Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Kimberly#


__ADS_3

David akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit ditemani oleh Leon untuk membersihkan diri dan mengembalikan kewarasannya yang sudah hilang separuh karena syok yang dia derita sejak kemarin.


Sementara itu Daisy kini masih melamun meskipun tidak menangis atau berteriak histeris, mungkin karena tidak ada Rayan di hadapannya.


Almira, wanita yang pernah mengisi hari-hari Rayan, setelah tiga puluh satu tahun lebih wanita itu kembali mengusik ketenangan keluarga Daisy, seharusnya dia sudah curiga sejak usia Raya dan Ray tiga tahun, Rayan terlihat menyembunyikan sesuatu darinya mulai dari kebohongan yang disembunyikan mulai dari bau parfum dan noda lipstik.


Seharusnya Daisy lebih tegas lagi kala itu tapi nyatanya dia hanya bisa mengikuti penjelasan suaminya tentang semua hal yang ia tanyakan karena waktu itu posisinya Rayan yang tengah sibuk sebagai pengusaha dengan kesibukan tinggi bahkan mengharuskan dirinya sering terpisah dari keluarga.


Dan pada saat itu Almira menjebak Rayan hingga dia hamil dengan usia kehamilan yang nyaris sama dengan Daisy.


Wanita itu sungguh licik dan sangat kejam padahal Daisy tidak pernah merebut Rayan dari dirinya karena dia sendiri yang sudah membuat Rayan jengah dengan semua tingkah laku wanita itu.


Kembali pada Rayan saat ini pria itu tengah melakukan pertemuan dengan beberapa orang rekan bisnisnya dulu yang hingga kini masih memiliki orang-orang kepercayaan yang cukup bisa diandalkan untuk mencari orang hilang.


Rayan ingin mencari kebenaran jika memang benar bahwa putrinya telah tertukar selama ini lalu dimana keberadaan putrinya itu.


Saat seorang Ayah tengah mencemaskan keadaan putrinya itu.


Putrinya sendiri yang memiliki wajah cantik bak pinang dibelah dua dengan sang mommy jika saja dia tau siapa? orang tuanya kini.


Kimberly adalah nama pemberian dari kedua orang tua angkatnya yang kini telah tiada, Kimberly sebenarnya ingin mengetahui siapa? orang tuanya itu namun hingga saat ini dia belum punya waktu untuk kembali ke Indonesia negara kelahirannya.


Dan satu hal yang pasti, dia. tidak tahu harus mulai mencari kedua orang tua kandungnya dari mana, karena setahu dia dari Indonesia itu sangat luas terdiri dari pulau-pulau dan daratan yang luas dengan berbagai suku bangsa dan budaya juga agama, Indonesia yang ia ketahui dari google membuat Kimberly merasa insecure.


Bagaimana mungkin dia pergi kesana bahkan tanpa tahu di jalan mana dia ditemukan oleh kedua orang tua angkatnya itu, sama saja seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami.


Jika saja keduanya masih ada Kimberly tidak akan pernah mengeluh atas rasa sepi yang selama beberapa tahun ini ia jalani,


Kimberly bahkan tidak akan pernah membedakan mana orang tua kandung dan orang tua sambung, karena mereka begitu menyayangi dan mencintai Kimberly hingga akhir hayat mereka.


Kini Kimberly hanya akan memasrahkan semuanya pada yang maha kuasa.


Sementara di Indonesia, Leon sendiri saat ini merasa lega karena tuhan yang maha kuasa memberikan perlindungan padanya dari godaan setan yang terkutuk alias jebakan Batman yang Raya siapkan.


Namun gara-gara hal itu juga Agista adik kesayangannya itu harus mengalami kecelakaan yang cukup fatal karena saat ini gadis itu bahkan belum juga sadarkan diri.


