Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Jalan bertiga#


__ADS_3

Hari berlalu terasa begitu cepat, saat ini Daisy, tengah menikmati waktu bersama dengan Rayan, dan David.


Kini keluarga kecil itu tengah bersiap untuk pergi ke Jepang untuk berlibur, sekaligus bulan madu, yang sempat tertunda, karena tragedi itu.


"Mommy, gak ngajak aku nih jahat ih, aku juga kan pengen liburan"ujar Anya.


"Sayang kalian berdua nyusul saja, lagi juga mommy tidak lama kok, tergantung Abang"ujar Daisy, tunjuk Rayan.


"Semua tergantung kamu cinta, aku siap kapanpun kamu mau pulang, menetap juga tidak masalah"ujar Rayan.


"Untuk menetap itu tidak mudah belum lagi, mas harus mengurus perusahaan, mereka juga belum pada menikah, itu tidak mungkin"ujar Daisy.


"Ya, terserah ratuku saja"ujar Rayan.


"Ih kaya orang gak ikhlas gitu"ujar Daisy, goda Rayan.


Rayan hanya tersenyum kecil sambil mengancam Daisy, dengan ancaman manis.


Daisy, pun menggendong putra semata wayangnya menuju mobilnya, sementara itu Rayan, menarik koper mereka, yang lumayan banyak.


"Kalian, bawa apa? sih banyak banget"ujar Anya.


"Bawa keperluan kita bertiga"ujar Daisy.


"Mommy, seperti orang miskin saja, untuk apa? semua itu disana mommy, bisa beli apapun yang mommy, butuhkan"ujar Anya.


"Heumm benar juga"ujar Daisy.


"Sayang bawa satu koper besar itu saja yang berisi barang-barang kita bertiga"ujar Daisy.


"Lagian mommy, mu susah dikasih tau sayang, sudah dibilang gampang-gampang buat beli apapun yang kita butuhkan,ujar Rayan, sambil memberikan koper dua lagi pada pelayan, dan hanya membawa satu koper besar, berisi, baju mereka bertiga.


"Anya, sayang jaga pola makan nya, mommy sudah siapkan semua di sana"ujar Daisy.


Daisy, pun duduk bersama dengan Rayan, sementara David, ingin duduk di jok paling depan bersama dengan sopir, Daisy sendiri kini tengah bersandar di di dada bidang Rayan.


"Sayang, kamu senang tidak?"tanya Rayan.


"Senang mas, yang penting kita perginya bersama kemanapun itu"ucap Daisy.


"Tentu saja Sayang"ucap Rayan


"Mas, kalau kita tinggal di kampung, Apa? mas mau"ujar Daisy.

__ADS_1


"Dimana pun, sayang, asal bersama dengan mu, tapi nanti, setelah David dewasa, biar aku tenang saat memberikan perusahaan milik kita"ujar Rayan.


"Jangan bebankan kepada Rayan, semua, kasihan dia nanti, susah cari jodoh"ujar Daisy.


"Tidak akan Sayang, contohnya aku ketemu bidadari cantik seperti dirimu"ucap Rayan.


"Heumm, benarkah"ujar Daisy.


"Tentu saja Sayang"ucap Rayan.


Tidak terasa perjalanan mereka, pun tiba di bandara,


Sedari berangkat dari rumah hingga tiba di bandara dan saat naik pesawat menuju Jepang, putra nya David, begitu dingin karena memang seperti itu sifatnya.


Daisy pun hanya menawarkan dia makan dan yang lainnya, karena memang putra nya tidak pernah rewel.


Daisy juga lebih sibuk mengurus suami nya, yang bahkan lebih manja dari putra nya.


"Dy, aku ingin David, segera punya adik"ujar Rayan.


"Baiklah"jawab Daisy, yang tidak mau berdebat, sampai pria itu tertidur pun Daisy tetap terjaga untuk menjaga mereka berdua, terutama putra nya.


"Yang kenapa? tidak tidur"tanya Rayan.


"Sayang tidak akan ada, apa-apa"ucap Rayan.


