Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#perhitungan#


__ADS_3

"Dasar wanita tidak tahu diri! sudah ditolong bukannya berterima kasih malah memanfaatkan adikku harusnya kau mati saja saat itu" kata Rayan yang kini tengah terbakar emosi.


Dia begitu marah ketika melihat pasangan selingkuh itu kembali bersama di hadapan mereka.


"Sudahlah biarkan saja lagi pula aku ingin lagi berurusan dengan mereka" ucap Agam di hadapan Novita, yang kini tengah duduk bersama dengan selingkuhannya di hadapan mereka semua.


Wanita itu terlihat begitu menyesal saat ini karena telah bekerja sama dengan pria itu untuk menyingkirkan Sherina, dan kini dia mulai terjebak.


"Kau saja pria bodoh, yang bisa dimanfaatkan oleh wanita ini, sudah tahu dia selingkuh masih saja kau percaya dengannya, dia wanita yang sangat aku cintai biar bagaimanapun dia adalah wanitaku sejak dia masih single dulu"ucap pria yang kini babak belur karena di hajar oleh Rayan.


"Kau bilang apa? adikku bodoh! yang seharusnya dibilang bodoh itu adalah kau kau yang bodoh karena telah memilih wanita ****** ini"ucap Rayan.


"Kak,, maafkan aku, aku terbakar cemburu hingga aku gelap mata dan bekerja sama untuk menyingkir kan Sherina,, Abang tau sendiri aku sudah berusaha untuk menjadi seorang yang lebih baik lagi tapi Abang diam-diam mengkhianati cinta ku"ucap Novita.


"Kau pikir aku seperti itu karena siapa? aku tidak akan pernah berkhianat jika kamu bisa memberikan ku keturunan karena kamu mampu untuk itu."ujar Agam.


Pria itu tidak banyak bicara, tapi saat dirinya disalahkan atas semua yang terjadi akhirnya ia angkat bicara.


"Sekarang aku akan membawa mu untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan kalian berdua"ucap Rayan.


"Kak tolong ampuni aku demi Agista"ucap Agam.


"Tidak kau sudah membunuh Sherina"ucap Agam.


"Sherina bukan siapa-siapa mu bang tapi kamu begitu perduli dengan nya, bahkan saat ini dia sudah tidak ada lagi di dunia ini"ucap Novita.


"Justru itu karena dia sudah tidak ada lagi, aku tidak bisa melihat dia lagi untuk selamanya dan aku harus membuat perhitungan dengan mu"ucap Agam.


Agam langsung pergi setelah bicara pada Novita.


"Abang aku minta maaf, tolong jangan penjarakan aku, aku tidak bisa berpisah dengan Abang dan Agista"ucap Novita.


"Novita, dia putri ku, sudah seharusnya dia ikut dengan ku"ucap pria itu.


"Kau juga akan dibui saat ini juga jadi jika ada yang mau mengurus Agista, itu adalah keluarga mu"ucap Rayan.


"Aku tidak bersalah dia hanya meminta ku untuk mencari seseorang yang bisa menyingkirkan Sherina, jadi bukan aku yang membunuhnya"ucap pria itu.


"Kau itu lucu sekali,,, sebaiknya katakan itu di kantor polisi"ucap Rayan.


Tiba-tiba seseorang berbisik pada Rayan, dan pria itu langsung meminta mereka untuk membawa keduanya ke kantor polisi.


Sementara Rayan membisikkan sesuatu pada Agam.


"Benarkah, dimana dia saat ini"ucap Agam yang terlihat bubar bahagia di wajah nya.


"Amerika sedang menjalani pengobatan untuk kelumpuhan nya itu"ucap Rayan.


"Berikan alamatnya aku akan segera menyusul nya"ucap Agam begitu semangat.


Saat ini dia yakin jika Sherina benar-benar masih ada.


"Tunggu aku sayang,,, aku akan segera datang"ucap Agam


"Pria itu pun langsung meminta asisten pribadi nya menyiapkan tiket pesawat tepat saat pagi dini hari pria itu bahkan tidak perduli dengan keadaan nya yang kurang istirahat akhir-akhir ini sejak saat Sherina dikabarkan telah meninggal dunia.


