Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa

Sugar Daddy Ku Seorang Mahasiswa
#Mimpi buruk Rayan#


__ADS_3

Mereka berempat pun pergi ke sebuah restoran yang menyajikan menu serba seafood.


Haidar memilih ruang khusus untuk keluarga yang view nya menghadap pantai.


Setelah mereka duduk bersantai di kursi depan meja makan yang tersedia di sana, mereka sibuk memilih menu yang mereka inginkan.


Sementara Haidar menyerahkan semua itu pada calon istrinya itu.


"Yank,,, kamu pilih yang mana?."tanya Natali satu kali lagi.


"Samakan saja yang aku tidak pemilih makanan asal itu lezat dan bergizi pasti aku makan."kata Haidar.


"Heumm,,, baik'lah."ucap Natali.


"Mas ikan kakap nya dua di bakar lalu udang asam manis, dan lobster nya jangan lupa yang paling besar dan sausnya dipisah."ujar Natali.


"Nasi nya nyonya."tanya pria itu.


"Iya aku lupa nasi nya satu porsi saja."ujar Natali.


Bukan tanpa alasan pria itu menawarkan nasi karena dari tamu yang datang selalu ada beberapa yang tidak pernah makan seafood dengan nasi liwet seafood.


"Tunggu, lima belas menit."ujar pelayan pria itu.


Semua orang melotot tak percaya lima belas menit bukan waktu yang sebentar setelah jam makan siang hampir berlalu.


"Bercanda, lima sampai sepuluh menit saja."ujar pria itu sambil tersenyum ramah.


"Heumm."ujar Haidar yang kini tengah sibuk dengan ponselnya.


"Apa? masih ada banyak pekerjaan pada waktu seperti ini."ujar gadis itu.


"Heumm,,, aku tidak punya asisten pribadi seperti dirimu Yank, jadi aku masih akan sibuk disaat semua orang berlibur."ujar Haidar.


"Aku bisa bantu cariin asisten handal seperti yang aku miliki, aku tidak ingin quality time kita terganggu."ujar Natali.


"Tidak setelah menikah honey aku janji."ujar Haidar.


"Heumm,,, mudah-mudahan tidak, karena jika seperti itu aku akan terus merengek meminta liburan padamu."ujar Natali jujur.


"Heumm,,, baik'lah sayang aku akan berusaha sebaik mungkin demi keutuhan rumah tangga kita."ujar Haidar.


Sementara kedua orang dewasa itu tengah mengobrol serius kini kedua anak kecil itu tengah asik dengan gadgetnya masing-masing.


"Ini tuan pesanan anda semua selamat menikmati semuanya."ujar pria tadi.


"Wow,,, lobster raksasa."ujar Agis yang langsung minta di foto dengan menu yang ada di hadapannya itu, agar Agam bisa melihat itu bersama kedua adiknya itu.


"Yank,, mau foto juga?."tanya Haidar.


Agista pun meminta Daddy nya untuk membuka cangkang lobster dan juga kepiting.


Beruntung disana sudah tersedia alat untuk mengupas seafood tersebut.


Sementara Natali anteng memakan ikan bakar.


"Sayang apa? itu lezat."tanya Haidar.


"Tentu saja,,, ini Aaaa."ujar Natali pada Haidar.


Dengan senang hati Haidar menerima suapan tersebut sementara dirinya dan Leon tengah sibuk mengupas capit kepiting dan udang besar itu.


Semua sudah di kupas barulah Haidar dan Leon mulai menyantap makanan tersebut, Natali dan Haidar memakan nasi liwet seafood ditambah ikan bakar sementara kedua anak mereka sibuk makan seafood tanpa nasi, Keduanya belepotan dengan saus dari udang asam manis tersebut sementara Natali juga memberikan kedua anak nya ikan bakar tersebut.


Keluarga ceria yang dirangkai tanpa sengaja itu kini tengah sibuk menikmati makan siang mereka.


Setelah semua selesai, mereka berempat mencari tempat santai.

__ADS_1


Wanita itu menyatakan mereka untuk tidur siang di mobil dan kedua anak itu menurut seperti biasanya.