Sementara itu Vivian datang menjenguk keadaan Daisy, wanita itu tampak sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Vivian yang dulu dan saat ini sudah jauh berbeda kini dia bahkan sudah menggunakan hijab, sejak dia diusir oleh Ricky dan Anya wanita paruh baya itu kini terlihat jauh lebih baik.


"Kak Daisy, maaf aku baru bisa datang saat ini untuk menjenguk mu. Aku juga ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat selama ini kesalahan yang aku sengaja atau pun tidak."


"Karena aku sudah menyebabkan keluarga kalian sempat tercerai berai tapi aku akan menebus semua kesalahan ku dengan ini." ucap Vivian sambil menunjukkan bukti-bukti besar yang baru-baru ini dia ketahui.


Daisy tampak bingung untuk menerima sebuah handbag yang entah apa? isinya itu.


"Terimalah kak, aku tau selama ini kesalahan ku tak terhitung bahkan sejak kita tinggal satu kampung dulu, tapi setidaknya semua ini bisa membuat mu bahagia dan bisa menebus paling tidak sedikit dosa-dosa ku."ujar wanita itu.


"Vivian, kamu sudah aku maafkan untuk sesuatu hal yang tidak pernah aku anggap masalah selama ini, kau itu bagian dari keluarga kita tapi satu hal yang ingin aku ketahui saat ini apakah benar putriku sudah ditukar dan apakah benar yang kamu katakan saat itu bahwasanya putriku hidup bersama dengan orang lain di luar negeri lalu dimana dia."tanya Daisy.


"Vivian apa? kamu tidak main-main dengan semua perkataan mu, jangan sampai aku melaporkan masalah ini pada pihak berwajib."ujar Anya yang baru tiba dari luar untuk membelikan sesuatu untuk Daisy.


"Teh Anya boleh maki Vivian jika teh Anya mau tapi kalian boleh buka semua bukti itu terlebih dahulu, untuk semua ini aku berani bertaruh nyawa."ujar Vivian.


Daisy dan Anya langsung membuka isi dari hand bag tersebut dan betapa terkejutnya Daisy melihat, wajahnya yang masih sangat muda terpangpang jelas dihadapan.


"Kimberly."lirih Daisy.


"Ya, Kimberly, dia adalah putri kakak yang sejak lahir hilang tanpa kita sadari."ujar Vivian.


"Amerika."ujar Anya saat melihat data dan profil pribadi gadis itu.


"Ya silahkan baca semua yang sudah ada di sana adalah bukti nyata, dia mungkin tengah menanti kedatangan kalian untuk menjemputnya karena kedua orang tua angkatnya sudah tiada."ujar Vivian.

__ADS_1


"Anya, mommy mohon tolong segera hubungi David dan Leon, kita akan segera pergi kesana untuk menjemput adikmu."ujar Daisy.


"Baiklah mom,,, mommy jangan khawatir."ujar Anya yang kini tersenyum bahagia.


Sampai saat mereka menghubungi David dan Leon, kedua pria muda itu begitu bersemangat ditengah kesedihan nya.


Mereka pun bersiap untuk pergi ke Amerika tanpa sepengetahuan Rayan.


Daisy memutuskan untuk menjauh dari Rayan dan akan kembali ke kampung halamannya.


Setelah mengurus kepulangan Daisy dari rumah sakit Anya langsung pergi membawa Daisy ke Mension.


Disana Daisy tidak melihat keberadaan Rayan, mungkin pria itu sedang bersama dengan Almira. Daisy tidak ingin peduli lagi dengan itu.


Semua sudah disiapkan David pun membawa ibunya masuk kedalam mobilnya.


Mereka langsung bergegas menuju bandara.


Sementara Leon sudah berada di bandara tepat pada pukul tujuh malam mereka pun pergi menuju Amerika, seperti yang Leon tahu bahwa saat ini Kimberly yang merupakan sepupunya itu bekerja di perusahaan milik rekan bisnisnya.


Selama di perjalanan tepatnya di dalam jet pribadi tersebut Daisy terus bercerita tentang rencananya kedepan.