Agam seakan mendapatkan pelepas dahaga disaat dia tengah kehausan.


Pria itu langsung berangkat ke Amerika, hanya untuk menemui wanita yang sangat ia cintai.


Agam tertidur pulas di pesawat saat ini dia sedikit merasa lega karena sudah mengetahui dimana Sherina berada, meskipun dia tidak mengetahui keadaan Sherina yang sebenarnya.


Sampai saat dia tiba di negara tersebut Agam langsung menuju rumah sakit dimana Sherina tengah berbaring tak sadarkan diri setelah operasi selesai dilakukan beberapa hari yang lalu, sebenarnya operasi nya berhasil dilakukan tapi seakan Sherina menyerah dengan hidup nya saat ini.


Agam langsung memasuki ruangan tersebut wanita itu kini terlihat sangat menyedihkan meskipun kecantikan wajahnya tidak berkurang sedikit pun.


"Sayang"ucap Agam yang kini langsung menggenggam tangan Sherina.


"Sayang aku datang,,, bangun Yank... aku berjanji akan selalu melindungi mu"ucap Agam.


Mateo yang masuk ke dalam ruangan tersebut kaget saat melihat Agam, pria itu sudah tidak bisa berbohong lagi semua sudah berakhir, dan Mateo tidak bisa berkata-kata lagi.


"Mateo Dimitri, kau sungguh keterlaluan, aku bertanya tentang Sherina, kau malah mempermainkan aku"ucap Agam.


"Aku hanya melindungi adikku apa? itu salah"ucap Mateo.


"Kau bilang apa? adik apa? aku tidak salah dengar heuhhhhh tidak salahkah saat kau mengaku bahwa ia adikmu, lalu saat Sherina menderita sendirian kamu dimana"ucap Agam.


"Agam jangan keterlaluan, aku tidak tau jika adikku menderita, aku bahkan baru bertemu dengan dia saat ini, setelah dia kembali ke Italia Karena bibi sudah tidak lagi datang berkunjung"ucap Mateo tegas.


Sampai perdebatan itu berakhir, karena tiba-tiba Sherina sadar, saat itu juga Agam langsung berbalik dan memeluk Sherina yang masih berbaring perlahan-lahan.

__ADS_1


Ada tangis penyesalan yang terlihat saat ini, karena dia hampir kehilangan Sherina yang hampir membuat Agam menyerah.


"Sayang kamu sudah sadar terimakasih cinta"ucap Agam.


"Kak, sejak kapan kamu disini"ucap Sherina.


"Sejak semalam"jawab Agam.


"Jangan pernah pergi lagi sayang, aku sudah membuat perhitungan dengan wanita itu"ucap Agam.


"Lalu bagaimana dengan anak kalian"ucap Sherina.


"Kami tidak pernah punya anak tapi meskipun aku sangat sayang pada Agista, aku tidak akan melarang jika keluarga ayahnya mengambil hak asuh anak nya"ucap Agam jujur.


"Aku hampir tak punya harapan hidup lagi setelah aku tau aku cacat karena kakiku sama sekali tidak bisa berjalan"ucap Sherina.


Agam langsung mengecup bibir Sherina, karena tidak ingin mendengar kata-kata buruk itu lagi.


"Jangan katakan itu lagi, aku sangat mencintaimu dan aku akan berusaha untuk terus melindungi mu mulai saat ini."ucap Agam.


"Terimakasih"ucap Sherina yang tidak mampu melanjutkan kata-katanya.


Sampai saat Sherina dipindahkan ke ruang rawat VIP, Agam terus menemani nya siang dan malam, Mateo sendiri kembali ke Indonesia untuk mengurus perusahaan milik Sherina.


"Sayang aku mau jalan-jalan aku bosan di kamar terus apa? boleh"ucap Sherina.


"Tunggu luka itu sembuh sepenuhnya sayang aku akan mengajak mu keliling dunia jika perlu"ucap Agam.


"Tapi aku bosan"ucap Sherina.


