Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Wajar#


__ADS_3

Hati Azka begitu sakit bukan karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Nabila, tapi dia sakit hati karena ternyata ibunya sudah dibohongi selama bertahun-tahun dan anak kecil yang selama ini memanggil ayah padanya ternyata anak dari pria bajingan itu.


Azka ingin sekali berteriak memberitahukan rasa sakit hatinya itu, tapi semua percuma saja karena tidak ada satupun orang yang akan mau berbagi beban dengannya.


Kedua orang yang tadi kepergok berciuman itu pun pergi, Azka langsung pergi menuju rumahnya dia tau apa? yang akan terjadi tapi dia tidak akan mengalah kali ini.


Azka sudah bersiap dengan semua bukti yang ada.


Sementara itu di dalam pesawat jet pribadi Kimberly yang sudah bersiap untuk mendarat.


Ternyata kedatangannya sudah ditunggu oleh Leon.


Sampai dia di depan pintu keluar Leon langsung menghampiri Kimberly yang kini datang dengan asisten pribadinya.


"Terimakasih Kim, aku janji akan mengganti semua biaya yang kau keluarkan sekaligus kerugian atas waktumu."ucap pria tampan itu.


"Kita saudara, kak Leon tidak usah perhitungan."ucap Kimberly.


"Heumm kamu memang saudara yang baik."ucap Leon yang kini merangkul bahu gadis itu.


"Heumm...."lirih Kimberly.


Gadis itu pun langsung melepaskan rangkulan tangan Leon saat melihat sahabatnya ada di dalam mobil Leon.


Dia adalah seorang teman saat bekerja di kantor pusat milik bosnya dulu.


"Nett."ucap Kimberly.


"Kim... jadi kau saudara Leon."ucap Nety yang kini berpelukan dengan Kimberly.


"Ternyata benar kata pepatah dunia ini memang sempit ternyata calon sepupuku adalah kamu."ucap Kimberly.


Kimberly pun sudah berada di sebuah hotel dimana acara pernikahan itu akan digelar.


Kimberly tiba di kamarnya untuk beristirahat sejenak sebelum menghadiri pernikahan mereka.


Leon sendiri kini masih berada di dalam kamar Nety untuk memastikan bahwa kandungan Nety saat ini baik-baik saja saat keduanya tengah duduk di sofa.


Leonardo mengetahui kehamilan Nety dari seorang dokter yang pernah bertemu dengannya di rumah sakit.


Saat itu Leonardo hendak memeriksakan kesehatannya, tapi tanpa sengaja seorang suster bertabrakan dengan dirinya dan sebuah berkas jatuh di tangan suster itu hingga bertabrakan, dia tidak sengaja melihat berkas pemeriksaan itu yang mencantumkan namanya sebagai ayah biologis janin yang ada di dalam kandungan ibu hamil bernama Nety yang baru saja keluar dari dalam rumah sakit.


Leonardo langsung bertanya tentang semua itu dan suster itu mengarahkan Leon pada dokter tersebut dan saat ini ternyata benar setelah di klarifikasi tentang semua berkas itu.


Nety ternyata sedang mengandung darah dagingnya, tidak tanggung-tanggung sudah empat bulan usia kehamilan Nety saat ini.


Wanita itu tidak pernah bilang pada Leon, sampai saat Leon meminta dia jujur.


Nety masih enggan untuk mengakui hal itu, tapi Leon bersumpah akan bertanggung jawab jika anak itu benar-benar ada, karena Leon tau Nety tidak akan pernah mengkhianati dirinya jika soal kejujuran.


"Bahkan Nety jujur padanya saat Nety akan di jodohkan oleh orang tuanya pada seorang laki-laki kaya raya.


Dan Leon awalnya tidak masalah tapi saat dia tau Nety sedang hamil anak mereka tentu saja Leon tidak terima dengan masalah itu.


Leonardo tidak ingin anaknya diambil oleh orang lain, dan dia juga sudah sangat mencintai Nety saat itu hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah meskipun mereka berbeda keyakinan saat ini.