...........................


Sementara itu di rumah sakit tepat dimana Agista berada, gadis itu sudah siuman.


Sherina adalah orang pertama yang dia lihat saat membuka mata, gadis itu masih terlihat bingung saat ini.


"Kamu sudah sadar sayang."ucap Sherina lembut.


"Mommy,,, kenapa? kepala Agista sakit sekali."ujar gadis itu.


"Jangan dulu banyak bergerak sayang, kamu baru saja dioperasi dua hari yang lalu, dan saat ini kamu baru sadar."ujar Sherina menjelaskan.


"Tunggu sebentar mommy panggil dokter dulu."ucap wanita berusia empat puluh dua tahun itu.


Agista pun diperiksa, kini Agam Haidar dan Natali pun menunggu di luar ruangan.


"Aku sangat senang putri kita sudah sadar."ujar Haidar.


"Ya,,, semoga saja tidak ada masalah lainnya.",ujar Agam.


"Aku sedikit ragu akan hal itu, karena saat aku melihat luka di kaki Agista cukup serius."ujar Natali.


"Semoga saja tidak terlalu fatal."ujar Agam.


"Ya semoga saja."ujar Natali dan Sherina yang ikut bergabung.


Saat ini mereka sudah berada di ruang rawat VVIP, kedua keluarga pun berkumpul, di ruangan tersebut.


"Kak Leon dimana mom."ucap Agista lirih.


"Mungkin sedang mengurus David sayang karena sejak kecelakaan itu dia terlihat syok sampai kamu selesai operasi."jawab Natali.


"Kakak jangan dulu banyak bicara sebaiknya kakak dengar kata dokter untuk banyak istirahat karena luka yang dialami kakak cukup serius."ujar Argha.


"Ya adik bawel ku ."lirih Agis .


"Kau itu memang menyebalkan. bahkan kakak paling menyebalkan di dunia."ujar Argha kesal karena disebut bawel.


"Sudah jangan ribut lebih baik sekarang kalian bersiap bukanya harus segera pergi ke kantor."ujar Sherina.


"Baiklah Mom."jawab keduanya.

__ADS_1


Sementara itu di Amerika tepat pukul tujuh malam mereka tiba di sana, Leon mengajak semua untuk istirahat di kediamannya.


Sampai saat ini Daisy benar-benar sudah merasa tidak sabar ingin bertemu dengan buah hatinya, saat ini dia yakin seratus persen bahwa Kimberly memang putri kandungnya.


Malam terasa begitu lambat, Daisy tidak bisa memejamkan mata, wanita paruh baya itu merasa sulit untuk memejamkan mata nya, bayangan putrinya yang benar-benar sangat mirip dengan dirinya terus terlintas.


Sampai saat pagi tiba Daisy pun tidak sedikitpun tertidur hingga kantung mata itu bengkak dan terlihat menghitam.


Anya yang melihat itupun langsung memberikan sarapan pagi dengan menu yang masih mengepul hangat dan juga vitamin yang dia bawa.


"Owh ya ampun mommy, mommy seperti tidak tidur."ujar David khawatir.


"Bagaimana mommy bisa tidur, jika mommy tau putri mommy kesepian sendirian selama ini, mommy benar-benar mengutuk wanita itu agar mati di gerogoti oleh belatung biar dia tahu bagaimana rasa sakit yang putriku dan aku alami."ujar Daisy serius.


Mungkin karena terlalu sakit hati dengan semua ini, Daisy yang selama ini selalu bersabar dan pemaaf pun akhirnya mengutuk wanita yang sudah membuat dia dan putrinya terpisah.


Sampai pada saat mereka tiba di depan sebuah gedung apartemen dimana alamat gadis itu berada, David dan Leon adalah orang yang berada di barisan depan, sementara Daisy bersama dengan Anya di bagian belakang tubuh jangkung keduanya.


