Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Hari pertama setelah menikah#


__ADS_3

Daisy kini tengah duduk di ruang santai setelah selesai beraktifitas saat di pagi hari, wanita yang kemarin pagi resmi dipersunting oleh Rayan Davidson, saat ini dia tengah bersantai, setelah suami dan adik ipar yang menjadi anak angkat nya, itu pergi ke tempat tujuan masing-masing.


Daisy, sedang merinci daftar belanjaan nya sebelum dia pergi bersama dengan sang sopir pribadi, yang Rayan, tugaskan untuk mengantar kemanapun istrinya itu pergi, karena Daisy bukan tipe wanita manja, yang akan terus duduk bermanja-manja di atas tempat tidur, meskipun sudah melewati malam pertama mereka.


"Pak tolong antar kan saya ke supermarket"ucap Daisy.


"Baiklah Nyonya"ucap pria itu yang langsung menyiapkan mobil sambil menunggu Daisy, mengambil tas yang sudah diisi dengan beberapa kartu ATM, kartu kredit dan bahkan black card, yang sengaja Rayan, siapkan, jika sewaktu-waktu, istrinya itu butuh sesuatu, karena sifat nya yang keibuan, dia akan membelikan apapun, yang dibutuhkan oleh dirinya dan kedua adik nya.


Seperti saat ini, sesampainya di mall, terdekat Daisy, mencari butik dengan kualitas terbaik, dia ingin membeli sesuatu untuk suaminya, dan juga anak-anak, agar saat liburan nanti mereka sudah tidak perlu lagi mencari apa? yang mereka butuhkan.


Daisy pun memilih beberapa stell pakaian untuk Rayan dan kedua adiknya, wanita itu sendiri tidak membeli untuk dirinya.


Setelah semuanya siap, akhirnya, Daisy pun memberikan beberapa, paper bag belanjaan, agar sang sopir membantu memasukkan barang tersebut ke mobil.


Daisy sendiri kini tengah turun kebawah di bagian bawah adalah super market terbesar, Daisy, membawa troli dan mengisi memilih-milih berbagai jenis sayuran, buah, bumbu, dan berbagai macam seafood, dan juga daging , setelah semua bahan sembako terisi penuh dia hendak mengambil susu di rak paling atas, dengan susah payah Daisy, berusaha untuk meraih nya, tapi tiba-tiba sebuah tangan kekar meraih kotak susu tersebut, dan Daisy, sempat mematung sejenak, sebelum sadar dengan aroma parfum yang pria itu gunakan.


"Sayang, kenapa? tidak minta bantuan pelayan"ucap Rayan yang kini tersenyum manis pada istri tercinta nya itu.


"Mas, ada disini"ucap Daisy.


"Mas Ada meeting di atas, tadi mas lihat sayang ada di sini"ucap Rayan.


"Heumm, aku belanja keperluan dapur, dan untuk persiapan nanti, saat liburan"ucap Daisy.


"Ya sayang, mari mas temani sayang belanja, apa? masih ada lagi"ujar Rayan.


"Sepertinya sudah semua, mas bisa lanjut meeting"ujar Daisy.


"Tidak sayang, mas sudah selesai kok"ujar Rayan.


"Memang nya, tidak kembali ke kantor"ujar Daisy lagi.


"Tidak mas hanya ada meeting penting tadi dan sudah selesai, yu bayar dulu, setelah itu mas mau ngajak Dy, ke suatu tempat, sebelum jam makan siang"ujar Rayan.


"Dy, masih sibuk mas belum ngurus semua belanjaan ini di rumah"ucap nya, sambil mengikuti langkah Daisy yang sedari tadi berjalan mengikuti langkah suaminya yang kini mendorong troli.


Sesampainya di depan kasir, seseorang langsung menyambut nya.


"Tuan, ada yang bisa kami bantu"ucap seorang kasir.


"Tolong urus ini semua, dan setelah itu antar ke mobil istri saya, mobil nya ada di basement, kalian pasti tau mobil saya yang mana"ujar Rayan.


