
Agista terus tidak fokus dengan pekerjaannya saat ini karena wanita itu merasa sangat sedih setelah kehilangan barang peninggalan ibunya itu ditambah lagi dengan mimpi buruknya semalam.
Agista pun pergi menuju tempat istirahat di butiknya itu.
Dia mengambil kertas putih itu dan kembali men mencoret-coret kertas itu hingga membentuk sebuah sketsa dress cantik yang ada di pikirannya saat ini.
Sampai seseorang datang menghampiri nya, Agis langsung bangkit dari duduknya lalu berbalik hendak pergi namun tangan kekar itu menghentikan langkahnya.
"Mau kemana? kita harus segera bicara."ujar David.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan diantara kita tidak ada hubungan apapun lagi, tuan muda sebaiknya jangan datang lagi kemari."ujar Agista.
"Ada apa? apa karena handphone mu yang rusak, aku bisa mengganti itu ini ambil kamu bisa menggunakan ponsel ku."ujar David yang memberikan ponsel yang super canggih itu, yang ia beli dengan harga yang fantastis dan bahkan Limited edition.
"Aku tidak butuh itu, bawa kembali aku masih bisa membeli handphone meskipun tidak semahal dan sebagus milikmu."ujar Agis.
"Yank jadi kamu maunya bagaimana di ganti salah tidak diganti kamu marah dan bahkan melarang ku untuk datang."ujar David.
"Jangan panggil aku seperti itu, aku bukan siapa-siapa kamu."ujar Agis.
"Kak,,, ternyata kamu kesini hanya untuk menemui wanita pembawa sial ini, aku akan bilang pada Mommy dan Daddy."ujar gadis itu yang langsung pergi.
"Kau dengar itu,,, pergi!! dan jangan temui aku lagi."ujar gadis itu.
Agis langsung pergi setelah menghempaskan genggaman tangan David.
Agis pergi menuju lantai bawah dia pun langsung pergi menuju sebuah ruangan ganti dia tidak menghiraukan pria yang sedari tadi mengejar mengetuk pintu ruangan itu namun tidak direspon sama sekali.
"Agis buka pintunya, sayang kita bisa bicara baik-baik."ujar David.
Namun gadis itu tidak kunjung keluar, tanpa David tau di ruang ganti itu ada pintu masuk untuk akses para pegawai yang akan membantu pembeli untuk mengganti pakaiannya.
Agis langsung meraih kunci mobil dan tas nya secara diam-diam dari lantai atas dan langsung pergi menuju parkiran mobil nya.
Sementara David tetap fokus pada pintu itu seperti orang bodoh hingga dia mendengar suara mobil Agis pergi.
David pun meninju dinding samping pintu keluar dia langsung bergegas menyusul Agista yang entah kemana?.
David pun pergi menuju kediaman Agis namun sampai saat di tengah jalan seseorang menelpon David bahwa di kantor saat ini tengah terjadi perdebatan antara sekertaris David dan juga seorang wanita cantik yang baru datang dari luar negeri.
David langsung pergi menuju kantornya.
Sesampainya di sana dia kaget karena ternyata kedua orang tua nya sudah berada di sana dan juga Jesika yang ada di sana tengah mengobrol bersama dengan Raya.
"Ada apa? kalian berkumpul di sini."ujar David.
"Mommy dan Daddy datang karena ada yang harus mommy bicarakan dengan mu."ujar Daisy.
"Aku sedang ada urusan penting, dan untuk mu Jessica apa? kamu bisa temui aku besok di tempat yang aku janjikan."ujar David serius.
"David sayang Mommy dan Daddy ingin bicara tentang kalian berdua."ujar Daisy.
"Lain kali saja Mommy aku sibuk."ujar David.
"Mommy ini lebih penting lagi, aku sedang sangat sibuk."ujar David yang kini duduk di kursi kebesarannya.
"David nanti malam ingat jangan pulang larut malam karena kami akan bicara masalah serius.
"Heumm."jawab David dengan berdehem.
Mereka pun pergi kecuali Jessica yang seakan enggan untuk pergi dari tempat nya.
"Ada apa? lagi semuanya kita bicarakan besok."ujar David.
"Temui aku di hotel milik mu nanti malam."ujar Jessica.
"Aku ada janji dengan kedua orang tua ku besok baru bisa bicara."ujar David yang kini tengah menggunakan kacamata baca yang bertengger di hidung mancungnya itu.
"Baiklah besok."ujar Jessica seakan terlihat kecewa.
__ADS_1
Ada sesuatu yang membuat mereka sedikit bersitegang yaitu tentang perjodohan mereka berdua yang ditolong oleh David sampai saat ini.
Dion selalu berharap mereka selalu bersama hingga pada suatu hari Dion dan ayah Jessica membuat kesepakatan bahwa mereka akan menjodohkan keduanya.
Sementara David yang baru tau tentang hal itu terus menghindar dari obrolan serius mereka.
Sementara itu di sebuah rumah yang sangat besar itu Agista kini tengah menyiapkan koper yang berisi keperluan sehari-hari dirinya selama berada di Bandung.