Pintu pun terbuka setelah beberapa menit kemudian muncul seorang gadis cantik dengan wajah yang begitu cantik terawat menatap mereka semua.


Sementara Daisy tiba-tiba jatuh pingsan tepat saat melihat gadis itu.


"Mommy!!."teriak Anya yang menangkap tubuh lemah itu.


"Maafkan kami Nona Kimberly, bisa minta tolong bawa masuk mommy kedalam kita harus segera bicara masalah serius."ujar Leon yang berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris.


"Ya, silahkan masuk."ujar gadis yang memiliki darah Indonesia itu.


"Saat itu juga Anya langsung membaringkan mommy nya itu di sofa dan Leon pun mengoles minyak angin ke pelipis dan hidung Daisy.


Sementara David sedari tadi mematung melihat gadis yang benar-benar jelmaan sang mommy saat muda dia begitu cantik dan sangat baik terbukti saat ini dia pun ikut memberikan pertolongan.


"Maaf jika saya boleh tahu kalian itu siapa?."ujar gadis itu saat mendengar bahasa sehari-hari yang sering dia dengar dari kedua orang tua angkatnya itu.


"Begini, Kim,,, perkenalkan ini mommy Daisy itu kak David ini Aunty Anya dan aku Leon, kami datang dari Indonesia untuk mencari keberadaan mu, mommy Dy adalah ibu kandung mu, ceritanya sangat panjang, tapi kamu harus lihat semua bukti kongkrit tentang kami dan jika kamu tidak percaya bos di perusahaan mu adalah rekan bisnis ku, jadi kamu bisa membuktikan semua itu.


Daisy pun sadar dia langsung bangkit dan memeluk Kimberly yang kini terlihat kebingungan, namun dia bisa merasakan ketulusan dari pelukan penuh kasih seorang ibu itu.


"Tolong beri aku waktu untuk berpikir, ini terlalu mendadak dan maafkan aku jika kurang baik dalam menyambut kalian semua tapi aku harap ini bukan rekayasa."ujar Kimberly.


"Kami mengerti dan kami akan menjelaskan semuanya."ujar Leon.


Semua orang pun mengobrol panjang lebar, tentang awal mula Daisy hamil dan perselingkuhan Rayan, meskipun itu hanya jebakan.


Kimberly sudah mulai bisa mencerna semua itu, tangis pun pecah saat itu juga, dia memang gadis yang baik seperti sang mommy, Kimberly tidak dendam dia justru bahagia karena sudah dipertemukan dengan keluarga kandungnya.


"Mommy maafkan Kimi yang tidak menyambut mommy dengan baik."ucap gadis itu yang kini masih terisak di pelukan Daisy David dan Anya.


Ketiganya bergantian memeluk Kimberly, termasuk Leon yang hanya mengucapkan selamat pada gadis cantik itu.


"Mommy,,, kalau bentuknya seperti ini, Leonardo mau jadi menantu mommy meskipun putri mommy bunting duluan."ujar Leon yang langsung mendapatkan getokan di kepalanya yang dilakukan oleh David.


David sendiri terlihat melotot tajam kearah Leon.


Tidak akan dia biarkan Leon yang play boy mendekati adik kesayangannya itu.


"Kau tidak aku izinkan mendekati adikku ini."ujar David.


"Baru juga bertemu sudah posesif, ah aku juga tidak akan kalah, aku akan melarang kau mendekati adik kesayangan ku Agista. heumm adikku yang malang apa? kabarmu saat ini sayang."ujar Leon.


"Jangan pernah ikut campur dalam urusan kami."ujar David.


"Hi,,, bodoh apa? kau pikir hanya kau saja kakak yang akan melindungi adiknya dari buaya darat."ujar Leon.

__ADS_1


"Sudah-sudah, kalian ribut saja dari tadi bukanya menyambut adik kalian."ujar Daisy.


"Iya nih, dia licik mommy masa aku tidak boleh dekat dengan Kim."ujar Leon.


__ADS_2