Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Terlalu over#


__ADS_3

Usia kehamilan yang kini menginjak delapan Minggu tersebut menjadi kebahagiaan yang teramat sangat bagi Agam. karena ternyata mereka langsung dikaruniai anak kembar dan hasil yang keluar itu ternyata adalah milik orang lain Yang tertukar saat Sherina akan masuk ke dalam ruangan dokter tersebut.


Kini Sherina terus berlinang air mata, bukan karena dia tidak bahagia. tapi semua ini adalah kebahagiaan besar baginya karena memiliki anak juga dalam mimpinya hanya saja selama ini keadaan Sherina yang lumpuh akibat kecelakaan membuat dirinya insecure saat Agam menginginkan anak darinya.


Dan, Setelah dinyatakan sehat sepenuhnya Akhirnya hari itu tiba. dan kini adalah keajaiban yang diberikan oleh yang maha kuasa kepada mereka berdua Agam, langsung menelepon Daisy yang masih berada di kampung halamannya.


Mereka, benar-benar gembira mendengar kabar itu. Rayan pun ikut tersenyum bahagia dia sebenarnya tidak benar-benar benci dengan Sherina.


Hanya saja pria itu tidak bisa melihat wanita terus mengeluh meskipun suaminya tidak melakukan apa-apa dan itu adalah sebuah pelajaran untuk Sherina yang selalu merasa dirinya kurang dan tak bersyukur akan keadaan.


Karena, Agam adalah pria yang baik tapi Sherina terus mencurigainya karena kejadian perceraian antara Agam dan Novita membuat Sherina merasa takut jika itu juga akan terjadi pada dirinya.


Pada saat, kondisi Sherina yang masih lemah dia bahkan tidak punya harapan untuk bisa mengandung Karena untuk berjalan saja masih menggunakan kursi roda dan Setelah sembuh Sherina yang tidak tahu akan ciri-ciri kehamilan. dia pun memeriksa keadaannya sendiri secara diam-diam.


Dan, saat hasil itu keluar dia hendak menemui dokter yang memeriksanya tapi ternyata hasil tes itu tertukar dengan milik wanita yang bernama sama dengan dirinya. bahkan tidak ada perbedaan sama sekali seakan semua adalah sebuah kesengajaan.


Kini, keduanya baru kembali dari rumah sakit tersebut. Agam yang mendapat kebahagiaan itu dia semakin memanjakan Sherina. pria itu bahkan tidak membiarkan Sherina untuk berjalan dia langsung menggendong saya ini saat turun dari mobil menuju ke dalam rumah hingga ke dalam kamar milik mereka.


"Kak kok bisa jalan sendiri jangan berlebihan bukannya orang hamil itu harus banyak berolahraga seperti berkegiatan lebih beres rumah atau yang lainnya agar kelak anak kita bisa jadi anak yang rajin menurut orang tua."ujar Sherina.


"Sayang,, itu hanya mitos kamu tidak boleh banyak bergerak dulu! ingat kata dokter Jangan melakukan aktivitas berlebihan apalagi berhubungan seperti hari-hari biasa Karena saat ini kandunganmu masih rentan mengalami penguburan jika kamu terlalu kecapean."ucap Agam.


Untuk sementara waktu, Sherina mematung Dia sedang mencerna ucapan Agam. yang mengatakan bahwa jangan dulu berhubungan berlebihan seperti hari-hari biasa memangnya siapa yang menuntut untuk berhubungan berlebihan bukannya dirinya sendiri yang melakukan itu kenapa jadi Sherina yang diperingatkan wanita itu jadi senyum sendiri di dalam hati ada-ada saja suaminya itu.


"Ya,,, sudah sekarang lebih baik Kakak pergi saja aku lagi males ngobrol ingin tidur saja rasanya lemes saking bahagianya saat ini."ucap Sherina sambil tersenyum.