Beberapa jam kemudian kini keduanya tengah bersiap untuk melakukan sumpah pernikahan didepan para saksi dan koleganya.


Sementara itu Kimberly juga sudah hadir di sana dan tampil sempurna.


Kimberly datang mewakili keluarga besar Leon dia duduk dengan pria paruh baya yang merupakan ayah kandung Leon.


Gadis itu duduk dengan tenang saat Daddynya Leon mulai berbasa-basi gadis itu hanya mengangguk dan menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan ayah Leon, dia tidak peduli jika orang itu menganggap dirinya bisu.


Sampai acara resepsi itu berlangsung, Leon pun masih meminta Kimberly untuk tetap berada di sana.


Sementara itu di Indonesia, saat ini Natali dilarikan ke rumah sakit karena kesehatannya tiba-tiba menurun. mungkin karena dirinya terlalu larut dalam kesedihan selama beberapa hari ini.


Dia tidak menyangka jika Leon menuruni sikap Daddynya, Natali tidak pernah menyangka bahwa saat ini putranya itu bahkan melanggar peraturan dengan menikahi seorang wanita yang jelas-jelas tidak seiman dengannya meskipun Natali bukan orang yang relijius tapi dia berharap anak-anak tetap pada jalan yang selama ini ia tunjukkan.


Agista pun langsung bergegas menuju rumah sakit saat mendengar kabar bahwa Natali sakit, dia tau ibunya tidak bisa menerima yang terjadi saat ini.

__ADS_1


Agis sangat cemas jika Natali sampai kenapa-kenapa dia tidak ingin lagi kehilangan wanita terbaik dalam hidupnya.


"Daddy bagaimana keadaan mommy?."tanya Agista yang datang bersama dengan David.


"Mommy mu masih ditangani oleh dokter."jawab Haidar.


"Duduklah dulu sayang jangan cemas mommy mu akan tetap baik-baik saja."ucap gadis itu.


"Baik daddy."ucap Agista yang kini duduk di samping Haidar.


"Bagaimana? kabar cucu daddy sayang."tanya Haidar.


"Mereka baik-baik saja daddy, sekarang bahkan sudah semakin tumbuh."ucap Agista.


"Semoga selalu bahagia sayang semoga semua baik-baik saja dan lancar hingga mereka lahir nanti."ucap Haidar.


"Terimakasih daddy, semoga daddy juga selalu sehat dan panjang umur agar nanti bisa menyaksikan mereka tumbuh."ucap wanita itu.


"Amiinn sayang."ucap pria itu.


"Keluarga pasien nyonya Natali."ucap sang dokter.


"Ya, saya."ucap Haidar.


"Silahkan masuk, nyonya Natali sudah sadar hanya butuh istirahat yang cukup dan jangan terlalu banyak pikiran karena tensi darah nya sedikit lebih tinggi."ucap gadis itu.


"Terimakasih dokter."ucap Haidar.


"Daddy Agis ingin lihat mommy."ucap Agista.


"Tentu saja Sayang tapi tunggu mommy dipindahkan dulu ke ruang rawat inap."ucap Haidar.


"Iya sayang sabar ya."ucap David yang sedaritadi sibuk dengan Handphone canggihnya itu.


"Baiklah aku akan menunggu."ucap Agista lesu.


Sampai saat Natali dipindahkan ke ruang rawat inap, Agista terus menemani wanita paruh baya itu.


"Tapi mommy sedih sayang kakak mu mommy didik dengan sangat baik sejak kecil sampai dewasa, dan kini kenapa? dia bisa membuat mommy sangat kecewa hanya karena seorang gadis yang kini bahkan sudah mengandung anak dari Leon."ucap Natali yang kini menangis sesenggukan.


"Agis tau ini terlalu menyakitkan tapi semoga kedepannya akan selalu baik-baik saja."ucap Agista.


.............................