Agis ingin membeli bahan baku pembuatan dress dan masih banyak lainnya.
Karena di kota tersebut terkenal dengan banyak pabrik tekstil dan juga lainnya.
Gadis itu berangkat setelah titip pesan pada Weni untuk menjaga butik dan memastikan semua aman.
Sampai Agis kembali nanti.
Sementara itu di kediaman Rayan semua orang kini tengah berkumpul karena ingin mengadakan makan malam keluarga sekaligus mengenalkan Jessica calon menantunya kepada seluruh keluarga, bahkan keluarga Natali pun ada di sana kecuali Leon.
Pria berusia 27 tahun itu masih berada di Amerika tengah mengurus perusahaan milik nya.
Seluruh keluarga termasuk keluarga Agam dan juga keluarga Anya berkumpul di sana.
Saat itu Anya bertanya tentang Agis yang tidak hadir di sana namun Rayan langsung memotong itu.
"Dimana Agista kenapa? setiap kali ada pertemuan keluarga dia tidak pernah hadir."ujar Anya yang tidak tahu menahu tentang kejadian yang menimpa Agis yang juga diakibatkan oleh putrinya itu.
"Tanyakan pada putri mu dan tuan putri kita."ujar Agam yang benar-benar masih menyimpan rasa kecewa pada mereka termasuk Rayan yang malah mendukung kesalahan putrinya itu.
"Apa? maksud mu Agam kakak tidak mengerti."ujar Anya.
"Kau tidak tau heuuhh sungguh miris keluarga macam apa ini,,, disaat seorang anak terpelajar dan seorang nona muda keluarga ini telah menghancurkan perasaan putriku hingga dia pergi menjauh dari ku dan mengasingkan diri hingga saat ini."ujar Agam sinis.
"Ingat Agam dia bukan putri kandung mu bahkan dia hanya anak haram jangan pernah membela dia melebihi keluarga sendiri ingat dengan pengkhianatan yang kamu terima dulu."ujar Rayan dengan tegas.
Brak.....
"Jika tuan Rayan yang terhormat menganggap putri ku sebagai orang asing lalu apa? bedanya hubungan antara kita, aku permisi ."ujar Haidar yang pergi setelah menarik kedua anaknya pergi.
"Mas tunggu! tega kamu Ray aku tidak menyangka kamu bisa dibutakan oleh kasih sayang yang salah ingat Rayan darah memang lebih kental daripada air tapi tidak sedikit darah daging yang sama akan berkhianat dan menjerumuskan kita kedalam jurang kehampaan."ujar Natali yang juga pergi.
"Kak Natali tunggu."ujar Daisy.
"Aku menyesal karena telah mengabaikan hati putriku sendiri karena aku kira hubungan persaudaraan tidak diukur dengan darah yang mengalir di tubuh manusia."ujar Natali yang pergi begitu saja.
Daisy langsung terduduk lemas.
..........................
Setelah hampir beberapa menit mereka terdiam akhirnya Agam angkat bicara.
"Agista mungkin bukan darah daging ku, tapi aku sangat menyayangi dia sejak putriku itu berada di dalam kandungan ibunya, dosa yang ibunya lakukan akan menjadi tanggungan ku juga di akhir nanti karena aku yang bersalah karena tidak bisa menjaga istriku terlebih aku tidak pernah bertanya tentang masalalu istriku saat itu, jika kalian mau mengalahkan maka akulah yang harus disalahkan. Agista tidak tau apapun tentang hal itu dan dengan gampangnya kedua anak kalian melukai hati yang selama ini aku jaga sebaik mungkin dia akan tetap menjadi putri ku sampai kapan pun terserah jika kakak juga ingin memutuskan hubungan dengan ku."ujar Agam yang pergi begitu saja.
Rayan mengepalkan tangannya saat itu juga dia memaki Agista di dalam hatinya.
"Mas bisa lihat itu keluarga kita hancur gara-gara kita tidak bisa mendidik putra-putri kita dengan baik,,, aku yang salah aku yang tidak bisa memberikan contoh yang baik untuk kedua anakku."ujar Daisy yang kini menangis.
"Maafkan aku Mommy aku yang salah."ujar gadis itu.
"Tidak sayang kamu tidak salah apa-apa."ujar Rayan.
"Terus saja bela."ujar David yang baru datang.
"Jangan sembarangan bicara David kau tidak tahu apa-apa bahkan kau tidak tahu jika gara-gara Agista adik mu dipermalukan oleh Agista, adikmu di hampir di Do dari kampus."ujar Rayan.
"Agista,,, apa? Daddy percaya tentang semua itu,, apa? Daddy percaya bahwa putri Daddy benar-benar yang terbaik dan bahkan tidak pernah melakukan kesalahan."ujar David.
"David jangan keterlaluan kau bahkan membela dia karena kau sudah diguna-guna oleh wanita ****** itu."ujar Rayan.
"Mas cukup!! kamu boleh menyayangi putri mu tapi jangan sampai kau dibutakan oleh rasa sayang itu. jika mas terus begini aku lebih baik pergi."ujar Daisy.