Haidar sudah merubah posisi jok belakang dengan begitu nyaman untuk kedua anaknya itu.


Sementara mereka berdua kini tengah sibuk saling tatap berpegang tangan dan sesekali Haidar tersenyum manis pada calon istrinya itu.


"Tidurlah sayang, agar nanti bisa pulang dengan tubuh yang fresh.


"Aku ingin berfoto bersama saat sunset muncul dan tenggelam."ujar Natali.


"Heumm,,, tentu keinginan mu adalah titah bagiku ratuku."ujar Haidar.


"So sweet banget sih sayangku ini. thanks for everything Honey. kamu selalu ada saat aku berduka waktu itu."ujar Natali.


"Tentu saja Sayang ku. aku pun sangat berterimakasih padamu berkat dirimu putri ku kembali ceria seperti saat ini. kau memang bukan yang melahirkan nya, tapi kasih sayang mu setara dengan ibu kandung nya."ujar Haidar.


"Tentu karena aku juga seorang ibu tunggal, aku tidak akan membiarkan siapapun yang mengalami hal serupa."ujar wanita itu.


"Heumm,, kamu memang bidadari tanpa sayap dan aku sayang."ujar Haidar sambil mengecup bibir Natali kali ini tidak hanya kecupan mesra tapi mereka benar-benar bertukar Saliva.


Hingga beberapa detik kemudian ciuman itu berakhir begitu saja.


Natali pun sudah hampir kehabisan oksigen mereka mengambil nafas secara bersamaan dengan teratur hingga ciuman itu kembali berulah.


"I love You so much."ujar Haidar.


"Love you too."lirih Natali.


Mereka hanyut dalam suasana indah tersebut setelah meyakinkan bahwa keduanya terlelap dalam tidur mereka, kedua sejoli itu kini duduk di bangku dibawah pohon rindang masih di samping mobil mereka.


Keduanya asik bercanda tawa berdua sesekali kecupan singkat mendarat di pipi atau pun bibir keduanya.


Haidar bahkan sudah berniat akan mempercepat proses pernikahan mereka agar secepatnya mereka bisa bersatu dalam keadaan yang sah.


Sementara itu di kediaman Rayan, Daisy tengah menangis dalam diam, saat dia menemukan noda lipstik di kemeja milik Rayan dan ada bau parfum perempuan yang mungkin tidak disadari oleh Rayan.


Koper itu baru dia sempat periksa saat ini karena kemarin dia sibuk dengan kedua anak mereka yang meminta Rayan untuk menemani mereka jalan-jalan.


"Jika kamu sudah bosan dengan ku kenapa? tidak bilang saja mas,,, kenapa? kamu seolah menutupi kekurangan-kekurangan yang ada pada diriku, aku sadar jika aku masih terlalu banyak kekurangan selama ini."ujar Daisy lirih.


Sementara Rayan sendiri masih berada di ruang kerjanya sejak pagi hanya sibuk dengan pekerjaan yang entah apa? Daisy tidak tau karena dia hanya akan keluar jika butuh sesuatu setelah itu dia kembali masuk kedalam ruangan itu.


Daisy pun meletakkan itu kembali, dia tidak ingin lagi bertanya tanpa Rayan sadari itu bukan hanya satu atau dua kali, tapi Daisy masih menyimpan nya di dalam hati.


Kini wanita itu sudah berkemas dia membereskan beberapa barang pribadinya sebanyak tiga koper besar, setelah itu dia meminta pelayan untuk membawa itu kedalam mobil milik Dion yang ada di Mension tersebut.


Daisy pun langsung bergegas menuju kamar kedua anak nya. kini dia juga membereskan barang-barang puteranya semua perlengkapan mereka untuk sementara.


wanita itu pun langsung mengajak anak-anak untuk pergi ke luar rumah dengan menyeret dua koper besar di tangannya.


Hingga terdengar suara bariton dari pria yang akan Daisy tinggalkan.


