Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Tak bisa menyentuh#


__ADS_3

Satu Minggu setelah hari itu, Daisy tengah mendampingi Gibran ke acara ulang tahun perusahaan D group yang ke empat.


Gibran sebenarnya belum pernah mengetahui perusahaan itu sebelum nya, karena menurut nya itu adalah perusahaan baru .


tapi saat sampai di tempat acara Gibran melihat beberapa orang rekan bisnis nya yang selama ini bekerja sama dengan perusahaan nya termasuk perusahaan R grup yang sudah dua tahun ini bergabung dengan pimpinan Rio sebagai CEO.


Daisy berjalan dengan anggun ia sedari pertama kali datang tidak melepaskan rangkulan tangan nya pada lengan Gibran, suami nya itu.


hingga pembawa acara membuka acara nya Daisy terus mengikuti Gibran, yang tengah menyapa rekan bisnis nya itu.


hingga pembawa acara meminta perhatian mereka untuk menyambut CEO, perusahaan tersebut.


Daisy seakan berhenti bernafas di saat ia melihat pria yang dulu pernah menorehkan rasa sakit di hatinya, hingga dia menderita penyakit jantung yang saat ini ia derita.


buntut dari rasa sakit tersebut adalah penyakit yang bahkan bisa mendatangkan kematian kapan saja.


Daisy, tidak bergeming dia mengeratkan rangkulan nya, Gibran yang mengerti dengan hal itu dia langsung berkata"kita pulang saja seperti nya kamu sedang tidak baik-baik saja"ucap Gibran pelan.


"Aku tidak apa-apa, hanya saja jangan pernah lepaskan aku"ucap Daisy.


"Tentu saja siapa juga yang akan melepaskan istri ku yang sangat cantik ini"ucap Gibran berbisik , bisikan itu terdengar sensual oleh Daisy yang kini tengah menghadap ke arah Gibran.


tanpa Daisy, sadari sedari tadi mereka menjadi pusat perhatian karena selain kecantikan nya, Daisy juga terlihat seperti pasangan yang sangat romantis saat ini.


semua orang mengagumi keindahan yang mereka tunjukkan saat ini.


hingga mata elang pria yang bernama Rayendra itu tengah menatap tajam kearah nya.


"Setelah sekian lama kau menghilang kini kau kembali muncul, dengan sejuta teka-teki siapa pria yang menjadi pelarian mu selama ini, aku akan meminta nya untuk mengembalikan kau pada tempat yang semestinya"Gumam Rayendra yang kini langsung berjalan menuju kearah Daisy dan Gibran.


"Selamat malam Nona Daisy, sudah lama tidak bertemu kau terlihat semakin cantik dan boleh aku tau siapa pria yang kini bersama dengan anda saat ini"ucap Rayendra berbasa-basi.


pria itu mengeratkan kepalan tangan nya di dalam saku celana nya.


"Ma malam tuan Rayendra, maaf lupa menyapa anda, kenalkan ini suami saya Gibran"ucap Daisy sambil tersenyum manis.


Deg......


Jantung Rayendra, seakan di hantam batu besar hingga dia merasakan sakit yang teramat sangat, saat mendengar ucapan Daisy.


tiba-tiba pembawa acara pun menyebutkan bahwa ini adalah waktu nya pesta dansa untuk setiap tamu undangan yang hadir.


"Tuan boleh saya meminta ijin untuk mengajak istri anda berdansa"ucap Rayendra.


"Maaf tapi istri saya tidak bisa, karena dia sedang tidak enak badan jadi tidak boleh kecapean"ucap Gibran, sopan.


"Baiklah maafkan saya jika saya lancang ucap Rayendra.


"Mas... aku pamit ke toilet dulu ya sebentar"ucap Daisy lembut.


"Baiklah sayang perlu di antar??..."ucap Gibran.


"Tidak usah mas aku bisa kok"ucap Daisy meyakinkan.