__ADS_1
"Yank tunggu kenapa? semua jadi seperti ini hanya karena gadis pembawa sial itu."ujar Rayan yang kini mengejar Daisy.
Jessica sedari tadi duduk anteng seakan tak pernah melihat kericuhan itu.
"Vanya ayo pulang kamu harus jelaskan semuanya pada Mommy ingat vanya jika kamu benar-benar melakukan kesalahan maka Mommy dan Daddy akan menghukum berat dirimu."ujar Anya yang juga sama-sama menyayangi putri angkat dari adiknya itu.
"Kenapa? sih semua orang sibuk membela ****** gatal itu."ujar Vanya.
Sementara Ravelo hanya mengikuti kedua wanita itu.
Agis David langsung pergi begitu juga Argha dan Argan mengikuti sang Mommy yang kini terlihat dilema.
Makan malam yang digadang-gadang akan dipenuhi oleh canda tawa bahagia itu akhirnya bubar.
David langsung masuk kedalam lift dia menuju lantai empat dimana kamarnya berada.
Kini keributan sedang terjadi di dalam kamar utama milik Rayan dan Daisy. dimana mereka tengah beradu argument hingga akhirnya Daisy memutuskan untuk pergi meninggalkan Mension dan berjanji akan selamanya tinggal di sana sebelum mereka bisa meminta maaf kepada Agista secara langsung.
"Dy kamu tega meninggalkan keluarga ini demi membela dia yang bukan siapa-siapa kita."ujar Rayan.
"Aku tidak pergi karena Agis. aku pergi karena aku sudah tidak dihargai lagi di rumah ini. sebagai seorang istri aku telah gagal untuk mengingatkan suamiku dan sebagai ibu aku telah gagal karena ternyata putriku sendiri pun tidak pernah mendengarkan nasihat ku. sekarang apalagi yang harus aku pertahankan,,, tidak ada. Semua telah hancur akibat harga diri dan martabat yang terlalu tinggi hingga tidak lagi sadar bahwa dimata Tuhan derajat kita sama yang membedakan adalah amal ibadahnya dan aku telah jauh dari itu semua."ujar wanita paruh baya itu.
Daisy menangis sesenggukan sambil berjalan menyeret koper berukuran sedang.
"Mommy Ray ikut."ujar anak bungsu Daisy yang usianya sama dengan putrinya itu karena mereka adalah kembar.
Daisy pun mengangguk sambil merangkul putranya itu.
Ray langsung bergegas menuju kamar nya, dia langsung berkemas putra Daisy yang satu itu memang sangat manja padanya.
Sementara Rayan terus membujuk istrinya itu, hingga dia memutuskan untuk ikut pulang kampung.
Sementara Raya menangis sendirian saat ini dia tidak tau harus ikut atau tidak namun Daisy meminta Rayan untuk tetap tinggal sebagai hukuman karena telah merusak semuanya.
Rayan tidak menggubris dia ikut bersama dengan istrinya dia tidak perlu khawatir karena saat ini David ada di sana.
Ketiga nya pun pergi sepanjang perjalanan Rayan selalu berusaha untuk bicara baik-baik pada istrinya yang sangat ia cintai itu, namun Daisy seakan menjaga jarak.
Ray sendiri tetap fokus pada gadget nya yang tengah merekam semua pemandangan yang ada di sepanjang perjalanan.
Sementara itu di kediaman Rayan, David kini pergi dari Mension menuju rumah Agista.
Namun sesampainya di sana, gadis itu tidak sedang berada di rumah.
David ingat jika Agista saat ini pasti tengah berada di Bandung . seperti janji yang dia ucapkan terhadap pria yang tengah gencar mengejar cinta Agis.
David pun kembali ke Mension dimana di sana masih ada Jessica dan juga adiknya.
Sesampainya di sana Davi langsung bergabung dengan mereka berdua yang kini tengah menonton drama Korea.
"Kemana? Mommy dan Daddy pergi."tanya David dengan sangat serius.
"Mungkin ke kampung halaman Mommy."ujar Raya.
"Kau tidak merasa bersalah sedikitpun."ujar David.
"Untuk apa? yang harusnya disalahkan atas semua ini adalah si ****** Agista."ucap Raya.
"Stop!! Raya kau pikir aku tidak tau semuanya,,, sekarang lebih baik kamu minta maaf pada Agista dan semuanya kembalikan keadaan seperti semula sebelum aku membeberkan semuanya pada seluruh anggota keluarga.
Ujar David tegas.
Sementara Jessica saat ini hanya menatap lekat pria yang terlihat sangat marah itu.
"Aku tidak sudi meminta maaf padanya, gara-gara dia aku kehilangan pria yang aku suka tidak hanya itu aku juga hampir di Do dari kampus."ujarnya berbohong.
"Kau pikir aku bodoh heuhhhhh kau di skors gara-gara kau ketahuan tengah dugem dan foto-foto itu tersebar di antara para mahasiswa. apa perlu aku bongkar satu lagi kesalahan besar mu selama ini."ujar David yang tau betapa busuk adik yang selama ini ia awasi itu.
"Tidak kak aku mohon jangan lakukan hal itu."ujar Raya.
__ADS_1