan kekasih rahasia mu itu apa? mas."ujar Daisy.
"Aku hanya sebatas itu, dan tidak pernah menyentuh perempuan manapun itupun karena wanita jahat yang selama ini berwujud malaikat yang selalu membuat aku agar tidak menjadi ahli waris daddy."ujar Rayan tanpa jeda.
"Alasan,, apa? kau pikir aku percaya mas!."teriak Daisy.
Tiba-tiba pertengkaran itu terhenti saat Raya, menangis histeris karena baru kali ini melihat dan mendengar ibunya berteriak penuh emosi, hingga dia kaget.
Daisy langsung terdiam dan meraih Raya, membawa gadis kecil itu kedalam dekapannya.
"Maafkan mommy ,, sayang mommy tadi tengah berakting, kamu kaget ya."ujar Daisy sambil terkekeh pelan.
Wanita itu mencoba menyembunyikan rasa sakit itu dari putri nya.
Raya pun terdiam, dia masih memeluk ibunya yang kini tengah menjelaskan bahwa dirinya hanya berakting dengan suaminya yang Rayan iyakan. padahal dia tau arti tatapan istrinya itu.
Semuanya pun pergi menuju kantor pusat milik Rayan, Daisy tetap berada di antara kedua anak nya meskipun saat ini Keduanya digendong oleh Rayan di tangan kanan dan kiri nya hingga tiba di di ruangan milik istrinya itu.
Semua orang yang melihat itu, kini tengah menatap kagum pada keluarga yang sangat harmonis dan sangat sempurna itu.
Pasangan yang perfeksionis itu juga membawa kedua anak kembar nya yang juga sama-sama perfek dalam segala hal mulai dari wajah yang menuruni kedua orang tua nya yang tampan dan cantik.
Mereka juga terlihat sangat bahagia.
Di ruangan istirahat itu juga ada televisi mainan kedua bocah berusia tiga tahun itu, dan juga ada meja rias milik Daisy, karena dulu Rayan sering membawa istrinya ke kantor.
"Sayang,, kita sarapan pagi dulu ya."ujar Rayan.
"Rayan langsung memesan sarapan pagi untuk mereka yang sebenarnya sudah sangat telat karena harus membeli kado dan ada drama diantara mereka. sementara kedua anaknya sudah sarapan pagi sejak di dalam mobil Daisy, menyuapi mereka makan.
Hanya ada anggukan kecil dari Daisy, wanita itu nampaknya tidak ingin berinteraksi dengan Rayan, jujur dia masih sangat terluka dan kecewa, dengan sikap Rayan yang menjadikan dia seperti wanita bodoh di hadapan mantan tunangan nya.
Daisy, langsung masuk membawa kedua anaknya untuk tinggal di ruang istirahat.
Beruntungnya, kedua anak itu tidak pernah rewel asal ada mainan dan tontonan seru menurut keduanya dan satu lagi camilan, meskipun seharian berada di sebuah ruangan mereka tidak akan pernah protes.
Apalagi disana dilengkapi dengan fasilitas yang mereka sukai.
.....................................
Sampai saat mereka selesai sarapan pagi tidak ada obrolan sama sekali, Karena Daisy tidak merespon ucapan Rayan tentang apapun itu.
Wanita itu sudah terlanjur sakit hati terhadap pria yang selama ini hidup bersama dengan dirinya.
Daisy, tidak pernah mengorek kehidupan masalalu suaminya itu, karena menurut dia itu bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan, toh semua orang juga punya masalalu hanya saja Daisy kecewa karena, Rayan tidak mau jujur sebelum dia dipertemukan dengan mantan tunangan nya itu. hingga Daisy merasa seperti wanita bodoh di hadapan wanita itu.
Disini yang terluka bukan fisik melainkan harga dirinya.
Daisy, pun kembali kedalam ruangan tersebut tanpa menghiraukan suaminya yang mengajak wanita itu berbicara serius, menurut Daisy ini bukan saat yang tepat.
Tapi pria itu benar-benar tidak bisa berkonsentrasi.
Rayan masih tidak bisa berkonsentrasi hingga saat meeting penting tiba, pria itu pergi dengan kedua asisten pribadi nya menuju ruang meeting.
Sesampainya di sana, dia langsung duduk di kursi utama dimana biasanya dia memimpin rapat penting itu.
__ADS_1
Selama berada di sana, Rayan juga tidak terlalu berkonsentrasi hingga dia meminta asisten pribadinya. untuk melanjutkan meeting tersebut dan mencatat poin-poin penting di dalam nya setelah itu ia pun pergi meninggalkan ruang meeting.
Semua orang yang berada di sana dia sama sekali tidak pernah melihat bos besar perusahaan itu, bersikap seperti itu tapi mereka cukup memaklumi semuanya.
Sesampainya di dalam ruangan pribadi nya, Rayan langsung menemui istrinya di dalam kamar tempat istirahatnya terlihat istrinya kini tengah mengelus puncak kepala kedua anaknya yang hendak tidur siang.
"Honey temui aku diluar setelah ini."ujar Rayan yang kembali menutup pintu ruangan tersebut dengan sangat pelan.
Pria itu kembali ke kursi kebesarannya dan mulai bekerja kembali meskipun sulit untuk berkonsentrasi.
"Aku, akan pergi ke suatu tempat," ucap Daisy.
Wanita itu langsung berlalu menuju pintu keluar namun Rayan langsung mengejar istrinya itu.
"Mau kemana?."ucap Rayan.