"Honey,,, apa-apaan ini, kalian mau pergi kemana kenapa? tidak bicara dulu dengan ku."ujar Rayan yang terlihat panik saat melihat semua itu.


"Kamu terlalu sibuk dengan semua urusan mu, hingga kami seakan sudah tidak lagi di butuhkan disini. semua sudah berjalan seperti yang kamu mau Anya dan Agam pun sudah berkeluarga dan sangat bahagia. kini tugasku sudah selesai untuk berada di sisimu seperti yang kamu minta dulu saat pertama bertemu."ujar Daisy.


"Yang kamu bicara apa? aku tidak mengerti dengan apa? yang kamu katakan! tolong jelaskan."ujar Rayan suaranya mulai meninggi.


..................................


"Sudahlah semua sudah berakhir percuma saja dijelaskan juga karena kamu tidak akan pernah mau mengerti."ujar Daisy.


"Dy!! kamu itu kenapa? sih."ujar Rayan yang menarik lengan istrinya sedikit kasar.


"Apa? harus aku beritahu semuanya agar lebih jelas di depan mereka mas, aku rasa kamu punya seribu akal untuk mengelak atas pertanyaan dan bukti yang aku lontarkan. jadi daripada terus bertanya-tanya padaku lebih baik tanyakan itu pada hatimu aku yakin kamu tau jawabannya.*ujar Daisy.


"Dy! jangan berbelit-belit aku tidak suka!"teriak Rayan.

__ADS_1


Beruntung kedua anak nya sudah berada di samping mobil sedang menunggu Mommy nya.


Daisy lagi-lagi hanya bungkam namun Rayan kembali menarik Daisy.


"Dy! jelaskan kenapa? kamu."


"Kamu selingkuh Rayan! kamu selingkuh lagi!"teriak Daisy yang kini tidak bisa lagi membendung semua itu.


"Itu fitnah Dy,,, aku tidak pernah menduakan mu."ujar Rayan.


"Apa? perlu aku perlihatkan bukti kebersamaan kalian, bahkan bukti nyata di hadapan semua orang."ujar Daisy.


"Jangan mengada-ada di kamu itu hanya sedang merasa kesepian karena aku terlalu sibuk akhir-akhir ini."ujar Rayan.


"Ya,,, kamu benar aku kesepian saat kau bersama dia."ujar Daisy melempar handphone nya kehadapan Rayan.


"Dy, aku bisa jelaskan semua ini, aku di jebak saat jamuan makan malam."ujar Rayan.


"Heeuh,,, dijebak sampai berkali-kali dan berminggu-minggu lamanya hehehe kau pikir aku tidak ada otak, kau bahkan tanpa sadar sudah banyak memperlihatkan bukti."ujar Daisy yang hendak pergi.


"Dy,,, kita bisa bicara baik-baik jangan seperti ini kamu jangan mengambil keputusan sendiri, lihat anak-anak mereka akan kebingungan dengan semua ini."ujar gadis itu.


"Kamu baru mengingat mereka sekarang sedari kemarin-kemarin kamu kemana!."teriak Daisy.


Wanita itu tidak menghiraukan panggilan Rayan dia berkali-kali mendorong dada bidang Rayan yang dengan cepat menghalangi langkah nya.


"Ray,,, sayang cepat masuk mobil."ujar Daisy.


"Tidak Ray, dengarkan Daddy ayo ikut Daddy sama kakak Raya kita akan pergi liburan ke Disneyland Hongkong."ujar Rayan.


"Masuk nak,,, mommy bisa mengajak mu keliling dunia meskipun tidak dalam kemewahan."ujar Daisy Keduanya membuat bingung kedua anak-anak mereka saat ini.


"Dy,,, tidak ada yang boleh pergi tanpa aku bersama dengan kalian."ujar Rayan.


"Jika begitu,,, antarkan aku kembali ke tempat dimana aku tinggal dulu karena disana adalah rumah bagi seorang istri yang sudah tidak dibutuhkan lagi keberadaan nya."ujar Daisy.


"Dy,,, please jangan pernah berkata seperti itu, aku tidak pernah berfikir seperti itu, kamu masih satu-satunya wanita yang sangat aku cintai."ujar Rayan.