Setelah Natali tenang Agista pun menyuapi wanita itu makan meskipun sangat sulit karena Natali benar-benar tidak berselera tapi Agis meyakinkan Natali dia akan membantu ibu angkatnya itu untuk bicara dengan Leon dan mencari solusi terbaik untuk keduanya.


Setelah upacara pernikahan itu selesai dilakukan, Kimberly langsung kembali menuju Indonesia dengan pesan dari Leon bahwa ia menyayangi Natali dia akan kembali ke Indonesia setelah semua urusannya selesai.


Rencananya Leon akan kembali menukar perusahaan cabang dan pusat itu seperti dulu saat dirinya harus pulang ke Indonesia bersama dengan sang mommy setelah sang omah meninggal dunia.


Leon berjanji akan menemani ibunya sampai akhir hayat nanti, dan dia akan melakukan hal itu setelah putranya lahir dan dokumen untuk putranya itu ada dia dan Nety memutuskan untuk berpisah secara baik-baik.


Sebenarnya Kimberly menyayangkan akan hal itu karena keduanya juga saling mencintai tapi karena wanita itu tetap harus menikah dengan pria pilihan kedua orang tuanya akhirnya Leon pun bernegosiasi untuk melegalkan pernikahan agar putranya kelak tidak dicap sebagai anak haram.


Sampai saat nanti saat perpisahan itu tiba, Leon akan memanjakan Nety yang tengah mengandung buah cinta mereka, agar saat hari perpisahan itu tiba dia akan tetap bersikap baik karena biar bagaimanapun juga ada buah hati mereka yang akan hidup bersama dengan Leon.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan akhirnya Kimberly pun menginjakkan kaki di tanah air dan dalam keadaan selamat.


Kini gadis itu berjalan menuju pintu keluar bandara diikuti oleh asisten pribadinya.


Sampai saat ia tiba di depan bandara tiba-tiba seseorang menghentikan langkahnya.


"Kimberly ."ucap seseorang yang kini ada di hadapannya.


"Tuan Azka."ucap Kimberly sopan.


"Kim, kamu darimana?."ucap Azka.


"Amerika."jawab wanita itu singkat.


"Pantas saja aku sulit sekali menghubungi mu."ucap Azka.

__ADS_1


"Ada urusan apa? tuan Azka menghubungi saya."ucap Kimberly.


"Besok setelah pulang kerja apa? boleh mengajak mu makan malam."ucap Azka.


"Kita lihat besok saja tuan, karena saya belum tau jadwal saya."ucap Kimberly.


"Baiklah, tapi aku harap kamu tidak sengaja mencari alasan."ucap Azka.


"Heumm."balas Kimberly singkat.


Kimberly pun berlalu dengan mobil jemputan tersebut.


Sementara Azka yang kini tengah menunggu sang Daddy dari luar negeri itupun sudah datang ke hadapannya.


"Siapa? gadis itu Boy."ucap pria itu.


"Gadis yang aku cintai Daddy tapi dia sempat menolak karena Nabila."ucap Azka.


"Gadis mana yang berani menolak putra Daddy yang tampan ini."ucap pria itu sambil merangkul bahu putranya itu.


"Itu buktinya daddy."ucap Azka sambil membawakan koper milik pria tampan dengan usia yang sudah tidak muda lagi tapi awet muda.


"Daddy bisa bantu untuk mendapatkan wanita manapun yang kamu inginkan sayang jadi jangan pernah menyerah sebelum kata sah itu terdengar."ucap pria itu.


Kini Azka membawa sang daddy untuk pulang ke Mension miliknya, dimana sang mommy masih tinggal di sana.


Kedatangan pria itu untuk membantu Azka menyelesaikan masalahnya dengan ayah tirinya yang kini malah mengadu domba antara Azka dan mantan istrinya itu.


Sementara pria itu pun masih tinggal di rumah besar itu.


"Apa? bajingan itu masih tidak mau pergi."ucap pria itu.