"Kamu bisa menatap ku honey jika kamu bosan karena sekarang akulah dunia mu"ucap Agam sambil tersenyum manis.


"Yank... jangan bercanda deh aku benar-benar bosan"ucap Sherina.


"Aku tidak bercanda honey"ucap Agam sambil mengecup punggung tangan Sherina penuh cinta.


"Kak,, aku serius"Rajuk Sherina.


"Heumm begini saja aku tanya dokter dulu dan kamu harus sabar sayang, tunggu ya"ucap Agam.


"Baiklah makasih Yank,, kamu memang terbaik"ucap Sherina.


Sherina tau Agam adalah pria yang sangat bertanggung jawab, terbukti dia tidak pernah main-main saat mengambil keputusan, meskipun awalnya Sherina tidak pernah mau menganggap serius semua itu tapi kini dia tau dan dia melihat itu secara langsung.


Sampai Agam kembali dari ruangan dokter, pria itu berpura-pura sedih dengan raut wajah yang dibuat-buat


"Sayang kata dokter kamu tidak boleh keluar dulu"ujarnya sambil duduk di samping Sherina.


Wajah Sherina sudah terlihat sedih lalu tiba-tiba"Tapi bohong!"ujar Agam yang kini tertawa terbahak-bahak saat Sherina memukul lengan pria itu meskipun pelan.


"Sudah-sudah ayo bersiap sini Abang ikat rambut Sayang ku"ucap Agam.


"Abang"ucap Sherina heran.


"Ya,, kamu bisa panggil aku seperti itu jika kamu mau"kata Agam, sambil menatap lekat wajah cantik itu.


"Aku tidak mau Yank,, itu panggilan wanita itu"ucap Sherina yang tidak ingin memanggil nama Novita.


"Ah... baik'lah panggil sayang juga lebih baik"ucap Agam.


"Heumm"ucap Sherina yang kini tengah dipindahkan ke kursi roda oleh Agam.


"Sebentar Sayang sebaiknya aku ikat rambut kamu dulu"ucap Agam.


"Aku bisa sendiri Yank"ucap Sherina.


"Tidak aku tidak mau luka itu terganggu jika kamu terlalu banyak bergerak"ucap Agam.


"Tidak Yank"ucap Agam.


Agam langsung mengikat rambut panjang milik Sherina.


Sherina kini tengah berada di sebuah taman yang ada di area rumah sakit tersebut, dia bahkan meminta Agam membelikan dia eskrim yang tidak jauh dari area rumah sakit ada McDonald's .


Agam pun pergi menuju tempat tersebut tapi dia menitipkan Sherina pada seorang suster yang kebetulan ada di sana juga sedang menemani pasien yang kini tengah berjalan-jalan.


Agam kembali dengan paper bag di tangan nya berisi aneka makanan yang dijual di sana termasuk eskrim yang Sherina mau dia sengaja membeli itu untuk dimakan bersama dengan Sherina.


"Sayang kamu lama sekali"ucap Sherina.


"Antri sayang dan lagi ini aku beli beberapa jenis makanan yang mungkin kamu suka"ucap Agam.

__ADS_1


"Yank,, perut aku tidak sebesar itu hingga bisa menghabiskan semuanya"ucap Sherina.


"Tidak apa-apa sayang kita bisa berbagi dengan mereka"ucap Agam.


"Yank,, ini Amerika bukan Indonesia yang semua orang bisa diajak berdiskusi, dan sangat ramah"ucap Sherina.


"Ya aku tau tapi lihat ini"ucap Agam yang langsung mendekati para suster yang sedang berjalan, dia menyapa mereka lalu membagikan paper bag tersebut, dan tanpa diduga ada salah seorang dari mereka yang baper bahkan berterimakasih dengan mengecup pipi Agam.


Sontak pria itu melotot kaget, bahkan dia tidak berani berbalik karena dia tau Sherina pasti sedang cemburu.


"Senang dapat ciuman"suara seseorang dari arah belakang.


Sementara para suster tertawa kecil sambil pergi meninggalkan mereka berdua.