"Yank,, kamu ngusir aku! aku masih kangen loh sama Baby kita baby twins lagi tidak bisa membayangkan bagaimana mereka saat lahir nanti pasti uem,, pasti sangat menggemaskan. aku sudah tidak sabar ingin dipanggil Dedi sama mereka cepet besar ya sayang Jangan lama-lama Deddy kangen ingin jumpa kalian."ujar Agam.


"Masih lama masih harus nunggu 7 bulan lagi! sudahlah pergi sana jangan ganggu aku,,, males aku lihat kamu."ucap Sherina yang mendadak tidak mau dekat dengan Agam.


Sementara, pria itu merasa heran dengan istrinya sejak kapan dia tidak mau dekat dengan Agam. bahkan saat ini terus mengusir dirinya untuk pergi dari hadapannya jangan-jangan dia ngidam seperti Daisy dulu.


Bahkan Rayan sampai diusir oleh Daisy saat itu. saat Daisy mengandung David, tepat pasca huru hara itu terjadi, sebelum Daisy pergi ke Inggris.


"Yank,,, pergi aku nggak mau lihat kamu saat ini. pergi sana jangan dulu balik sebelum aku panggil"ucap Sherina sambil menahan tawa di dalam hatinya.


Sebetulnya wanita itu tidak mengidam hanya saja dia ingin mengerjai Agam. dia kesal dengan sikap Agam, yang terlalu over protektif pada dirinya.


Sementara, kehamilannya masih sangat muda dan belum merasakan apa-apa tapi Agam terlalu berlebihan. jadilah Sherina bersikap seperti itu seolah dia tengah mengidam.


"Oh, ya ampun Mommy! tolong aku istriku sendiri tidak mau melihatku saat ini, hanya karena gara-gara dia mengidam. Mau sampai kapan seperti ini oh tidak-tidak tidak,,,tidak!!teriak Agam.


Pria itu begitu mendramatisir keadaan, sementara Sherina semakin dibuat penasaran ingin mengerjai Agam.


"belikan aku gudeg di kuotanya langsung saat ini juga ngucap Sherina sambil menahan tawa.


Gadis itu, sengaja mengerjain Agam. agar pria itu menjauh karena Sherina tidak tahan melihat tingkahnya yang super duper kebangetan itu.


Tapi sesaat kemudian wanita itu langsung berpikir jika Agam benar-benar pergi terlalu jauh, lalu bagaimana dengan dirinya ia pastikan sendirian di rumah dan itu sangat membosankan.


Akhirnya, dia kembali menarik kata-katanya.


"Oh tidak aku lupa tidak usah jangan beli gudeg dari tempat yang jauh beli saja di restoran yang ada di dekat mansion kakak Aku mau yang itu saja! ya,, yang itu saja."ucap Sherina pura-pura kebingungan.


Sementara, Agam sendiri sudah mau berangkat dari tadi karena mendengar permintaan bumil adalah sebuah titah baginya.


Seorang Agam, yang begitu bahagia karena akan mendapatkan momongan. pria itu seperti menjadi pria paling bodoh di dunia.

__ADS_1


Karena, dia bisa ditipu oleh istrinya hanya gara-gara alasan ngidam. Sherina sendiri semakin tidak kuat menahan tawa dia langsung berlari menuju kamar mandi meskipun Agam berteriak untuk tidak berlari karena membahayakan kehamilannya itu.


Sherina, menyalakan kran air barulah dia tertawa terbahak-bahak di dalam sana.


Wanita itu, benar-benar merasa tidak tahan hingga perutnya sakit, karena menahan tawa.


Karena, sudah puas tertawa Dia pun keluar dengan wajah datarnya sementara Agam, pria itu sedari tadi berdiri di depan pintu kamar mandi karena dia khawatir dengan keadaan Sherina.


Yang ternyata kini terlihat baik-baik saja.meskipun wajahnya datar kembali. sepertinya Agam akan kembali diusir.