"Baiklah tuan"ucap mereka, bukan tanpa alasan, plat nomor kendaraan milik Rayan semua orang pegawai nya tau dan Daisy menyodorkan sebuah kartu, tapi Rayan, melarang nya.


"Tidak usah sayang nanti aku yang bayar semuanya"ucap Rayan.


Daisy tidak tau jika mall tersebut milik Rayan, meskipun pria itu tetap membayar, apapun yang dia perlukan dari tempat itu.


"Sayang, lain kali kamu tinggal pesan online saja, super market ini, ada layanan online"ucap Rayan.


"Baiklah mas"ucap Daisy yang berjalan berdampingan, Rayan merangkul pinggang istri nya, sambil terus berjalan menuju, tempat yang Rayan tuju.


Daisy, kaget, ternyata suaminya menghentikan langkahnya di toko perhiasan, dimana koleksi berlian itu berada.


Rayan langsung disambut oleh pelayan di sana.


Mereka dibawa ke sebuah ruangan yang ada di sana, Daisy pun dipersilahkan duduk oleh pelayan tersebut, pasangan suami istri itu pun, duduk di sana dan setelah itu beberapa orang asisten pemilik toko dan bos nya, mendatangi mereka berdua, dan membawa beberapa kotak perhiasan limited edition, beberapa set perhiasan pun di tunjukkan di hadapan Rayan, dan Daisy.


"Sayang, pilih yang mana yang kamu suka"ucap Rayan.


"Mas, buat apa? yang ada di rumah juga belum di pakai"ucap Daisy.


"Sayang, kamu harus punya koleksi terbaik, jika sayang tidak ingin memakai nya, sehari-hari tidak masalah setidaknya sayang bisa gunakan saat ada acara penting"ucap Rayan, menjelaskan itu dengan lembut.

__ADS_1


"Mas, saja yang pilihkan, aku tidak pandai untuk itu" ujar Daisy.


"Yang ini sepertinya, sangat cocok dengan warna kulit Nyonya yang putih berseri alami"ucap pemilik toko tersebut.


"Istri saya, memang sangat cantik luar dalam, meskipun tidak menggunakan perhiasan"ucap Rayan, sambil tersenyum manis pada Daisy.


"Mas, gak usah narsis begitu deh"ucap Daisy lirih, yang kini tertunduk malu.


"Itu kenyataan nya, sayang"jawab Rayan, sambil mengambil satu set berlian dan langsung membayarnya, dia tau toko itu tidak pernah mengecewakan, sekaligus sertifikat nya langsung mereka berikan.


Rayan, langsung memberikan black card miliknya, pada pemilik toko tersebut, dan setelah selesai membayar semua itu, Rayan pun kembali sambil menenteng tas khusus untuk kotak perhiasan tersebut, dan membawa sang istri berjalan menuju butik terkenal yang ada di sana, yang bersebelahan dengan Butik yang Daisy, masuki tadi.


"Dy, sayang kamu harus beli, lingerie, untuk ganti piyama tidur mu, sayang"ujar Rayan.


"Tidak mau mas, jangan beli baju haram seperti itu"ucap Daisy, yang kini mogok di depan pintu masuk,dia tidak mau membeli itu, jika Rayan , memaksa lebih baik tidak usah pergi.


"Sayang, setidaknya beli baju tidur yang feminim, jangan model piyama seperti yang sayang sering pakai"ujar Rayan lembut.


"Baiklah mas"ucap Daisy.


"Rayan pun meminta pelayan, menunjukkan baju tidur, khusus, wanita yang menurutnya lebih baik, dan mereka pun memberikan contoh yang terbaik koleksi toko tersebut.


Sampai Rayan harus turun tangan memilih itu, sampai Rayan, diam-diam memesan beberapa lingerie, keluaran terbaru, untuk memberikan kejutan pada Daisy.


Mereka pun langsung pulang setelah dari butik, Rayan, bahkan membeli beberapa gaun limited edition untuk wanita lain nya.


