
"Belum selesai ya."ujar Haidar.
"Lom Yank" balas Natali.
"Lanjutkan biar aku tunggu."ujar Haidar.
"Yank aku baik-baik saja, kamu bisa kembali atau istirahat di kamar itu."ujar Natali menunjukkan sebuah kamar yang tak jauh dari ruang keluarga.
"Tidak apa-apa yang kita aku belum ngantuk kok, aku menginap tapi sebelum itu ada yang ingin aku bahas."ujar pria itu.
"Baiklah sayang."ujar Natali.
Wanita itu pun langsung kembali ke lantai dua untuk menuju kamar nya.
Sesampainya di sana dia buru-buru menggunakan lingerie dengan jubah yang kini ia kenakan saat itu juga setelah selesai menggunakan skincare wanita itu langsung merapihkan rambut nya yang setengah basah itu setelah dikeringkan dengan headlayer .
Natali menuruni anak tangga sesampainya di bawah dia langsung menghampiri Haidar yang kini terlihat tengah melamun.
"Yank,,, kamu lelah kenapa? tidak istirahat."ujar Natali lembut.
"Heumm,,, belum sayang , sebentar saja kita akan bicara."ujar Haidar.
"Baiklah, mau minum apa? heumm."ujar Natali.
"Teh hijau saja."ujar Haidar.
"Heumm ya tunggu sebentar tuan."ujar Natali sambil terkekeh kecil.
"GP L yang."ujar Haidar.
"Apa?."ujar Natali yang kembali berbalik
"Gak pake lama sayang ku,,, galak nya nona manis."ujar Haidar bercanda.
"Mau aku gigit."ujar wanita itu.
"Heumm boleh."ujar Haidar.
Natali pergi menuju dapur, pertama dia mengambil gelas, mengambil kotak yang berisi Green Thea dan membuangnya kedalam gelas setelah itu dia menyeduh itu dengan air panas.
Natali fokus dengan apa? yang dia kerjakan saat ini. tanpa dia sadari bahwa Haidar telah memperhatikan gerakan Natali yang sedikit kaku dalam melakukan hal itu.
__ADS_1
Haidar tau untuk seorang wanita yang jam kerja lebih banyak Natali sudah pasti jarang atau bahkan mungkin tidak pernah terlihat dari saat dia masuk dapur dia harus membuka semua kitchen set yang ada di sana.
Itu tandanya Natali tidak tau apa? saja isi dapurnya.
Berbeda dengan almarhum Novita, wanita yang suka berdandan sederhana dan kadang alakadarnya itu dia pintar memasak dan bahkan masakan itu selalu Haidar puji sebagai masakan terlezat.
Karena selain enak Haidar juga selalu menghargai kerja keras istrinya yang selalu sibuk dengan pekerjaan kantor dan juga rumah tangga.
"Yank,, kamu disini."ujar Natali kaget dan sedikit gelagapan mungkin karena grogi.
"Ah, ya sedari tadi."ujar Haidar yang kini tengah menetralkan pikiran nya.
"Ini teh hijau nya."ujar Haidar yang melihat Natali sedikit kebingungan.
"Heumm,,, maaf jika rasanya aneh."ujar Natali.
"Tidak apa-apa sayang,,, lagipula Teh itu ya rasanya teh bukan rasa aneh."ujar Haidar.
"Heumm pinter."ujar Natali sambil mencubit perut Haidar.
"Sakit yang ." ujar Haidar pura-pura mengeluh.
Haidar langsung terkekeh kecil saat melihat Natali hendak cemberut.
"Gampang saja bujuk dengan satu kotak berlian pasti siapapun akan sembuh dari marahnya."ujar Natali bercanda.
"Owh ya ampun bisa-bisa aku bangkrut sebelum pergi honey moon."ujar Haidar sambil pura-pura kaget.
"Owh ya ampun tuan Haidar yang Tampan dan baik hati kenapa tidak peka. bawakan satu cicin berlian di dalam kotak kayu yang besar. jadi deh sekotak berlian."ujar Natali sambil terkekeh geli.