Agam, akan melakukan apa saja yang diminta oleh wanita hamil itu, karena dia terlalu mencintai istrinya dan juga anak-anaknya jadi dia akan mengalah sekalipun sherina mengerjai dirinya.


"Sayang kamu benar-benar ingin makan gudeg sekarang aku akan membelinya langsung saat ini juga."ucap Agam antusias.


Sherina tersenyum sambil mengangguk.


...................


Satu jam telah berlalu, kini Agam kembali dengan membawa pesanan Sherina. tidak hanya itu Dia juga membeli makanan favorit Sherina yang selalu ia makan setiap 2 minggu sekali yaitu rujak buah yang ia beli di pinggir jalan tempat dimana Sherina selalu membelinya dulu.


Bumil itu terlihat tersenyum semeringah karena merasa sangat bahagia Agam bisa mengerti dengan apa yang dia butuhkan saat ini.


Hari demi hari mereka lewati dengan penuh kebahagiaan, bahkan setiap satu minggu sekali Agam meminta dokter untuk datang memeriksa kondisi kehamilan Sherina.


Seakan ia memiliki dokter pribadi yang akan stay setiap hari jika Agam memintanya.


Pria itu tidak bisa ditolak, karena menolak Agam adalah kehancuran bagi dokter tersebut.


Pria, yang akan menjadi seorang ayah itu dia menjadi pria yang tidak terbantahkan dan kejam jika kemauannya tidak dituruti hanya karena alasan dia takut kedua anaknya kenapa-napa setelah Sherina beraktivitas di luar.


Sementara di sebuah rumah mewah, saat ini Novita tengah duduk santai dengan suaminya dan juga Agista.


Pria yang begitu menyayangi Novita itu sungguh pria yang baik hati dan begitu perhatian terhadap keduanya.


Pria tampan yang kini berusia 28 tahun itu terlihat sangat gagah karena dia pandai menjaga tubuh nya dengan berolahraga.


"Sayang,, rumah ini terlalu sepi jika anak kita hanya ada Agista"ucap pria itu.


"Tunggu aku selesai mengobati rasa trauma ku barulah aku akan siap untuk itu"ucap Novita beralasan.


Sementara pria itu hanya bisa mengiyakan saja karena bagaimanapun yang mengandung itu adalah perempuan bukan dirinya.


Dia tahu, bagaimana sulitnya seorang perempuan mulai dari mengandung sampai dia melahirkan sampai dia menjadi seorang ibu. semua itu tidaklah mudah butuh persiapan yang benar-benar matang.


Terlebih lagi, Novita yang pernah mengalami tragedi yang hampir saja merenggut nyawanya saat melahirkan putrinya Agista


Pria itu hanya bisa pasrah semoga kelak istrinya akan baik-baik saja saat mengandung anaknya.


Kembali lagi pada Rayan dan daisi saat ini mereka tengah bersiap untuk pulang ke ibukota setelah puas berada di kampung halaman daisih selama hampir satu minggu lebih.


pekerjaannya Rayan sudah menumpuk dan menunggu dirinya untuk diselesaikan. Daisy sendiri harus kembali fokus untuk mengurus kedua anaknya yang mulai masuk ke sekolah.


Sementara, David juga harus segera kembali karena sekolah hanya libur beberapa hari saja dan kemarin dia mengikuti pelajaran secara online.


Begitupula dengan keluarga Anya, saat ini Ricky bahkan memboyong ibu dan bapak nya untuk tinggal bersama dengan mereka karena mereka sudah terlalu tua untuk tinggal di kampung tanpa adanya anak semata wayangnya itu.


Ricky khawatir jika mereka sakit meskipun di kampung banyak orang yang begitu baik tapi Ricky sebagai anak satu-satunya tidak ingin mereka terlantar.

__ADS_1


Untuk urusan rumah dan yang lainnya, akan diurus oleh pelayan yang ada di rumah besar itu untuk sesekali mereka akan selalu membersihkan rumah tersebut seperti permintaan Anya.