"Yank,,, maafkan aku, aku tidak mengira diantara mereka akan melakukan hal itu"ucap Agam.


"Tapi senang kan"ucap Sherina.


"Tentu saja tidak,, karena itu bukan wanita yang kucintai"ucap Agam.


"Bohong!"ucap Sherina yang kini sedikit belepotan saat makan es krim.


Cuph...


Kecupan manis itu sedikit lebih lama, karena Agam menjilat eskrim yang ada di sudut bibir Sherina.


"Yank,, malu tau dilihat orang"ucap Sherina.


"Tidak masalah sayang yang mereka tau kita adalah pasangan suami istri"ucap Agam.


"Tetap saja Yank,,, sudah ah, aku mau kembali saja"ucap Sherina.


"Tentu Sayang,, agar kita bebas"goda Agam.


Agam langsung mendorong kursi roda milik Sherina menuju pintu lift, mereka pergi menuju lantai lima, dimana ruang rawat Sherina berada.


Setelah berada di dalam ruangan tersebut Agam langsung membantu Sherina naik ke atas ranjang dan kembali mengaitkan botol infus tersebut.


Agam pun duduk di samping Sherina, sambil mengelus puncak kepala calon istri nya itu.


"Yank" kamu kapan pulang, kamu pasti sibuk siapa? yang mengurus perusahaan milik mu"ujar Sherina.


Sherina menatap lekat wajah tampan yang terlihat kurang beristirahat tersebut.


"Kamu tidak usah khawatir, ada kak Rayan dan kak Anya, mereka masih bisa menghandle perusahaan milik kita, mereka hanya minta kamu untuk cepat sembuh dan segera kembali, kita akan segera menikah setelah kembali dari sini"ucap Agam.


"Heumm aku cacat yang aku tidak mungkin bisa mengurus suami ku, sekarang saja aku sudah membuat mu susah apa"ucapan Sherina terhenti saat Agam menempelkan telunjuknya di bibir Sherina.


"Jangan berkata seperti itu, aku tidak ingin mendengar itu lagi, kita akan tetap menikah bagaimana pun keadaan mu. sekarang atau pun nanti aku akan tetap mencintaimu dan menjaga mu"ucap Agam tulus.


"Terimakasih Yank,,, aku tau kamu adalah pria yang sangat baik, aku berdoa semoga kamu bisa bahagia dengan pilihan mu"ucap Sherina.


"Tentu"jawab Agam yakin.


Setelah Luka bekas operasi Sherina dinyatakan sembuh akhirnya Agam membawa Sherina pulang kampung karena kini pengobatan Sherina tinggal terapi.


Kini mereka tengah berada di dalam jet pribadi milik Rayan pria itu sengaja meminta asisten pribadi nya menjemput mereka berdua agar tidak perlu ribet jika harus mengantri di bandara.


Selama di perjalanan, Agam begitu telaten merawat Sherina memberikan makan siang pagi dan malam juga mengantar dia ke toilet.


jika Sherina ingin ke toilet hingga tiba di Indonesia, setelah hampir dua puluh empat jam mereka terbang menuju Indonesia.


Sesampainya di Indonesia tepatnya pada pagi hari, mereka tiba di bandara, dan langsung dijemput oleh Rayan dan Daisy juga Anya dan Ricky, di mobil yang sama.


"Kak Daisy, kak Rayan, kak Anya dan kak Ricky"ucap Sherina.


"Ya kami menjemput adik ipar"ucap semua nya.


Sherina terlihat menitikkan air mata, saking terharunya saat ini.


"Sayang kamu itu begitu istimewa bagi kami semua"ucap Agam.


sampai saat Agam dan Sherina masuk kedalam mobil dengan kursi roda yang digunakan oleh Sherina saat ini.


"Ayo pulang ke rumah kita"ucap Rayan.


"Sayang kalian semua saat ini harus tinggal di Mension, sampai Sherina bisa berjalan kembali, agar kita bisa saling membantu"ucap Daisy.


"Terimakasih mommy"ucap Agam.


"Sama-sama sayang"jawab Daisy

__ADS_1


__ADS_2