Rayan, meminta diantar ke alamat nya, saat itu juga.


Di perjalanan Rayan terus menggenggam tangan Daisy, karena mobil nya dikendalikan oleh sopir pribadi nya.


........................


Sesampainya di rumah, Daisy dan Rayan langsung masuk kedalam kamar utama milik mereka, Daisy membantu Rayan menyiapkan pakaian ganti, karena suaminya langsung masuk kedalam kamar mandi setelah membuka pakaian yang dia kenakan.


Daisy, mengecek semua belanjaan nya dan memastikan bahwa semua sudah tersimpan rapi dan bersih, seperti yang selalu ia lakukan.


Wanita itu juga mengambil beberapa bahan, untuk dia jadikan menu makan siang nya.


Sampai selesai masak untuk makan siang Daisy pun kembali ke kamar untuk membersihkan diri, dilihatnya suaminya, tengah memangku laptop, dengan rambut yang masih berantakan, tidak disisir rapi seperti biasanya, tapi itu terlihat seksi.


"Mas, aku sudah selesai masak makanan favorit mu, sekarang, mau bersih-bersih dulu gerah"ucap Daisy.


"Ya sayang, mas selesaikan ini dulu"ucap Rayan.


Daisy, pun mengangguk pelan setelah itu ia langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuh nya yang terasa sangat gerah setelah memasak, meskipun di dapur suhu udara nya sudah yang paling dingin.


Tidak lama dia sudah keluar, dari dalam kamar mandi, dengan dress rumahan, yang sangat cocok dia kenakan.


Daisy, pun duduk di depan meja rias, setelah itu dia, mengeringkan rambut dan memakai skincare dan lipstik lalu parfum dan juga body losion.


Hingga selesai, melakukan itu, Daisy masih melihat suaminya, fokus dengan laptop nya dan sampai saat Daisy duduk di samping suaminya.


"Mas, apa? masih sibuk"tanya Daisy.


"Sedikit lagi sayang, jika sayang lapar, sayang bisa makan lebih dulu"ucap Rayan.


"Tidak mas, selesaikan saja dulu, biar aku nunggu saja"ucap Daisy.


"Tunggu, sebentar lagi ya,sayang ku"ucap Rayan tanpa menoleh.


Sampai beberapa menit kemudian, Rayan pun mematikan laptop nya, dan menutup nya.


"Sayang, ayo makan siang"ujar Rayan, dan Daisy pun mengangguk dan menyambut tangan Rayan.

__ADS_1


"Mas, besok aku mau pulang dulu"ucap Daisy.


"Pulang, disini rumah mu sayang, kamu mau pulang kemana?"ucap Rayan.


"Besok adalah hari peringatan meninggal nya, almarhum ibu, sekaligus, aku belum menemui nya dan bilang kalau aku sudah menikah, dan ayah masih hidup"ucap Daisy.


"Dy, kapan-kapan juga bisa kan sayang aku masih sibuk, kamu tau sendiri aku masih sibuk yang"ucap Rayan.


"Mas, aku tidak ingin hari itu terlewat, lagipula, aku bisa pulang sendiri naik bus, tidak masalah, dan untuk urusan makan, aku akan siapkan hidangan cepat saji" ucap Daisy.


"Yang, bukan soal itu, tolong mengertilah, aku tidak mungkin membiarkan mu pergi sendiri ke kampung, lagi besok kamu tahu hari apa?"ucap Rayan.


"Aku tau mas, tapi aku tidak pernah merayakan hari itu, karena hari itu pula adalah hari dimana ibu, pergi"ucap Daisy.


"Tapi sayang, apa? salahnya, jika suamimu ingin memberikan kebahagiaan untuk mu"ucap Rayan.


"Tidak ada yang salah mas, cukup do'a kan saja, agar semua menjadi jauh lebih baik"ucap Daisy.


Rayan, pun terdiam, dirinya sedikit kecewa dengan sikap istrinya itu, yang tidak mau merayakan hari spesial nya, karena alasan hari itu, adalah hari meninggalnya sang ibu.