Sampai mereka tiba di Jakarta bersama dengan Vivian yang juga merupakan anak yatim piatu keponakan dari ibu RT itu tidak bisa mereka tinggal karena tidak ada lagi sanak saudara yang mau merawat Vivian yang super menyebalkan itu.


Gadis itu tidak pernah bersikap baik layaknya wanita baik-baik pada umumnya dia selalu jealous bahkan tak jarang selalu bersikap syirik kepada anak Anya.


Namun Anya tidak pernah ambil pusing bagi Anya Vivian hanya netizen yang suka julit bahkan Anya tidak pernah mau peduli jika gadis itu berbuat ulah karena Ricky tidak pernah membiarkan adik sepupu nya itu.


"Vivian kamar mu ada di pojok sana berdekatan dengan kamar ibu dan bapak."ucap Anya menunjukkan pintu kamar yang sedikit terlihat dibalik tangga.


"Iya terimakasih tapi tolong pastikan jika AC nya menyala dengan baik"ucap Vivian.


"Vivi,,, kamu jangan banyak gaya di kampung bahkan kamar mu tidak seluas yang ada di sini seharusnya kamu berterimakasih pada kakak ipar mu"ucap ibu Ricky.


"Sudah tidak apa-apa Bu, Vivi kamu bisa cek sendiri apa? AC kamar mu nyala atau tidak"ucap Anya.


"Bapak dan ibu istirahat dulu sebelum kita makan malam nanti"ucap Anya sopan.


"Iya neng"ucap kedua orang tua Ricky.


Setelah itu Anya membiarkan kedua anak nya diambil alih oleh kedua baby sitter nya.


"Sayang ayo kita istirahat juga aku juga sudah lelah seharian mengemudi andaikan saja ada sopir mungkin aku akan bersantai bersamamu di belakang."ucap Ricky.


"Heumm suruh siapa? tidak mau menggunakan sopir."ucap Anya.


"Aku tidak ingin ada yang mengganggu kita."ucap Ricky.


"Tapi kenapa? masih mengeluh."ujar Anya.


"Tidak mengeluh hanya minta dipijat saja."ucap Ricky.


"Iya baik'lah aku akan meminta tukang urut datang."ucap Anya pura-pura tidak peka karena Anya ngerti apa? yang suaminya mau.


"Bukan tukang urut biasa yang aku ingin yang luar biasa yang bisa mengurut seluruh bagian tubuh ku."ucap Ricky sambil tersenyum jahil.


Anya langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan berganti lebih dulu.


Sementara Ricky duduk di sofa sambil memeriksa pekerjaan nya yang sempat tertunda.


Hingga Anya selesai mandi dan berganti pakaian, wanita itu langsung duduk di samping Ricky yang terlihat sangat serius.


Sampai makan malam tiba keduanya masih terlelap setelah percintaan yang ia lakukan seperti permintaan Ricky untuk pengobat lelah tersebut.


Sampai seseorang memanggil mereka untuk turun kebawah, Anya dan Riki baru membuka mata.


Riki bangkit dari ranjang dan membangunkan istrinya itu lalu bergegas untuk mandi bersama setelah selesai mereka saling membantu untuk mengeringkan rambut nya.


Anya langsung berpakaian setelah memakai rangkaian perawatan kulit nya.


Setelah itu Anya dan Ricky langsung turun dan ternyata seluruh orang sudah berkumpul menunggu mereka untuk makan bersama.


"Sudah di panggil dari satu jam lalu juga baru datang tidak tahu apa? jika ada yang menunggu di sini sudah pada laper"gerutu Vivian yang tidak pernah mau diam.


"Vivi"ucap bapak Ricky.


"Jika kamu laper atau siapapun yang laper disini silahkan makan duluan karena tidak ada yang mengharuskan siapapun untuk untuk makan bersama setiap hari nya"ucap Anya sedikit tidak enak hati dengan kedua orang mertua nya.

__ADS_1


__ADS_2