__ADS_1


Gibran pun mengangguk dan tersenyum manis ke arah istrinya itu, yang membuat Rayendra semakin murka tapi dia mencoba untuk menahan emosi nya.


kemudian Rayendra pun pamit untuk menemui rekan bisnis nya yang lain sambil berjalan mendekat ke arah toilet.


sementara itu Daisy, sedang mencuci muka yang basah dengan lelehan air mata, dia begitu pedih, saat ini karena luka yang sudah lama kini kembali terbuka, Rayendra langsung masuk ke dalam toilet wanita yang kebetulan sepi itu.


"Jadi dia yang selama ini membuat mu menghilang dari ku, dan pria itu yang mampu membuat mu bahagia Daisy, apa dia yang selama ini menjadi pria selingkuhan mu"ucap Rayendra pelan tapi penuh penekanan.


"Sudah selesai bicara nya, silahkan keluar"ucap Daisy yang kini memegangi dadanya yang sebelah kiri.


"Daisy tinggal kan dia, atau kamu akan melihat nya menjadi mayat "ancam Rayendra.


"Sekalipun kau mencabut nyawa nya, aku tidak akan pernah menjadi milik mu camkan itu!!"ucap Daisy murka, wanita itu tiba-tiba terjatuh dan tergeletak di lantai.


"Daisy... bangun sayang kamu kenapa??... ucap Rayendra yang langsung berlari membawa Daisy, menuju rumah sakit.


sementara itu di tengah-tengah pesta Gibran mencari istrinya yang tidak kunjung kembali dari toilet bahkan dia mencari ke segala penjuru ruangan tersebut hingga seseorang memberitahu bahwa ada seorang wanita yang jatuh pingsan dan saat ini wanita itu dibawa ke rumah sakit.


Gibran pun langsung bergegas pergi menuju rumah sakit terdekat dia yakin bahwa wanita yang tadi di kabarkan pingsan adalah Daisy istrinya.


lima belas menit kemudian dia sudah sampai di rumah sakit tersebut karena tadi sempat terkena macet .


sesampainya di parkiran rumah sakit Gibran langsung bergegas menuju lobi rumah sakit tersebut dan menuju resepsionis untuk bertanya kepada mereka dimana pasien bernama Daisy .


seorang resepsionis mengatakan bahwa wanita itu dibawa ke ruang rawat VVIP satu setelah siuman Gibran pun langsung bergegas menuju ruang rawat tersebut sesampainya di sana Gibran mematung saat Daisy baru saja melepas kan genggaman tangan Rayendra.


"Mas... aku mau pulang saja"ucap Daisy pada Gibran yang kini masih mematung di tempatnya, entah kenapa saat ini Gibran merasakan sakit saat melihat istrinya di sentuh oleh pria lain walaupun cuma sekedar pegangan tangan.


"Sayang kamu masih butuh istirahat aku tidak ingin memperburuk keadaan"ucap Gibran.


sementara itu Rayendra masih mematung menatap lekat wajah cantik perempuan yang kini terlihat lebih dewasa.


"Tuan bisa kah anda keluar dulu saya ingin bicara dengan tunangan saya dulu"ucap Rayendra yang masih terus mengklaim bahwa Daisy adalah tunangan nya.


"Apa??... anda tidak salah bicara tuan dia itu istri sah ku dari mana anda bisa mengakui bahwa dia adalah tunangan anda"ucap Gibran emosi.


jelas saja Gibran emosi karena memang Daisy adalah istri nya, istri nya yang ia nikahi secara sah meski mereka tidak pernah berhubungan badan.


"Mas.... aku ingin pulang"ucap Daisy lagi.


"Kita akan pulang sayang kerumah kita"ucap Rayendra yang tidak ingin kalah dari Gibran.


"Stop bang .... hentikan keegoisan mu aku sudah menikah kalau dulu aku masih bisa kamu sakiti saat ini tidak lagi karena ada dia yang selalu ada untuk melindungi ku, dan sangat menyayangi ku"ucap Daisy yang kini bergerak hendak melepaskan jarum infus tersebut.