Hingga selesai makan pun Rayan tidak kunjung berbicara lagi, Daisy, mulai sadar jika suaminya tengah merasa kecewa padanya.


"Mas, aku bisa pulang pergi, jika mas keberatan aku pulang kampung"ucap Daisy.


"Itu, bukan solusi yang baik Dy, kamu tau perjalanan nya, cukup jauh dan sangat melelahkan, karena tidak bisa ditempuh hanya dengan satu jam perjalanan, biasa sampai enam jam, kamu tidak akan bisa istirahat sayang"ujar Rayan.


"Aku bisa istirahat,di bus mas"ucap Daisy.


"Dy, kamu punya mobil dan sopir, semua sudah disiapkan untuk itu, tapi yang aku tidak ingin, kamu pergi tanpa aku, kamu tau itu kan sayang"ujar Rayan.


Kini giliran Daisy, yang terdiam, wanita itu langsung berjalan meninggalkan Rayan, bahkan tidak membersihkan meja, seperti biasanya, Rayan membiarkan pelayan mengerjakan semua itu.


"Sayang, kamu jangan marah, aku hanya ingin yang terbaik untuk mu"ucap Rayan.


"Mas, aku tidak marah, aku hanya ingin menghubungi A Riki, minta tolong dia untuk menggantikan ku"ucap Daisy, yang langsung membuat Rayan, menatap tajam.


"Jangan pernah lagi, sebut, nama dia di depan ku"ucap nya, pelan tapi penuh penekanan.


Daisy pun kembali terdiam, dia menyimpan Handpone milik nya di atas nakas, Daisy pun duduk di sofa, dia mengambil majalah, dan membuka nya, seakan tak terjadi masalah apapun, dia terus membuka majalah tersebut seakan menyimak nya, padahal dia hanya ingin mengalihkan pandangannya dari Rayan, yang kini masih menatap kearah nya.


"Sayang please, tolong simpan itu, sebentar saja, kita, bicara aku minta maaf"ucap Rayan.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan, dan dimaafkan mas, kamu benar, dan aku salah, tidak seharusnya aku, bicara seperti itu, aku yang minta maaf"ucap Daisy lirih.


Wanita itu, tengah menahan air mata yang akan jatuh, Daisy tidak pernah mengira, bahwa dihari kematian ibu nya, tidak bisa memperingati nya langsung berkunjung ke makam ibunya, dan bahkan saat akan menikah dia, belum sempat jiarah ke makam ketiga orang yang paling dia sayangi.


"Bukan begitu sayang, aku minta maaf, karena kesibukan ku, tidak bisa ditunda"ucap Rayan.


Rayan, hendak meraih tangan Daisy, tapi istrinya, bangkit dari tempat duduknya dan langsung berjalan menuju kamar mandi, Daisy, sudah tidak bisa lagi membendung air matanya.


Rayan, berusaha mengejar nya, tapi pintu kamar mandi langsung tertutup, dan hampir mengenai hidup mancung nya.


"Yang, jangan begini maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa terima jika istri ku, bergantung pada pria lain"ujar Rayan.


Tapi tidak kunjung ada jawaban, hingga hampir sepuluh menit kemudian, istrinya baru keluar, dengan wajah yang sembab meskipun sudah berusaha di basuh tapi kulit putih mulus itu, tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan bekas tangis nya itu.


"Sayang"ujar Rayan yang kini memeluknya erat, dan mengecup puncak kepala istrinya berkali-kali, permohonan maaf, Daisy, pun kembali menangis sesenggukan, di dada bidang suaminya.


"Kita akan pergi, aku janji tapi tidak besok, setidaknya, dua hari lagi, setelah pekerjaan ku selesai"ucap Rayan.


"Tidak usah, tidak apa-apa, aku bisa berdoa dari sini saja"ujar Daisy.


"Yang, aku benar-benar minta maaf"

__ADS_1


__ADS_2