"Semua karena mommy terlalu membela dia."ucap Azka.


"Dia sepertinya ingin sekali merasakan apa? itu yang namanya di seret paksa."ucap pria itu.


Dia mengalah pergi setelah Azka masuk SMA bukan karena dia tidak peduli dengan mantan istri dan putranya itu, tapi kedua mertuanya mengusir pria itu dengan alasan tidak pernah merestui hubungan mereka, sementara selama ini mereka dibiayai hidup oleh pria itu.


Tuan Wijaya adalah orang yang sangat berkecukupan sejak lahir, keluarganya yang kaya raya sudah mewariskan dia perusahaan yang cukup bonafid di masa kejayaannya hingga saat ini, yang pria itu wariskan pada Azka pun hanya salah satu dari cabang perusahaan tersebut karena dia ingin putranya itu belajar mandiri hingga dia mampu untuk mengurus perusahaan yang masih ia kelola nantinya.


Tapi setelah dia benar-benar pergi karena harga diri atas penolakan terhadap dirinya tiba-tiba saja dikabarkan bahwa istrinya sudah menikah lagi.


Dan kini dia berani membuat masalah dengan putranya, tentu saja tuan Wijaya tidak akan pernah bisa terima dengan itu.


Sesampainya di dalam Mension, seluruh pelayan itu terlihat begitu tunduk pada tuan Wijaya saat ini terlihat dari cara mereka menyambut pria itu.


"Apa-apaan ini Azka?."ucap sang mommy.


"Kenapa? apa putraku melakukan kesalahan jika dia mengadu tentang semua yang terjadi."ucap tuan Wijaya.


"Tapi mas ini bukan urusan mu, ini urusan antara aku dengan Azka."ucap Dila.


"Itu akan menjadi urusan ku! Dila apa? kau lupa jika Azka putraku."balas tuan Wijaya tegas.


"Ya aku tau dia putra mu! tapi dia juga putraku jika kamu lupa."ucap Dila.


"Owh sadar ternyata kamu jika selama ini kamu punya putra, lalu bagaimana bisa kamu mengasingkan putramu hanya demi pria yang tidak berguna dan juga tidak tau malu itu."ucap tuan Wijaya.


"Jaga bicaramu dia orang yang paling berjasa di sini yang telah membesarkan putramu."ucap Dila.


"Heeuh,,, berjasa maksudnya berjasa karena telah menggerogoti harta putraku, berjasa membuat dia sengsara dan berjasa menghancurkan hidupnya! ingat Dila aku meninggalkan semua ini untuk putraku dan kau hanya menumpang di sini, dan satu lagi sebaiknya kau segera pergi sebelum kau tau aku ini siapa?."ucap tuan Wijaya tegas sambil menatap tajam kearah pria yang kini pura-pura tidak melihat dirinya.


"Mas,,, kamu tidak bisa seenaknya dong."


"Kenapa? tidak bisa aku yang memiliki semua ini dan aku juga yang berhak menentukan semuanya, seharusnya kau bersyukur karena aku tidak mempermasalahkan semua yang kau lakukan terhadap putraku selama ini hingga dia merasa asing di rumahnya sendiri apa? kalian tidak punya urat malu, aku saja langsung pergi saat kedua orang tuamu bilang bahwa mereka tidak merestui pernikahan kita dulu! itu semua karena harga diriku lebih tinggi dari kalian para penjilat."ucap tuan Wijaya.


"Apa? mau mu mas."ucap Dila.


"Tinggalkan rumah ini jika kamu masih tetap mempertahankan benalu itu, dan jika kamu masih mau tinggal bersama dengan putramu ceraikan dia."ucap tuan Wijaya.


"Jangan keterlaluan Wijaya, saya diam bukan berarti kamu bisa seenaknya menginjak-injak harga diri saya. saya selama ini tidak tinggal geratis di sini saya mengurus perusahaan juga mengurus putramu hingga saat ini."

__ADS_1


__ADS_2