"Sayang tunggu perawat dulu ok jangan dilepas sembarangan bahaya"ucap Gibran, sambil memeluk Daisy yang kini minta perlindungan.


Rayendra langsung bergegas pergi ke luar ruangan dia meminta seseorang untuk melepaskan infus, setelah itu dia pun pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.


dengan rasa sakit yang teramat bahkan saat ini dia tidak bisa lagi menyentuh Daisy wanita yang sangat ia cintai dan akhirnya setelah sekian lama Rayendra menolak perjodohan untuk yang kedua kalinya di usia nya yang kini menginjak 35tahun Rayendra pun menyerah.


di malam ulang tahun perusahaan nya, Rayendra menyatakan bahwa mulai saat ini dia resmi bertunangan dengan Karin wanita cantik yang memiliki wajah oriental Rayendra pun mengumumkan bahwa akan secepatnya menikah dengan gadis tersebut, sementara itu Daisy yang melihat konferensi pers dia hanya bisa mengelus dada nya yang terasa sangat sakit.


iya sudah tidak punya harapan lagi, mulai saat ini dan selamanya Daisy, akan mengabdi kepada suami sebatas surat pernikahan tersebut meskipun tidak seutuhnya dia tidak lagi punya tujuan hidup lainnya, keluarga sudah tidak ia miliki lagi setelah pamannya wafat tiga tahun yang lalu, bersama sang istri dan rumah itu diwariskan pada Daisy, Daisy mungkin punya rumah untuk pulang tapi dia tidak memiliki rumah yang ia dambakan dengan keluarga utuh di dalam nya.

__ADS_1


kini Daisy tengah berada di dalam kamar bersama dengan suaminya sementara kedua anak nya tengah berlibur di rumah kakek nenek dari ibunya yang entah berada di mana.


"Mas... jika kelak dia kembali pada mu, apa ??...mas akan menceraikan ku"ucap Daisy lirih dengan tatapan sendu.


"Pertanyaan macam apa??...itu tentu saja tidak akan pernah, tapi aku juga tidak bisa menahan mu untuk tetap terus bersama ku, kamu bebas menentukan pilihan dan jika itu terjadi kamu memiliki hak untuk seperempat bagian dari harta kekayaan ku"ucap Gibran.


"Bicara nya seolah aku memang tidak berarti apa-apa untuk mu, atau mungkin benar-benar tidak ada artinya dan aku terlalu berharap akan kasih sayang orang lain"ucap Daisy lirih.


"Sayang aku tak bermaksud seperti itu, aku hanya bicara seandainya, dan asal kamu tahu aku tidak rela kehilangan wanita sempurna seperti dirimu, kamu adalah segalanya untuk kami"ucap Gibran.


"Tidak perlu menghibur ku mas aku tau aku hanya lah wanita tidak berguna yang hanya bisa membebani mu, jika mas lelah dengan semua ini mas bisa melepas ku kapan saja, tidak perlu mengasihani ku"ucap Daisy lagi.


"Sayang kamu ini bicara apa sih, jangan pernah berkata seperti itu, meskipun aku belum bisa menjadi suamimu seutuhnya tapi aku sangat menyayangimu"ucap Gibran sambil mendekap erat Daisy mengelus punggung wanita rapuh tersebut.


"Sudah lah mas tidak perlu di bahas lagi, aku sudah tau semua jawaban nya,mas mulai besok aku akan mencari kerja setidaknya ada penghasilan ku untuk menebus obat-obatan yang selalu aku konsumsi"ucap Daisy, sontak Gibran membentak Daisy.


"Daisy!!..., apa ??... selama ini aku kekurangan uang untuk membeli obat"ucap Gibran dengan suara tinggi.


"Mas... aku hanya tidak ingin membebani mu"ucap nya.