"Jangan lupa mas kata satu itu bisa di sana sini, aku lebih baik kehilangan segalanya daripada harus di khianati seperti ini. ingat mas, aku hanya manusia biasa, dan kesabaran ku tak selamanya bisa di permainkan, kamu bebas menentukan siapapun untuk menjadi istri mu, tapi jangan harap aku akan tetap bertahan dengan semua itu, tidak mas aku hanya wanita rapuh dan tidak bisa stegar bayangan mu."ujar Daisy lirih.


Wanita itu melanjutkan niatnya untuk pergi bersama dengan kedua anaknya yang sudah berada di dalam mobil.


"Tunggu aku honey tunggu please kita harus bicara baik-baik aku minta maaf oke,,, aku salah tapi tidak seharusnya berakhir seperti ini, aku tidak ingin ini terjadi please jangan pergi, please Dy,,,, aku sangat mencintai mu maafkan khilaf ku."ujar Rayan dengan penuh penyesalan.


Dengan alasan di jebak Rayan bahkan sering kali menyodorkan bukti bekas percintaan mereka tanpa Rayan sadari.


"Secepat aku akan melayangkan surat gugatan cerai itu."ujar Daisy.


"Dy, please sayang maafkan aku, kita bisa bicara baik-baik, aku tidak ingin kita berpisah. aku tidak pernah menduakan mu."ujar Rayan lagi.


"Semua sudah berlalu, kini semua tinggal kenangan aku memang sempat bermimpi untuk hidup bahagia bersama dengan pria seperti dirimu. tapi nyatanya mimpi ku terlalu tinggi wanita kampungan seperti ku memang hanya pantas menjadi pelayan di sini."ujar Daisy yang langsung tancap gas.


"Dy,,, maafkan aku sayang di kembali aku mohon maafkan aku! teriak Rayan yang terus berusaha mengejar mobil milik Dion yang kini dibawa oleh Daisy.


Sementara wanita itu hanya bisa menangis dalam diam, sambil terus mengemudikan mobilnya, Rayan pun berlari masuk kembali ke dalam Mension, dia langsung masuk kedalam lift.


Rayan langsung menuju kamar utama yang selama ini mereka tempati, sesampainya di sana dia melihat Vidio syur dirinya dengan wanita yang tak lain adalah model yang selama ini menjadi dan beberapa cucian kotor dari empat Minggu yang lalu berada di atas ranjang dengan berbagai noda percintaan yang telah Rayan lewatkan dengan wanita itu disaat dirinya dalam pengaruh alkohol.


"Dy!!! maafkan aku! aku bodoh aku sudah terlalu jahat padamu maafkan aku,,, aku mohon kembali Dy, kembali."teriak Rayan yang begitu mengagetkan Daisy yang kini baru membuka mata setelah tidur siang bersama.


"Mas,,, sadar aku disini kamu mimpi apa?."ujar Daisy yang menepuk-nepuk pelan pipi suaminya itu karena Rayan tak kunjung membuka mata tapi tangisnya itu begitu menyayat hati.


Hingga Rayan sadar setelah membuka mata dia langsung memeluk wanita cantik yang selama ini menemaninya.


ternyata Rayan terbawa suasana karena sedari tadi TV yang ada di dalam kamar tersebut menyala memberikan gosip terbaru tentang perselingkuhan para pengusaha sukses, hingga Rayan yang sedang tidur siang terkena imbasnya.


"Mas,,, kamu kenapa? sayang."ujar Daisy lembut sambil mengusap puncak kepala Rayan.

__ADS_1


"Aku tidak menduakan mu honey sumpah demi apapun aku masih sangat mencintai mu dan kamu satu-satunya wanita yang sangat aku cintai."ujar Rayan.


Daisy yang tersadar jika saat ini suaminya mimpi seputar gosip yang beredar di TV itu Daisy malah tertawa terbahak-bahak hingga membuat Rayan mencubit gemas pipi cuby milik istrinya itu.


__ADS_2