"Bukan urusan mu, aku akan segera pergi nanti sopir dan baby sitter mereka akan menjemput mereka kemari."ujar Daisy.
"Dy,, maaf, aku tidak bermaksud menyakiti mu, justru aku sengaja membawa mu, agar dia tidak kembali mengejar ku lagi."ujar Rayan.
Rayan kembali membawa Daisy untuk duduk di sofa panjang yang ada di ruangan itu.
"Dy,, simpan tas mu."ucap Rayan.
"Aku mau pergi."ucap Daisy.
"Dy, sejak kapan? kamu jadi pembangkang,, aku akan menjelaskan semuanya padamu agar tidak ada lagi salah faham."ujar Rayan yang kini masih menggenggam jemari Daisy yang tengah berusaha dilepaskan dari oleh nya.
"Aku ingin pergi! terserah kamu mau apa? aku tidak mau perduli lagi."ucap Daisy yang kini membuang pandangannya.
"Dy, A aku hanya mencintai"
Ucapan Rayan terhenti, saat seseorang tiba-tiba masuk" Ray, kamu tidak mengucapkan selamat ulang tahun Padaku. ucap Ana yang baru saja masuk tanpa izin.
"Nona Ana selamat ulang tahun semoga panjang umur dan bahagia selalu serta bisa mencapai tujuan mu."ucap Daisy, yang kini menatap lekat wajah cantik yang terlihat tidak sedikit pun merasa malu karena masuk sembarangan kedalam ruangan Rayan, dimana disitu ada anak dan istri nya.
"Maafkan saya tuan nyonya, mbak Ana tidak bisa dicegah."ucap sekertaris Rayan yang ruangan nya tidak jauh dari pintu masuk.
"Sudah tidak masalah lagipula dia bukan orang lain, dia tunangan tuan Rayan."
"Dy!!"bentak Rayan.
"Kenapa? apa! aku salah setidaknya orang bodoh pun bisa melihat dan membedakan yang mana mantan teman lama dan yang mana teman dekatnya saat ini, karena tidak semua orang bisa kembali akrab seperti kalian berdua, kecuali ada sesuatu dibalik itu."ujar Daisy tegas.
Asisten pribadi Rayan langsung menarik Ana, dan sekertaris nya saat itu juga.
"Dy,, aku benar-benar tidak tau harus bilang apa? yang jelas dia hanya masalalu ku, dan kini kami sedang bekerja sama untuk produk yang akan kami luncurkan nanti dan dia adalah model yang saat ini akan mengiklankan produk tersebut, kami hanya sebatas kerja sama, dan hari ini adalah ulang tahunnya, aku hanya ingin bersikap sewajarnya saat ini."ujar Rayan menjelaskan.
"Mas Rayan,, aku tidak akan ikut campur masalah apapun tentang pekerjaan mu, dan kamu akan bekerja sama dengan siapa? tapi aku keberatan saat melihat wanita yang tidak ada urat malunya itu berada di ruangan ini saat aku disini, setidaknya tunggu aku pergi dulu agar kalian bisa leluasa melakukan apapun, terserah bahkan jika kamu ingin kembali dengan nya pun silahkan."ujar Daisy.
Tidak menghentikan ucapannya, meskipun Rayan sudah berusaha untuk menghentikan dirinya.
"Aku tidak tau jika kamu akan se-marah ini jika sedang cemburu Dy, sayang aku tak akan pernah menduakan mu, sekalipun di dunia ini banyak wanita penggoda yang jauh lebih dari dirimu, aku hanya akan mencintai wanita yang selama ini ada di sisiku mencintai ku dengan segala kekurangan dan kelebihan ku, dan selalu ada di saat suka maupun duka, yang aku cintai hanya ibu dari anak-anak ku. nyonya Daisy love you forever with you."ucap Rayan.
Tapi Daisy hanya tersenyum sinis lalu menggelengkan kepalanya.
"Kamu pikir aku bodoh,,mas Rayan asal kamu tahu aku tidak sedikitpun cemburu dengan wanita murahan itu,,, dan aku akan melepaskan dirimu jika kalian ingin kembali bersama, dan aku bahkan bisa mendapatkan yang lebih segalanya dari dirimu."ucap Daisy tegas.
"Dy!! sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan dirimu."Ucap Rayan yang kini menarik Daisy kedalam dekapannya.
"Lepaskan aku mas,, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menginjak harga diri ku, aku mungkin berasal dari kampung, tapi aku masih menjunjung tinggi harga diriku, aku tidak suka wanita itu meremehkan keberadaan ku."ujar Daisy.
"Sayang, tenang dulu ya, kamu tenang kita bisa bicara baik-baik, Dy aku sayang kamu apapun akan aku lakukan asal kamu bahagia, maafkan aku bukan maksud ku untuk menyakiti hati mu honey, aku hanya ingin menunjukkan jika aku memiliki bidadari tercantik di dunia ini dan tidak akan pernah tergoda dengan siapapun, aku hanya ingin memberikan pelajaran terhadap wanita manapun yang mencoba untuk menggodaku. tapi aku sadar aku tak sempat bicarakan masalah ini sebelumnya."ucap Rayan.
"Kenapa? tidak kamu berikan kado itu tadi."ujar Daisy.
"Itu bukan untuk dia Dy,, itu untuk orang yang yang aku sebutkan ciri-ciri nya."ucap Rayan yang masih memberikan teka-teki.
__ADS_1
"Siapa?." tanya daisy datar.