"Apa ??... kamu pikir aku terbebani heuuhh, apa kamu pernah melihat ku mengeluh saat mengantar istri ku berobat, tidak Daisy, yang aku keluhkan hanya lah sifat mu yang seperti ini, aku tidak tau harus bagaimana lagi aku membuktikan bahwa aku menyayangimu"ucap Gibran yang langsung mencium bibir Daisy, yang kini membulatkan matanya jujur selama pernikahan mereka baru kali ini Gibran mencium bibir nya.


lama kelamaan ciuman Gibran semakin menuntut hingga ke ceruk leher Daisy, tapi seketika Gibran menghentikan aksi nya karena dia tidak ingin kebablasan, Gibran ingin Daisy, mendapatkan yang lebih baik dari nya, sementara Daisy, memasrahkan semua nya dengan takdir yang saat ini dia jalani.


🌹💖💖💖🌹


satu bulan berlalu sejak saat itu Daisy kini tengah berada di sebuah pusat perbelanjaan, wanita itu tengah berbelanja kebutuhan bulanan ditemani oleh asisten rumah tangga dan dua anak kembar nya yang sedari tadi berlarian mengitari rak-rak tinggi tersebut.


"Sayang jangan berlarian nanti jatuh kakak sama Ade pilih apa saja yang kalian inginkan dari pada nanti nabrak orang"ujar Daisy.


"Iya mam...."ucap keduanya kompak.


"Emba tolong ambilkan ikan salmon yang itu lima ya juga sayuran yang itu saya mau cari kebutuhan mas Gibran dulu"ucap Daisy sambil berjalan melewati dua rak tinggi tersebut Daisy ingin membeli shampoo yang sering digunakan oleh suaminya dan juga handuk kecil untuk Gibran, saat Daisy sedang mencoba meraih rak paling atas tiba-tiba sebuah tangan kekar mengambil barang yang dia inginkan.


"Abang"ucap Daisy saat melihat pria yang satu bulan lalu bertunangan tersebut.


"Apa ??...kabar nyonya Gibran "ucap nya datar.


"B baik , permisi saya masih mau belanja keperluan lain nya"ucap Daisy pamit tapi tiba-tiba tangan itu di cekal kuat oleh Rayendra.


"Abang lepas nanti tunangan mu melihat nya dan salah paham"ucap Daisy yang kini menatap tajam kearah Rayendra.


"Kenapa??... takut dikatai plakor.... bukan nya kamu juga plakor"ucap Rayendra sambil tersenyum sinis.


tiba-tiba air mata Daisy meluncur begitu saja dari mata nya, Rayendra hanya memalingkan wajahnya beberapa detik hingga kemudian kembali menatap Daisy yang kini masih menatap lekat wajah nya dengan derai air mata yang semakin deras.


"Kenapa??... apa aku salah bicara, jangan sok alim aku bahkan sudah mengajak mu menikah sedari dulu, tapi kamu selalu menolak nya, dengan berbagai alasan dan terakhir kamu bilang tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain tapi apa?... bukti nya sekarang kamu jadi plakor juga"ucap Rayendra bersikap dingin.


"Stop cukup.... aku mohon jangan katakan itu lagi, aku memang bukan wanita baik-baik aku plakor, tapi aku tidak merebut kebahagiaan orang lain, aku menikah dengan nya karena restu orang tua nya, apa??.. aku salah karena aku mengganti kan peran seorang ibu untuk kedua anak yang merindukan ibunya, dan aku juga tidak pernah merebut hak seorang istri dari suami nya"ucap Daisy dengan suara tangis nya saat ini . Daisy langsung pergi dari hadapan Rayendra yang kini mencerna ucapan Daisy, apa yang dimaksud tidak pernah mengambil hak seorang istri.


Daisy berlari menuju toilet, saat ini dia masih menangis sesenggukan hingga sebuah tangan kekar menghentikan tangisnya, pria itu rela menanggung malu karena memasuki toilet khusus wanita demi sang istri.


"Aku bukan plakor, aku tidak merebut suami orang lain"ucap Daisy.

__ADS_1


__ADS_2