Rayan, membantu Daisy bersandar dia juga mengelus puncak kepala istrinya itu dengan lembut dan penuh sayang hingga akhirnya Daisy pun tertidur pulas di kursi yang sudah di atur untuk bisa bersandar agar penumpang bisa beristirahat dengan nyaman.


Hingga perjalanan panjang itu berakhir, Daisy dan Rayan, begitu terlihat penuh kebahagiaan, terutama David, yang kini berada di dalam gendongan sang Daddy.


"Daddy, mommy, aku ingin main salju"ujar David.


"Iya,sayang tapi tidak sekarang, besok saja"ujar Daisy.


"Kenapa? mom"tanya David.


"Karena, ini sudah larut sayang"jawab Rayan, pada akhirnya David pun mengiyakan ucapan sang mommy.


Daisy pun tersenyum pada keduanya, saat mobil jemputan yang dari hotel itu datang.


"Sayang, tidak ingin belanja dulu"tawar Rayan.


"Tidak mas, aku mau langsung istirahat"jawab Daisy.

__ADS_1


"Baiklah sayang terserah kamu saja"ujar Rayan, mereka kembali berbincang hingga tiba di depan lobby hotel yang sudah mereka booking, beberapa hari yang lalu.


Rayan, langsung disambut oleh manager hotel yang sudah mengenal Rayan, yang sering booking kamar hotel, di sana setiap kali dia melakukan perjalanan bisnis.


Daisy, sampai dibuat kagum pada Rayan, bisa kenal dengan orang asing, di negara luar.


Sesampainya di dalam kamar Daisy langsung bergegas menuju kamar mandi, wanita itu bahkan sudah ingin mandi sejak didalam pesawat tapi memilih untuk menahan nya saja, dan mandi di hotel, seperti sekarang ini, wanita itu langsung berendam di dalam bathtub, sementara Rayan, sibuk bermain dengan David.


Setelah Daisy, selesai mandi, akhirnya giliran Rayan, dan David, mandi bersama, keduanya kompak bermain air di sana, hingga akhirnya David pun bosan dan minta berhenti.


Rayan, pun langsung memasang handuk pada tubuh putra nya, agar tidak kedinginan.


Sementara itu Daisy, sudah menyiapkan makan malam mereka semua.


"Sayang, kamu memang hebat"ujar Rayan.


"Biasa aja sayang"ujar Daisy.


" Baju kalian sudah disiapkan sedari tadi, buruan ya, mommy sudah sangat laper"ujar Daisy.


"Iya, mom"ujar keduanya.


Sampai akhirnya mereka makan bersama,di hotel dengan lantai teratas, yang dikhususkan untuk, honey moon.


"Sayang, sudah ngantuk heumm"tanya Daisy pelan.


"Sudah mom"jawab David.


"Baiklah sayang segera bobo,agar besok bisa langsung main bola salju"ujar Daisy, yang langsung membaringkan David, di kasur terpisah karena David, sudah terbiasa seperti itu sejak kecil.


Rayan pun langsung berbaring di atas ranjang tersebut.


Sayang bobo dulu, besoknya kita jalan-jalan ke tempat yang indah, seperti surga dunia, jangan lupa berdoa semoga semua nya baik-baik saja, aku sudah mengirimkan pesan pada Anya, dan Agam"ujar Rayan.


"Tentu mas"ujar Daisy.


"Rayan pun memeluk sang istri, hingga akhirnya mereka pun memejamkan mata nya.


Rayan Daisy, dan David, sudah selesai bersiap di pagi hari untuk jalan bertiga, dari mulai keluar dari dalam kamar hotel, Daisy dan Rayan menuntun tangan sikecil David, putra semata wayangnya yang antusias ingin bermain salju, rencananya mereka, akan lanjut liburan sampai musim semi tiba, dimana bunga sakura akan bermekaran, dan seluruh taman sakura akan dipenuhi dengan keindahan bunga yang hanya tumbuh di negara Jepang tersebut.


"Sayang awas" ujar Rayan, saat David, melempar bola salju kearah mereka berdua.


"Sayang, awas ya, kamu nakal sama mommy tar kamu Daddy, balas"ujar Rayan.

__ADS_1


"Ayo, balas kalau bisa"ucap David menantang.


__ADS_2