"Awa awas kamu ya yank,, tunggu pembalasanku nanti,,,, sini yang jangan lari."ujar Haidar
Nanti dan Haidar malah bagaikan anak kecil Sling mengejar satu sama lain dan akhirnya mereka pun terduduk di sofa dengan posisi Haidar berbaring dan kepalanya diletakkan di pangkuan Natali.
Sesekali Haidar akan menatap gemas wajah cantik itu dan akan mengecup bibir Natali yang akhirnya membalas kecupan itu dengan ciuman mesra keduanya.
Tidak terasa waktu terus bergulir saat ini jam menunjukkan pukul sebelas malam.
"Yank, aku ngantuk bobo dulu ya."ujar Natali.
"Heumm,,, baik'lah sayang aku bobo disini saja."ujar Haidar.
__ADS_1
"Jangan donk yang kan sudah dibilang bobo di kamar itu."tunjuk Natali.
"Temenin."rengek Haidar.
"Nanti setelah halal."balas Natalia sambil terkekeh.
Natali pun pergi menuju kamarnya, sementara Haidar juga pergi menuju kamar tamu tersebut. mereka beristirahat dari aktivitasnya yang cukup melelahkan selama seharian dan kini keduanya juga telah tertidur di kamar yang berbeda.
Saat pagi menjelang, Haidar bangun lebih awal dia langsung menuju dapur dan membuatkan sarapan pagi untuk Natali dan Leon. pria itu menunjukkan keahliannya yang memasak makanan favorit di pagi hari.
Meskipun, tanpa bertanya dia yakin bahwa Natali suka dengan nasi goreng buatannya saat ini. yaitu nasi goreng seafood yang sering dimasak oleh almarhum Novita saat ia masih berada di dunia ini.
Wanita yang merupakan ibu dari Agista itu sering membuatkan nasi goreng untuk sarapan paginya sebelum mereka beraktivitas sampai saat ini kenangan itu masih terasa sehingga Haidar sering membuat menu sarapan itu sendiri .
Sementara itu, di tempat lain kini Sherina tengah duduk dengan kedua bayi kembarnya mereka tengah berjemur di taman belakang.
Kedua bayi itu sangat menggemaskan hingga Agista terus menggodanya dan Agam pun membantu istrinya itu menggendong satu bayi.
Bayi berusia 2 bulan itu kini terlihat sangat gembul. kebahagiaan Agam kini semuanya terasa lengkap.
Hidup Agam, sudah lebih dari bahagia karena sudah mendapatkan dua orang Putra dan satu Putri juga istri yang cantik dan sangat pengertian juga rajin.
Keduanya tersenyum bahagia, melihat ke arah ketiga anaknya itu Agista adalah titipan Tuhan yang harus ia jaga dengan sebaik mungkin.
Karena pahala bagi yang mampu merawat anak yatim piatu itu sungguh sangatlah besar.
Agam yang mengerti akan hal itu, dia bukan nya pamrih tapi dia benar-benar sangat menyayangi Agista karena dia adalah bukti cintanya di masa lalu terhadap Novita yang kini telah tiada.
Agista akan dia besarkan sampai dia menikah nanti dan juga sampai ia memiliki anak keturunan bahkan tidak akan pernah meninggalkan gadis kecil itu.
Baginya Agis itu sudah seperti darah dagingnya sendirii, jadi tidak ada alasan untuk Agam mengabaikan Agista sampai kapanpun.
Meskipun Haidar sebagai ayah sambungnya terus ikut Andien dalam merawat Agista baginya bekerja sama juga lebih baik daripada bermusuhan hanya karena memperebutkan hak asuh anak.
Karena, kebahagiaan Agista nomor satu bagi mereka. jadi keduanya selalu bertanya di mana Agista akan tinggal.
Dan di mana dia nyaman maka di situlah Agista akan tinggal.
Dengan siapapun yang menurut dia merasa nyaman berarti itu adalah satu-satunya tempat terbaik dan kini pilihannya adalah Agam.
Agam tercatat sebagai ayahnya sejak Agista lahir meskipun Agista bukan darah daging Agam .
__ADS_1
Agista lagi-lagi sangat beruntung memiliki Agam yang sampai saat ini sangat menyayangi dia.